Alwi Farhan, dari Juara Dunia Junior ke 10 Besar Dunia
Home / Bulu Tangkis

Alwi Farhan, dari Juara Dunia Junior ke 10 Besar Dunia

Juara dunia junior 2023 itu kini memegang dua gelar Super 500 dan menembus 10 besar dunia. Profil Alwi Farhan, penerus tunggal putra Indonesia.

On this page

    Di gim ketiga, angka 18-18, Alwi Farhan tidak lagi berpikir soal peringkat. Di seberang net Arena Grand Paris, Lin Chun-yi dari Taiwan terus menghujamkan smes yang menurut Alwi “sangat kencang”. Tiga reli kemudian, skor akhir tercatat 21-16, 13-21, 21-18, dan pemuda 21 tahun dari Surakarta itu mengaku, dengan kejujuran yang jarang terdengar dari atlet, bahwa ada “sedikit keberuntungan” di balik kemenangannya.

    Pengakuan itu, yang dikutip Okezone pada Kamis (22/10/2026), merangkum musim Alwi: dua gelar Super 500, debut di 10 besar dunia, tetapi juga rentetan kekalahan dini yang membuatnya belajar menerima kritik. Di saat dua senior, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, kini berada di akhir usia 20-an, Alwi adalah nama yang paling sering disebut sebagai penerus tunggal putra Indonesia.

    Ringkasnya: Alwi Farhan (21) adalah juara dunia junior 2023 yang pada 2026 menjuarai Indonesia Masters dan Australian Open, lalu menembus 10 besar peringkat dunia BWF untuk pertama kalinya. Ia dilatih Indra Wijaya di Pelatnas PBSI dan kini menjadi tumpuan regenerasi tunggal putra Indonesia.

    Dari Spokane ke Pelatnas: siapa Alwi Farhan?

    Alwi Farhan Alhasny lahir di Surakarta pada 12 Mei 2005. Namanya mulai dikenal publik pada Oktober 2023, ketika ia menaklukkan unggulan ketiga asal China, Hu Zhe’an, dalam tiga gim selama 65 menit di final Kejuaraan Dunia Junior BWF di The Podium, Spokane, Amerika Serikat. Menurut Metro TV News, itu gelar tunggal putra pertama Indonesia di ajang tersebut sejak kejuaraan digelar pada 1992.

    Reaksinya kala itu sudah menunjukkan watak yang kini dikenal pelatihnya. “Saya tidak menyangka bisa sampai di sini,” kata Alwi. “Tetapi saya tidak boleh cepat puas, karena ini baru juara level junior.”

    Alwi Farhan bertanding di babak 32 besar French Open 2026 melawan Lin Chun-yi
    Alwi Farhan butuh tiga gim untuk menyingkirkan Lin Chun-yi di French Open 2026. Foto: Bola.com

    Transisi ke level senior tidak instan. Gelar senior pertamanya datang di Indonesia International pada September 2023, disusul Indonesia Masters Super 100 pada November 2024. Lompatan berarti terjadi pada Agustus 2025, ketika ia menjuarai Macau Open Super 300. CNN Indonesia saat itu menyebutnya harapan baru tunggal putra. Akhir tahun itu ia menutup musim di peringkat 17 dunia dan merebut emas tunggal putra SEA Games 2025.

    Musim 2026: dua gelar Super 500 dan debut di 10 besar dunia

    Tahun ini dibuka dengan adegan yang akan lama diingat penonton Istora Senayan. Pada 25 Januari 2026, Alwi menghancurkan Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand 21-5, 21-6 di final Indonesia Masters, turnamen level Super 500. Final itu nyaris tanpa perlawanan, dan Istora berdiri untuk pemain tuan rumah yang belum genap 21 tahun.

    Gelar kedua datang dari Sydney. Pada 14 Juni 2026, di Quaycentre, Alwi mengalahkan Dong Tianyao dari China 21-13, 21-13 di final Australian Open, seperti dilaporkan Antara. Kemenangan itu membawanya ke puncak klasemen BWF World Tour dan, untuk pertama kalinya, ke 10 besar peringkat dunia, tulis CNN Indonesia.

