Sydney Marathon 2026: Addisu Gobena Pecahkan Rekor, Manuela Schär Ukir Sejarah Delapan Abbott Majors
Sydney Marathon 2026 digelar Minggu, 30 Agustus lalu dengan hasil yang melampaui ekspektasi: Addisu Gobena memecahkan rekor lintasan putra, Peres Jepchirchir menang tipis di nomor putri, dan pelari kursi roda Manuela Schär mengukir sejarah sebagai atlet pertama yang menjuarai kedelapan lomba dalam seri Abbott World Marathon Majors.
Sydney Marathon 2026 yang berlangsung Minggu, 30 Agustus lalu, mencatatkan lebih dari sekadar pemenang baru. Addisu Gobena asal Ethiopia memecahkan rekor lintasan nomor putra dengan waktu 2:04:42, Peres Jepchirchir menang di nomor putri hanya terpaut sembilan detik dari rekor lintasan, dan yang paling bersejarah: pelari kursi roda asal Swiss, Manuela Schär, resmi menjadi atlet pertama sepanjang masa — putra maupun putri — yang pernah menjuarai kedelapan lomba dalam seri bergengsi Abbott World Marathon Majors.
Baca Cepat
- Sydney Marathon 2026 digelar Minggu, 30 Agustus 2026, diikuti sekitar 40.000 pelari dari 120.000 pendaftar sistem ballot.
- Addisu Gobena (Ethiopia) juara putra dengan 2:04:42, memecahkan rekor lintasan dan disebut waktu tercepat yang pernah dilari atlet putra di tanah Australia.
- Peres Jepchirchir (Kenya) juara putri dengan 2:18:31, hanya terpaut sembilan detik dari rekor lintasan milik Sifan Hassan.
- Manuela Schär (Swiss) menang nomor kursi roda putri dan tercatat sebagai atlet pertama yang menjuarai kedelapan lintasan Abbott World Marathon Majors.
Gobena Pecahkan Rekor Lintasan Putra
Addisu Gobena tampil dominan di nomor putra. Pelari Ethiopia ini menuntaskan 42,2 km dari North Sydney menuju Sydney Opera House dengan catatan 2:04:42, memangkas lebih dari satu menit dari rekor lintasan lama milik Hailemaryam Kiros yang dibuat pada edisi 2025 dengan 2:06:06. Persaingan di barisan depan berlangsung sangat ketat: runner-up Chimdessa Debele Gudeta, juga dari Ethiopia, hanya tertinggal empat detik dengan 2:04:46, sementara Tebello Ramakongoana asal Lesotho melengkapi podium di posisi ketiga dengan 2:04:57.
Kedalaman lomba tahun ini tergambar dari satu statistik: tujuh pelari terdepan sama-sama finis di bawah rekor lintasan lama. Media lari internasional bahkan menyebut catatan Gobena sebagai maraton tercepat yang pernah dilari atlet putra di atas tanah Australia — penegasan bahwa lintasan Sydney, meski baru berstatus major sejak 2025, sudah mampu menghasilkan waktu-waktu kelas dunia.
| Kategori | Juara | Waktu |
|---|---|---|
| Putra | Addisu Gobena (Ethiopia) | 2:04:42 (rekor lintasan) |
| Putri | Peres Jepchirchir (Kenya) | 2:18:31 |
| Kursi roda putra | Daniel Romanchuk (AS) | 1:26:50 (rekor lintasan) |
| Kursi roda putri | Manuela Schär (Swiss) | 1:42:04 |
Jepchirchir Nyaris Sentuh Rekor Sifan Hassan
Di nomor putri, Peres Jepchirchir tampil sebagai favorit yang membuktikan status. Pelari Kenya yang berstatus juara dunia sekaligus juara Olimpiade ini finis dengan waktu 2:18:31, unggul 3 menit 40 detik atas kompatriotnya Irine Cheptai (2:22:11), sementara Shure Demise dari Ethiopia melengkapi tiga besar dengan 2:22:33. Catatan Jepchirchir hanya terpaut sembilan detik dari rekor lintasan 2:18:22 yang dibuat Sifan Hassan pada edisi 2025 — jarak yang sangat tipis untuk ukuran lomba maraton.
Kisah tersendiri datang dari posisi keenam. Priscah Cherono, pelari veteran berusia 46 tahun, justru mencatatkan rekor pribadi (personal best) dengan 2:23:49 — bukti bahwa performa puncak di nomor maraton tidak selalu berhenti di usia muda.
