Kembali
STORY 6 min read 19 May 2026

Fenomena Padel di Makassar: Berawal FOMO, Kini Jadi Ajang Relasi dan Gaya Hidup

Tren olahraga padel di Makassar terus berkembang dalam setahun terakhir. Lapangan baru bermunculan, komunitas tumbuh pesat, dan pemain dari berbagai profesi mulai rutin bermain padel sebagai olahraga sekaligus ajang bersosialisasi dan membangun relasi. Dari anak muda hingga profe…

Fenomena Padel di Makassar: Berawal FOMO, Kini Jadi Ajang Relasi dan Gaya Hidup

Tren olahraga padel di Makassar terus berkembang dalam setahun terakhir. Lapangan baru bermunculan, komunitas tumbuh pesat, dan pemain dari berbagai profesi mulai rutin bermain padel sebagai olahraga sekaligus ajang bersosialisasi dan membangun relasi. Dari anak muda hingga profesional, padel kini menjadi bagian dari gaya hidup urban di Kota Makassar.

Suasana malam di sejumlah lapangan padel di Makassar kini nyaris tak pernah sepi. Anak muda, dokter, dosen, pegawai bank, hingga pengusaha silih berganti datang membawa raket dan mengenakan outfit olahraga yang modis. Mereka bukan sekadar mengejar keringat, tetapi juga mencari teman baru, komunitas, hingga ruang berkumpul yang lebih santai.

Di tengah tren tersebut, hadir komunitas padel To Be Loved (TBL) Makassar, komunitas yang beranggotakan pria dan wanita dari berbagai usia serta profesi. Awalnya, komunitas ini lahir dari pertemanan para pemain tenis yang kemudian beralih mencoba olahraga padel yang kini tengah viral.

“Awalnya dari main tenis. Dulu kita kumpul teman-teman tenis cewek-cewek, lalu gabung dengan teman-teman lain sampai jadi sekitar 25 orang. Setelah padel mulai ramai, akhirnya banyak yang lanjut main padel,” ujar Mila Lukman, karyawan swasta di bidang properti sekaligus anggota komunitas TBL Makassar.

Mengapa Padel Cepat Populer di Makassar?

Menurut Mila, popularitas olahraga padel di Makassar tidak lepas dari pengaruh media sosial dan banyaknya figur publik yang mulai memainkan olahraga tersebut. Salah satu lapangan padel pertama di Makassar adalah Top Spin di kawasan Tanjung Bunga yang langsung menarik perhatian masyarakat.

“Awalnya yang main rata-rata memang orang yang sudah biasa olahraga raket seperti tenis dan badminton. Tapi ternyata padel ini mudah dipelajari semua kalangan. Lebih ringan dan lebih instan dibanding olahraga raket lain,” katanya.

Padel merupakan olahraga raket yang dimainkan berpasangan di lapangan berdinding kaca dengan ukuran lebih kecil dibanding tenis. Permainan ini memadukan unsur tenis dan squash sehingga terasa cepat, dinamis, tetapi tetap mudah dimainkan pemula.

Banyak warga Makassar awalnya mencoba padel karena tren media sosial dan rasa takut ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO). Namun setelah mencoba, mereka justru merasa ketagihan.

“Orang itu FOMO. Mereka coba karena viral, ternyata seru. Ada unsur games-nya, melatih otak juga,” tutur Mila sambil tertawa.

Dalam dua tahun terakhir, lapangan padel tumbuh pesat di Makassar, terutama di kawasan Tanjung Bunga dan pusat kota. Sejumlah venue bahkan rutin penuh pada malam hari dan akhir pekan.

Bersamaan dengan itu, komunitas dan turnamen padel juga berkembang cepat. Kini telah terbentuk Perkumpulan Padel Indonesia yang mulai mengatur turnamen resmi dan jenjang level pemain, mulai beginner, bronze, silver, hingga gold.

Padel Jadi Tempat Networking dan Komunitas Baru

Di komunitas TBL Makassar, suasana yang tercipta disebut lebih cair dibanding olahraga lain. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi.

“Ada dokter, pengusaha, pegawai bank, dosen. Karena padel ini asik, akhirnya jadi tempat ketemu orang baru juga,” kata Mila.

Mila mengaku sering menjadikan lapangan padel sebagai ruang membangun relasi. Sebagai pekerja di bidang properti, ia bahkan kerap mengajak klien bermain bersama.

“Kadang saya ajak juga klien main padel. Karena suasananya santai, jadi lebih gampang ngobrol dan kenal dekat. Kita ketemu orang-orang baru terus di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, suasana di lapangan padel berbeda dibanding pertemuan formal di kantor atau kafe.

“Menurutku komunikasi di padel itu bagus. Kita datang bukan untuk gosip, tapi malah sehat dan tambah relasi. Bahkan kadang ada bisnis yang terjadi di lapangan padel,” katanya.

