Kembali
BULU TANGKIS 6 min read 2 October 2026

Alwi Farhan Kejar Tiket World Tour Finals, Denmark Open 2026 Jadi Ujian Pertama

Alwi Farhan baru pulang dari Asian Games 2026 dengan emas beregu putra dan perunggu tunggal, lalu langsung menatap Denmark Open, French Open, dan Hylo Open demi tiket BWF World Tour Finals Desember.

Alwi Farhan melangkah lebar menjangkau kok dengan raket pada Kaohsiung Masters 2024 -- foto arsip
Foto: Tony2803.tw/Wikimedia Commons (CC BY 4.0) -- foto arsip Alwi Farhan di Kaohsiung Masters 2024, bukan dari Asian Games 2026 maupun Denmark Open.

Alwi Farhan baru mendarat di Tanah Air, tetapi kalender tidak memberinya waktu untuk berlama-lama merayakan. Tunggal putra berusia 21 tahun itu kembali lewat Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada pergantian September ke Oktober, membawa emas beregu putra dan perunggu nomor perorangan Asian Games 2026, lalu langsung mengalihkan fokus ke tur Eropa yang dibuka Denmark Open 2026 di Odense, 13-18 Oktober. Targetnya jelas: menjaga peluang tampil di BWF World Tour Finals pada Desember, yang ia janjikan akan dikejar mati-matian. Tantangannya tidak ringan, karena nama-nama papan atas seperti Kunlavut Vitidsarn, Alex Lanier, dan Chou Tien-chen sudah menghentikannya di turnamen besar tahun ini.

Baca Cepat

  • Alwi Farhan tiba di Soekarno-Hatta pada pergantian September ke Oktober bersama rombongan bulu tangkis Asian Games dan disambut langsung Menpora Erick Thohir; ia membawa pulang emas beregu putra serta perunggu tunggal putra.
  • Jadwal terdekatnya tiga turnamen: Denmark Open (Super 750, 13-18 Oktober), French Open (20-25 Oktober), dan Hylo Open (27 Oktober-1 November), dengan tiket World Tour Finals Desember sebagai tujuan.
  • Musim 2026 Alwi diisi gelar Indonesia Masters (21-5, 21-6 atas Panitchaphon Teeraratsakul) dan Australian Open (21-13, 21-13 atas Dong Tianyao), yang mengantarnya ke 10 besar dunia pada 16 Juni.
  • Undian Denmark Open belum keluar; tahun lalu undian dirilis Selasa sepekan sebelum turnamen, sehingga rilis 2026 diperkirakan sekitar Selasa (6/10).

Alwi Farhan Baru Mendarat, Langsung Bicara Tur Eropa

Alwi bersama rombongan tim bulu tangkis Indonesia kembali ke Tanah Air lewat Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pergantian September ke Oktober. Kontingen disambut langsung Menpora Erick Thohir bersama jajaran Kemenpora dan NOC Indonesia, menurut laporan Kompas. Alwi bersyukur bisa mendarat dengan selamat dan mempersembahkan gelar Nagoya untuk masyarakat Indonesia, sembari berharap hasil itu menjadi kado yang menunjukkan bulu tangkis nasional masih punya harapan setelah prestasi yang belakangan menurun.

Soal agenda berikutnya, ia langsung ke pokok. Alwi dijadwalkan menjalani Denmark Open, French Open, dan Hylo Open, dan menyatakan, “Saya akan kejar mati-matian untuk masuk World Tour Finals.” Kompas menulis ia akan berupaya keras meraih gelar di turnamen-turnamen itu demi menjaga asa tampil di turnamen penutup musim pada Desember.

Suasana kepulangan juga diwarnai cerita ringan. Selebrasi para atlet bulu tangkis yang kompak menunjuk pergelangan tangan setelah emas beregu putra sempat viral dan dikaitkan dengan jam Rolex. Ketika detikSport menanyakan hal itu kepada Menpora Erick Thohir, ia bergurau soal menukar bonus Rp3 miliar dengan Rolex. Alwi sendiri menanggapinya santai: ia memilih uangnya saja sambil tertawa.

