Kembali
SEPAK BOLA 6 min read 13 October 2026

Timnas Putri Indonesia Jalani FIFA Matchday Oktober 2026 di Yordania, Hadapi Armenia dan Tuan Rumah

Garuda Pertiwi menjalani dua laga uji coba FIFA Matchday Oktober 2026 di Yordania melawan Armenia dan tuan rumah Yordania. Berikut skuad 23 pemain dan konteks peringkat FIFA-nya.

Para pemain tim sepak bola putri berbaris sebelum pertandingan (foto ilustrasi, bukan dari laga Timnas Putri Indonesia 2026).
Foto ilustrasi: laga persahabatan sepak bola putri Zambia vs Malawi (25 Februari 2025) oleh ChaloNiZambia via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0). Bukan dari laga Timnas Putri Indonesia di Yordania 2026.

Timnas Putri Indonesia alias Garuda Pertiwi menjalani agenda FIFA Matchday Oktober 2026 di Yordania lewat dua laga uji coba, yakni menghadapi Armenia pada Sabtu (10/10/2026) dan menantang tuan rumah Yordania yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa (13/10/2026). Dua pertandingan melawan lawan dari luar kawasan Asia Tenggara ini menjadi pemanasan penting bagi juara bertahan Piala AFF Putri sekaligus berpotensi memengaruhi poin peringkat FIFA mereka jelang rilis resmi berikutnya.

Baca Cepat

  • Garuda Pertiwi menjalani dua laga FIFA Matchday Oktober 2026 di Yordania, yakni kontra Armenia (10/10) dan kontra tuan rumah Yordania yang dijadwalkan 13/10.
  • PSSI memanggil 23 pemain, dengan perubahan di posisi penjaga gawang dan tanpa dua pemain naturalisasi yang sebelumnya sempat masuk skuad.
  • Laga ini menjadi uji kualitas melawan lawan non-Asia Tenggara sekaligus kesempatan menambah poin peringkat FIFA jelang rilis resmi 20 Oktober 2026.
  • Hingga artikel ini disusun pada pagi WIB, hasil resmi kedua laga belum dirilis melalui kanal yang dirangkum; skor akan diperbarui begitu tersedia.

Dua Laga di Yordania pada Jeda FIFA Oktober

Jeda internasional FIFA pada Oktober 2026 dimanfaatkan Timnas Putri Indonesia untuk terbang ke Timur Tengah. Dalam rentang beberapa hari, Garuda Pertiwi menjalani dua pertandingan persahabatan resmi, dimulai dengan laga kontra Armenia pada Sabtu (10/10/2026) dan ditutup dengan duel melawan tuan rumah Yordania yang dijadwalkan hari ini, Selasa (13/10/2026).

Menurut pengumuman skuad, kedua laga digelar di Yordania dengan Amman disebut sebagai lokasi pertandingan. Ini bukan kali pertama tim putri Indonesia menyambangi negeri tersebut untuk agenda uji coba, dan kali ini mereka berhadapan dengan dua lawan yang jarang ditemui, yaitu Armenia dari Eropa serta Yordania dari kawasan Asia Barat. Jendela FIFA Matchday memang menjadi kesempatan utama bagi tim nasional untuk menjajal lawan di luar agenda turnamen, sekaligus merawat kekompakan skuad di sela padatnya kalender sepanjang tahun.

Jam tanding resmi untuk laga hari ini sempat tercatat belum pasti. Karena pertandingan melawan tuan rumah berpotensi baru digelar pada malam waktu setempat, hasil akhirnya kemungkinan belum tersedia saat artikel ini terbit pada pagi WIB. Untuk laga pembuka melawan Armenia pun, skor resmi belum dirilis melalui kanal resmi PSSI dan media nasional yang kami rangkum, sehingga seluruh hasil akan diperbarui begitu laporan resmi muncul. Yang pasti, agenda ini murni laga uji coba dalam jendela FIFA, bukan bagian dari turnamen kompetitif.

Skuad 23 Pemain Garuda Pertiwi

PSSI memanggil 23 pemain untuk menjalani dua laga ini. Komposisinya sedikit berbeda dibanding skuad yang menjuarai Piala AFF Putri 2026. Perubahan paling disorot ada di posisi penjaga gawang, yaitu masuknya Shesilia Putri D menggantikan Alleana Ayu Arrumy, sementara dua pemain naturalisasi yang sebelumnya sempat memperkuat lini tengah, Sydney Hopper dan Katarina Stalin, tidak ada dalam daftar kali ini.

Sejumlah nama familiar tetap menjadi tulang punggung. Di lini depan ada Claudia Scheunemann dan Estella Loupatty, sementara lini tengah diisi antara lain oleh Sheva Imut Furyzcha, Reva Octaviani, Helsya Maeisyaroh, Rosdillah Siti N, Felicia de Zeeuw, dan Isabelle Nottet. Barisan belakang mengandalkan pemain berpengalaman seperti Safira Ika Putri dan Pauline van der Pol, serta nama-nama lebih muda seperti Gea Yumanda dan Nabila Divany.

Perpaduan pemain lokal dan pemain diaspora ini menggambarkan arah pembinaan tim putri dalam beberapa tahun terakhir. Laga melawan Armenia dan Yordania menjadi panggung bagi para pemain untuk membuktikan diri sekaligus kesempatan bagi tim pelatih menguji kedalaman skuad menghadapi lawan dengan gaya main yang berbeda dari rival-rival Asia Tenggara. Tantangan fisik dan tempo permainan ala tim Eropa serta Asia Barat biasanya tidak sama dengan lawan sekawasan, sehingga pertandingan seperti ini kerap membuka mata soal kesiapan tim di level yang lebih tinggi.

