Kembali
PADEL 5 min read 24 September 2026

Sirkuit Nasional Padel 2026 Bergulir ke Medan, Jadi Pemanasan Jelang Asian Games

Sirkuit Nasional Padel (Sirnas) 2026 memasuki seri ketiga di Medan, 24-27 September 2026, mempertandingkan kategori Open berhadiah Rp150 juta dan Youth KU12-KU18, sepekan sebelum padel debut di Asian Games 2026.

Sirkuit Nasional Padel 2026 Bergulir ke Medan, Jadi Pemanasan Jelang Asian Games
Foto: RRI

Sirkuit Nasional Padel (Sirnas Padel) 2026 memasuki seri ketiga di Kota Medan, Sumatra Utara, berlangsung 24-27 September 2026 di dua venue, Padel People Medan dan Bros Padel Polonia. Turnamen berjenjang milik Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) ini mempertandingkan kategori Open berhadiah total Rp150 juta serta kategori Youth untuk kelompok usia dini, bergulir persis sepekan sebelum padel tampil perdana sebagai cabang resmi Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Baca Cepat

  • Sirnas Padel 2026 Seri III digelar di Medan, 24-27 September 2026, di Padel People Medan dan Bros Padel Polonia.
  • Dua kategori dipertandingkan: Open Tier 1 berhadiah total Rp150 juta (ganda putra dan ganda putri, khusus pemain berlisensi) serta Youth untuk KU12, KU14, KU16, dan KU18.
  • Medan menjadi seri ketiga dari rangkaian empat seri nasional 2026, setelah Jakarta Utara pada Februari dan Semarang pada April yang diikuti 800 atlet dari 20 provinsi.
  • Ketua Umum PBPI dan Ketua Umum KONI Pusat menyebut sirkuit ini sebagai wadah regenerasi berkelanjutan, dengan hasil tiap serinya turut menjadi salah satu acuan seleksi menuju Asian Games 2026.

Sirnas Padel 2026 Resmi Bergulir ke Medan: Jadwal dan Kategori

Sirkuit Indonesia Open III Medan 2026, nama resmi turnamen ini di kalender PBPI, berlangsung selama empat hari, 24-27 September 2026, dengan pendaftaran yang telah ditutup sejak 16 September 2026. Dua venue digunakan sekaligus, yakni Padel People Medan dan Bros Padel Polonia yang berlokasi di Jalan Perhubungan Udara Eks-Cargo, kawasan Polonia, Medan.

Turnamen ini berstatus Tier 1 dengan total hadiah Rp150 juta, mempertandingkan nomor ganda putra dan ganda putri kategori Open yang khusus diikuti pemain berlisensi atau berperingkat. Selain kategori Open, digelar pula kategori Youth untuk empat kelompok umur, yaitu KU12, KU14, KU16, dan KU18, sebagai jalur reguler bagi pemain muda untuk mengumpulkan jam terbang kompetisi resmi.

Dari Jakarta Utara ke Semarang, Kini Giliran Sumatra Utara

Medan bukan kota pertama yang disinggahi Sirnas Padel 2026. Rangkaian ini dibuka di Bandeja Padel Arena, Jakarta Utara, pada 13 Februari 2026 sebagai Seri I, sebelum berlanjut ke Semarang, Jawa Tengah, sebagai Seri II pada 23-26 April 2026 di dua venue, Main Padel dan Padel Connection.

Seri Semarang tercatat sebagai salah satu seri dengan partisipasi terbesar sepanjang rangkaian, diikuti sekitar 800 atlet dari 20 provinsi, termasuk 17 atlet mancanegara. Kategori Open putra mencatat 98 pasangan pendaftar dan Open putri 16 pasangan, ditambah nomor Youth U14, U16, dan U18. Setelah Medan, rangkaian Sirnas Padel 2026 akan ditutup di Seri IV yang digelar di Bali.

