Kembali
PADEL 5 min read 28 September 2026

Debut Padel Asian Games 2026: Indonesia Buka Laga Lawan Filipina di Nagoya

Padel berdebut di Asian Games 2026 Nagoya. Ganda putra RI, Giorgio Soemarno/Alvin Edison, hadapi Filipina di 16 besar pukul 09.00 WIB.

Debut Padel Asian Games 2026: Indonesia Buka Laga Lawan Filipina di Nagoya
Foto: PatoParadiso via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Padel resmi mencatat sejarah sebagai cabang baru di Asian Games, dengan kompetisi perdana bergulir di Nagoya City Higashi Sports Center, Prefektur Aichi, Jepang, mulai Senin (28/9/2026) hingga 3 Oktober. Indonesia langsung ambil bagian di hari pembuka lewat ganda putra Giorgio Soemarno/Christian Alvin Edison yang menghadapi Filipina pada babak 16 besar pukul 09.00 WIB, menjadi laga pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di nomor padel multieven Asia.

Baca Cepat

  • Padel tampil perdana di Asian Games pada 28 September-3 Oktober 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, mempertandingkan nomor ganda putra dan ganda putri.
  • Indonesia membuka laga hari ini lewat ganda putra Giorgio Soemarno/Alvin Edison melawan Filipina di babak 16 besar, pukul 09.00 WIB.
  • Delapan atlet Indonesia terbagi dalam empat pasangan: dua ganda putra (Giorgio Soemarno/Alvin Edison dan Armando Soemarno/Valentinus Dyas) serta dua ganda putri (Novela Putria/Beatrice Gumulya dan Fitriani Sabatini/Fadona Kusuma).
  • PBPI menargetkan lima besar Asia untuk tim putra, sementara tim putri diharapkan melampaui perunggu yang diraih di FIP Asia Padel Cup 2025 Doha.

Padel Resmi Berdebut di Asian Games, Ini Format dan Jadwalnya

Bersama teqball, padel menjadi cabang olahraga baru yang ditambahkan ke program Asian Games mulai edisi Aichi-Nagoya 2026. Kompetisinya berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, salah satu venue di Prefektur Aichi, sepanjang 28 September-3 Oktober, dengan akses tonton gratis tanpa tiket bagi penonton yang datang langsung, mengikuti kapasitas venue.

Sebanyak 13 negara mengirimkan total 88 atlet untuk memperebutkan dua nomor yang dipertandingkan, yakni ganda putra dan ganda putri. Ketiga belas negara itu adalah Hong Kong, Indonesia, Iran, Jepang selaku tuan rumah, Kazakhstan, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Thailand, dan Uni Emirat Arab, dengan sebagian besar mengirim delapan atlet sementara Lebanon, Malaysia, Arab Saudi, dan Thailand masing-masing membawa empat atlet. Turnamen berjalan bertahap mulai babak pertama pada 28-29 September, babak kedua pada 30 September-1 Oktober, dilanjutkan perempat final dan semifinal pada 2 Oktober, sebelum perebutan medali perunggu dan final menutup rangkaian pada 3 Oktober.

Laga Pembuka Indonesia: Giorgio Soemarno/Alvin Edison Lawan Filipina

Indonesia mendapat giliran tampil sejak hari pertama. Ganda putra Giorgio Soemarno dan Christian Alvin Edison dijadwalkan menghadapi wakil Filipina pada babak 16 besar, Senin (28/9/2026) pukul 09.00 WIB atau sekitar pukul 11.00 waktu setempat di Nagoya, bertanding di Nagoya City Higashi Sports Center.

Menariknya, pasangan Giorgio/Alvin bukan kombinasi yang disebut sebagai pasangan utama ganda putra saat skuad diberangkatkan ke Spanyol untuk pemusatan latihan pada Juli lalu. Kala itu, PBPI menyebut Armando Soemarno/Valentinus Dyas sebagai pasangan inti dengan Giorgio/Alvin berstatus cadangan. Namun pada laga pembuka sejarah Asian Games ini, Giorgio/Alvin lah yang mendapat kepercayaan tampil lebih dulu menghadapi Filipina.

