Kembali
BULU TANGKIS 6 min read 24 September 2026

Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia ke Final Lawan China, Nomor Perorangan Bergulir Besok

Tim putra bulu tangkis Indonesia memastikan tempat di final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 usai menang 3-1 atas Thailand, dan sore ini menantang China demi emas pertama sejak 1998. Begitu nomor beregu usai, sorotan beralih ke nomor perorangan mulai 25 September, dengan Jonatan Christie -- tunggal putra peringkat satu dunia -- memburu kebangkitan usai dua kekalahan beruntun.

Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia ke Final Lawan China, Nomor Perorangan Bergulir Besok
Foto: WIL/Flickr via Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Tim putra bulu tangkis Indonesia memastikan satu tempat di final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 usai menang 3-1 atas Thailand pada semifinal, Rabu (23/9), dan sore ini, Kamis (24/9) pukul 14.00 WIB, langsung bertemu China di Ichinomiya City Municipal Gymnasium demi memburu gelar emas beregu putra pertama sejak 1998. Begitu partai puncak nomor beregu usai, perhatian bulu tangkis Asian Games 2026 beralih ke nomor perorangan yang bergulir 25-29 September, dengan Jonatan Christie — tunggal putra peringkat satu dunia — membawa misi kebangkitan usai dua kali takluk beruntun di nomor beregu.

Baca Cepat

  • Tim putra bulu tangkis Indonesia menang 3-1 atas Thailand di semifinal Asian Games 2026, Rabu (23/9), dan menantang China di final, Kamis (24/9) pukul 14.00 WIB di Ichinomiya City Municipal Gymnasium.
  • Indonesia mengincar medali emas beregu putra pertama di Asian Games sejak 1998 — saat itu menang 4-0 atas China — setelah dua kali jadi runner-up pada 2002 dan 2018.
  • Nomor perorangan bulu tangkis Asian Games 2026 mulai bergulir 25-29 September di venue yang sama, begitu nomor beregu tuntas.
  • Jonatan Christie, tunggal putra peringkat satu dunia sejak 25 Agustus 2026, mengincar kebangkitan usai kalah dari Leong Jun Hao dan Kunlavut Vitidsarn di nomor beregu.

Modal Kemenangan 3-1 atas Thailand di Semifinal

Tiket final direbut tim putra Indonesia lewat kemenangan 3-1 atas Thailand di semifinal, Rabu (23/9), di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Thailand unggul lebih dulu setelah Kunlavut Vitidsarn menundukkan Jonatan Christie dua gim langsung 21-17, 21-14 di partai pembuka.

Indonesia membalikkan keadaan lewat tiga kemenangan beruntun. Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menyamakan kedudukan usai mengatasi Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-13, 21-19, dilanjutkan Alwi Farhan yang membawa Indonesia unggul 2-1 lewat kemenangan atas Puritat Arree 21-15, 21-13. Kemenangan penentu direbut pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang mengalahkan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga dua gim langsung 21-15, 21-13. Di semifinal lain, China memastikan diri ke final usai menang 3-1 atas India.

Final Sore Ini Lawan China, Incar Emas Pertama Sejak 1998

Status unggulan pertama disandang Indonesia di final kali ini, dengan China sebagai unggulan kedua — kombinasi yang disebut sejumlah media sebagai laga puncak ideal. Jika kembali diturunkan sebagai tunggal pertama seperti pola di semifinal, Jonatan Christie diproyeksikan membuka laga menghadapi Shi Yuqi, dengan rekor pertemuan yang berpihak padanya 10-7 dari 17 laga — termasuk kemenangan rubber game 13-21, 21-15, 21-15 di Denmark Open 2025.

Laga ini sekaligus menjadi final kelima Indonesia melawan China di nomor beregu putra Asian Games, setelah 1974, 1978, 1982, 1998, dan 2018 — dengan Indonesia menang dua kali (1978 dan 1998). Kemenangan terakhir pada 1998 di Bangkok masih tercatat sebagai skor paling telak di antara kedua negara di partai final, 4-0, sebelum Indonesia dua kali kalah 1-3 pada final 2002 (dari Korea Selatan) dan 2018 (dari China). Penantian 28 tahun itulah yang coba diakhiri Jonatan Christie dan kawan-kawan sore ini.

