Kembali
SEPAK BOLA 4 min read 7 September 2026

Tertinggal 2 Menit, Arsenal Comeback Tekuk Chelsea: Odegaard dan Konsa Ungkap Rahasianya

Arsenal comeback menang 2-1 atas Chelsea setelah tertinggal cepat. Martin Odegaard dan debutan Ezri Konsa buka suara soal mentalitas juara dan gol kemenangan.

Martin Odegaard dan Ezri Konsa wawancara usai Arsenal kalahkan Chelsea
Foto: YouTube.

Sebuah kemenangan besar bergaya juara. Arsenal harus tertinggal lebih dulu hanya dalam dua menit saat menjamu Chelsea, namun The Gunners bangkit untuk menang 2-1 di Emirates. Usai laga, sang kapten Martin Ødegaard dan debutan Ezri Konsa buka suara soal mentalitas tim, gol kemenangan, hingga momen tekel yang membuat stadion meledak. Berikut rangkuman wawancara pasca-laganya.

Bukan Awal yang Ideal

Arsenal mendapat pukulan telak sejak menit-menit awal. Morgan Rogers membawa Chelsea unggul cepat, memaksa tuan rumah mengejar ketertinggalan sejak dini. Bagi Konsa yang menjalani debutnya, situasi seperti ini justru menjadi ujian karakter tim.

“Itu bagian dari sepak bola. Beberapa hal memang terjadi, dan semuanya soal bagaimana kami bereaksi. Kami tahu di sini kami sangat mengutamakan clean sheet, jadi kebobolan itu mengecewakan. Tapi reaksi kami luar biasa, dan yang terpenting adalah tiga poin.”

— Ezri Konsa, bek Arsenal, dalam wawancara pasca-laga

Menurut Konsa, kebobolan cepat memang tak menyenangkan, apalagi bagi tim yang membanggakan soliditas pertahanan. Namun cara Arsenal merespons tekanan itulah yang menjadi kunci. The Gunners tak larut dalam kekecewaan dan langsung membalas dengan permainan agresif.

Mentalitas Juara yang Terus Berjuang

Bagi Martin Ødegaard, reaksi tim setelah tertinggal adalah cerminan mentalitas yang sudah tertanam sejak musim juara mereka. Sang kapten menilai timnya tampil dominan di babak pertama dan pantas menuai hasil manis.

“Itulah mentalitas kami. Kami selalu ingin terus berjuang, dan itu sudah kami tunjukkan berkali-kali. Kebobolan cepat memang tak pernah ideal, tapi reaksi kami luar biasa. Kami bermain sangat baik dan akhirnya mendapatkan hadiahnya.”

— Martin Ødegaard, kapten Arsenal, dalam wawancara pasca-laga

Ødegaard menegaskan bahwa kemenangan atas lawan sekelas Chelsea membuktikan kualitas Arsenal, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Ia menyebut hasil akhir merefleksikan penampilan solid timnya sepanjang 90 menit di kandang sendiri.

Gol Kemenangan dan Chemistry dengan Havertz

Gol penentu Ødegaard menjadi momen puncak laga. Ini gol ketiganya musim ini, dan lahir dari pemahaman apik dengan Kai Havertz — rekan yang juga sahabatnya di luar lapangan. Ødegaard memuji pergerakan cerdas Havertz yang membuka ruang untuknya.

“Kai pemain yang sangat cerdas. Ia bergerak sangat baik dan menyita banyak perhatian para bek. Saat ia melakukan lari ke depan dan aku datang dari belakang, aku selalu bebas. Jadi ya, itu gol yang indah dan aku senang.”

— Martin Ødegaard, kapten Arsenal, dalam wawancara pasca-laga

Kombinasi keduanya menegaskan bahwa kekuatan Arsenal tak hanya soal individu, tetapi juga pemahaman kolektif. Saat ditanya kenapa terus tersenyum, Ødegaard menjawab santai bahwa ia memang orang yang mudah bahagia — apalagi setelah kemenangan penting seperti ini.

Debut Manis dan Tekel yang Menggetarkan Emirates

Ezri Konsa menikmati debut yang berkesan. Bek yang baru bergabung ini mengaku langsung merasa nyaman di lingkungan barunya. Namun sorakan terbesar publik justru datang bukan dari gol, melainkan dari sebuah tekel bersih Konsa terhadap Morgan Rogers, mantan rekannya di Aston Villa.

“Aku merasa seperti di rumah sejak momen pertama bergabung. Para pemain dan staf luar biasa. Menyenangkan bisa menjalani debut di kandang, dan tiga poin adalah yang terpenting.”

— Ezri Konsa, bek Arsenal, dalam wawancara pasca-laga

Soal tekel yang membuat suporter bergemuruh, Konsa mengakui itu momen berisiko tinggi. Sentuhan pertama Rogers sempat membuatnya ragu, tetapi ia memutuskan untuk berkomitmen penuh. Baginya, momen seperti itulah yang dibutuhkan pemain saat memulai babak baru di klub baru.

“Kalau aku sudah memutuskan maju, aku maju habis-habisan. Kalau salah, hasilnya buruk; tapi kalau tepat, rasanya selalu menyenangkan. Itulah yang aku lakukan.”

— Ezri Konsa, bek Arsenal, dalam wawancara pasca-laga

Kenapa Ini Relevan Buat Kamu

Ada pelajaran berharga dari kemenangan Arsenal ini buat siapa pun yang menekuni olahraga: hasil sering ditentukan bukan oleh awal yang sempurna, melainkan oleh cara kita merespons keadaan sulit. Tertinggal cepat, Arsenal memilih bangkit dengan tenang dan justru tampil lebih tajam. Begitu pula tekel penuh komitmen Konsa — sebuah pengingat bahwa keraguan setengah hati kerap lebih berbahaya daripada keputusan yang diambil dengan yakin. Dalam latihan maupun pertandingan, mentalitas “bereaksi, bukan menyerah” adalah pembeda sesungguhnya.

Wawancara Ødegaard dan Konsa usai Arsenal kalahkan Chelsea
03:20
Wawancara Pasca-Laga
Odegaard & Konsa react to Arsenal’s comeback win over Chelsea
Tonton Wawancara Lengkapnya di Sini →

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.