KAI Properti Buka Railley Padel Juanda di Tengah Razia Lapangan
Home / Business

KAI Properti Buka Railley Padel Juanda di Tengah Razia Lapangan

KAI Properti membuka Railley Padel Jakarta Juanda dengan empat lapangan di Jakarta Pusat, saat Pemprov DKI menertibkan lapangan padel tanpa izin.

On this page

    Sebuah lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi di Jalan Ir. H. Djuanda, Jakarta Pusat, yang lama dikenal sebagai aset, kini punya fungsi baru: empat lapangan padel yang buka setiap hari sejak pukul 06.00. Pengelolanya bukan operator padel biasa, melainkan KAI Properti, anak usaha PT Kereta Api Indonesia, yang membuka Railley Padel Jakarta Juanda pada 6 Oktober 2026.

    Pembukaan itu terjadi di tengah tahun yang tidak ramah bagi pemain lama. Sejak Februari, Pemprov DKI Jakarta menutup pintu izin baru di kawasan perumahan dan menertibkan ratusan lapangan. Railley menunjukkan ke mana investasi padel Ibu Kota bergeser: ke lahan komersial dekat kantor, dengan aturan main yang lebih jelas.

    Ringkasnya: Lapangan padel baru di Jakarta kini hanya boleh berdiri di zona komersial, sementara ratusan lapangan lama diperiksa izinnya. Railley Padel Jakarta Juanda, milik KAI Properti, menjadi contoh pemain korporasi yang masuk dengan lahan aset, jam operasional panjang, dan target pekerja kantoran.

    Apa yang dibangun KAI Properti di Juanda?

    Menurut Good News From Indonesia, pembangunan berlangsung dari 18 Januari hingga 30 Agustus 2026. Lapangan beroperasi pukul 06.00 sampai 22.00 WIB, dilengkapi ruang VIP, musala, loker, area mandi, persewaan raket, serta parkir mobil dan motor. Sasarannya jelas: pekerja kantoran dan komunitas olahraga.

    Manajer Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan pengembangan aset perlu melihat aktivitas yang tumbuh di sekitarnya. Menurut dia, potensi itu diterjemahkan menjadi fungsi komersial yang relevan, dan Juanda menjadi contoh bagaimana lokasi, pasar, dan kebutuhan masyarakat dipertemukan.

    Lapangan padel di Jakarta pada Februari 2026
    Lapangan padel di Jakarta. Foto: BeritaJakarta

    Artikel itu tidak merinci status perizinan atau tarif sewa lapangan. Yang tercatat hanyalah model bisnisnya: aset lama diubah menjadi tempat olahraga yang dipesan per jam.

    Seberapa ketat aturan padel di Jakarta sekarang?

    Pada 24 Februari 2026, Gubernur Pramono Anung menghentikan izin baru lapangan padel di zona perumahan. Lapangan baru, kata dia, harus berada di zona komersial. Menurut BeritaJakarta, lapangan yang sudah berizin di kawasan perumahan wajib tutup paling lambat pukul 20.00 dan memasang peredam suara. Pembangunan di ruang terbuka hijau juga dilarang.

    Datanya mencolok. Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, Vera Revina Sari, menyebut per 23 Februari ada 397 lapangan padel di Jakarta. Sebanyak 185 di antaranya belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), seperti dikutip JawaPos.com dari Antara. Gubernur menegaskan lapangan tanpa PBG bisa dihentikan, dibongkar, dan dicabut izin usahanya.

    Sejumlah warga berolahraga padel di sebuah lapangan di Jakarta, 20 Februari 2026
    Warga bermain padel di Jakarta, 20 Februari 2026. Foto: Hanung Hambara/JawaPos.com

    Penindakan berjalan. Republika melaporkan, hingga awal Maret, Pemprov memberi sanksi kepada 206 lapangan. Rinciannya, menurut MerahPutih, 110 di Jakarta Selatan, 40 di Jakarta Timur, 31 di Jakarta Barat, 18 di Jakarta Utara, dan 7 di Jakarta Pusat. Sanksi berkisar dari peringatan tertulis hingga penyegelan.

