Kembali
LIFESTYLE 4 min read 17 June 2026

Dari Ngopi hingga Sop Saudara, Ini Tempat Favorit Komunitas Fitness dan Lari di Makassar Setelah Berolahraga

Setelah menyelesaikan sesi fitness, lari, atau pilates, banyak pegiat olahraga di Makassar memiliki ritual yang sama: mencari tempat makan dan minum untuk beristirahat sekaligus berkumpul bersama teman komunitas.

Dari Ngopi hingga Sop Saudara, Ini Tempat Favorit Komunitas Fitness dan Lari di Makassar Setelah Berolahraga

Setelah menyelesaikan sesi fitness, lari, atau pilates, banyak pegiat olahraga di Makassar memiliki ritual yang sama: mencari tempat makan dan minum untuk beristirahat sekaligus berkumpul bersama teman komunitas.

Mulai dari kedai kopi, gerai smoothie, hingga kuliner khas Makassar seperti Sop Saudara, berbagai tempat kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat perkotaan. Bagi banyak pelari dan pegiat kebugaran, momen setelah olahraga bukan hanya soal mengisi energi, tetapi juga mempererat hubungan sosial dalam komunitas.

Mengapa Banyak Orang Suka Nongkrong Setelah Olahraga?

Bagi sebagian orang, olahraga tidak hanya tentang latihan fisik. Aktivitas ini juga menjadi sarana bersosialisasi dan membangun komunitas.

Setelah menyelesaikan sesi latihan yang cukup intens, banyak pegiat olahraga memilih melanjutkan aktivitas dengan makan atau minum bersama. Selain membantu proses pemulihan tubuh, momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman latihan, membahas target kebugaran, hingga mempererat pertemanan.

Tren ini semakin terlihat seiring bertumbuhnya komunitas lari, fitness, dan pilates di Makassar dalam beberapa tahun terakhir.

Ngopi di Sachi, Ritual Komunitas Lari Makassar

Bagi sebagian komunitas lari di Makassar, kedai kopi menjadi destinasi favorit setelah berolahraga.

Dewi, salah seorang pegiat fitness dan lari di Makassar, mengaku dirinya dan teman-temannya sering menghabiskan waktu di Sachi setelah menyelesaikan latihan.

“Biasanya kami nongkrong ngopi di Sachi setelah olahraga. Selain untuk istirahat, juga sekalian kumpul dan ngobrol dengan teman-teman,” ujarnya.

Menurut Dewi, suasana yang nyaman menjadi salah satu alasan mengapa kedai kopi tetap menjadi pilihan utama.

Selain menikmati kopi, momen tersebut dimanfaatkan untuk berbagi cerita, berdiskusi tentang aktivitas olahraga, hingga merencanakan agenda komunitas berikutnya.

Smoothie dan Jus Jadi Alternatif yang Semakin Populer

Meski kopi masih menjadi pilihan utama, tren minuman sehat juga semakin berkembang di kalangan pegiat olahraga.

Banyak anggota komunitas fitness kini memilih smoothie, jus buah, atau minuman berbahan dasar yogurt sebagai cara mengembalikan kesegaran tubuh setelah berolahraga.

Salah satu tempat yang cukup populer adalah Smoothie Theory yang menawarkan berbagai pilihan minuman berbahan buah.

“Kalau habis olahraga saya lebih suka cari minuman yang segar dan lebih sehat. Smoothie Theory jadi salah satu pilihan,” kata Karifatullaily.

Pilihan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih seimbang setelah beraktivitas fisik.

Bersantai di Pantai Losari Setelah Pilates

Bagi pegiat pilates, suasana santai sering menjadi pertimbangan saat memilih tempat berkumpul setelah latihan.

Andi Linda mengaku dirinya dan teman-temannya kerap menghabiskan waktu di Pier 52 yang berada di kawasan Pantai Losari.

“Kalau habis pilates biasanya kami nongkrong di Pier 52,” ujarnya.

Menurut Linda, lokasi tersebut menawarkan berbagai pilihan kuliner mulai dari es krim, bakso, hingga kopi sehingga cocok untuk berkumpul bersama teman-teman setelah berolahraga.

Meski tren healthy food terus berkembang, Linda menilai pilihan tempat makan dan minum yang secara khusus mengusung konsep sehat di Makassar masih relatif terbatas.

“Belum ada tempat khusus yang sehat-sehat begitu sementara ini. Biasanya ngopi atau makan saja,” katanya.

Dari All You Can Eat hingga Sop Saudara

Bagi Roy, seorang personal trainer di Makassar, makan bersama setelah latihan merupakan bagian dari aktivitas yang sering dilakukan bersama klien.

Menurutnya, tubuh membutuhkan asupan energi yang cukup setelah menjalani latihan intensif.

“Biasanya setelah latihan kami makan bersama. Selain mengisi tenaga, juga jadi momen untuk berdiskusi soal program latihan dan target kebugaran berikutnya,” ujarnya.

Pilihan tempat makan pun beragam. Terkadang Roy dan kliennya memilih restoran all you can eat seperti Sugogi untuk mendapatkan asupan protein dari berbagai jenis daging. Di kesempatan lain, mereka memilih menu yang lebih santai seperti roppang atau menikmati kuliner khas Makassar seperti Sop Saudara.

Menurut Roy, pegiat fitness tidak harus selalu mengonsumsi makanan yang identik dengan diet ketat.

“Kalau habis latihan berat, tubuh tetap perlu energi. Yang penting porsinya sesuai dan kebutuhan protein tetap terpenuhi,” katanya.

Kuliner Kini Menjadi Bagian dari Gaya Hidup Komunitas Olahraga

Fenomena ini menunjukkan bahwa tempat makan dan minum kini memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan komunitas olahraga di Makassar.

Tidak hanya menjadi tempat mengisi energi setelah berolahraga, berbagai lokasi kuliner juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antaranggota komunitas.

Seiring meningkatnya tren olahraga di Makassar, kebutuhan akan tempat nongkrong yang nyaman dengan pilihan menu beragam diperkirakan akan terus berkembang. Mulai dari kopi, smoothie, hingga makanan khas daerah, semuanya menjadi bagian dari pengalaman olahraga yang lebih lengkap.

Bagi banyak pelari, pegiat fitness, maupun penggemar pilates, menikmati makanan atau minuman favorit setelah latihan kini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. (*)

Laporan kontributor Makassar, Ina Maharani

EXPLORE 20FIT

More ways to move.