    • Nama lengkap: Alwi Farhan Alhasny, lahir di Surakarta, 12 Mei 2005
    • Pelatih: Indra Wijaya, pelatih kepala tunggal putra utama Pelatnas PBSI
    • Juara Dunia Junior 2023: Spokane, AS, mengalahkan Hu Zhe’an (China) dalam tiga gim
    • Indonesia Masters 2026 (Super 500): juara, 21-5, 21-6 atas Panitchaphon Teeraratsakul, 25 Januari
    • Australian Open 2026 (Super 500): juara, 21-13, 21-13 atas Dong Tianyao, 14 Juni
    • French Open 2026: menang 21-16, 13-21, 21-18 atas Lin Chun-yi di babak 32 besar

    Sydney juga punya makna yang lebih personal. Beberapa pekan sebelumnya, Indonesia tersingkir di fase grup Piala Thomas, dan Alwi termasuk pemain yang menjadi sasaran kritik. Usai final, ia justru berterima kasih. “Saya terima kasih buat semua yang sudah mengkritik,” katanya, seperti dikutip Okezone. “Memang ini perjalanan yang harus saya temukan, enggak mudah dan cukup banyak rintangannya.”

    Indra Wijaya, pelatih yang ia sebut “bapak”

    Di balik lonjakan itu berdiri Indra Wijaya, pelatih kepala tunggal putra utama Pelatnas PBSI. Sebagai pemain, Indra aktif berkompetisi dan ikut membawa Indonesia meraih Asia Cup dan SEA Games 1997. Namun, menurut Jawa Pos, ia tak pernah juara di Istora pada level senior. Satu-satunya podium tertingginya di gedung itu datang dari Kejuaraan Dunia Junior 1991.

    Gelar Alwi di Indonesia Masters menuntaskan rasa penasaran tersebut. “Saya sekarang juara di sini, tapi bukan saya, anak saya (anak didik) yang juara,” kata Indra kepada Jawa Pos. Alwi membalas dengan kalimat yang lebih emosional: “Koh Indra sudah menjadi bapak saya. Walaupun kita tidak ada darah yang menyatu, tapi hati kita selalu menyatu.”

    Alwi Farhan seusai menjuarai Australian Open 2026 di Quaycentre, Sydney
    Alwi Farhan menjuarai Australian Open 2026, gelar Super 500 keduanya musim ini. Foto: Antara

    Pesan Indra kepada muridnya sederhana: “Lebih percaya diri, stay humble, terus berusaha yang terbaik karena masih banyak lagi lah lawan yang perlu dikalahkan.” Pesan itu terbukti relevan, karena paruh kedua musim tidak semulus paruh pertama.

    Paruh kedua yang lebih berat

    Setelah Sydney, grafik Alwi naik-turun. Ia kalah di babak kedua Indonesia Open dari seniornya, Jonatan Christie, dan terhenti di perempat final Japan Open, meski di Tokyo ia sempat memutus rentetan kekalahan dari Alex Lanier. Di Asian Games 2026 ia membawa pulang emas beregu putra, tetapi di nomor perorangan ia dihentikan Kunlavut Vitidsarn di semifinal dan pulang dengan perunggu. Ia juga tersingkir di babak pertama China Open dan perempat final Denmark Open.

    Polanya mudah dibaca: Alwi sudah bisa memenangi turnamen Super 500, tetapi belum menembus final di level Super 750 dan Super 1000, kasta yang dihuni Kunlavut, Shi Yuqi, dan Anders Antonsen. Usai juara di Istora, ia sendiri menyebut target berikutnya adalah turnamen level 750 dan 1000, Kejuaraan Dunia, Asian Games, dan pada akhirnya Olimpiade, sebagaimana dilaporkan Metro TV News.

    Di Paris, kemenangan atas Lin Chun-yi menunjukkan sisi lain dari kedewasaannya. Alwi mengaku sulit menemukan cara mengantisipasi serangan lawan. “Saya harus selalu membatasi bola atasnya dan memang harus siap lebih capek,” katanya kepada Okezone. Kalimat itu terdengar seperti catatan latihan, bukan keluhan.