    Kenapa warga memprotes lapangan padel?

    Pemicunya konkret. Kantor berita Antara mencatat warga Pulomas, Jakarta Timur, mengeluhkan teriakan, bunyi bola, dan parkir liar; mereka menggugat izin bangunan ke PTUN. Di Haji Nawi Raya, Cilandak, seorang warga menyebut kebisingan melewati 70 desibel. Mediasi pada 31 Januari 2026 buntu setelah pengelola menolak memasang peredam.

    Di sisi lain, minat pasar tidak surut. Laporan Strategy& dan Playtomic, seperti ditulis Fortune Indonesia, memproyeksikan jumlah lapangan padel dunia mencapai sekitar 70.000 pada akhir 2026, tumbuh 17 persen per tahun.

    Fakta kunci Railley Padel Jakarta Juanda

    • Pengelola: KAI Properti
    • Lokasi: Jl. Ir. H. Djuanda No. 1 C, Jakarta Pusat
    • Luas lahan: sekitar 2.500 m², empat lapangan
    • Dibuka: 6 Oktober 2026; operasional 06.00–22.00 WIB
    • Konteks: 397 lapangan padel di Jakarta (data 23 Februari 2026), 185 tanpa PBG

    Bagi pembaca yang ingin memahami olahraganya lebih dulu, 20FIT sudah membahas aturan golden point padel dan peta bisnis padel Jakarta sebelum aturan baru.

    Pertanyaan berikutnya bukan lagi seberapa cepat lapangan padel bertambah di Jakarta, melainkan siapa yang sanggup membangunnya di tempat yang benar. Dengan lahan komersial terbatas dan pengawasan yang makin rapat, pemain yang punya aset sendiri seperti KAI Properti tampaknya lebih siap menghadapi babak berikutnya.

    Pertanyaan Umum

    Di mana lapangan padel baru boleh dibangun di Jakarta?

    Menurut Gubernur Pramono Anung, lapangan baru hanya boleh berdiri di zona komersial dan perlu persetujuan teknis awal dari Dinas Pemuda dan Olahraga. Pembangunan di zona perumahan, ruang terbuka hijau, dan aset Pemprov dilarang.

    Berapa jumlah lapangan padel di Jakarta?

    Data Dinas Citata DKI per 23 Februari 2026 mencatat 397 lapangan, dengan 212 sudah punya PBG dan 185 belum.

    Kapan Railley Padel Jakarta Juanda dibuka?

    Railley dibuka pada 6 Oktober 2026 di Jalan Ir. H. Djuanda, Jakarta Pusat, dengan empat lapangan yang beroperasi pukul 06.00–22.00 WIB.

    Sumber

    1. Dulu Cuma Aset, Kini Jadi Spot Padel! KAI Properti Sulap 2.500 m² di Juanda — Good News From Indonesia, 8 Oktober 2026
    2. Pramono Bans Construction of New Padel Courts in Residential Areas — BeritaJakarta, 24 Februari 2026
    3. Pemprov DKI Jakarta Catat 185 dari 397 Lapangan Padel di Ibu Kota Tak Punya Izin PBG — JawaPos.com (Antara), 25 Februari 2026
    4. Strategi Pemda DKI hadapi protes warga di tengah euforia padel — Antara, 26 Februari 2026
    5. Hingga Awal Maret, Pemprov Jakarta Berikan Sanksi untuk 206 Lapangan Padel — Republika, 7 Maret 2026
    6. Ganggu Istirahat Warga, 206 Pengelola Lapangan Padel Dikenai Sanksi — MerahPutih, Maret 2026
    7. Semakin Populer, Jumlah Lapangan Padel Dunia Diprediksi Tembus 70 Ribu pada 2026 — Fortune Indonesia, 24 Juni 2025
    Was this story useful?

    Keep reading

    Explore the Ecosystem

    Satu akun untuk klinik, kelas, membership, dokter, coach, dan tiket event.

    All ›

    Book Your Session by Location

    Pilih kebutuhanmu, kami tunjukkan lokasinya.

    All ›
    Share on XWhatsApp