Mahasiswa semester empat dari Kediri itu mencetak sejarah di Praha. Kini Putra Tri Ramadani peringkat dua klasemen lead putra dunia, jelang seri penutup di Santiago.

Skornya 43. Neo Suzuki dari Jepang, pemanjat yang sepanjang musim nyaris tak tersentuh, berhenti di 39. Di Praha awal Juni lalu, Putra Tri Ramadani — mahasiswa semester empat dari Kediri, Jawa Timur — menjadi atlet Indonesia pertama yang menang nomor lead di World Climbing Series, menurut Metro TV.
Empat bulan kemudian, ia bukan lagi kejutan. Menjelang seri penutup di Santiago, Chile, 23–25 Oktober, Ramadani duduk di peringkat kedua klasemen lead putra dengan 3.370 poin, hanya di belakang Suzuki yang mengumpulkan 4.130 poin, berdasarkan tabel Wikipedia yang belum memasukkan Santiago.

Ringkasnya: Putra Tri Ramadani peringkat dua klasemen lead putra World Climbing Series 2026 (3.370 poin), terpaut 760 poin dari Neo Suzuki. Seri penutup di Santiago, Chile, berlangsung 23–25 Oktober dengan final lead putra pada 25 Oktober.
Musimnya naik tangga pelan-pelan. Ia finis ke-9 di Wujiang, menang di Praha, keempat di Innsbruck, lalu meraih perunggu di Chamonix dan Koper, menurut Wikipedia. Di Praha, laporan RCTI+/Sindonews mencatat ia mengalahkan Suzuki (39) dan Jakob Schubert dari Austria (37) di final melawan pemanjat-pemanjat terbaik dunia.
Di Koper, La Crux melaporkan Suzuki menang untuk ketiga kalinya musim ini di rute yang membuat sebagian besar finalis jatuh lebih awal; Ramadani meraih perunggu, di belakang Satone Yoshida.

Selisih 760 poin di klasemen membuat jarak itu nyata, bukan mustahil. Santiago menjadi seri terakhir musim sekaligus pertama World Climbing Series di Chile, menurut halaman resmi World Climbing. Kualifikasi lead putri berlangsung 23 Oktober, kualifikasi putra 24 Oktober, lalu semifinal dan final lead pada 25 Oktober; jadwal resmi tidak mencantumkan zona waktu.
Nomor speed berjalan paralel dengan final pada 24 Oktober. Di nomor itu Indonesia punya cerita sendiri: Veddriq Leonardo menang di Chamonix dengan 4,89 detik, mengalahkan rekan senegara Antasyafi Robby Al Hilmi, lapor Jawa Pos. Untuk konteks speed nasional, baca Panjat Tebing Speed Indonesia 2026.
Di nomor lead, pemanjat berusaha mencapai pegangan setinggi mungkin pada satu rute dalam batas waktu; skor mencerminkan pegangan tertinggi yang berhasil dikontrol. Skor 43 di Praha berarti Ramadani melaju lebih tinggi di dinding daripada Suzuki, yang berhenti di 39. Satu pegangan bisa menentukan emas atau perak.
Di sektor putri, Annie Sanders (AS) memimpin dengan 4.415 poin setelah menang di Wujiang, Praha, dan Chamonix, disusul Seo Chae-hyun (Korea Selatan) 3.565 dan Janja Garnbret (Slovenia) 2.805, menurut Wikipedia. Garnbret, kata La Crux, telah mengakhiri musim lead-nya di Koper.
Ia dikenal dengan sapaan Srondeng, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya semester empat, menurut Good News from Indonesia. Tahun lalu, di Koper 2025, ia baru finis keenam. Setahun kemudian, ia berdiri di podium yang sama.
Di Santiago, Ramadani tidak harus menjadi juara untuk menjaga musimnya tetap bersejarah. Tetapi di dinding lead, satu rute yang ditaklukkan cukup untuk mengubah seluruh klasemen. panjat tebing adalah olahraga yang menghukum keraguan dan menghadiahi kenekatan.
Pemanjat Indonesia asal Kediri yang menjadi atlet Indonesia pertama menang nomor lead di World Climbing Series (Praha 2026).
23–25 Oktober 2026; final lead pada 25 Oktober.
Peringkat kedua lead putra dengan 3.370 poin setelah Koper, di belakang Neo Suzuki (4.130).
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Choose what this story was worth to you.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…