Kembali
LIFESTYLE 3 min read 2 May 2026

Kampus Unhas Jadi Peneduh bagi Pecinta Lari

Lari maupun jogging pagi dan sore menjadi kegiatan rutin sebagian warga Makassar, untuk menyalurkan hobi sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Beberapa titik lokasi menjadi tempat favorit, salah satunya ada di area kampus Universitas Hasanuddin yang menawarkan oase dan ruang bernafa…

Kampus Unhas Jadi Peneduh bagi Pecinta Lari

Lari maupun jogging pagi dan sore menjadi kegiatan rutin sebagian warga Makassar, untuk menyalurkan hobi sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Beberapa titik lokasi menjadi tempat favorit, salah satunya ada di area kampus Universitas Hasanuddin yang menawarkan oase dan ruang bernafas di tengah hiruk pikuk kota.

Kawasan kampus Universitas Hasanuddin yang berlokasi di Kecamatan Tamalanrea membuka pintunya bagi masyarakat sekitar sehingga menjadi salah satu destinasi jogging favorit di ruang terbuka. Sejak pagi hari, para pelari sudah mewarnai suasana kampus, pun sama dengan sore harinya.

Lintasan utama yang kerap dipakai sebagai jalur berlari membentang dari pintu I hingga pintu II yang panjangnya mencapai sekitar enam kilometer. Rute tersebut akan membawa pelari untuk melewati kawasan kampus yang teduh, dinaungi pepohonan yang rindang sehingga menciptakan suasana yang sejuk sekaligus menyenangkan.

Keberadaan danau serta jalur pedestrian yang berkelok menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari yang menyusuri lintasan lari.

Inilah kenapa, lokasi ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi warga Makassar untuk jogging, atau sekadar berjalan kaki. Di sana, tidak hanya bisa berkeringat, mereka bisa menikmati pemandangan air yang tenang sambil menghirup udara yang segar.

Berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Makassar, kawasan kampus seluas 220 hektar ini berada di terhubung dengan jalan poros Makassar-Maros, warga yang hendak berkunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi di samping kendaraan umum seperti bus Trans Sulsel, termasuk transportasi online.

Sejak tahun 2004, kawasan kampus Universitas Hasanuddin ditetapkan sebagai hutan kota dan menjadi paru-paru bagi Kota Makassar. Ini tidak lepas dari pemanfaatan setidaknya 40% dari kawasan kampus sebagai ruang terbuka hijau. Ribuan pohon yang tumbuh di dalamnya bahkan membuat suhu di dalam kampus bisa lebih rendah 2-3 derajat celcius dibandingkan jalan raya di luar kawasan.

Danau buatan yang dirancang sejak pembangunan kampus pada tahun 1981 memiliki fungsi sebagai penampungan air hujan dan retensi air sebagai pencegah banjir sekaligus sumber pasokan air bersih bagi kampus. Penangkaran sejumlah jenis ikan yang dikembangbiakkan sejak tahun 2004 menjadikan danau ini memiliki fungsi sebagai pusat penelitian dan laboratorium alam. Tidak ketinggalan fungsi sebagai ruang publik bagi warga Kota Makassar dan sekitarnya.

Pusat aktivitas

Fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola yang hadir bersama lintasan lari juga bisa dimanfaatkan oleh warga yang ingin lebih serius berlari. Kelengkapan fasilitas yang tersedia di kawasan kampus Universitas Hasanuddin inilah yang membuatnya selalu dipadati bukan hanya oleh mahasiswa, tetapi juga warga Makassar pada umumnya, termasuk berbagai komunitas yang meramaikan wilayah tersebut.

Salah satu dari mereka bernama Apriani Landa. Wandita yang tinggal di area Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, memilih untuk rutin berolahraga di tempat itu karena menawarkan berbagai pilihan rute lari yang bisa dilalui sesuai dengan kemampuan.

“Kalau lagi mau yang rute pendek bisa di lapangan (sepak bola), keliling beberapa kali. Tapi kalau mau agak jauh, bisa keliling kampus,” ujarnya.

Dia betah berolahraga di kawasan kampus Universitas Hasanuddin karena suasananya yang teduh berkat pepohonan yang menaungi. Dia lebih suka berolahraga pada pagi hari karena suasana sore hari cenderung lebih ramai oleh masyarakat lainnya yang menghabiskan petang atau datang setelah beraktivitas seharian.

Salah satu daya tarik yang dia sebutkan adalah kelengkapan fasilitas seperti parkir yang mudah dijangkau. “Kita bisa parkir di kawasan masjid atau di dalam area kampus, termasuk dekat rektorat,” ujar Apriani memberi saran.

Laporan dari kontributor Makassar, Ina Maharani.

EXPLORE 20FIT

More ways to move.