Dari gokart di pangkuan ayahnya hingga memimpin F1 2026 dengan 102 poin, Kimi Antonelli kini berpeluang menjadi juara dunia termuda di Austin.

Di Sirkuit Sarno, Italia selatan, pada 2007, seorang bayi yang baru berulang tahun pertama didudukkan ayahnya di pangkuan, di balik kemudi gokart. Ketika sang ibu mengangkatnya keluar, bayi itu menangis dan tak mau melepaskan setir. Sembilan belas tahun kemudian, bayi itu, Andrea Kimi Antonelli, datang ke Austin, Texas, dengan kesempatan pertama untuk mengunci gelar juara dunia Formula 1.
Pebalap Mercedes itu memimpin klasemen dengan 340 poin, unggul 102 poin atas rekan setimnya George Russell, menurut Sky Sports. Jika gelar itu jatuh kepadanya, entah pada Grand Prix Amerika Serikat 25 Oktober atau beberapa pekan sesudahnya, Antonelli menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1 dan orang Italia pertama yang juara sejak Alberto Ascari pada 1953. Yang menarik bukan hanya angka-angkanya, melainkan cara seorang remaja dari Bologna tumbuh menjadi pebalap yang membuat Toto Wolff berhati-hati memilih kata.
Ringkasnya: Kimi Antonelli, 20 tahun, memimpin F1 2026 dengan 340 poin dan delapan kemenangan, 102 poin di depan George Russell. Ia bisa juara di Austin pada 25 Oktober 2026 jika menang, Russell finis kesembilan atau lebih buruk, dan Lewis Hamilton kelima atau lebih buruk. Jika berhasil, ia menjadi juara dunia termuda, memecahkan rekor Sebastian Vettel.
Antonelli lahir di Bologna pada 25 Agustus 2006. Ayahnya, Marco Antonelli, adalah pebalap mobil sport dan pemilik AKM Motorsport, tim berbasis San Marino yang berlaga di F4 Italia, sementara ibunya, Veronica Pomaro, ikut mengelola tim tersebut, menurut catatan Wikipedia. Motor balap, dengan kata lain, adalah urusan dapur keluarga.
Namun keluarga itu, kata Marco, tidak pernah menjadikan F1 sebagai sasaran mutlak. “Kami tidak pernah memandang kasta tertinggi sebagai tujuan yang harus dicapai dengan segala cara,” ujarnya kepada Giulia Toninelli dari La Gazzetta dello Sport, sebagaimana dikutip Speedweek saat Kimi berulang tahun ke-20. Mimpi masa kecil Kimi bahkan bukan F1. “Mimpi anak saya waktu kecil bukan membalap di Formula 1, melainkan di DTM,” kata Marco.
Momen ketika sang ayah sadar bahwa putranya istimewa datang di Adria. Kimi, sekitar sepuluh tahun, masih duduk di pangkuan Marco dalam sebuah Lamborghini Super Trofeo. Di titik pengereman pertama, mobil mengalami oversteer, dan Kimi mengendalikannya dengan mulus. “Saat itulah saya sadar betapa berbakatnya dia,” kata Marco kepada Gazzetta.
Mercedes mengumumkan Antonelli bergabung dengan program juniornya pada 2019, ketika ia berusia 12 tahun. Sesudahnya, rapor juniornya nyaris tanpa celah: juara Eropa gokart kelas OK dua kali, juara F4 Italia 2022 dengan rekor 13 kemenangan sebagai debutan, juara ADAC F4 pada tahun yang sama, lalu juara Formula Regional Timur Tengah dan Eropa pada 2023.
Mercedes kemudian melompatkannya ke Formula 2 bersama Prema pada 2024, dan musim itu ia finis keenam dengan dua kemenangan. Hasil itu cukup bagi Wolff untuk menjadikannya pengganti Lewis Hamilton yang pindah ke Ferrari. Antonelli memulai debut di GP Australia 2025 dalam usia 18 tahun, lalu menutup musim pertamanya di posisi ketujuh dengan 150 poin dan tiga podium, di Kanada, São Paulo, dan Las Vegas.
Musim 2026, musim pertama regulasi baru, mengubah segalanya. Kemenangan pertamanya datang di China dari pole position, yang menjadikannya polesitter termuda dalam sejarah F1. Usai GP Jepang, ia menjadi pemimpin klasemen termuda, pada usia 19 tahun 216 hari, menurut Yahoo Sports. Kemenangan berikutnya menyusul di Miami, Kanada, Monaco, Belgia, Monza, dan Madrid.