Siap Tempur di Nomor Perorangan
YONEX Badminton Frame Astrox 10
Raket berkarakter menyerang, cocok buat kamu yang terinspirasi gaya permainan cepat para tunggal papan atas di Asian Games.
Lihat →
YONEX Badminton Bag PC1-3D BT-6
Tas raket berkapasitas besar, muat perlengkapan lengkap buat latihan maupun tanding beberapa hari berturut-turut.
Lihat →
YONEX Shuttlecock Aero Club 11
Kok bulu angsa dengan laju stabil, andalan buat sesi latihan intensif jelang nomor perorangan.
Lihat →

Nomor Perorangan Bergulir Mulai Besok di Ichinomiya

Apa pun hasil final beregu putra sore ini, bulu tangkis Asian Games 2026 langsung memasuki babak baru pada Jumat (25/9): nomor perorangan yang mempertandingkan tunggal dan ganda putra-putri hingga 29 September, masih di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Seluruh unggulan nomor perorangan ditentukan berdasarkan peringkat dunia BWF yang dirilis 25 Agustus 2026 — persis periode ranking yang sama dengan yang mengantar Jonatan Christie ke puncak klasemen tunggal putra dunia.

Pergeseran fokus ini membuka peluang medali tambahan bagi Indonesia di luar nomor beregu, mengingat format perorangan memberi setiap wakil kesempatan mengejar podium secara individual — sesuatu yang tak bisa didapat lewat capaian kolektif di nomor beregu.

Jonatan Christie, Sang Peringkat Satu Dunia, Buru Kebangkitan

Nama Jonatan Christie bakal jadi sorotan utama begitu nomor perorangan bergulir. Ia resmi menduduki peringkat satu dunia BWF tunggal putra sejak pembaruan 25 Agustus 2026 dengan koleksi 87.631 poin, tipis di atas Christo Popov asal Prancis (87.002 poin) dan Kunlavut Vitidsarn asal Thailand (86.915 poin) — menjadikannya tunggal putra Indonesia pertama yang menduduki puncak ranking dunia dalam 26 tahun terakhir, sejak Taufik Hidayat pada 2000.

Namun status itu belum tecermin di nomor beregu. Jonatan tumbang dua kali beruntun: dari Leong Jun Hao asal Malaysia di perempat final lewat rubber game 22-20, 12-21, 17-21, lalu dari Kunlavut Vitidsarn di semifinal. Begitu nomor perorangan dimulai, dengan status unggulan teratas yang disandangnya, tekanan sekaligus peluang pembuktian diri langsung menanti sang tunggal putra nomor satu dunia.

Fajar/Fikri dan Putri Kusuma Wardani Jadi Andalan Lain

Di sektor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri masuk nomor perorangan dengan modal peringkat dua dunia — 94.453 poin per pembaruan 25 Agustus 2026, tertinggal dari pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae (115.899 poin) namun unggul tipis atas Liang Weikeng/Wang Chang asal China (94.089 poin) yang berstatus juara dunia 2026. Fajar/Fikri tampil solid dengan kemenangan di dua laga beregu yang mereka mainkan — termasuk menyamakan kedudukan 1-1 saat perempat final dramatis lima partai melawan Malaysia — kontras dengan pasangan andalan China itu yang menurut catatan CNN Indonesia belum meraih satu kemenangan pun sepanjang nomor beregu.

Di sektor tunggal putri, harapan Indonesia bertumpu penuh pada Putri Kusuma Wardani yang berstatus peringkat tujuh dunia — satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang menembus jajaran 10 besar dunia usai Gregoria Mariska Tunjung mundur dari pelatnas PBSI pada Mei 2026 karena vertigo yang tak kunjung pulih. Putri KW sempat tampil solid di nomor beregu, termasuk menyumbang kemenangan atas tunggal Chinese Taipei di perempat final, sebelum takluk dari tunggal peringkat dua dunia China, Wang Zhi Yi, di semifinal.

Target Kontingen Bulu Tangkis Indonesia di Sisa Asian Games 2026

Sejauh ini kontingen bulu tangkis Indonesia sudah mengantongi satu medali perunggu lewat tim putri yang tersingkir di semifinal. Tim putra, dengan keberhasilan menembus final, otomatis mengunci medali perak sebagai hasil minimal — sebuah peningkatan dari status di semifinal — sembari tetap membuka peluang naik ke podium teratas jika mampu membalas China sore ini.

Setelah partai puncak nomor beregu usai, seluruh perhatian akan tertuju pada lima hari nomor perorangan mulai 25 September, dengan Jonatan Christie, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Putri Kusuma Wardani menjadi tumpuan utama Indonesia untuk menambah pundi-pundi medali dari Aichi-Nagoya.

Artikel ini dirangkum dari:

  • CNN Indonesia: Indonesia vs China: Mengakhiri Penantian 28 Tahun di Asian Games tautan
  • CNN Indonesia: 5 Fakta Menarik Indonesia vs China di Final Badminton Asian Games 2026 tautan
  • CNN Indonesia: Hasil Asian Games: Leo/Daniel Menang, