Panjat Tebing Speed Indonesia 2026 Dipimpin Desak Made
Panjat tebing speed Indonesia menutup 2026 dengan deretan hasil yang menempatkannya di papan atas dunia. Desak Made Rita Kusuma Dewi merebut emas speed putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada final 30 September di Port Messe Nagoya, Jepang, dengan catatan 6,062 detik, hanya 0,00…
Panjat tebing speed Indonesia menutup 2026 dengan deretan hasil yang menempatkannya di papan atas dunia. Desak Made Rita Kusuma Dewi merebut emas speed putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada final 30 September di Port Messe Nagoya, Jepang, dengan catatan 6,062 detik, hanya 0,002 detik di depan Deng Lijuan dari China. Veddriq Leonardo menjuarai World Climbing Series Chamonix, Prancis, pada 11 Juli 2026 waktu setempat. Tinjauan musim ini memakai data resmi World Climbing per 15 Oktober 2026.
Baca Cepat
- Desak Made juara speed putri Asian Games 2026 dengan 6,062 detik, unggul 0,002 detik dari Deng Lijuan, sekaligus mencetak rekor Asian Games dan rekor Asia.
- Indonesia membawa pulang empat dari 12 emas individual speed World Climbing Series 2026: Desak di Krakow dan Chamonix, Veddriq Leonardo di Chamonix, Antasyafi Robby Al Hilmi di Guiyang.
- Desak sempat menjadi peringkat satu dunia pada awal Juli dengan 3.670 poin; per 15 Oktober ia peringkat dua dengan 3.370 poin, di bawah Emma Hunt (3.656 poin).
- Veddriq tersingkir di semifinal Asian Games dengan 4,95 detik, Aditya Tri Syahria didiskualifikasi karena false start di final, dan Indonesia peringkat dua klasemen tim speed putra dan putri, di bawah China.
Emas Asian Games Ditentukan 0,002 Detik di Nagoya
Final speed putri digelar pada 30 September 2026 dengan format empat lajur. Empat pemanjat berebut emas: Deng Lijuan dan Zhou Yafei dari China, Jeong Jimin dari Korea Selatan, serta Desak Made. Zhou terkena false start, sehingga ketiga pesaingnya sudah memastikan medali dan tinggal berebut warna. Tanpa false start lagi, Desak menyentuh pad finis pada 6,062 detik, Deng pada 6,064 detik, dan Jeong meraih perunggu dengan 6,18 detik, menurut laporan resmi World Climbing. Waktu itu menjadi rekor baru Asian Games sekaligus rekor Asia.
Perjalanan Desak ke final terbilang mulus. Ia lolos sebagai pemanjat ketiga tercepat di kualifikasi, lalu memenangi perempat final (6,39 detik) dan semifinal (6,36 detik), sementara rekan senegaranya, Berthdigna Devi Surya Kusuma, ikut menembus semifinal. Seusai laga, Desak mengaku tidak menyangka bisa memecahkan rekor dan berharap capaian itu menjadi batu loncatan. Emas ini juga membuatnya mempertahankan gelar yang ia raih pada Asian Games edisi sebelumnya di China tahun 2023. Kronologi finalnya bisa dibaca di laporan kami tentang final speed putri.
Jejak Desak Made: Dua Emas Seri dan Peringkat Satu yang Sempat Direbut
Emas Nagoya bukan kejutan yang datang tiba-tiba. Desak juara World Climbing Series Krakow, Polandia, pada awal Juli, lalu sepekan kemudian mengulanginya di Chamonix dengan 6,22 detik atas Giulia Randi dari Italia (6,51 detik), kemenangan keduanya beruntun. Hasil di Krakow mengantarnya ke puncak peringkat dunia speed putri dengan 3.670 poin, menurut RRI pada 8 Juli. Pelatih speed nasional Galar Pandu Asmoro menilai posisi itu menambah kepercayaan diri atlet menjelang Asian Games.
Posisi itu tidak bertahan. Desak tidak tampil di dua seri China pada September, Guiyang dan Chongqing, sedangkan Emma Hunt dari Amerika Serikat menambah poin di keduanya dan menang di Chongqing. Dalam daftar peringkat dunia World Climbing per 15 Oktober 2026, Hunt memimpin dengan 3.656 poin, disusul Desak dengan 3.370 poin dan Polina Khalkevych dari Ukraina dengan 3.075 poin. Peringkat bergerak setiap seri digelar, jadi status Desak paling tepat disebut pernah menjadi nomor satu dunia dan kini bertengger di dua besar. Speed menuntut daya ledak tungkai, koordinasi, dan fokus dalam hitungan detik. Bagi pembaca yang ingin mencoba panjat tebing, mulailah dari gym panjat dengan sepatu yang pas dan pendampingan instruktur; dua perlengkapan berikut bisa menjadi referensi awal, dengan catatan peralatan keselamatan untuk memanjat di ketinggian tetap harus bersertifikat.


Veddriq Leonardo: Emas Chamonix, Terhenti di Semifinal Nagoya
Musim Veddriq Leonardo dibayangi cedera. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu dibekap cedera sejak Olimpiade dan mengaku nyaris tidak menyentuh dinding saat latihan sebelum berlomba di Madrid, Krakow, dan Chamonix. Di Chamonix ia lolos kualifikasi dengan 4,86 detik, menyingkirkan Samuel Watson dari Amerika Serikat dan pemegang rekor dunia Zhao Yicheng dari China, lalu menang di final atas rekan setimnya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dengan 4,89 detik berbanding 5,11 detik. Itu emas pertamanya sejak Olimpiade. Malam itu Indonesia membawa pulang tiga dari enam medali speed yang diperebutkan, dua di antaranya emas.
Asian Games berakhir lain. Veddriq menempati peringkat lima di kualifikasi dengan 4,781 detik, tetapi di semifinal 1 Oktober ia finis ketiga dengan 4,95 detik, di belakang Aditya Tri Syahria (4,786 detik) dan Damir Toktarov dari Kazakhstan (4,789 detik), sehingga langkahnya terhenti. Emas putra direbut Chu Shouhong dari China (4,71 detik), diikuti Reza Alipour Shenazandifard dari Iran (5,36 detik) dan Toktarov (7,34 detik). Per 15 Oktober, Veddriq berada di peringkat sembilan dunia dengan 2.017 poin. Kronologi lengkapnya ada di laporan kami tentang final speed putra.
Gelombang Baru: Robby Al Hilmi dan Aditya Tri Syahria
Lonjakan terbesar datang dari Antasyafi Robby Al Hilmi. Di Guiyang, China, pada 11 September, ia meraih emas pertama dalam kariernya di seri ini lewat rekor pribadi 4,65 detik di final, mengalahkan Ling Yongzhi (4,75 detik) dan Chu Shouhong (4,80 detik). Pada pembaruan RRI 8 Juli, Robby masih berada di peringkat 16 dunia dengan 1.545 poin; kini ia peringkat tiga dengan 3.426 poin. Raharjati Nursamsa naik dari peringkat tujuh ke empat (3.005 poin), Veddriq dari 22 ke sembilan, dan Aditya dari 26 ke 15.
Aditya mengalami hari yang manis sekaligus pahit di Nagoya. Pada kualifikasi 30 September ia mencatat 4,62 detik, rekor baru Asian Games yang memecahkan 4,95 detik milik Veddriq di Hangzhou, lalu memenangi semifinal hanya 0,003 detik di depan Toktarov. Namun di final empat pemanjat, 1 Oktober, ia bergerak terlalu cepat, terkena false start, dan didiskualifikasi dari balapan, sehingga Indonesia pulang tanpa medali speed putra. Speed tidak memberi kesempatan kedua: Desak menang dengan selisih 0,002 detik, sedangkan Aditya gugur karena bergerak sepersekian detik terlalu dini.
Seberapa Dominan Indonesia? Hitungan Emas Musim 2026
Jika emas individual di enam seri speed World Climbing Series 2026 yang sudah digelar dihitung, yaitu Wujiang, Madrid, Krakow, Chamonix, Guiyang, dan Chongqing, Indonesia membawa pulang empat dari 12 emas: dua dari Desak, satu dari Veddriq, dan satu dari Robby. China dan Amerika Serikat masing-masing tiga, sedangkan Jepang dan Polandia masing-masing satu. Indonesia terbanyak, tetapi bukan penguasa tunggal.
Kedalaman skuad menunjukkan gambaran berbeda. Di klasemen tim World Climbing per 15 Oktober, Indonesia peringkat dua di speed putra (9.099 poin) dan putri (7.140 poin), di bawah China (11.300 dan 8.175 poin). Puncak peringkat dunia perorangan pun masih dipegang atlet Amerika Serikat dan Jepang, yaitu Emma Hunt pada putri dan Ryo Omasa (3.600 poin) pada putra. Dengan kata lain, 2026 adalah tahun Indonesia masuk lingkaran terdepan, bukan tahun tanpa pesaing.
Santiago dan Pelajaran bagi Penggemar Panjat Tebing
Pekan ini World Climbing Series berpindah ke nomor boulder di Salt Lake City, Amerika Serikat, 16 hingga 18 Oktober, tanpa speed. Speed kembali di seri penutup Santiago, Chile, 23 hingga 25 Oktober, dengan final pada 24 Oktober, yang akan menobatkan juara seri speed 2026. Di klasemen seri, Desak ketiga dengan 3.070 poin, hanya lima poin di bawah Khalkevych dan 566 poin di belakang Hunt, sedangkan Robby ketiga di putra dengan 3.409 poin, 191 poin dari Omasa. Karena satu emas bernilai 1.000 poin, urutan teratas masih bisa berubah.
Bagi penggemar, musim ini mengingatkan bahwa speed diputuskan oleh disiplin di garis start dan keberanian di setiap pegangan. Bagi yang ingin menjajal panjat tebing sebagai olahraga kebugaran, latih kekuatan tungkai, jari, dan inti tubuh secara bertahap, jangan lewatkan pemanasan, dan baca profil Desak Made serta Veddriq Leonardo untuk inspirasi.
Artikel ini dirangkum dari:
- World Climbing, laporan resmi Asian Games hari kedua: final speed putri dan kualifikasi speed putra tautan
- World Climbing, hasil resmi speed Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (putra dan putri, pilih tab Final) tautan
- World Climbing, laporan World Climbing Series Chamonix 2026: emas Desak dan Veddriq tautan
- RRI, Desak Made naik ke peringkat satu dunia speed (8 Juli 2026) tautan
- World Climbing, peringkat dunia, klasemen seri, dan klasemen tim speed, diakses 15 Oktober 2026 tautan
- Wikipedia, 2026 World Climbing Series: rekap medali tiap seri, dicek silang dengan laporan resmi World Climbing tautan