Matematikanya sederhana tapi tidak murah. Antonelli harus menang di Circuit of the Americas, sementara Russell harus finis kesembilan atau lebih buruk dan Hamilton, kini di Ferrari, kelima atau lebih buruk, tulis Sky Sports dan RacingNews365. Jika poin sampai sama, Antonelli tetap unggul karena kemenangan kesembilannya tak akan bisa dikejar Russell, yang baru punya tiga kemenangan.
Skenario itu tidak mustahil. Di Singapura, balapan terakhir sebelum Austin, Russell hanya finis kesembilan sementara Antonelli naik podium ketiga di belakang pemenang Max Verstappen, seperti dilaporkan 20FIT dalam hasil GP Singapura 2026. Kalau gagal di Texas, kesempatan berikutnya ada di Mexico City pada 30 Oktober hingga 1 November, kata Yahoo Sports.
Wolff menolak berhitung terlalu jauh. “Saya mengingatkan diri sendiri bahwa ini balap motor, dan hal-hal gila pernah terjadi,” katanya kepada wartawan, seperti dikutip PlanetF1. Ia menyebut skenario Austin “bukan skenario yang mungkin” dan menegaskan target timnya adalah mencetak poin, “entah itu di Meksiko atau Brasil, atau lebih jauh lagi.”
Antonelli sendiri memilih nada serupa. “Saya tahu ini sudah sangat dekat, saya tahu gelarnya ada di sana, tapi saya hanya perlu memastikan terus melakukan yang terbaik,” katanya, dikutip Sky Sports.
Italia, negeri Ferrari, sudah 73 tahun tak punya juara dunia F1. Hanya dua orang Italia yang pernah juara, Giuseppe Farina dan Alberto Ascari, dan Antonelli akan menjadi yang pertama melakukannya bersama tim non-Italia, catat Yahoo Sports. Ia juga akan menjadi juara pertama yang lahir pada era 2000-an.

Di Turin, harian Tuttosport sudah mulai memetakan generasi sesudahnya: Leonardo Fornaroli, juara F3 2024 dan F2 2025 yang kini di program McLaren; Gabriele Minì di Akademi Alpine; Matteo De Palo di F3; hingga Niccolò Perico, juara dunia gokart OK-N Junior berusia 12 tahun yang sudah dikontrak Mercedes. Harian itu juga mengutip Nico Rosberg, juara dunia 2016, yang menyebut Antonelli sudah membalap “di level Schumacher.”
Pujian semacam itu tidak berarti tanpa catatan. Sebagian dominasi Antonelli lahir dari mobil Mercedes yang paling kompetitif di bawah regulasi 2026, dengan tim itu memenangi 11 dari 17 balapan, delapan di antaranya oleh Antonelli, menurut Yahoo Sports. Namun mobil yang sama juga dikendarai Russell, pebalap berpengalaman yang kini tertinggal tiga digit poin. Untuk gambaran persaingan sebelum Austin, baca juga Antonelli di Ambang Juara Dunia F1 2026.
Kembali ke Bologna dan San Marino, keluarga Antonelli tetap menjaga jarak dari hiruk-pikuk. Ditanya soal gelar, Marco menjawab singkat: “Kami tidak memikirkan gelar.” Lalu apa harapannya untuk sang anak? “Pertama dan terutama, kesehatan,” katanya kepada Gazzetta.
Bayi yang menangis tak mau melepaskan setir di Sarno itu kini memegang kemudi mobil tercepat di grid. Austin mungkin terlalu cepat, seperti kata Wolff. Tetapi dengan enam balapan tersisa dan keunggulan 102 poin, pertanyaannya bukan lagi apakah Antonelli akan menjadi juara dunia, melainkan di kota mana ia akan merayakannya.
Antonelli lahir 25 Agustus 2006. Jika mengunci gelar di GP Amerika Serikat pada 25 Oktober 2026, ia berusia 20 tahun 61 hari dan menjadi juara dunia termuda, memecahkan rekor Sebastian Vettel (23 tahun 134 hari, 2010).
Ia harus menang di Circuit of the Americas, sementara George Russell finis kesembilan atau lebih buruk dan Lewis Hamilton finis kelima atau lebih buruk. Jika tidak, peluang berikutnya ada di GP Meksiko.
Ayahnya Marco Antonelli, mantan pebalap mobil sport sekaligus pemilik tim AKM Motorsport yang berbasis di San Marino dan berlaga di F4 Italia serta GT.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…