Hal serupa dirasakan dr. Nugraga Rauf atau dr. Nunu, dokter umum yang kini hampir setiap hari bermain padel. Sebelum jatuh hati pada olahraga tersebut, ia lebih dulu aktif bermain tenis dan lari.

Namun kini, menurutnya, padel perlahan membuatnya meninggalkan tenis lapangan karena dianggap lebih praktis dan nyaman.

“Kalau tenis lapangan itu lebih berat, lapangannya luas dan outdoor. Jadi panas, kadang juga terganggu hujan,” katanya.

Banyak pemain menilai padel lebih ringan dibanding tenis karena lapangannya lebih kecil dan mayoritas dimainkan indoor.

“Di padel itu kita masih bisa merasakan serunya permainan raket seperti tenis, tapi lebih ringan. Lapangannya lebih kecil dan rata-rata indoor, jadi tidak kepanasan dan tidak kehujanan,” ujarnya.

Fasilitas Premium Bikin Padel Makin Digemari

Bukan hanya permainan yang membuat pemain betah, tetapi juga fasilitas lapangan padel yang dinilai lebih nyaman. Hampir semua venue padel di Makassar memiliki fasilitas modern yang membuat pemain merasa seperti berada di klub olahraga premium.

“Sekarang fasilitasnya bagus-bagus. Ada tempat mandi, ruang bersih-bersih, tempat nongkrong juga nyaman. Bahkan ada lapangan yang ber-AC,” kata dr. Nunu.

Menurutnya, suasana tersebut membuat banyak orang akhirnya betah berlama-lama di lapangan padel, bukan sekadar berolahraga tetapi juga bersosialisasi.

“Makanya disebut social sport. Karena di situ kita ketemu banyak orang baru dari berbagai profesi,” ujarnya.

Bagi sebagian pemain, padel juga menjadi sarana menjaga gaya hidup sehat sekaligus memperluas jejaring sosial. Tidak sedikit pula perayaan ulang tahun hingga reuni dilakukan di lapangan padel.

Dosen Universitas Negeri Makassar, Isma Aziz Riu, mengaku awalnya hanya penasaran mencoba olahraga tersebut. Namun setelah bermain, ia justru merasa ketagihan.

“Ternyata seru dan tidak secapek tenis. Lapangannya lebih kecil dan indoor jadi tidak panas,” katanya.

Ia menilai salah satu daya tarik padel adalah unsur teamwork karena dimainkan secara berpasangan.

“Di situ ada teamwork, ketemu komunitas baru, silaturahmi juga. Saya pernah ketemu mahasiswa saya angkatan 2008 di lapangan padel,” ujarnya.

Biaya Main Padel di Makassar dan Tren Open Play

Meski populer, Isma mengakui padel bukan olahraga murah. Harga sewa lapangan padel di Makassar berkisar Rp225 ribu hingga Rp400 ribu per jam, belum termasuk biaya sewa atau pembelian raket yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Karena itu, banyak pemain kini memanfaatkan sistem open play atau mencari partner lewat aplikasi untuk berbagi biaya lapangan.

“Kalau hobi sekali bisa mahal. Jadi sekarang biasa orang buka slot main, nanti orang lain bisa gabung walaupun belum saling kenal,” kata Mila.

Di sisi lain, tren padel juga melahirkan turnamen-turnamen komunitas dengan hadiah besar. Beberapa pemain bahkan mulai serius berlatih dengan pelatih untuk naik level dalam turnamen resmi.

Namun di tengah popularitasnya, sebagian pemain menilai tren padel suatu saat bisa mengalami penurunan seperti tren olahraga lain sebelumnya.

“Menurut saya mungkin tetap bertahan beberapa tahun ke depan, tapi sekarang juga sudah mulai muncul pickleball,” ujar Isma. (*)

Laporan dari kontributor Makassar, Ina Maharani


Apa Itu Padel?

Padel adalah olahraga raket yang dimainkan secara berpasangan di lapangan berdinding kaca. Olahraga ini merupakan perpaduan tenis dan squash dengan permainan yang lebih ringan, cepat, dan mudah dipelajari pemula.

Mengapa Padel Populer di Makassar?

Padel populer di Makassar karena mudah dimainkan berbagai usia, memiliki unsur sosial yang kuat, serta didukung venue modern dan komunitas yang berkembang pesat.

Berapa Biaya Main Padel di Makassar?

Harga sewa lapangan padel di Makassar berkisar Rp225 ribu hingga Rp400 ribu per jam, tergantung lokasi dan fasilitas venue.

Di Makassar, padel tampaknya bukan sekadar tren olahraga sesaat. Bagi sebagian orang, lapangan padel telah berubah menjadi ruang baru untuk berolahraga, membangun relasi, hingga menemukan komunitas di tengah gaya hidup urban yang semakin dinamis.

EXPLORE 20FIT

More ways to move.