Shanghai Masters 2026: Alcaraz dan Djokovic Tumbang, Unggulan Berguguran Jelang 16 Besar
Kejutan besar mewarnai Shanghai Masters 2026: unggulan kedua Carlos Alcaraz tersingkir di babak ketiga dari Zizou Bergs, sementara Novak Djokovic sudah tumbang lebih dulu di tangan Hubert Hurkacz. Alexander Zverev kini menjadi unggulan teratas yang difavoritkan melaju jauh menuju final 18 Oktober.
Shanghai Masters 2026 memasuki fase panas dengan deretan kejutan besar. Unggulan kedua Carlos Alcaraz tersingkir di babak ketiga turnamen ATP Masters 1000 di Qi Zhong Tennis Center, Shanghai, setelah ditaklukkan Zizou Bergs 7-5, 7-6(4) pada Senin (12/10). Hasil itu melengkapi kejutan sebelumnya ketika Novak Djokovic sudah lebih dulu angkat koper di babak kedua di tangan Hubert Hurkacz, hanya beberapa hari setelah petenis Serbia itu menjuarai China Open di Beijing untuk gelar ke-102 sepanjang kariernya.
Baca Cepat
- Carlos Alcaraz (unggulan 2) tersingkir di babak ketiga, kalah dari petenis Belgia Zizou Bergs 7-5, 7-6(4).
- Novak Djokovic tumbang di babak kedua dari Hubert Hurkacz 6-4, 6-3, beberapa hari usai juara China Open (gelar ke-102).
- Juara bertahan Valentin Vacherot ikut terhenti di babak ketiga oleh Tommy Paul 6-4, 6-2.
- Alexander Zverev menjadi unggulan teratas setelah Jannik Sinner mundur; final dijadwalkan Minggu, 18 Oktober 2026.
Alcaraz Tumbang, Kejutan Terbesar di Babak Ketiga
Kejutan terbesar sejauh ini datang dari sektor Carlos Alcaraz. Unggulan kedua asal Spanyol itu dihentikan Zizou Bergs, petenis Belgia peringkat ke-39 dunia yang tidak diunggulkan, dengan skor 7-5, 7-6(4) pada Senin (12/10). Bergs tampil tanpa beban dan konsisten menekan sepanjang dua set, memaksa Alcaraz melakukan sejumlah kesalahan di momen-momen penting hingga akhirnya memastikan kemenangan terbesar dalam kariernya.
Hasil ini terasa mengejutkan karena Alcaraz sebenarnya melaju mulus di babak sebelumnya, menyingkirkan Juan Manuel Cerundolo hanya dalam dua set 6-3, 6-3. Shanghai memang belum pernah menjadi lahan subur bagi Alcaraz; pencapaian terbaiknya di turnamen ini hanya sampai babak perempat final. Bagi Bergs, menundukkan petenis sekelas Alcaraz menjadi pencapaian terbesar sepanjang kariernya sekaligus membalas kekalahan pada satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya. Alcaraz tampak kesulitan menemukan ritme terbaiknya di lapangan cepat Shanghai yang menuntut adaptasi tinggi, dan kekalahan dini ini membuka lebar peluang bagi nama-nama lain untuk menembus babak akhir, sesuatu yang jarang terjadi saat para unggulan teratas tampil penuh.
Djokovic Pergi Lebih Awal Usai Gelar ke-102
Sebelum Alcaraz, panggung Shanghai sudah lebih dulu diguncang tersingkirnya Novak Djokovic. Unggulan kesepuluh itu takluk dari Hubert Hurkacz 6-4, 6-3 di babak kedua pada Jumat (9/10), hanya berselang beberapa hari setelah ia menjuarai China Open di Beijing untuk mengoleksi gelar ke-102 sepanjang kariernya. Djokovic mengakui faktor kelelahan dan menyebut permukaan lapangan Shanghai jauh lebih cepat dibanding Beijing sebagai tantangan yang sulit diatasi.
Bagi Hurkacz, ini adalah kemenangan pertamanya atas Djokovic setelah delapan kali kalah beruntun dalam pertemuan sebelumnya. Petenis Polandia itu tampil dominan di sektor servis, melepaskan 13 ace dan tidak kehilangan satu pun game servisnya sepanjang pertandingan. Kombinasi servis keras dan jadwal padat yang membebani Djokovic membuat laga yang di atas kertas timpang itu berakhir dengan kejutan hanya dalam dua set. Usai kekalahan ini, Djokovic mengisyaratkan akan tampil terbatas pada sisa musim dan tetap membidik tiket ke turnamen pamungkas akhir tahun, ATP Finals.
Zverev Unggulan Teratas Setelah Sinner Mundur
Dengan Djokovic dan Alcaraz tersingkir, sorotan beralih ke Alexander Zverev. Petenis Jerman itu menyandang status unggulan teratas di Shanghai setelah Jannik Sinner memilih mundur dari turnamen. Zverev memulai kiprahnya dengan kemenangan dramatis atas wild card tuan rumah Wu Yibing 6-4, 7-6(4), meski sempat terganggu masalah pergelangan kaki setelah terjatuh di set kedua. Ia tetap menuntaskan laga dan menjaga ambisinya mengangkat trofi Masters 1000 di Shanghai.
