Kembali
PANJAT TEBING 7 min read 6 October 2026

World Climbing Series 2026: Indonesia Dominan di Speed, Tinggal Final Santiago

Dengan Asian Games usai, musim World Climbing Series 2026 tinggal satu seri: final speed dan lead di Santiago, Chile, 23-25 Oktober. Indonesia menutup musim sebagai salah satu kekuatan utama nomor speed lewat emas Veddriq Leonardo, Desak Made Rita, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.

Dua atlet speed climbing memanjat berdampingan di dinding tinggi dengan papan waktu, foto ilustrasi arena adu cepat.
Foto: Henning Schlottmann (User:H-stt) via Wikimedia Commons (CC BY 4.0). Foto ilustrasi arena speed climbing, bukan dari World Climbing Series 2026.

Musim panjat tebing dunia 2026 tinggal menyisakan satu babak. Setelah Asian Games Aichi-Nagoya usai pada awal Oktober, rangkaian World Climbing Series 2026 akan ditutup di Santiago, Chile, pada 23-25 Oktober, seri Piala Dunia pertama sepanjang sejarah di negara itu. Indonesia melaju ke penghujung musim sebagai salah satu kekuatan utama nomor speed: Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi memborong emas di Chamonix, sementara Antasyafi Robby Al Hilmi yang baru berusia 19 tahun merebut emas perdananya di Guiyang dan, menurut laporan, sempat memuncaki ranking dunia speed putra.

Baca Cepat

  • Final musim World Climbing Series 2026 digelar di Santiago, Chile, 23-25 Oktober, mempertandingkan nomor speed dan lead. Ini Piala Dunia pertama di Chile dan baru yang kedua sepanjang sejarah di Amerika Selatan.
  • Di Chamonix (12 Juli), Veddriq Leonardo juara speed putra dengan 4,89 detik, mengalahkan rekan senegaranya Antasyafi Robby Al Hilmi (5,11 detik), sedangkan Desak Made Rita juara speed putri dengan 6,22 detik.
  • Antasyafi Robby Al Hilmi, 19 tahun, meraih emas pertamanya di Guiyang (11-12 September) dengan catatan 4,65 detik dan, menurut laporan, naik ke puncak ranking dunia speed putra.
  • Di Chongqing (20 September), ganda putri Rajiah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih merebut perak speed relay di belakang tuan rumah China; nomor lead Indonesia juga menanjak lewat emas Putra Tri Ramadani di Praha.

World Climbing Series 2026 Tinggal Satu Seri: Final di Santiago

Sejak tahun ini, rangkaian Piala Dunia panjat tebing tampil dengan nama World Climbing Series, kelanjutan dari kompetisi yang sebelumnya dikenal sebagai Piala Dunia IFSC. Menurut kalender resmi yang dirangkum World Climbing dan Wikipedia, musim 2026 membentang di 13 kota dengan 19 nomor per gender, mencakup disiplin speed, lead, dan boulder. Musim dibuka pada 1 Mei di Keqiao, China, dan akan ditutup pada 25 Oktober di Santiago.

Santiago mempertandingkan dua disiplin sekaligus, yakni speed dan lead. World Climbing menyebut ini sebagai Piala Dunia pertama yang digelar di Chile dan baru yang kedua sepanjang sejarah di kawasan Amerika Selatan. Seri ini juga menjadi penentu akhir musim: poin terakhir yang menentukan peringkat keseluruhan di nomor speed dan lead diperebutkan di sana, dengan nomor speed dijadwalkan menutup rangkaian pada Minggu, 25 Oktober.

Bagi Indonesia, Santiago berarti kesempatan terakhir sepanjang 2026 untuk mengerek posisi di klasemen musim. Para pemanjat speed Merah Putih telah menumpuk medali sejak Mei, dan seri pamungkas ini menjadi panggung untuk memastikan hasil musim sekaligus menguji kesiapan menjelang kalender 2027.

Veddriq dan Desak Kunci Dua Emas di Chamonix

Puncak penampilan Indonesia musim ini terjadi di Chamonix, Prancis, pada 12 Juli. Veddriq Leonardo, peraih emas Olimpiade Paris 2024, kembali ke podium tertinggi dengan catatan 4,89 detik di final speed putra. Lawannya di laga puncak adalah sesama wakil Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, yang finis 5,11 detik untuk perak. Menurut RRI, itu adalah emas pertama Veddriq sejak Olimpiade, hasil dari final yang seluruhnya diisi dua pemanjat Indonesia.

Di nomor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi menjuarai final dengan 6,22 detik, mengungguli Giulia Randi dari Italia yang mencatat 6,51 detik. RRI menyebut itu emas kedua beruntun bagi Desak, menyambung kemenangannya di seri sebelumnya di Krakow. Pelatih Fitriyani, seperti dikutip RRI, menilai timnya memberi hasil terbaik untuk Indonesia kendati waktu persiapan antarseri terbatas. Chamonix pun menjadi momen ketika speed putra dan putri Indonesia sama-sama berdiri di puncak dalam satu akhir pekan.

Gear Dasar buat Calon Pemanjat
SVRG Batoo Climbing Shoes – Sepatu Panjat Tebing Pria Wanita – Rock Climbing & Bouldering
Sepatu panjat dengan grip kuat untuk latihan rock climbing dan bouldering, cocok buat yang baru mulai menapaki dinding.
Lihat →
TaffSPORT Tali Paracord Panjat Tebing Climbing Rope 10mm Steel Buckle
Tali paracord 10mm dengan kait baja untuk kebutuhan tali-temali latihan dan aktivitas outdoor pendukung.
Lihat →
CoreNation Performance Knee Support Strap | Compression Pad Sleeve Brace Support
Penyangga lutut untuk menopang sendi saat latihan eksplosif dan pendaratan di matras bouldering.
Lihat →

Antasyafi Robby, 19 Tahun, Puncaki Ranking Dunia Speed

Cerita paling mencolok dari paruh kedua musim datang dari Guiyang, China, pada 11-12 September. Antasyafi Robby Al Hilmi, pemanjat berusia 19 tahun, merebut emas pertamanya di World Climbing Series dengan catatan 4,65 detik di final speed putra. Ia mengalahkan dua pemanjat tuan rumah, Ling Yongzhi yang meraih perak dengan 4,75 detik dan Chu Shouhong yang membawa perunggu dengan 4,80 detik. Sebelumnya, Robby dua kali finis sebagai runner-up, yakni di Madrid dan Chamonix.

Menurut gebrak.id, kemenangan itu mengantar Robby ke puncak ranking dunia speed putra pada 12 September. Usai memastikan emas, ia berseru, “Ibu, akhirnya aku emas!” seperti dikutip media tersebut. Hasil ini menegaskan bahwa kekuatan speed Indonesia tidak bertumpu pada satu nama. Di luar Veddriq dan Desak yang sudah mapan, muncul pemanjat muda yang mampu mencuri emas dan menembus posisi teratas dunia dalam semusim.

Pelatih, seperti dikutip dari pemberitaan seputar Guiyang, berharap tim masih bisa menambah medali dari nomor relay. Bagi Robby sendiri, lonjakan dari dua perak menjadi emas sekaligus puncak ranking menjadi modal besar menuju seri penutup di Santiago.

Jejak Medali Speed Indonesia Sepanjang Musim

Konsistensi Indonesia terbaca sejak awal musim. Di seri pembuka nomor speed di Wujiang pada Mei, Desak Made Rita sudah menyumbang perunggu dengan 6,17 detik, menurut rekap World Climbing. Berlanjut ke Madrid akhir Mei, Robby Al Hilmi meraih perak dengan 4,81 detik, dan RRI mencatat enam pemanjat Indonesia menembus babak final speed pada seri itu, sebuah indikasi kedalaman skuad.

Momentum memuncak di dua seri Juli. Di Krakow, Polandia, Indonesia membawa pulang empat medali, menurut Republika, termasuk emas speed putri dari Desak dan perunggu speed putra dari Raharjati Nursamsa dengan 4,79 detik. Sepekan kemudian di Chamonix, Veddriq dan Desak sama-sama juara seperti diuraikan di atas. Guiyang pada September kemudian menambah emas lewat Robby.

Di Chongqing pada 20 September, Indonesia menutup rangkaian seri China dengan perak nomor speed relay putri. Pasangan Rajiah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih finis kedua di belakang tuan rumah China yang diperkuat Fan Jingyue dan Zhang Shaoqin, menurut RRI. Di sektor putra, duet Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa terhenti di perempat final, sementara emas relay putra jatuh ke Ukraina. Sebagian nama utama juga mesti membagi beban dengan agenda Asian Games yang berlangsung di periode berdekatan.

Lead Menanjak dan Format Speed 4 yang Baru

Speed memang menjadi lumbung medali, tetapi musim 2026 juga memperlihatkan kemajuan Indonesia di nomor lead. Putra Tri Ramadani tercatat menjuarai nomor lead di seri Praha, Republik Ceko, yang disebut sebagai emas World Climbing Series pertamanya. Capaian itu penting karena lead selama ini kerap didominasi pemanjat Jepang dan Korea Selatan. Nomor lead pula yang akan dipertandingkan bersama speed di final Santiago.

Hal lain yang patut dilihat adalah format Speed 4. Menurut pemberitaan seputar kalender 2026, format ini dipakai untuk pertama kalinya di level Piala Dunia pada seri Krakow, dengan empat pemanjat start dan dua pasangan berlomba serentak. Format tersebut sebelumnya diperkenalkan pada World Games 2025 di Chengdu. Bagi penonton, Speed 4 membuat laga lebih padat dan dramatis karena lebih banyak duel berlangsung bersamaan di dinding.

Kombinasi dua hal itu, yakni lead yang mulai menggigit dan tampilan speed yang lebih atraktif, menjadikan seri Santiago bukan sekadar penutup administratif musim, melainkan panggung yang layak ditonton sampai pegangan terakhir.

Yang Ditunggu di Santiago dan Sesudahnya

Santiago akan mengunci cerita musim 2026. Dengan rentetan emas di Chamonix, emas Robby di Guiyang, serta deretan medali sejak Wujiang hingga Chongqing, para pemanjat speed Indonesia melangkah ke Chile sebagai salah satu kontingen paling diperhitungkan di nomor adu cepat. Peringkat akhir musim di speed dan lead baru benar-benar final setelah seri ini tuntas.

Di luar hasil Santiago, musim ini meninggalkan sinyal positif yang lebih besar: regenerasi berjalan, kedalaman skuad bertambah, dan lead mulai ikut menyumbang. Semua itu menjadi bekal menatap kalender 2027 sekaligus siklus panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Untuk saat ini, fokus terdekat tetap satu, yakni menutup World Climbing Series 2026 dengan hasil terbaik di dinding Santiago.

Artikel ini dirangkum dari:

  • Wikipedia: 2026 World Climbing Series tautan (kalender dan rekap hasil musim)
  • World Climbing: Santiago to host historic Lead and Speed World Cup in 2026 tautan
  • RRI: Indonesia Claims Two Golds at World Climbing Series Chamonix tautan
  • gebrak.id: Antasyafi Robby Persembahkan Emas dan Puncaki Ranking Dunia Panjat Tebing untuk Ibu tautan
  • gebrak.id: Antasyafi Robby Raih Emas World Climbing Series Guiyang 2026, Catat Waktu 4,65 Detik tautan
  • RRI: Indonesia Climbers Secure Silver as Team Eyes Relay Consistency (Chongqing) tautan
  • RRI: Six Indonesian Climbers Reach Speed Finals at World Climbing Series Madrid tautan
  • Republika: Empat medali di Krakow jadi modal Indonesia bidik emas panjat tebing Asian Games 2026 tautan
  • Lacrux: The IFSC calendar for the 2026 season is here tautan (format Speed 4 dan kalender)
EXPLORE 20FIT

More ways to move.