Kembali
LIFESTYLE 5 min read 15 July 2026

Mengapa “Gym Majapahit” Masih Diminati di Surabaya?

Di tengah menjamurnya pusat kebugaran modern dengan desain estetik, fasilitas premium, dan teknologi latihan terbaru, gym bergaya klasik atau yang dikenal sebagai "Gym Majapahit" masih memiliki banyak penggemar di Surabaya. Konsep latihan yang sederhana, alat-alat besi konvension…

Mengapa “Gym Majapahit” Masih Diminati di Surabaya?
Budaya komunitas dan alat latihan konvensional menjadi daya tarik Gym Majapahit yang masih diminati pegiat fitness di Surabaya.

Di tengah menjamurnya pusat kebugaran modern dengan desain estetik, fasilitas premium, dan teknologi latihan terbaru, gym bergaya klasik atau yang dikenal sebagai “Gym Majapahit” masih memiliki banyak penggemar di Surabaya. Konsep latihan yang sederhana, alat-alat besi konvensional, serta budaya komunitas yang kuat menjadi alasan mengapa gym jenis ini tetap bertahan di tengah pesatnya perkembangan industri kebugaran.

Gym Majapahit merupakan istilah yang populer di kalangan pegiat fitness Surabaya untuk menyebut gym bergaya old-school yang identik dengan alat-alat besi konvensional, suasana latihan sederhana, dan budaya latihan yang mengutamakan disiplin serta hasil dibanding tampilan fasilitas. Istilah ini bukan nama resmi jenis pusat kebugaran, melainkan sebutan yang berkembang di komunitas fitness lokal sebagai pembeda dengan gym modern.

Pertumbuhan gym modern menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. Meski demikian, gym konvensional tetap memiliki ceruk pasar yang loyal, terutama bagi mereka yang berfokus pada latihan beban, pembentukan massa otot, peningkatan performa fisik, maupun olahraga binaraga.

Apa Itu Gym Majapahit?

Fenomena bertahannya Gym Majapahit memperlihatkan bahwa perkembangan industri kebugaran tidak hanya melahirkan tren baru, tetapi juga menciptakan segmentasi pasar. Di satu sisi, gym modern menawarkan pengalaman berolahraga yang nyaman melalui interior menarik, pendingin ruangan, kelas kebugaran, hingga berbagai fasilitas pendukung. Di sisi lain, gym bergaya old-school tetap dipilih karena mengutamakan efektivitas latihan, kelengkapan alat, dan budaya komunitas yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Manager Merlin Fitness, Priharsono, mengatakan perubahan tren olahraga merupakan hal yang wajar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Menurutnya, minat masyarakat terhadap aktivitas kebugaran kini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa dekade lalu.

“Dulu yang paling ramai justru kelas aerobik. Sekarang perkembangan gym sangat pesat, bahkan perempuan juga semakin banyak yang mulai latihan beban. Itu menunjukkan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebugaran tubuh,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran gym modern memberikan dampak positif karena semakin banyak masyarakat tertarik memulai olahraga. Namun, perkembangan tersebut tidak serta-merta menggeser keberadaan gym konvensional yang selama ini dikenal dengan konsep Gym Majapahit.

“Kalau gym modern memang menawarkan kenyamanan dan desain yang menarik. Tetapi bagi orang yang benar-benar ingin membangun otot, konsep Gym Majapahit masih menjadi pilihan. Mereka datang karena ingin latihan secara serius,” kata Priharsono.

Mengapa Gym Majapahit Masih Diminati?

Salah satu alasan utama bertahannya Gym Majapahit adalah budaya latihan yang menempatkan kualitas program latihan sebagai prioritas utama. Banyak pegiat fitness menilai gym bergaya old-school mampu menciptakan suasana latihan yang lebih fokus karena minim distraksi dan lebih menekankan konsistensi dibanding gaya hidup.

Selain itu, kelengkapan alat latihan beban menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun sebagian besar peralatan telah digunakan selama bertahun-tahun, fungsi dan efektivitasnya dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan latihan berbagai kalangan, mulai dari pemula, penghobi fitness, hingga atlet.

