Kembali
HEALTH 5 min read 24 June 2026

Hyrox itu Apa dan Bagaimana Cara Latihannya?

Akhir-akhir ini banyak yang bahas soal HYROX — olahraga functional fitness yang menggabungkan lari dan delapan jenis latihan kekuatan. Mungkin kamu lihat teman-teman di Instagram ikut event ini, atau baca soal tempat latihan baru di Senayan. Tapi sebenarnya, HYROX itu apa sih, da…

Hyrox itu Apa dan Bagaimana Cara Latihannya?

Akhir-akhir ini banyak yang bahas soal HYROX — olahraga functional fitness yang menggabungkan lari dan delapan jenis latihan kekuatan. Mungkin kamu lihat teman-teman di Instagram ikut event ini, atau baca soal tempat latihan baru di Senayan. Tapi sebenarnya, HYROX itu apa sih, dan apakah kamu harus ikut tren ini juga?

HYROX adalah kompetisi kebugaran yang standar di seluruh dunia. Formatnya sederhana: peserta lari 1 km, lalu melakukan satu jenis workout, ulangi sampai delapan putaran. Total lari 8 km dan delapan latihan berbeda. Tapi kamu nggak perlu jadi atlet untuk mulai — banyak orang biasa ikut dan latihannya bisa disesuaikan dengan level masing-masing. Yang penting, kamu paham dulu apa yang perlu dilatih sebelum mendaftar event.

Intinya

  • HYROX menggabungkan lari 8 km dengan 8 functional workout seperti sled push, rowing, dan burpee broad jump
  • Latihan HYROX bisa dimulai siapa saja, asal tahu cara membagi porsi latihan lari dan kekuatan
  • Waktu latihan ideal sekitar 45-60 menit per sesi, 3-4 kali seminggu — bukan setiap hari
  • Hasil terbaik datang dari konsistensi, bukan latihan maksimal sekali seminggu

Apa yang sebenarnya diuji dalam HYROX?

HYROX itu lomba apa sebenarnya?

HYROX adalah kompetisi kebugaran indoor yang menggabungkan endurance (daya tahan) dan kekuatan. Formatnya固定: kamu lari 1 km, lalu melakukan satu functional exercise, lalu lari lagi 1 km, dan seterusnya sampai delapan putaran. Total lari 8 km, dan delapan jenis latihan: sled push, sled pull, burpee broad jump, rowing, farmer carry, lunges dengan beban, wall ball, dan terakhir lari finish 1 km.

Yang membedakan HYROX dari kompetisi fitness lain adalah standarisasinya. Di mana pun event-nya — Jakarta, London, atau New York — beban dan jaraknya sama. Ini membuat hasil kamu bisa dibandingkan secara objektif dengan peserta lain di seluruh dunia.

Apa bedanya HYROX dengan CrossFit atau lari biasa?

Banyak orang bingung karena HYROX mirip-mirip dengan CrossFit. Bedanya: CrossFit biasanya berisi latihan variatif setiap hari dengan beban berat dan gerakan teknis seperti snatch atau muscle-up. HYROX latihannya lebih sederhana secara gerakan — sled push, wall ball, farmer carry — tapi repetisinya banyak dan diselingi lari. Jadi HYROX lebih menguji daya tahan otot dan kardio secara konsisten, bukan kekuatan maksimal sesaat.

Kalau dibandingkan lari biasa, jelas bedanya ada di latihan kekuatan di antaranya. Kamu perlu punya endurance lari yang cukup, tapi juga kekuatan tubuh atas dan bawah.

Siapa yang bisa ikut HYROX?

Hampir semua orang. HYROX punya kategori: Open (pemula), Pro (beban lebih berat), Relay (tim 2 atau 4 orang), dan Doubles (berpasangan). Untuk Open, beban yang digunakan cukup ringan — misalnya sled push 50 kg untuk pria, 35 kg untuk wanita — dan gerakannya tidak membutuhkan teknik rumit. Bahkan banyak peserta pertama kali yang finish tanpa persiapan khusus, meski pastinya lebih berat kalau tidak latihan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk finish HYROX?

Peserta Open biasanya finish antara 60 sampai 90 menit. Peserta yang sudah terlatih bisa finish di bawah 60 menit. Peserta Pro bisa lebih lama karena beban lebih berat. Yang penting diingat: HYROX bukan lomba siapa paling cepat di satu latihan, tapi siapa yang paling konsisten menjaga pace selama 8-9 km lari dan 8 workout.

Cara latihan HYROX yang efektif

Latihan apa saja yang harus dipersiapkan untuk HYROX?

Kunci latihan HYROX ada di tiga pilar: lari, kekuatan dasar, dan transisi. Kamu perlu latihan lari di treadmill atau outdoor dengan interval — misal lari 1 km di pace target, lalu istirahat 1-2 menit, ulangi 4-5 kali. Ini mirip dengan format HYROX yang sebenarnya.

Untuk kekuatan, fokus ke gerakan yang muncul di lomba:

  • Sled push dan pull — latihan dorong beban dengan kaki dan tubuh condong ke depan. Bisa diganti dengan leg press atau squat kalau tidak punya sled.
  • Rowing (dayung) — latihan kardio seluruh tubuh. Target 500 meter dengan waktu konsisten.
  • Burpee broad jump — kombinasi burpee dengan lompatan jauh. Latih daya ledak kaki.
  • Farmer carry — jalan sambil membawa beban di kedua tangan. Latih grip strength dan core.
  • Lunges dengan beban — jalan menerjang sambil memegang beban di atas bahu.
  • Wall ball — jongkok lalu lempar bola ke target di dinding.

Seberapa sering harus latihan HYROX?

Untuk persiapan event dalam 2-3 bulan ke depan, idealnya latihan 3-4 kali seminggu. Satu sesi bisa terdiri dari: latihan lari interval (20 menit) + latihan kekuatan (25 menit) + simulasi transisi (10 menit). Jangan lupa hari istirahat — tubuh beradaptasi saat recovery, bukan saat latihan.

“Yang membedakan peserta yang finish dengan nyaman dan yang kehabisan napas di tengah jalan bukanlah seberapa keras mereka latihan, tapi seberapa konsisten mereka menjaga pace sejak putaran pertama.”

Apakah HYROX bisa dilakukan tanpa peralatan khusus?

Bisa, dengan modifikasi. Tidak semua orang punya akses ke sled atau wall ball. Kamu bisa mengganti sled push dengan sprint di incline treadmill atau resistance band squat. Ganti wall ball dengan squat jumps. Ganti rowing dengan battle rope atau skipping. Intinya latihan tetap harus menggabungkan kardio dengan ketahanan otot. Yang terpenting adalah pola latihan interval dengan lari di antaranya — itu yang paling mirip dengan sensasi HYROX.

Langkah praktis minggu ini

Coba simulasi mini HYROX di rumah atau gym terdekat. Format: lari 400 meter (atau 2 menit skipping), lalu lakukan 10 burpee + 10 squat jumps + 10 lunges tiap kaki. Ulangi 4 putaran. Catat waktunya. Minggu depan coba perbaiki waktu atau tambah repetisi. Kalau kamu merasa butuh bimbingan lebih terstruktur, cari tempat latihan yang punya program functional fitness — tidak harus yang spesifik HYROX, yang penting latihannya menggabungkan kardio dan kekuatan.

Kalau kamu tinggal di Jakarta dan waktunya terbatas, di 20FIT latihan cukup sekitar 20 menit pakai teknologi EMS dengan trainer bersertifikat. Cocok buat kamu yang ingin membangun dasar kebugaran — termasuk endurance dan kekuatan — tanpa harus menghabiskan 2 jam di gym setiap hari. Kamu bisa konsultasi langsung dengan trainer untuk menyesuaikan latihan dengan targetmu, termasuk kalau ada rencana ikut HYROX nanti.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu HYROX dengan bahasa sederhana?

HYROX adalah lomba fitness di mana kamu lari 1 km, lalu melakukan satu gerakan latihan (seperti dorong beban atau lempar bola), lalu lari lagi, dan seterusnya sampai 8 kali. Total lari 8 km dan 8 jenis latihan.

Apakah HYROX lebih berat dari CrossFit?

Tidak bisa dibandingkan langsung karena keduanya beda format. HYROX menguji endurance dan konsistensi — gerakannya sederhana tapi repetisinya banyak. CrossFit menguji kekuatan maksimal dan teknik gerakan kompleks. Keduanya berat dengan cara berbeda.

Berapa biaya ikut event HYROX di Indonesia?

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kategori dan kota, biasanya mulai dari Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 untuk kategori Open. Untuk informasi terbaru, cek langsung situs resmi HYROX Indonesia.

Minimal bisa lari berapa km untuk ikut HYROX?

Idealnya kamu sudah nyaman lari 5 km nonstop. Tapi banyak peserta Open yang hanya bisa lari 2-3 km terus lalu jalan — mereka tetap finish, cuma waktunya lebih lama. Yang penting bisa menjaga pace supaya tidak kehabisan tenaga di putaran tengah.

Kalau kamu penasaran dengan functional fitness atau mulai tertarik ikut HYROX tapi bingung mulai dari mana, kamu bisa coba latihan dulu di 20FIT. Latihan cuma sekitar 20 menit pakai EMS dengan trainer yang akan bimbing teknik dasarnya — cocok buat kamu yang sibuk tapi tetap ingin bugar dan siap tantangan baru.

EXPLORE 20FIT

More ways to move.