Perlengkapan Padel Rekomendasi Redaksi
Wilson Carbon Force Padel Rackets
Raket padel berbahan fiberglass 365 gram dengan kepala besar, mendukung pukulan bertenaga di setiap rally.
Lihat →
Wilson Courtglide Women Padel Shoes
Sepatu padel wanita dengan grip stabil dan bantalan empuk, menunjang gerak menyamping yang eksplosif.
Lihat →
Luminor Black Sling Bag Padel
Sling bag ringkas untuk membawa raket dan perlengkapan padel harian tanpa memberatkan mobilitas.
Lihat →

Delapan Atlet, Empat Pasangan: Susunan Lengkap Timnas Padel Indonesia

Selain Giorgio/Alvin, Indonesia menurunkan Armando Soemarno berpasangan dengan Valentinus Dyas sebagai ganda putra kedua. Ketiganya, Giorgio, Armando, dan Valentinus, sama-sama berasal dari Padel Pro Academy di Jakarta yang dipimpin David Garrido selaku Direktur Teknik dan Metodologi akademi tersebut.

Di nomor putri, Indonesia mengandalkan Novela Putria/Beatrice Gumulya sebagai pasangan utama, didampingi Fitriani Sabatini/Fadona Kusuma sebagai ganda putri kedua. Seluruh delapan atlet ini menjalani pemusatan latihan 34 hari di Spanyol di bawah arahan duet pelatih asing, Ari Moya sebagai kepala pelatih dan Denise Hoefer sebagai penasihat teknis, sebelum kembali ke Tanah Air untuk beristirahat dan bertolak ke Jepang pada Jumat, 25 September 2026.

Novela Putria, Modal Sejarah di Sektor Putri

Di antara delapan atlet yang diberangkatkan, Novela Putria membawa modal paling mentereng. Pada Mei 2026, ia menjadi atlet Indonesia pertama yang menjuarai turnamen internasional berlabel Federasi Padel Internasional (FIP) usai menyabet gelar FIP Bronze Yogyakarta 2026 di nomor ganda putri, berpasangan dengan pemain asal Spanyol, Sandra Bellver Fructuoso.

Novela/Bellver saat itu mengalahkan pasangan Patricia Maria Ribeiro (Portugal) dan Carla Serrano Gonzalez (Spanyol) melalui dua set langsung, 7-5, 7-5. Prestasi tersebut menjadi salah satu modal kepercayaan diri Novela yang kini dipasangkan dengan Beatrice Gumulya sebagai ganda putri andalan Indonesia di Asian Games 2026, sekaligus bekal penting jelang menghadapi lawan-lawan yang secara pengalaman kompetitif jauh lebih matang.

Target Realistis PBPI: Lima Besar Putra, Lampaui Perunggu Putri

Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) memasang target berbeda untuk kedua tim. Untuk sektor putra, finis di posisi lima besar Asia sudah dianggap capaian bagus mengingat minimnya jam terbang tim melawan negara-negara yang lebih dulu serius menekuni padel. Sementara di sektor putri, PBPI berharap Novela/Beatrice dan kawan-kawan mampu melampaui capaian perunggu yang diraih di FIP Asia Padel Cup 2025 di Doha, Qatar, hasil terbaik Indonesia di level regional sejauh ini.

Perbedaan target ini beralasan: Indonesia baru serius berkompetisi di padel selama 2-3 tahun terakhir, sedangkan sebagian besar rival di Asia sudah menjalani cabang ini 7-8 tahun lebih lama. Karena itu pula PBPI memilih untuk tidak membebani atlet dengan target medali emas pada penampilan perdana ini, dan lebih menekankan penampilan lepas tanpa tekanan berlebihan.

Sejarah yang Baru Dimulai di Nagoya

Apa pun hasil dari laga Giorgio/Alvin melawan Filipina, catatan sejarah sudah tergores begitu peluit pertandingan pertama dibunyikan hari ini. Kompetisi padel Asian Games 2026 masih akan bergulir hingga 3 Oktober, membuka ruang bagi tiga pasangan Indonesia lainnya untuk turut menorehkan hasil terbaik di sisa babak penyisihan.

Terlepas dari target akhir yang bisa dicapai, keikutsertaan perdana ini menjadi tonggak penting bagi ekosistem padel Tanah Air, yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat mulai dari sirkuit nasional berjenjang hingga kini menembus panggung multicabang Asia.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.