Menurut Priharsono, kebutuhan setiap orang yang datang ke pusat kebugaran juga semakin beragam. Tidak sedikit yang ingin menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot, memperbaiki postur tubuh, hingga mempersiapkan diri mengikuti kompetisi olahraga.

“Setiap orang memiliki body goal yang berbeda. Ada yang ingin kurus, ada yang ingin menambah massa otot, ada juga yang mempersiapkan diri mengikuti kompetisi. Program latihannya tentu tidak bisa disamakan,” jelasnya.

Budaya Komunitas Menjadi Kekuatan Gym Majapahit

Selain fasilitas, budaya komunitas menjadi nilai yang sulit tergantikan. Berbeda dengan sebagian pusat kebugaran yang cenderung individual, gym konvensional justru dikenal memiliki hubungan antaranggota yang lebih akrab.

Tidak jarang anggota yang lebih berpengalaman membantu memberikan arahan kepada pemula saat menggunakan alat maupun memperbaiki teknik latihan. Suasana tersebut menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, terutama bagi masyarakat yang baru mulai berlatih.

“Di tempat latihan seperti ini suasananya lebih seperti keluarga. Kalau ada member yang belum paham gerakan, biasanya langsung dibantu oleh member lain atau yang lebih senior. Budaya saling membantu itu masih sangat terasa,” tuturnya.

Menurut Priharsono, latihan beban juga tidak lagi identik dengan kaum pria. Saat ini semakin banyak perempuan yang rutin melakukan strength training untuk menjaga kesehatan, meningkatkan metabolisme, mempertahankan massa otot, sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa latihan beban membantu meningkatkan kekuatan otot, menjaga kepadatan tulang, memperbaiki postur tubuh, meningkatkan metabolisme, serta mengurangi risiko cedera apabila dilakukan dengan teknik yang benar.

“Masih ada anggapan perempuan takut latihan beban karena khawatir tubuh menjadi kekar. Padahal tidak seperti itu. Justru latihan beban penting untuk menjaga kekuatan otot dan kesehatan sendi, terutama ketika usia mulai bertambah,” katanya.

Gym Konvensional Mulai Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman

Di tengah meningkatnya persaingan industri kebugaran, sejumlah gym konvensional mulai melakukan berbagai penyesuaian. Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi untuk menjangkau generasi muda tanpa meninggalkan karakter utama yang selama ini menjadi identitas Gym Majapahit.

Beberapa pengelola juga mulai memadukan konsep klasik dengan fasilitas yang lebih modern agar mampu menjangkau lebih banyak segmen masyarakat. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan tren tanpa menghilangkan budaya latihan yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Masa Depan Gym Majapahit di Surabaya

Meski jumlah pusat kebugaran terus bertambah, Priharsono optimistis Gym Majapahit akan tetap memiliki tempat di tengah berkembangnya industri kebugaran. Menurutnya, selama kualitas pembinaan, kelengkapan alat, serta budaya komunitas tetap dipertahankan, gym konvensional akan terus diminati.

“Persaingan pasti ada dan itu membuat kami harus terus berbenah. Namun pada akhirnya orang akan kembali ke tempat yang membuat mereka nyaman dan membantu mencapai tujuan latihan mereka. Selama itu bisa dipertahankan, saya yakin gym konvensional akan tetap diminati,” ujarnya.

Bertahannya Gym Majapahit menunjukkan bahwa perkembangan industri kebugaran tidak selalu menggeser konsep lama. Sebaliknya, gym konvensional justru terus menemukan relevansinya melalui budaya komunitas, kualitas latihan, pengalaman para pelatih, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern. Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin dinamis, Gym Majapahit membuktikan bahwa kekuatan sebuah pusat kebugaran tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh budaya latihan yang konsisten dan hubungan antarkomunitas yang telah terbangun selama bertahun-tahun. (*)

Laporan dari kontributor Surabaya, Sekar Arum

EXPLORE 20FIT

More ways to move.