Kembali
PADEL 5 min read 25 August 2026

El Clásico Padel Meledak di Madrid, dan Indonesia Diam-Diam Menuju Panggung Asian Games

Premier Padel Madrid P1 gelar El Clasico Tapia/Coello vs Galan/Chingotto, sementara padel Indonesia pelatnas di Spanyol jelang debut Asian Games 2026.

El Clásico Padel Meledak di Madrid, dan Indonesia Diam-Diam Menuju Panggung Asian Games
Foto: PadelSpeak.

Akhir Agustus ini dunia padel menahan napas: Premier Padel Madrid P1 mempertemukan lagi dua duo terkuat planet ini di Movistar Arena, sementara jauh di Spanyol delapan atlet Merah Putih menempa diri untuk debut padel di Asian Games. Kamu sedang menyaksikan dua babak sejarah olahraga ini berjalan bersamaan.

Kenapa Madrid P1 Jadi Puncak Musim

Kalau kamu baru jatuh cinta pada padel tahun ini, siapkan dirimu: Comunidad de Madrid Premier Padel P1 adalah salah satu turnamen paling bergengsi di kalender profesional. Kategori “P1” berarti kelas tertinggi kedua setelah Major, dengan poin ranking gemuk yang bisa mengubah peta persaingan.

Tahun ini turnamen digelar di Movistar Arena, Madrid. Babak kualifikasi berlangsung 29–31 Agustus, lalu main draw bergulir 31 Agustus hingga 6 September 2026. Madrid selalu spesial karena padel lahir dan besar di budaya Spanyol, jadi tribun penuh, atmosfernya panas, dan pemain tuan rumah tampil di depan publik sendiri.

Buat penonton Indonesia, ini momen sempurna untuk mengenal olahraga yang sedang meledak di tanah air. Yang kamu tonton di layar bukan pertandingan biasa, melainkan panggung tempat rekor dan rivalitas ditentukan.

“El Clásico” Padel: Duel yang Tak Pernah Basi

Setiap olahraga punya rivalitas yang membuat kita rela begadang. Di padel, itu adalah pertemuan Agustín Tapia/Arturo Coello melawan Alejandro Galán/Federico Chingotto — duel yang oleh penggemar dijuluki “El Clásico” padel, meminjam istilah sepak bola Spanyol.

Kenapa panas? Karena keduanya bukan sekadar bagus, tapi dua tim terbaik dunia yang nyaris selalu bertemu di partai puncak. Tapia si “El Mago” (sang penyihir) dengan tangan halusnya dipadukan tenaga muda Coello; di seberang net ada Galán yang tenang dan Chingotto yang lincah. Setiap poin terasa seperti catur berkecepatan tinggi.

Secara indikatif, catatan head-to-head kedua duo disebut 18-7 untuk keunggulan Tapia/Coello, sebagian besar terjadi di babak final. Angka itu menunjukkan siapa yang lebih sering menang, tapi jangan tertipu: Galán/Chingotto berkali-kali membuktikan mereka sanggup menjungkalkan sang juara bertahan pada hari yang tepat.

“Kami tidak pernah menganggap satu pun laga sudah selesai sebelum poin terakhir; rival kami terlalu bagus untuk diremehkan.”

— Arturo Coello, pemain padel peringkat 1 dunia

Papan Ranking FIP Putra: Siapa Kejar Siapa

Jelang Madrid, papan ranking dunia FIP putra menegaskan betapa ketatnya persaingan di pucuk. Berikut gambaran per sekitar 21 Agustus 2026:

PeringkatDuoPoin (indikatif)Status
1Agustín Tapia & Arturo Coello~21.051Pemuncak ranking
2Alejandro Galán & Federico Chingotto~18.160Penantang terdekat

Selisih sekitar tiga ribu poin memang terlihat lebar, tapi dalam sistem padel yang menumpuk poin besar di turnamen kelas P1 dan Major, satu gelar bisa memangkasnya drastis. Itulah kenapa Madrid P1 begitu krusial: menang di sini bukan cuma soal trofi, tapi juga soal mempertahankan atau merebut takhta nomor satu.

Buat kamu yang baru belajar mengikuti padel, cara paling seru menikmati turnamen ini adalah dengan memperhatikan “perlombaan poin” ini. Setiap kemenangan duo penantang membuat drama menuju akhir musim makin hidup.