Rapor 2026 Alwi: Dua Gelar Super 500 dan Masuk 10 Besar Dunia

Angka-angka tahun ini menjelaskan mengapa Alwi masuk hitungan pengejar tiket Finals. Gelar pertamanya musim ini datang di Indonesia Masters, Istora Senayan, 25 Januari, setelah ia menggulung Panitchaphon Teeraratsakul 21-5, 21-6 hanya dalam 25 menit. Itu gelar Super 500 pertamanya sekaligus satu-satunya gelar tuan rumah di turnamen tersebut. Pada Maret ia melaju ke final Swiss Open dan kalah dari Yushi Tanaka, lalu pada 14 Juni menjuarai Australian Open di Sydney dengan mengalahkan Dong Tianyao 21-13, 21-13. Dua hari kemudian, pembaruan peringkat BWF (16/6) membawanya masuk 10 besar dunia untuk pertama kalinya.

Di Nagoya, Alwi menyumbang kemenangan 23-21, 15-21, 21-16 atas Li Shifeng pada partai ketiga final beregu putra melawan China. Indonesia sempat tertinggal 0-2, lalu menang 3-2 dan mengakhiri puasa emas beregu putra di Asian Games selama 28 tahun. Di nomor perorangan, langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah 13-21, 15-21 dari Kunlavut Vitidsarn pada Senin (28/9), sehingga ia membawa pulang perunggu.

Perlengkapan Pilihan untuk Pemain Lincah
YONEX Badminton Frame Nanoflare 1000 PLAY (4UG5)
Raket seri Nanoflare yang menekankan ayunan cepat, cocok untuk pemain yang mengandalkan kelincahan dan peralihan cepat dari bertahan ke menyerang.
Lihat →
YONEX Badminton Bag PC1-3D-Q014-22926T-SR BT-6
Tas bulu tangkis Yonex untuk membawa raket dan perlengkapan ke lapangan maupun bepergian, praktis untuk jadwal latihan dan turnamen yang berpindah-pindah.
Lihat →
YONEX SHUTTLECOCK – AERO CLUB 11 (12 IN 1)
Satu slop berisi 12 shuttlecock untuk latihan rutin dan bermain santai, berguna untuk memoles pukulan di sela jadwal yang padat.
Lihat →

Peta Lawan di Denmark Open 2026: Tiga Nama yang Menghentikan Alwi

Selama undian belum keluar, rapor 2026 memberi gambaran siapa yang paling merepotkan Alwi jika bertemu di Odense. Kunlavut Vitidsarn dua kali menang dalam dua gim: 21-17, 21-12 pada perempat final All England dan 21-13, 21-15 pada semifinal Asian Games. Alex Lanier, yang kemudian menjadi pemain Prancis pertama yang juara dunia tunggal putra, menang 21-14, 21-11 pada semifinal Singapore Open, 30 Mei. Chou Tien-chen menghentikan Alwi 21-15, 21-15 di perempat final Kejuaraan Dunia, 21 Agustus.

Catatan baiknya, Alwi bukan pemain yang selalu kalah dari nama besar. Ia membalas Chou di babak 16 besar All England dengan skor 21-13, 21-19, lalu mengalahkan Li Shifeng, unggulan pertama, di semifinal Swiss Open dan di final beregu Asian Games. Hasilnya naik turun, tetapi ia punya jawaban untuk lawan berperingkat tinggi. Batas yang belum ia lewati ada di level atas: hasil terbaiknya di turnamen Super 750 ke atas pada 2026 adalah semifinal Singapore Open.

Hitungan Poin Menuju World Tour Finals

Denmark Open berstatus Super 750 dengan total hadiah US$950.000. Juara memperoleh 11.000 poin ranking, finalis 9.350, semifinalis 7.700, dan perempat finalis 6.050. Sebagai pembanding, gelar Indonesia Masters dan Australian Open milik Alwi, keduanya Super 500, masing-masing bernilai 9.200 poin. French Open (20-25 Oktober) berbobot sama dengan Denmark Open, sedangkan Hylo Open berstatus Super 500. Secara hitungan kasar, juara di ketiga turnamen mengantongi 31.200 poin, dan perempat final di Odense (6.050) nyaris menyamai semifinal di turnamen Super 500 (6.420).

World Tour Finals hanya diikuti pemain dan pasangan dengan poin balapan terbaik di tiap sektor, sehingga tiga pekan beruntun ini menjadi kesempatan besar untuk menambah poin. Semakin jauh Alwi melangkah di Odense, semakin besar modal poin yang ia bawa ke French Open dan Hylo Open.

