Kembali
LIFESTYLE 4 min read 14 July 2026

Trail Running di Makassar Kian Diminati, Komunitas Jelajahi Pantai hingga Pegunungan

Trail running mulai menjadi pilihan baru bagi sebagian pelari di Makassar dan Maros yang ingin mencari pengalaman berbeda dari lari di jalan raya. Selain menawarkan tantangan medan yang lebih bervariasi, olahraga ini juga membawa pelari menikmati pemandangan pantai, persawahan, h…

Trail Running di Makassar Kian Diminati, Komunitas Jelajahi Pantai hingga Pegunungan

Trail running mulai menjadi pilihan baru bagi sebagian pelari di Makassar dan Maros yang ingin mencari pengalaman berbeda dari lari di jalan raya. Selain menawarkan tantangan medan yang lebih bervariasi, olahraga ini juga membawa pelari menikmati pemandangan pantai, persawahan, hutan pinus, hingga kawasan pegunungan di Sulawesi Selatan.

Berlari di jalan raya menjadi rutinitas banyak komunitas lari. Namun, Bosowa Runners dan Maros Runners menghadirkan pengalaman berbeda dengan rutin mengeksplorasi lintasan yang lebih bervariasi.

Trail running merupakan aktivitas berlari di jalur alam seperti pegunungan, hutan, bukit, atau pedesaan dengan permukaan yang tidak beraspal. Berbeda dengan road running, olahraga ini menuntut pelari beradaptasi dengan elevasi, tanjakan, turunan, hingga kontur tanah yang lebih beragam.

Sebagian besar rute semi trail yang digunakan komunitas masih cocok bagi pelari pemula karena menggabungkan jalan aspal, jalur tanah, dan tanjakan ringan sebelum memasuki kawasan hutan. Mulai dari kawasan pesisir pantai, pedesaan, persawahan, rel kereta api, hingga pegunungan dan hutan pinus.

Meski tetap memiliki agenda latihan rutin di kawasan perkotaan, kedua komunitas ini sengaja menghadirkan rute yang beragam agar anggotanya tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga menikmati suasana baru saat berolahraga.

Trail Running Mulai Menarik Minat Pelari di Makassar dan Maros

Ketua Bosowa Runners, Safar, mengatakan komunitasnya sering menggelar latihan bersama di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) dan Car Free Day Universitas Hasanuddin sebagai agenda rutin.

Namun, sesekali Bosowa Runners juga kerap membuat road run dengan garis finis di kawasan Pantai Bosowa.

“Kalau latihan rutin kami biasanya di CPI dan CFD Unhas karena mudah dijangkau anggota. Kami juga sering membuat rute yang finish di Pantai Bosowa supaya setelah berlari teman-teman bisa menikmati suasana pantai. Jadi tetap ada variasi meski masih di dalam kota” ujar Safar.

Trail Running Menawarkan Tantangan Sekaligus Wisata Alam

Selain menghadirkan suasana baru, trail running juga membantu pelari melatih kekuatan otot kaki, keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, hingga daya tahan karena lintasan yang dilalui lebih bervariasi dibanding jalan raya. Banyak pelari juga memilih trail running karena memberikan pengalaman menikmati alam sekaligus menjadi sarana melepas penat.

Di luar agenda tersebut, Bosowa Runners beberapa kali menggelar road run maupun semi trail run menuju kawasan perbukitan dan pegunungan. Salah satunya di area pegunungan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Kawasan pegunungan Barru menawarkan kombinasi jalan tanah, tanjakan panjang, vegetasi hijau, dan panorama perbukitan yang menjadi daya tarik bagi pelari yang ingin berlatih di alam terbuka.

Menurut Safar, aktivitas tersebut menjadi alternatif bagi anggota yang ingin merasakan pengalaman berlari di lintasan yang berbeda.

“Kami kerap mengagendakan lari di alam. Selain karena pemandangannya indah dan udaranya jauh lebih segar,  medannya juga lebih menantang. Inii juga bisa menjadi cara kami menikmati keindahan alam Sulawesi Selatan,” katanya.

Maros Runners Jelajahi Persawahan hingga Air Terjun Lengang

Senada anggota Maros Runners, Mutmainnah, mengatakan komunitasnya sering berlatih di kawasan Car Free Day Kantor Bupati Maros. Namun, di luar agenda tersebut mereka lebih sering mengeksplorasi rute-rute bernuansa pedesaan dan alam.

“Kalau latihan rutin kami di CFD Kantor Bupati Maros. Di luar itu kami sering lari di sekitar kampung di kawasan alami Desa Marannu, Kecamatan Lau, menyusuri Jalan Trans Mamminasata sampai areaa melintasi rel kereta Sulsel. Rute-rute seperti ini membuat suasana lari tidak monoton karena pemandangannya didominasi persawahan dan perkampungan,” kata Mutmainnah.

Selain road run, Maros Runners juga beberapa kali menggelar serta mengikuti semi trail.

Salah satunya di area Air Terjun Lengang di Dusun Bontomanai, Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.

Air Terjun Lengang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Maros. Jalur menuju kawasan ini melewati jalan desa, hutan pinus, dan perbukitan sehingga sering dimanfaatkan komunitas lari sebagai lokasi semi trail running.

Jalur tersebut membawa peserta melewati jalan desa, hutan pinus, hingga kawasan perbukitan sebelum tiba di air terjun yang menjadi salah satu destinasi wisata alam di Maros.

“Trail run menuju Air Terjun Lengang selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain medannya lebih menantang, kami bisa menikmati hutan pinus yang masih sangat asri, udara yang sejuk, dan pemandangan air terjun yang indah. Sensasinya tentu berbeda dibandingkan lari di jalan perkotaan,” ujarnya.

Potensi Trail Running di Sulawesi Selatan Terus Berkembang

Meningkatnya minat komunitas lari mengeksplorasi jalur alam menunjukkan bahwa trail running mulai berkembang sebagai alternatif olahraga di Sulawesi Selatan. Dengan banyaknya kawasan pegunungan, pantai, dan hutan yang mudah dijangkau dari Makassar maupun Maros, olahraga ini diperkirakan akan semakin diminati oleh pelari yang ingin menikmati tantangan sekaligus keindahan alam. (*)

Laporan kontributor Makassar, Ina Maharani

EXPLORE 20FIT

More ways to move.