Denmark Open 2026: Jonatan Kehilangan Peringkat 1, Indonesia Kirim 15 Wakil Usai Asian Games
Usai Asian Games 2026, bulu tangkis Indonesia langsung menatap tur Eropa. Jonatan Christie kehilangan peringkat 1 dunia dan membela gelar Denmark Open, sementara PBSI menyoroti regenerasi dan pemulihan atlet.
Bulu tangkis Indonesia langsung berganti mode ke tur Eropa setelah seluruh nomor bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 rampung. Jonatan Christie kehilangan posisi nomor satu dunia setelah sekitar sebulan di puncak dan kini harus membela gelar juara bertahan di Denmark Open 2026, Odense, 13-18 Oktober. Indonesia mendaftarkan 15 wakil ke turnamen Super 750 itu, termasuk Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang baru membawa pulang emas ganda putra dari Nagoya, sedangkan Arctic Open di Finlandia pada 6-11 Oktober dilewati tanpa wakil Merah Putih. Di balik enam medali yang melampaui target, cerita soal kelelahan atlet menjadi pekerjaan rumah sebelum tiga pekan beruntun di Eropa.
Baca Cepat
- Jonatan Christie turun dua peringkat ke posisi ketiga dunia pada pembaruan BWF Selasa (29/9), digeser Kunlavut Vitidsarn dan Christo Popov — ia perlu mengulang hasil juara Denmark Open dan Hylo Open 2025 agar tidak kehilangan banyak poin.
- Bulu tangkis finis kedua di klasemen medali cabor Asian Games 2026 (2 emas, 1 perak, 3 perunggu), melampaui target satu emas dari pemerintah dan berbalik dari Hangzhou 2022 yang tanpa medali.
- Indonesia absen di Arctic Open (6-11 Oktober), lalu menurunkan 15 wakil di Denmark Open (13-18 Oktober), disusul French Open (20-25 Oktober) dan Hylo Open (27 Oktober-1 November).
- Jonatan dan Alwi Farhan sama-sama menyoroti jadwal padat dan pemulihan pendek di Nagoya, sementara Fajar Alfian memastikan Asian Games 2026 sebagai yang terakhir dan membidik Olimpiade Los Angeles 2028.
Jonatan Kehilangan Peringkat Satu Dunia Setelah Sebulan
Jonatan Christie resmi turun dari puncak peringkat BWF pada pembaruan pekan ke-40, Selasa (29/9). Ia merosot dua tingkat ke posisi ketiga, digeser Kunlavut Vitidsarn (Thailand) dan Christo Popov (Prancis), setelah naik ke posisi teratas pada pekan ke-35, 25 Agustus. Pemicunya adalah seretnya hasil terbaru: Jonatan gagal menembus semifinal di empat turnamen terakhir, yaitu Japan Open, China Open, Kejuaraan Dunia, dan China Masters, sementara poin gelar Korea Open tahun lalu ikut hilang.
Posisi ketiga itu pun belum aman. Tahun lalu Jonatan menjuarai Denmark Open — ia membalikkan ketertinggalan atas Shi Yuqi lewat skor 13-21, 21-15, 21-15 di final — dan Hylo Open. Kedua turnamen itu kembali hadir di kalender Oktober, sehingga hasil serupa dibutuhkan agar poinnya tidak tergerus. Di Nagoya, Jonatan yang tampil sebagai unggulan pertama tunggal putra kalah 14-21, 19-21 dari Loh Kean Yew (Singapura) di perempat final, Minggu (27/9), meski tetap mengantongi emas lewat beregu putra.
Target Satu Emas Terlampaui, PBSI Soroti Regenerasi
Dari sisi medali, bulu tangkis menutup Asian Games 2026 di posisi kedua klasemen cabor dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, di bawah China (2-3-3) dan di atas Korea Selatan (2-0-3). Menpora Erick Thohir menyebut target awal yang disepakati Kemenpora, KOI, dan pengurus cabor hanya satu emas. Dua emas itu mengerek koleksi bulu tangkis Indonesia menjadi 30 emas sepanjang sejarah Asian Games, sekaligus mengembalikan gelar ganda putra yang terakhir diraih Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2018.
Capaian itu terasa besar jika dibandingkan dengan Hangzhou 2022, ketika Indonesia tidak tercatat di tabel medali bulu tangkis sama sekali. Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menilai hasil Nagoya sebagai indikator program regenerasi yang sudah berjalan sekitar satu tahun sembilan bulan, walau ia mengakui hasilnya belum tentu memuaskan semua ekspektasi publik. Ketua Umum PBSI Mohammad Fadil Imran menyebut regenerasi sebagai program prioritas agar lahir pemain muda berkarakter menuju Olimpiade 2028.
Catatan dari Nagoya: Jadwal Padat dan Pemulihan Pendek
Di balik medali, keluhan terbesar dari Ichinomiya menyangkut kondisi fisik. Jonatan baru menyelesaikan laga 16 besar sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat, menempuh perjalanan 50 menit ke wisma atlet, baru tidur sekitar 03.30, lalu sudah bangun pukul 09.00 untuk perempat final. Ia juga sempat kesal karena pertandingannya tidak dipindahkan ke lapangan lain yang sudah selesai lebih dulu. Menurut Jonatan, tenaganya habis begitu mulai bertanding dan waktu pemulihan yang terbatas menjadi alasan utama kekalahannya.
Alwi Farhan, unggulan keenam yang berhenti di semifinal, bercerita hal serupa. Setelah turun di beregu putra hingga nomor perorangan, termasuk bermain dua kali dalam sehari, ia mengaku otot sudah tidak bisa dipaksa saat menghadapi Kunlavut Vitidsarn. Alwi sebenarnya menargetkan dua emas di Nagoya dan kini mengalihkan pandangan ke Asian Games berikutnya, empat tahun lagi.
Masalahnya, jeda menuju tur Eropa tidak lama. Denmark Open dimulai 13 Oktober, dua pekan setelah final perorangan Asian Games (29/9), lalu disusul dua turnamen dalam dua pekan berikutnya. Leo menyebut ia dan Daniel hanya berencana istirahat satu-dua hari sebelum kembali berlatih. Pengelolaan beban dan pemulihan pemain pun menjadi catatan penting di antara rangkaian turnamen tersebut.
Arctic Open Dilewati, Denmark Open 2026 Jadi Ujian Pertama
Kalender BWF Oktober dibuka Arctic Open (Super 500) di Vantaa, Finlandia, 6-11 Oktober, tanpa satu pun wakil Indonesia. Ujian pertama yang sesungguhnya adalah Denmark Open (Super 750) di Jyske Bank Arena, Odense, 13-18 Oktober, kemudian French Open (Super 750) di adidas arena, Paris, 20-25 Oktober, dan Hylo Open (Super 500) di Saarbrücken, 27 Oktober-1 November. Indonesia dipastikan turun di kelima sektor French Open.
Berdasarkan daftar entri awal September, Indonesia mengirim 15 wakil (26 pemain) ke Denmark Open. Tunggal putra diisi Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Moh Zaki Ubaidillah, sementara Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya tunggal putri. Ganda putra menurunkan lima pasangan: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo/Daniel, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Ali Fathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi.
Ganda putri antara lain diperkuat Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspita Sari, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi, sedangkan ganda campuran diwakili Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan duet baru Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Susunan itu belum final: laman kejuaraan PBSI mencantumkan batas pembatalan pendaftaran pada 5 Oktober.
Dua kisah menarik menanti di Odense. Jonatan membela gelar yang menjadikannya tunggal putra Indonesia pertama juara di sana sejak Simon Santoso pada 2009, sedangkan Fajar/Fikri datang sebagai runner-up 2025 setelah kalah 18-21, 21-15, 19-21 dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) di final. Di ganda campuran, Dejan/Felisha melakoni debut. Dejan sebelumnya berpasangan dengan Apriyani Rahayu, sedangkan Felisha dengan Jafar Hidayatullah; pelatih Nova Widianto menyebut PBSI sedang mencari format terbaik untuk sektor tersebut.
Apa Artinya bagi Sisa Musim 2026
Asian Games memberi bukti bahwa kerja regenerasi PBSI mulai menghasilkan, tetapi tur Eropa akan menguji apakah momentum itu bertahan di level World Tour. Leo/Daniel menjadi barometer paling jelas. Mereka kembali berpasangan sejak April 2026 setelah Daniel pulih dari cedera, menjuarai Thailand Open dan Taipei Open, lalu menuntaskan Nagoya dengan emas. Denmark Open, French Open, dan Hylo Open kini ada di jadwal mereka, dan Leo menegaskan perlunya menjaga konsistensi.
Di sisi lain, babak baru juga dimulai bagi sebagian pemain. Fajar Alfian, yang mengoleksi satu emas, dua perak, dan satu perunggu dari tiga Asian Games, memastikan Nagoya menjadi Asian Games terakhirnya dan kini menatap Olimpiade Los Angeles 2028, target yang juga diincar Dejan/Felisha. Bagi Jonatan, Denmark Open dan Hylo Open adalah dua kesempatan paling cepat untuk menahan penurunan peringkat. Drawing Denmark Open akan menjadi gambaran pertama seberapa berat jalan para wakil Indonesia.
Artikel ini dirangkum dari:
- CNN Indonesia: Setelah Sebulan, Jonatan Christie Kehilangan Posisi Nomor 1 Dunia tautan
- IDN Times: Jadwal BWF World Tour Oktober 2026: Tur Eropa tautan
- Okezone: Daftar Lengkap Wakil Indonesia di Denmark Open 2026: Debut Duet Dejan/Felisha tautan
- RRI: Sebanyak 15 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Denmark Open 2026 tautan
- PBSI: VICTOR Denmark Open 2026 (laman kejuaraan) tautan
- detikSport: Gacor di Asian Games, Leo/Daniel Kini Bidik Tur Eropa tautan
- detikSport: Bulutangkis Lampaui Target, Menpora Tagih Cabor Lain yang Janjikan Emas tautan
- CNN Indonesia: Klasemen Medali Badminton Asian Games 2026: Indonesia Finis Kedua tautan
- ANTARA: Stamina drop, Jonatan terhenti di perempat final Asian Games 2026 tautan
- PBSI: Asian Games 2026: Karena Alwi Sudah Tidak Bisa Memaksa Tubuhnya tautan
- detikSport: Fajar Alfian Akhiri Kiprah di Asian Games, Kini Fokus Olimpiade 2028 tautan
- CNN Indonesia: Pembuktian Leo/Daniel setelah Disorot karena Merosot: Emas Asian Games tautan
- ANTARA: PBSI umumkan pasangan baru ganda campuran, Dejan/Felisha duet tautan
- PBSI: Denmark Open 2025: Jonatan Keluar Sebagai juara tautan
- PBSI: Denmark Open 2025: Fajar/Fikri Jadi runner up tautan
- Badminton Planet: Jonatan Christie Rallies Past Shi Yuqi to Win 2025 Denmark Open Men’s Singles Title tautan
- Wikipedia: Badminton at the 2022 Asian Games (tabel medali) tautan