Perlengkapan Wajib Menuju Sirkuit Padel
Wilson Optix V1 Padel Rackets
Raket padel ringan yang pas untuk pemain yang mulai naik level dari sirkuit amatir ke turnamen berlisensi.
Lihat →
Wilson Team Tas Raket Padel
Tas raket berkompartemen luas, memudahkan mobilitas dari satu venue turnamen ke venue lain sepanjang sirkuit.
Lihat →
Adidas Court Quick Padel Men’s Shoes
Sepatu padel dengan traksi kuat dan bantalan responsif, menunjang gerakan cepat di rally-rally panjang.
Lihat →

Lebih dari Turnamen Biasa: Jalur Seleksi Menuju Panggung Internasional

Sirnas Padel bukan sekadar kompetisi berhadiah. Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, saat penutupan Seri II di Semarang menyebut “padel tidak hanya berfungsi sebagai olahraga, tetapi juga telah berkembang menjadi gaya hidup sehat”, sekaligus berharap Sirnas menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi atlet muda sembari memperkuat daya saing Indonesia di level internasional.

Dukungan juga datang dari Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, yang optimistis rangkaian ini akan melahirkan talenta baru. “Saya optimis melalui kompetisi yang berkesinambungan, akan lahir atlet-atlet Padel Nasional yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” ujar Marciano. Hasil dari Seri II Semarang sendiri turut dijadikan salah satu acuan dalam menentukan komposisi Timnas Padel Indonesia yang tampil di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Kategori Youth dan Regenerasi yang Berjalan Beriringan

Kehadiran kategori Youth KU12-KU18 di Medan sejalan dengan pembinaan usia dini yang tengah berjalan di berbagai jalur. Sejumlah atlet junior binaan Padel Pro Academy di Jakarta, misalnya, diketahui tengah menjalani proses seleksi Tim Nasional Padel Junior, dengan enam pemain akademi tersebut menempati posisi lima besar peringkat nasional di kategori U-16 dan U-18, menurut keterangan atlet Timnas, Giorgio Soemarno.

Pola serupa juga tecermin dari cara daerah menyambut Sirnas. Saat menutup Seri II Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut kompetisi ini sebagai ajang pengembangan atlet sekaligus sport tourism atau pariwisata olahraga bagi daerah tuan rumah, sebuah pola yang berpotensi terulang di Medan dan kota-kota persinggahan Sirnas berikutnya.

Berjalan Bersamaan dengan Hitung Mundur Menuju Nagoya

Waktu penyelenggaraan Sirnas Medan tidak bisa dilepaskan dari kalender besar padel Indonesia yang tengah padat-padatnya. Sehari setelah Sirnas Medan dibuka, Timnas Padel Indonesia yang berisi delapan atlet dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Jumat (25/9/2026) untuk tampil di debut resmi padel Asian Games 2026, yang berlangsung 28 September-3 Oktober di Higashi Sports Center, Nagoya, Prefektur Aichi.

Dengan kata lain, sepanjang pekan ini ekosistem padel nasional bergerak di dua jalur sekaligus, yakni jalur elite yang tengah berangkat menuju panggung multicabang Asia, dan jalur akar rumput yang terus berputar dari kota ke kota lewat Sirnas untuk menyiapkan generasi berikutnya.

Fondasi yang Terus Diperluas di Tengah Musim Terpadat Padel Indonesia

Bergesernya Sirnas Padel 2026 dari Jakarta Utara, Semarang, dan kini Medan menunjukkan bagaimana PBPI berupaya membangun infrastruktur kompetisi yang merata di luar Pulau Jawa, alih-alih menumpuk turnamen besar hanya di kota-kota yang lapangan padelnya sudah lebih dulu ramai. Satu seri lagi, yakni Seri IV di Bali, masih menanti untuk merampungkan rangkaian tahun ini.

Sirnas Padel pada akhirnya menjadi pengingat bahwa hasil di panggung besar seperti Asian Games tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang rangkaian kompetisi berjenjang di level akar rumput. Selama sirkuit semacam ini terus berputar dari satu kota ke kota lain, PBPI memiliki modal untuk menjaga keberlanjutan regenerasi atlet padel Indonesia jauh melampaui satu edisi Asian Games.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.