Jadwal Lengkap Madrid P1 2026

Catat tanggalnya supaya kamu tidak ketinggalan babak-babak paling seru:

FaseTanggalCatatan
Babak kualifikasi29–31 Agustus 2026Perebutan tiket main draw
Main draw dimulai31 Agustus 2026Babak awal bracket utama
Babak knockoutAwal SeptemberTayang eksklusif Red Bull TV
Final6 September 2026Puncak turnamen di Movistar Arena

Semua digelar di Movistar Arena, Madrid. Yang perlu kamu ingat: babak knockout — fase paling menegangkan menuju final — tayang eksklusif di Red Bull TV, jadi pastikan kamu tahu ke mana harus mengarahkan layar.

Padel Indonesia Menempa Diri di Spanyol

Sekarang bagian yang bikin dada penggemar Indonesia berdebar. Sementara para bintang berlaga di Madrid, delapan atlet padel Merah Putih sedang menjalani pelatnas di Spanyol — negeri asal olahraga ini — sejak 8 Agustus 2026. Mereka dilatih Ari Moya, menjalani program yang mencakup sparring melawan tim Italia dan uji coba di Belanda.

Kenapa ini penting? Karena padel akan debut sebagai cabang olahraga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, yang berlangsung 19 September–4 Oktober 2026. Artinya, ini kesempatan pertama Indonesia menorehkan sejarah di panggung multi-event benua untuk cabang yang sedang naik daun ini.

PB Padel Indonesia, lewat Wakil Ketua Umum Mochtar Sarman, memasang target berani: hasil di atas capaian perunggu yang diraih di FIP Asia Cup 2025. Tim disebut berangkat dengan semangat pembuktian diri — realistis soal beratnya lawan-lawan Asia, tapi tetap membidik prestasi terbaik yang bisa diraih.

“Kami tahu tantangannya berat, tetapi Asian Games ini kami jadikan ajang pembuktian bahwa padel Indonesia punya masa depan.”

— Mochtar Sarman, Wakil Ketua Umum PB Padel Indonesia

Kabar baiknya, ekosistem di dalam negeri ikut memanas. Indonesian Padel League (IPL) 2026 dan PLN Mobile NAVEN Padel Series terus bergulir, memberi atlet lokal jam terbang dan menumbuhkan basis penggemar. Semakin sering kamu melihat lapangan padel bermunculan di kotamu, semakin besar pula peluang lahirnya bibit yang suatu hari mungkin ikut berlaga di panggung seperti Madrid.

Cara Nonton Madrid P1 dari Rumah Kamu

Tak perlu tiket pesawat ke Spanyol untuk menikmati aksi terbaik. Babak knockout Madrid P1 — perempat final hingga final — tayang eksklusif di Red Bull TV, platform yang bisa kamu akses gratis lewat aplikasi maupun situsnya.

Tips menonton dari zona waktu Indonesia: pertandingan Eropa umumnya berlangsung sore hingga malam waktu setempat, yang berarti tengah malam hingga dini hari WIB. Kalau kamu tak sanggup begadang untuk fase awal, fokuskan energi pada akhir pekan penutup — perempat final, semifinal, dan final pada 6 September — di situlah drama terbesarnya. Siapkan camilan sehat, dan perhatikan bagaimana para juara membaca permainan; banyak pelajaran teknik yang bisa kamu bawa ke lapangan sendiri.

Penutup

Akhir Agustus hingga awal Oktober 2026 adalah periode istimewa buat siapa pun yang mulai mencintai padel. Di Madrid, kamu bisa menyaksikan puncak permainan dunia lewat El Clásico yang tak pernah kehilangan bumbu. Di sisi lain, ada cerita yang lebih dekat dengan hati: atlet-atlet Indonesia yang menempa diri di negeri orang, membawa mimpi menembus panggung Asian Games untuk pertama kalinya.

Dua kisah ini mengingatkan kita bahwa padel bukan sekadar tren sesaat. Ia sedang membangun akar — dari tribun Movistar Arena sampai lapangan-lapangan baru di sekitarmu. Jadi, ambil raketmu, ajak temanmu, dan jadilah bagian dari gelombang ini sejak awal.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.