    Kenapa Alwi penting bagi tunggal putra Indonesia

    Indonesia punya tradisi panjang di nomor ini, dari Rudy Hartono hingga Taufik Hidayat. Namun, dalam beberapa musim terakhir, beban berada di pundak Jonatan dan Ginting, dua pemain yang kini berusia di atas 28 tahun. Kehadiran Alwi, bersama rekan segenerasinya Moh. Zaki Ubaidillah, memberi PBSI kedalaman yang sempat hilang. Keduanya bahkan bertemu di final SEA Games 2025, yang dimenangi Alwi.

    Bagi pembaca yang mengikuti perjalanan tim Indonesia musim ini, konteksnya bisa dilihat dari daftar 14 wakil Indonesia di French Open 2026 dan kejutan Ubed yang menyingkirkan Jonatan di Paris. Dua cerita itu menunjukkan bahwa pergantian generasi tunggal putra bukan lagi wacana.

    Yang belum terjawab adalah apakah Alwi bisa mengubah konsistensi di level Super 500 menjadi gelar di panggung terbesar. Usai juara di Sydney, ia memberi jawabannya sendiri, dalam kalimat yang kini terdengar seperti moto: “Perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya.”

    Pertanyaan Umum

    Siapa Alwi Farhan?

    Alwi Farhan Alhasny adalah pebulu tangkis tunggal putra Indonesia kelahiran Surakarta, 12 Mei 2005. Ia juara dunia junior 2023 dan kini berada di 10 besar peringkat dunia BWF.

    Gelar apa saja yang diraih Alwi Farhan pada 2026?

    Alwi menjuarai Indonesia Masters 2026 (Super 500) di Istora Senayan pada Januari dan Australian Open 2026 (Super 500) di Sydney pada Juni. Ia juga runner-up Swiss Open 2026.

    Siapa pelatih Alwi Farhan?

    Alwi ditangani Indra Wijaya, pelatih kepala tunggal putra utama Pelatnas PBSI. Alwi menyebut Indra sudah seperti ayahnya sendiri.

    Sumber

    1. Menang Dramatis, Alwi Farhan Mengaku Beruntung Lolos ke 16 Besar French Open 2026 — Okezone, 22 Oktober 2026
    2. Rekap Hasil French Open 2026: Alwi Farhan Peras Keringat, Raymond/Joaquin Tumbangkan Sabar/Reza — Bola.com, 21 Oktober 2026
    3. Tuntaskan Rasa Penasaran Juara di Istora! Indra Wijaya Antar Alwi Farhan Naik Podium Tertinggi Indonesia Masters 2026 — Jawa Pos, 26 Januari 2026
    4. Alwi segel gelar juara Australian Open 2026 — Antara, 14 Juni 2026
    5. Alwi Ranking 1 BWF World Tour dan Tembus 10 Besar Dunia — CNN Indonesia, 19 Juni 2026
    6. Juara Australia Open 2026, Alwi Farhan Ucapkan Terima Kasih kepada Pengkritik — Okezone via RCTI+, 14 Juni 2026
    7. Alwi Catat Sejarah Tunggal Putra Indonesia Pertama Juara Dunia Junior — Metro TV News, 9 Oktober 2023
    8. Alwi Farhan Bidik Olimpiade Usai Juara Indonesia Masters 2026 — Metro TV News, Januari 2026
    9. Profil Alwi Farhan: Juara Macau Open, Harapan Tunggal Putra Indonesia — CNN Indonesia, 3 Agustus 2025
    10. Alwi Farhan — Wikipedia, diakses 22 Oktober 2026

    Was this story useful?

    Keep reading

    Explore the Ecosystem

    Satu akun untuk klinik, kelas, membership, dokter, coach, dan tiket event.

    All ›

    Book Your Session by Location

    Pilih kebutuhanmu, kami tunjukkan lokasinya.

    All ›
    Share on XWhatsApp