Kembali
PADEL 7 min read 8 October 2026

16 Besar Germany Premier Padel P2 2026 Digelar Hari Ini, Para Unggulan Turun Perdana di Düsseldorf

Babak 16 besar Germany Premier Padel P2 2026 di CASTELLO Düsseldorf digelar Kamis (8/10). Para unggulan teratas putra lewat bye dan seluruh unggulan putri turun perdana; pemenang melaju ke perempat final yang dijadwalkan Jumat (9/10).

Suasana pertandingan Premier Padel di Court Philippe-Chatrier pada Greenweez Paris Major 2024 (foto ilustrasi, bukan dari Germany P2 Düsseldorf 2026).
Foto ilustrasi: suasana Greenweez Paris Major 2024 (Premier Padel) di Court Philippe-Chatrier, Paris, bukan dari turnamen Germany P2 Düsseldorf 2026. Sumber: Hombrey via Wikimedia Commons (CC0).

Turnamen CUPRA Germany Premier Padel P2 2026 di CASTELLO Düsseldorf, Jerman, memasuki babak 16 besar pada Kamis (8/10/2026). Di babak inilah para unggulan papan atas putra, yakni Arturo Coello/Agustin Tapia, juara bertahan Alejandro Galan/Federico Chingotto, Juan Lebron/Leo Augsburger, dan Franco Stupaczuk/Jon Sanz, bersama seluruh delapan unggulan teratas putri yang dipimpin juara bertahan Delfi Brea/Gemma Triay, baru turun perdana setelah mendapat bye. Babak 16 besar digelar hari ini dan hasilnya akan diperbarui; pemenangnya melaju ke perempat final yang dijadwalkan Jumat (9/10). Sebelum babak ini, babak pertama sudah menyuguhkan kejutan: unggulan keenam putra mundur karena cedera dan unggulan kedelapan tersingkir, menurut laporan resmi Federasi Padel Internasional (FIP).

Baca Cepat

  • Babak 16 besar putra dan putri Germany P2 Düsseldorf digelar hari ini, Kamis (8/10/2026); empat unggulan teratas putra masuk lewat bye dan seluruh delapan unggulan putri turun perdana di babak ini, dengan pemenang melaju ke perempat final yang dijadwalkan Jumat (9/10).
  • Kejutan di babak pertama menurut FIP: unggulan keenam putra Coki Nieto/Mike Yanguas mundur karena cedera Nieto, membuka pintu bagi lucky loser Alvaro Montiel/Dani Santigosa yang lalu menang 7-5, 7-6; unggulan kedelapan Momo Gonzalez/Lucas Campagnolo tersingkir oleh Juan Tello/Maxi Arce.
  • Unggulan kelima putra Paquito Navarro/Martin Di Nenno lolos ke 16 besar usai menang 6-4, 6-4; juara bertahan putra Galan/Chingotto sudah mengetahui lawan perdananya, yaitu Javi Garrido/Juani De Pascual.
  • Jadwal lanjutan masih dijadwalkan: perempat final Jumat (9/10), semifinal Sabtu (10/10), dan final Minggu (11/10). Total hadiah sekitar 264.534 euro sebagai bagian dari Qatar Airways Premier Padel Tour.

16 Besar Germany P2 Düsseldorf Digelar Hari Ini, Para Unggulan Turun Perdana

Setelah babak pertama (round of 32) rampung pada 6-7 Oktober, Germany Premier Padel P2 memasuki babak 16 besar pada Kamis (8/10/2026) di CASTELLO Düsseldorf. Inilah titik ketika nama-nama besar benar-benar diuji. Mengacu pratinjau dan bagan resmi FIP, empat unggulan teratas putra, yakni Coello/Tapia, Galan/Chingotto, Lebron/Augsburger, dan Stupaczuk/Sanz, memperoleh bye sehingga baru melakoni laga pertama mereka di babak ini. Di sektor putri, seluruh delapan unggulan teratas bahkan turun perdana hari ini, karena seluruh pasangan unggulan putri mendapat bye langsung ke 16 besar.

Karena 16 besar sedang berlangsung ketika artikel ini disusun, hasil tiap laga akan diperbarui seiring turnamen berjalan. Yang pasti, pemenang di babak ini mengunci tempat di perempat final yang dijadwalkan Jumat (9/10). Bagan putra Germany P2 diisi 28 pasangan (20 penerimaan langsung, 2 pengecualian khusus, 4 dari kualifikasi, dan 2 wildcard), sedangkan bagan putri berisi 24 pasangan, menurut data turnamen FIP.