Rekomendasi Produk
Decathlon Kipsta Bola Sepak Club Hybrid FIFA
Bola sepak berstandar FIFA Quality untuk latihan dan laga akhir pekan, cocok menemani kamu yang terinspirasi aksi para pemain Garuda Pertiwi di lapangan.
Lihat Produk →

Modal Juara AFF dan Tren yang Naik-Turun

Garuda Pertiwi datang ke Yordania dengan modal kepercayaan diri sebagai juara Piala AFF Putri 2026. Di final yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 22 Juli 2026, Indonesia menghancurkan Laos dengan skor 5-0. Gelar itu terasa istimewa karena menjadi trofi beruntun bagi tim putri, setelah sebelumnya mereka juga menjadi kampiun pada edisi 2024.

Meski begitu, perjalanan tim tidak selalu mulus. Pada SEA Games 2025, Indonesia sempat menelan kekalahan telak 0-8 dari Thailand dan akhirnya finis di peringkat keempat. Di ajang Srikandi Merdeka Cup pada Agustus 2026, Garuda Pertiwi kembali bertemu Thailand di final dan kalah tipis 0-1, setelah di fase grup sempat mengalahkan Hong Kong 1-0.

Rangkaian hasil yang naik-turun itulah yang membuat laga-laga uji coba di jendela FIFA menjadi berharga. Dengan bertemu lawan dari luar Asia Tenggara, tim bisa mengukur sejauh mana progres mereka dan menambal kelemahan sebelum menghadapi agenda kompetitif yang lebih berat.

Kenapa Dua Laga Ini Penting untuk Ranking FIFA

Selain soal persiapan, dua laga di Yordania juga punya nilai konkret bagi posisi Indonesia di peringkat dunia FIFA putri. Sepanjang 2026, peringkat Garuda Pertiwi bergerak di kisaran 110 besar dunia, jauh dari catatan terbaik mereka yakni peringkat 94 pada Maret 2025. Setiap laga resmi dalam kalender FIFA ikut menentukan naik atau turunnya poin mereka. FIFA pun mulai menerapkan pembaruan peringkat yang lebih dinamis untuk tim putri sejak April 2026, sehingga pergerakan poin kini dapat dipantau lebih cepat dari sebelumnya.

Momen ini penting karena rilis resmi peringkat FIFA putri berikutnya dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, hanya sepekan setelah laga melawan Yordania. Artinya, hasil dua pertandingan ini berpotensi langsung tercermin dalam daftar peringkat terbaru. Lawan dengan peringkat dan gaya berbeda membuat bobot poin dari laga-laga ini layak diperhitungkan.

Bagi tim yang sedang membangun kembali fondasi, mengumpulkan poin sekaligus jam terbang melawan lawan non-Asia Tenggara adalah dua keuntungan sekaligus. Hasil positif bisa mendorong posisi Indonesia naik, sementara pengalaman bertanding tetap menjadi bekal berharga apa pun skor akhirnya.

Jalan Panjang Menuju Piala Asia dan Piala Dunia

Dua laga di Yordania adalah bagian kecil dari ambisi besar sepak bola putri Indonesia. Setelah gagal lolos ke Piala Asia Wanita 2026, PSSI menegaskan komitmen untuk terus membangun tim dengan target jangka panjang menembus panggung yang lebih tinggi, termasuk impian tampil di Piala Dunia Wanita suatu hari nanti.

Gelar Piala AFF Putri 2026 sendiri memberi modal tambahan, termasuk memastikan tiket ke ajang antarnegara Asia Tenggara berikutnya. Agar langkah tidak berhenti di level kawasan, Indonesia butuh lebih banyak laga melawan tim di luar Asia Tenggara, persis seperti yang mereka lakukan di Yordania saat ini.

Kabar positif juga datang dari kelompok umur. Pada pekan ini, Timnas Putri Indonesia U-17 memastikan lolos ke Piala Asia U-17 2027 setelah tampil meyakinkan di babak kualifikasi. Momentum di level junior ini diharapkan menyambung dengan geliat tim senior, sehingga regenerasi pemain terus berjalan dan ekosistem sepak bola putri nasional semakin sehat.

Menanti Kabar dari Amman

Untuk saat ini, perhatian tertuju pada laga melawan tuan rumah Yordania yang dijadwalkan hari ini. Publik sepak bola Tanah Air menanti apakah Garuda Pertiwi mampu menutup agenda FIFA Matchday Oktober 2026 dengan hasil positif, melanjutkan tren juara yang mereka rawat sepanjang tahun ini.

Media ini akan memperbarui skor dan jalannya pertandingan begitu laporan resmi tersedia. Apa pun hasilnya, rangkaian uji coba di Yordania menegaskan satu hal: Timnas Putri Indonesia sedang berupaya naik kelas, selangkah demi selangkah, lewat lawan-lawan baru di luar zona nyaman mereka.

Artikel ini dirangkum dari:

  • tautan (Gebrak.id: daftar 23 pemain serta jadwal lawan Armenia dan Yordania)
  • tautan (RRI: Garuda Pertiwi juara Piala AFF Putri 2026)
  • tautan (CNN Indonesia: ambisi tim putri menuju Piala Dunia)
  • tautan (ANTARA: catatan peringkat FIFA Timnas Putri Indonesia)
  • tautan (Bola.com: catatan SEA Games 2025)
  • tautan (iNews via RCTI+: Indonesia juara Piala AFF Putri 2026, Laos dikalahkan 5-0 di final)
EXPLORE 20FIT

More ways to move.