Jadwal Odense dan Hal yang Perlu Ditunggu

Menurut situs resmi turnamen, Denmark Open 2026 digelar di SJF Bank Arena, Odense. Babak pertama berlangsung Selasa (13/10) dan Rabu (14/10), babak kedua Kamis (15/10), perempat final Jumat (16/10), semifinal Sabtu (17/10), dan final Minggu (18/10) pukul 12.00-17.00 waktu setempat atau sekitar 17.00-22.00 WIB. Dengan Arctic Open (6-11 Oktober) berlangsung tanpa wakil Indonesia, Alwi punya jeda sekitar dua pekan sejak semifinal Nagoya sebelum turun di Odense.

Undian belum dirilis. Tahun lalu, undian Denmark Open keluar pada Selasa, 7 Oktober 2025, tepat sepekan sebelum babak pertama, seperti diberitakan TV 2 Denmark. Jika pola itu berulang, susunan babak awal 2026 akan terlihat sekitar Selasa (6/10), dan daftar peserta masih bisa berubah sebelum itu. Selain Alwi, tunggal putra Indonesia dalam daftar entri awal adalah Jonatan Christie, juara bertahan, dan Moh Zaki Ubaidillah.

Denmark Open kali ini juga digelar tanpa tuan rumah Viktor Axelsen, yang mengumumkan pensiun pada April 2026. Bagi Alwi, turnamen ini menjadi ujian pertama setelah rangkaian padat di Nagoya sekaligus pembuka tiga pekan penentu. Yang layak ditunggu adalah apakah konsistensi di level Super 500 bisa naik kelas ke Super 750, dan apakah tubuhnya cukup pulih untuk melewati lawan-lawan yang sudah ia kenal baik.

Artikel ini dirangkum dari:

  • Kompas: Pulang dari Asian Games, Alwi Farhan Alihkan Fokus Menuju Tur Eropa tautan
  • detikSport: Sempat Kasih Kode Jam usai Raih Emas Beregu, Ini Kata Alwi Farhan tautan
  • Kompas: Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Alwi Farhan Kalah, Indonesia Absen di Final Tunggal Putra tautan
  • Tempo: Indonesia’s Alwi Farhan Wins Indonesia Masters 2026 Title tautan
  • Bolasport: Update Ranking BWF – Alwi Farhan Resmi Masuk 10 Besar Dunia, Ubed Naik 9 Tingkat tautan
  • detikSport: Alwi Farhan Petik Pelajaran dari Debut di All England tautan
  • CNN Indonesia: Alwi Usai Menang Atas Chou Tien Chen: Jangan Bangunkan Singa tautan
  • Bolasport: Hasil Semifinal Singapore Open 2026 – Alwi Farhan Terbantai 11-1, Tunggal Putra Indonesia Remuk di Tangan Alex Lanier tautan
  • Bolasport: Rekap Hasil Kejuaraan Dunia 2026 – Patah Hati Alwi Farhan, Indonesia ke Semifinal dengan Wakil Semata Wayang tautan
  • CNN Indonesia: 7 Catatan Menarik Jelang Final Kejuaraan Dunia Badminton 2026 tautan
  • Denmark Open (situs resmi): Schedule VICTOR Denmark Open 2026 tautan
  • TV 2 Sport: Her er danskernes lodtrækning til Denmark Open tautan
  • iNews: Daftar 15 Wakil Indonesia di Denmark Open 2026, Ada Duet Baru yang Bikin Penasaran tautan
  • Wikipedia: Badminton at the 2026 Asian Games – Men’s team (hasil final beregu putra) tautan
  • Wikipedia: 2026 BWF World Championships – Men’s singles tautan
  • Wikipedia: 2026 Swiss Open (badminton) tautan
  • Wikipedia: 2026 BWF World Tour (jadwal dan level turnamen) tautan
  • Wikipedia: 2026 China Masters (tabel poin Super 750) tautan
  • Wikipedia: 2026 Arctic Open (tabel poin Super 500) tautan
  • Wikipedia: Alwi Farhan tautan
  • Wikipedia: Viktor Axelsen (pensiun April 2026) tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.