Ajang berstatus P2 ini merupakan bagian dari Qatar Airways Premier Padel Tour dengan total hadiah sekitar 264.534 euro. Statusnya satu tingkat di bawah seri P1 dan Major, tetapi tetap menghadirkan hampir seluruh pasangan papan atas dunia. Düsseldorf menjadi turnamen Eropa kedua dari tiga yang digelar beruntun pada musim gugur ini, sehingga setiap kemenangan juga berarti tambahan poin ranking yang berharga menjelang akhir musim.

Kejutan di Babak Pertama: Unggulan Keenam Mundur, Unggulan Kedelapan Tumbang

Sebelum para bintang turun, babak pertama putra sudah lebih dulu mengubah peta bagan. Menurut FIP, unggulan keenam Coki Nieto/Mike Yanguas terpaksa mundur akibat cedera yang dialami Nieto. Pengunduran diri itu memberi kesempatan kedua bagi Alvaro Montiel/Dani Santigosa, yang sebelumnya kalah di babak akhir kualifikasi dari Clement Geens/Nacho Moragues, untuk masuk babak utama sebagai lucky loser. Peluang itu dimanfaatkan: Montiel/Santigosa menang 7-5, 7-6 atas Lucas Bergamini/Jairo Bautista untuk menembus 16 besar.

Kejutan lain datang dari jatuhnya unggulan kedelapan. Juan Tello/Maxi Arce menyingkirkan Momo Gonzalez/Lucas Campagnolo, pasangan yang menurut FIP baru saja menembus semifinal di Rotterdam pekan sebelumnya. Hasil ini menegaskan bahwa status unggulan di turnamen sepadat Premier Padel tidak pernah menjadi jaminan, apalagi ketika jadwal berlangsung nyaris tanpa jeda antarturnamen.

Di sisi lain, sejumlah unggulan menjalankan tugasnya tanpa tergelincir. Unggulan kelima Paquito Navarro/Martin Di Nenno memastikan tempat di 16 besar lewat kemenangan 6-4, 6-4 atas Edu Alonso/Aimar Goñi. Juara bertahan putra, Galan/Chingotto, juga sudah mengetahui calon lawan pertamanya di 16 besar, yaitu Javi Garrido/Juani De Pascual, menurut laporan FIP seusai babak pertama.

Rekomendasi Perlengkapan Padel
Wilson ENDURE PRO V1 Raket Padel Performance
Raket padel Wilson ENDURE PRO V1 untuk kamu yang ingin melatih kontrol dan pukulan di dekat net seperti para pemain di babak 16 besar Düsseldorf.
Lihat →
adidas Court Quick Padel Men’s Shoes
Sepatu padel adidas Court Quick versi pria untuk cengkeraman dan pergerakan cepat di lapangan kaca, dari reli panjang hingga adu cepat di depan net.
Lihat →
Wilson Padel X3 Performance Balls Bola Padel
Bola padel Wilson X3 Performance untuk sesi latihan reli panjang agar bola tetap konsisten dari game pertama hingga penentuan.
Lihat →

Jalur Para Bintang Putra: Coello/Tapia hingga Juara Bertahan Galan/Chingotto

Di sektor putra, sorotan tertuju pada empat unggulan teratas yang baru memulai perjalanannya di 16 besar. Unggulan pertama sekaligus pasangan nomor satu dunia, Coello/Tapia, membuka langkah menghadapi pemenang babak pertama dari wilayah bagannya. Juara bertahan 2025, Galan/Chingotto, sudah dipastikan menantang Garrido/De Pascual. Adapun unggulan ketiga Lebron/Augsburger, menurut pratinjau FIP, berada di jalur yang mempertemukannya dengan pemenang antara Goenaga/Collado dan Jofre/Esbri, pasangan yang akhir pekan lalu menjuarai FIP Gold Mediolanum Padel Cup di Perugia.

Unggulan keempat, Franco Stupaczuk/Jon Sanz, menjadi cerita menarik bagi tuan rumah. Pasangan finalis Rotterdam pekan lalu itu berada di jalur yang berpotensi mempertemukannya dengan wildcard Jerman, Matthias Wunner/Johannes Lindmeyer, atau pasangan dari kualifikasi, sesuai proyeksi bagan FIP. Bila wakil tuan rumah lolos, laga tersebut berpeluang menjadi salah satu panggung paling riuh pekan ini di depan publik Jerman.