Manuela Schär Cetak Sejarah di Delapan Lintasan Abbott Majors
Momen paling bersejarah di Sydney justru datang dari lintasan kursi roda. Di nomor putra, Daniel Romanchuk asal Amerika Serikat menang dengan 1:26:50, memecahkan rekor lintasan milik Marcel Hug yang dibuat tahun lalu dengan 1:27:15. Namun sorotan utama tertuju pada nomor putri, tempat Manuela Schär asal Swiss finis pertama dengan 1:42:04.
Kemenangan itu menjadikan Schär sebagai atlet pertama sepanjang sejarah — putra maupun putri, jalan raya maupun kursi roda — yang pernah menjuarai kedelapan lomba dalam seri Abbott World Marathon Majors: Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, New York City, Cape Town, dan kini Sydney. Pencapaian ini sekaligus menegaskan betapa cepat peta persaingan berubah sejak seri tersebut melebar dari enam menjadi delapan lomba dalam waktu kurang dari dua tahun.
Sydney, Anggota Termuda Seri Abbott World Marathon Majors
Sydney Marathon resmi diumumkan sebagai anggota ketujuh Abbott World Marathon Majors pada November 2024, setelah lebih dulu berstatus kandidat sejak pengajuan tahun 2022 — menjadikannya lomba maraton pertama dari kawasan Oseania yang masuk seri bergengsi ini. Edisi 2026 menjadi penyelenggaraan kedua sejak berstatus major penuh, dengan sekitar 40.000 pelari yang lolos dari 120.000 pendaftar sistem ballot, menempuh 42,2 km dari North Sydney hingga finis di depan Sydney Opera House.
Status Sydney sebagai major juga tidak bertahan sendirian terlalu lama. Pada 2026, Sanlam Cape Town Marathon di Afrika Selatan resmi dikukuhkan sebagai anggota kedelapan seri ini setelah melalui dua tahap evaluasi — menjadikannya major pertama dari benua Afrika. Praktis, dalam rentang dua tahun, Abbott World Marathon Majors melebar dari enam menjadi delapan lomba, dan pencapaian Manuela Schär di Sydney menjadi bukti nyata betapa cepat lanskap itu berubah.
Kisah di Luar Podium: Rekor Dunia dan Donasi Amal
Di luar hasil elite, Sydney Marathon 2026 juga menyimpan kisah-kisah yang tak kalah menarik. Warga Five Dock, Toby Fuller, mencatatkan rekor dunia Guinness sebagai pasien kemoterapi tercepat yang menuntaskan lomba maraton, dengan waktu 3 jam 18 menit. Di kalangan pelari tuan rumah, Andy Buchanan menjadi pelari Australia tercepat di nomor putra dengan 2:10:14, sementara Ellie Pashley memimpin barisan pelari Australia putri dengan 2:28:28.
Dari sisi penggalangan dana, ajang ini berhasil mengumpulkan lebih dari 14 juta dolar Australia untuk berbagai lembaga amal lewat program donasi peserta. Ada juga catatan lucu yang sempat viral: desain medali finisher edisi ini salah mencetak siluet Allianz Arena di Jerman, alih-alih Allianz Stadium yang merupakan stadion di Sydney — kesalahan kecil yang tidak mengurangi antusiasme peserta merayakan garis finis mereka.
Yang Perlu Dipantau Selanjutnya
Musim balapan Abbott World Marathon Majors belum berhenti di Sydney. Bank of America Chicago Marathon menyusul pada 11 Oktober, sementara Valencia Marathon — meski bukan bagian dari seri major — akan menutup tahun pada 6 Desember dengan line-up elite yang tak kalah kuat. Bagi komunitas lari Indonesia, perkembangan ini membuka lebih banyak pilihan lomba internasional untuk dikejar, sekaligus jadi pengingat bahwa jarak dan usia bukan penghalang untuk mencatatkan waktu terbaik — sesuatu yang dibuktikan langsung oleh Priscah Cherono dan Toby Fuller di lintasan Sydney.
Artikel ini dirangkum dari:
- World Athletics — “Gobena breaks course record while Jepchirchir dominates in Sydney” worldathletics.org
- ABC News — “Ethiopia’s Addisu Gobena wins 2026 Sydney Marathon as 40,000 take part” abc.net.au
- Wikipedia — 2026 Sydney Marathon en.wikipedia.org/wiki/2026_Sydney_Marathon
- RUN247 — “Cape Town Marathon confirmed as the eighth Abbott World Marathon Major” run247.com