Max Verstappen menyapu akhir pekan sprint GP Singapura 2026 dengan menang di sprint dan balapan utama Marina Bay. Kimi Antonelli finis ketiga, tetapi memperlebar jarak gelar atas George Russell menjadi 102 poin menjelang enam seri pamungka…

Max Verstappen menjuarai GP Singapura 2026 di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay pada Minggu (11/10), menuntaskan akhir pekan sprint terakhir musim ini dengan sempurna sekaligus meraih kemenangan perdananya di lintasan malam Singapura sepanjang karier. Pembalap Red Bull itu finis di depan Charles Leclerc (Ferrari) dan pemimpin klasemen Kimi Antonelli (Mercedes) setelah memimpin hampir sepanjang 62 lap dengan catatan waktu 1 jam 42 menit 00,785 detik. Meski hanya finis ketiga, Antonelli justru diuntungkan: hasil buruk rekan setimnya, George Russell, membuat jarak di puncak klasemen melebar menjadi 102 poin, menembus batas psikologis 100 poin menjelang enam seri pamungkas.
Verstappen mengakhiri penantian panjangnya di Marina Bay. Start dari pole position dengan catatan 1:31.373, juara dunia itu langsung memimpin dan mengendalikan ritme balapan di lintasan jalan raya yang terkenal paling sulit untuk disalip. Ia menjaga jarak aman di depan sepanjang 62 lap atau sekitar 305 km dan melintasi garis finis dengan keunggulan sekitar 7,3 detik atas Leclerc. Kemenangan ini terasa istimewa karena Verstappen belum pernah sekali pun menang di Singapura sebelum malam itu, sebuah rekor minus yang kerap disinggung jelang akhir pekan dan akhirnya ia tuntaskan. Ini sekaligus menjadi kemenangan keduanya secara beruntun, melanjutkan performa menanjak Red Bull pada paruh akhir musim regulasi baru 2026.
Antonelli menyelesaikan balapan di posisi ketiga, terpaut sekitar 24,6 detik dari pemenang, hasil yang cukup untuk membatasi kerugian sebagai pemimpin klasemen. Di belakang podium, Lando Norris (McLaren) finis keempat, diikuti rekan setimnya Oscar Piastri di urutan kelima, lalu Hamilton yang hanya mampu keenam meski memegang rekor lap Marina Bay. Liam Lawson (Racing Bulls) dan Nico Hulkenberg (Audi) melengkapi posisi tujuh dan delapan. Karakter sirkuit yang menuntut penguasaan track position membuat urutan di depan relatif sulit berubah setelah lampu start padam, dan keunggulan grid Verstappen pada akhirnya menjadi modal utama kemenangan.
Dominasi Verstappen sudah terlihat sejak Sabtu. Pada Sprint sepanjang 21 lap, ia kembali tampil terdepan untuk merebut delapan poin penuh, diikuti Hamilton (tujuh poin) dan Leclerc (enam poin), sementara Antonelli menambah lima poin dari posisi keempat. Hasil itu menjadikan Verstappen peraih kemenangan sprint pertama dalam sejarah GP Singapura, melengkapi pole sprint yang ia rebut pada Jumat dengan catatan 1:31.156, unggul tipis 0,120 detik atas Russell. Dengan menyapu pole dan kemenangan baik di sprint maupun balapan utama, Verstappen praktis menguasai seluruh akhir pekan di Marina Bay.
Nasib sebaliknya menimpa Russell. Akhir pekannya berantakan setelah ia terlibat kecelakaan di Sprint sehingga gagal membawa pulang poin pada Sabtu. Masalah berlanjut ke hari Minggu: Russell harus start dari barisan belakang akibat sanksi grid terkait penggantian sejumlah komponen power unit. Dari posisi sulit itu, ia hanya mampu memulihkan keadaan hingga finis kesembilan dan menambah dua poin. Hasil minim tersebut menjadi pukulan telak bagi pembalap yang justru memenangi GP Singapura edisi 2025, dan berdampak langsung pada peta perebutan gelar di puncak klasemen.