Zverev kemudian ditantang petenis Prancis Quentin Halys pada babak ketiga untuk memperebutkan tiket 16 besar. Sebagai nama unggulan papan atas paling menonjol yang tersisa di bagannya, Zverev kini menjadi favorit utama untuk melaju jauh. Dengan rekam jejak kuat di level Masters 1000, petenis Jerman itu punya motivasi tambahan untuk menutup musim dengan gelar besar sekaligus memperbaiki posisinya di papan atas peringkat dunia. Namun turnamen masih bergulir dan babak-babak lanjutan belum tuntas saat laporan ini disusun, sehingga hasil setiap laga berikutnya akan diperbarui sejalan dengan jalannya pertandingan.
Unggulan Lain Berguguran, Wajah Baru Bermunculan
Bukan hanya Alcaraz dan Djokovic yang tersingkir. Babak ketiga Shanghai 2026 menjadi kuburan bagi banyak unggulan. Juara bertahan sekaligus unggulan ketujuh belas, Valentin Vacherot, dihentikan Tommy Paul 6-4, 6-2. Unggulan kesebelas Taylor Fritz kalah dari Stefanos Tsitsipas 3-6, 7-5, 6-3, sementara unggulan kedelapan Arthur Fils ditundukkan Botic van de Zandschulp 7-5, 6-4. Casper Ruud juga menyingkirkan Learner Tien 6-4, 7-6(3) dalam duel ketat.
Dari rentetan hasil tersebut, sejumlah nama memastikan tempat di babak 16 besar, mulai dari petenis berpengalaman seperti Daniil Medvedev, Felix Auger-Aliassime, Casper Ruud, dan Stefanos Tsitsipas, hingga kejutan segar seperti Zizou Bergs, Botic van de Zandschulp, Rafael Jodar, dan Tommy Paul. Medvedev melaju usai menundukkan Dalibor Svrcina 6-2, 6-3, sedangkan Auger-Aliassime lolos setelah pertarungan tiga set melawan Pablo Carreno Busta 6-3, 4-6, 6-1. Komposisi 16 besar yang bercampur ini menjanjikan persaingan yang lebih terbuka dari biasanya. Dengan sebagian besar unggulan teratas rontok sebelum perempat final, peta kekuatan di Shanghai praktis tersusun ulang, dan setiap petenis yang tersisa kini melihat peluang nyata untuk menembus babak final.
Jalan Menuju Final 18 Oktober
Shanghai Masters adalah salah satu turnamen ATP Masters 1000 paling bergengsi di luar Eropa dan Amerika. Edisi 2026 digelar di lapangan keras Qi Zhong Tennis Center dengan format drama panjang berisi 96 pemain, di mana 32 unggulan teratas mendapat bye di babak pertama. Total hadiah turnamen mencapai sekitar 9,42 juta dolar AS, dengan sang juara berhak atas kurang lebih 1,15 juta dolar AS, angka yang menegaskan status Shanghai sebagai salah satu gelar non-Grand Slam paling diincar. Edisi tahun ini sempat digadang-gadang sebagai ajang langka yang mempertemukan sejumlah nama teratas dunia dalam satu bagan undian, sebelum mundurnya Sinner dan rentetan kejutan di babak-babak awal mengubah jalan cerita turnamen.
Setelah babak 16 besar yang berlangsung pekan ini, turnamen akan berlanjut ke perempat final dan semifinal sebelum memuncak pada laga puncak yang dijadwalkan Minggu, 18 Oktober 2026. Dengan sejumlah unggulan teratas sudah berguguran lebih awal, jalur menuju final menjadi lebih sulit ditebak. Para penggemar bisa menantikan kemungkinan munculnya finalis kejutan, sekaligus menyaksikan apakah Zverev mampu memanfaatkan bagannya yang kini relatif terbuka. Hasil babak-babak berikutnya akan diperbarui mengikuti perkembangan terkini.
Turnamen yang Kian Terbuka buat Penggemar
Gugurnya Djokovic dan Alcaraz dalam waktu berdekatan mengubah wajah Shanghai Masters 2026 menjadi turnamen yang sulit diprediksi. Situasi ini justru menghadirkan daya tarik tersendiri: setiap laga babak akhir berpotensi melahirkan nama baru, dan para petenis lapis kedua mendapat panggung yang jarang mereka dapatkan saat bintang-bintang utama tampil penuh. Bagi penggemar tenis di Indonesia, laga-laga Shanghai yang berlangsung di zona waktu Asia relatif ramah untuk diikuti pada sore hingga malam hari WIB.
Di luar hasil akhir, momen seperti ini mengingatkan bahwa tenis tetap olahraga yang penuh ketidakpastian, tempat kebugaran, fokus, dan kondisi lapangan bisa membalikkan prediksi di atas kertas. Buat kamu yang rutin bermain tenis, dinamika Shanghai 2026 adalah pengingat bahwa konsistensi dan kesiapan fisik sama pentingnya dengan bakat. Pantau terus perkembangan menuju final 18 Oktober untuk melihat siapa yang akhirnya keluar sebagai juara di tengah turnamen yang kian terbuka ini.
Artikel ini dirangkum dari:
- ATP Tour: Hasil resmi Shanghai 2026 tautan
- Tennis TourTalk: Rangkuman hasil Shanghai Masters 2026 (10 Oktober) tautan
- Tennisnerd: Panduan jadwal, hadiah, dan unggulan Shanghai Masters 2026 tautan
- Devdiscourse (Reuters): Hurkacz menyingkirkan Djokovic di Shanghai tautan
- Cyprus Mail: Djokovic tersingkir dari Shanghai oleh Hurkacz tautan