Jika para unggulan sama-sama melaju, perempat final yang dijadwalkan Jumat (9/10) berpotensi menghadirkan proyeksi bagan versi FIP, antara lain Stupaczuk/Sanz melawan Navarro/Di Nenno. Namun bagan sudah bergeser sejak babak pertama: slot unggulan kedelapan yang semula diproyeksikan menantang Lebron/Augsburger kini dihuni Tello/Arce, sementara pos unggulan keenam di dekat Galan/Chingotto kosong setelah pengunduran diri Nieto/Yanguas.

Sektor Putri: Juara Bertahan Brea/Triay dan Sanchez/Ustero Mulai Hari Ini

Di nomor putri, 16 besar hari ini praktis menjadi babak pembuka bagi seluruh pasangan unggulan. Menurut pratinjau FIP, kedelapan unggulan teratas putri mendapat bye dan baru turun pada Kamis (8/10). Juara bertahan Düsseldorf, Delfi Brea/Gemma Triay, memulai upaya mempertahankan gelar menghadapi pemenang antara Montes/Barrera dan sebuah pasangan dari kualifikasi atau lucky loser.

Unggulan kedua Paula Josemaria/Bea Gonzalez, yang berada di paruh bawah bagan bersama Claudia Fernandez/Martina Calvo, menanti pemenang antara Manquillo/Sainz dan Saiz/Talavan. Di paruh atas ada juara Paris Major dan Rotterdam, Ari Sanchez/Andrea Ustero sebagai unggulan ketiga, yang menurut FIP akan menghadapi pemenang antara Velasco/Eugenio dan Collombon/Ksarifova. Salah satu cerita lain datang dari Claudia Jensen yang, setelah rekannya Tamara Icardo cedera, kini tampil di CASTELLO bersama Noa Canovas sebagai unggulan kedelapan.

Mengacu proyeksi bagan FIP, sejumlah perempat final putri yang dijadwalkan Jumat (9/10) berpeluang mempertemukan Brea/Triay dengan Jensen/Canovas, Sanchez/Ustero dengan Salazar/Osoro, Fernandez/Calvo dengan Ortega/Araujo, serta Josemaria/Gonzalez dengan Guinart/Alonso. Semua proyeksi itu tentu bergantung pada hasil 16 besar yang berlangsung hari ini.

Jadwal dan Konteks: Dari 16 Besar Hari Ini hingga Final Minggu

Mengacu fase resmi turnamen, babak 16 besar digelar Kamis (8/10), perempat final Jumat (9/10), semifinal Sabtu (10/10), dan final Minggu (11/10/2026). Dengan kata lain, selain 16 besar yang sedang berjalan hari ini, babak-babak berikutnya masih berstatus dijadwalkan, dan hasilnya akan diperbarui seiring turnamen bergulir.

Rangkaian pekan ini terasa padat. Düsseldorf adalah turnamen Eropa kedua dari tiga yang digelar beruntun, setelah Rotterdam P2 dan sebelum Oysho Milano P1 pada 12-18 Oktober. Rentetan itu membuat perburuan poin memasuki fase menentukan, sekaligus menipiskan jarak antarpasangan papan atas menjelang turnamen-turnamen pamungkas musim.

Catatan tahun lalu juga menjadi pengingat. Pada final 2025 di Düsseldorf, Galan/Chingotto menundukkan Coello/Tapia 7-6, 6-2, sedangkan Brea/Triay merebut gelar putri, menurut FIP. Fakta itu menegaskan bahwa lapangan kaca Düsseldorf pernah menjadi tempat pasangan nomor satu dunia dijatuhkan, sehingga bagan tahun ini kembali membuka peluang kejutan di tiap babak.

Apa Artinya Buat Penggemar Padel Indonesia

Buat penggemar di Tanah Air, babak 16 besar seperti di Düsseldorf adalah ruang belajar yang konkret. Menyaksikan bagaimana pasangan elite menyusun poin, memanfaatkan dinding kaca, dan menguasai area net memberi gambaran nyata tentang standar tertinggi padel saat ini, cabang yang baru saja mencetak medali perdana Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya lewat perak dan perunggu tim putri. Kejutan di babak awal, mulai dari unggulan yang mundur karena cedera hingga pasangan lucky loser yang menembus 16 besar, juga menunjukkan bahwa ketajaman mental dan kesiapan fisik sama pentingnya dengan status unggulan. Dengan padel dijadwalkan debut sebagai cabang resmi di SEA Games 2027, mengikuti jalannya bagan Düsseldorf bukan sekadar hiburan, melainkan juga peta menuju level yang ingin didekati para pemain muda Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Media.20fit.id akan memperbarui hasil tiap babak begitu laga rampung.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.