Meski bukan hari terbaiknya di lintasan, akhir pekan Singapura justru menguntungkan Antonelli dalam perburuan gelar. Berdasarkan klasemen resmi Formula 1 seusai balapan, ia memimpin dengan 340 poin, sementara Russell tertahan di 238 poin. Artinya, jarak keduanya kini melebar menjadi 102 poin, dari sebelumnya 84 poin menjelang Marina Bay. Antonelli mengumpulkan total 20 poin dari akhir pekan ini (lima dari sprint dan 15 dari balapan utama), sedangkan Russell hanya menambah dua poin. Selisih yang menembus angka 100 poin itu persis seperti skenario yang dibidik sang pemimpin klasemen: memperlebar jarak selagi ada kesempatan.
Namun gelar juara dunia belum bisa dipastikan. Setelah Singapura sebagai ronde ke-17, kalender menyisakan enam balapan tanpa sprint lagi, yakni Austin, Meksiko, Sao Paulo, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi, dengan total 150 poin yang masih diperebutkan. Karena keunggulan Antonelli (102 poin) belum melampaui angka itu, pintu bagi para pengejar secara matematis belum tertutup. Peluang tercepat Antonelli mengunci titel tetap ada di GP Amerika Serikat, Austin, pada 25 Oktober, dengan syarat yang ketat. Untuk sementara, fokusnya adalah menjaga konsistensi dan menghindari insiden di tengah tekanan menuju penutup musim.
Di luar duo Mercedes, perebutan posisi tiga hingga enam klasemen yang sebelumnya berimpitan kini ikut terguncang. Hamilton naik ke peringkat tiga dengan 229 poin, buah konsistensi sepanjang akhir pekan termasuk podium sprint. Yang paling melonjak adalah Verstappen: berkat kemenangan ganda di Singapura, ia kini menempati peringkat empat dengan 221 poin, melompati Leclerc (215 poin) yang turun ke posisi lima. Norris melengkapi kelompok ini di urutan enam dengan 201 poin setelah akhir pekan yang relatif sepi.
Pergeseran ini membuat persaingan “best of the rest” semakin hidup. Verstappen yang sebelum Marina Bay berada di dasar kuartet pengejar kini menjadi penantang terdekat Hamilton, hanya terpaut delapan poin. Yang tak kalah penting, keunggulan Russell atas Hamilton di perebutan runner-up menyusut tajam menjadi sembilan poin saja. Dengan enam seri tersisa dan tanpa tambahan poin sprint lagi, setiap hasil balapan akan terasa jauh lebih mahal bagi semua nama di papan atas kedua ini.
Di klasemen konstruktor, Mercedes tetap memimpin sangat jauh dengan 578 poin, meski gelar tim belum resmi terkunci. Ferrari relatif aman di posisi dua dengan 444 poin, terbantu podium Leclerc dan hasil solid Hamilton yang bersama-sama menyumbang 39 poin pada akhir pekan ini. Pertarungan yang jauh lebih sengit justru terjadi di perebutan peringkat tiga: McLaren (339 poin) kini hanya ditempel tujuh poin oleh Red Bull (332 poin) yang terus menanjak.
Lonjakan Red Bull sepenuhnya didorong oleh penampilan Verstappen, yang menyumbang mayoritas dari sekitar 34 poin tim pada akhir pekan sprint ini. Sebaliknya, McLaren tampil kurang tajam lewat Norris dan Piastri di lintasan jalan raya yang menuntut presisi. Karena sprint Singapura adalah yang terakhir pada 2026, seluruh perhitungan berikutnya kembali murni bergantung pada balapan hari Minggu dengan maksimal 25 poin per mobil, sehingga duel tipis McLaren melawan Red Bull berpotensi berlanjut hingga seri pamungkas.
GP Singapura 2026 menjawab banyak pertanyaan yang menggantung sejak pekan pratinjau. Verstappen mengubah performa menanjaknya menjadi dominasi penuh dan menuntaskan rekor minusnya di Marina Bay, Antonelli memperlebar jarak alih-alih kehilangan kendali, dan kelompok pengejar di belakangnya tersusun ulang. Hasil ini menegaskan bahwa drama musim 2026 kini bergeser dari pertanyaan “siapa juara” menjadi “seberapa cepat gelar itu dikunci”. Panggung berikutnya adalah GP Amerika Serikat di Austin pada 25 Oktober, lokasi penobatan paling awal yang realistis bagi Antonelli. Bagi Russell dan para penantang lain, rangkaian seri Amerika menjadi kesempatan terakhir untuk memaksa kejutan sebelum jarak benar-benar menutup harapan. Seluruh angka pada laporan ini mengacu pada klasemen resmi Formula 1 setelah balapan Singapura.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Pick an amount and pay in seconds.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…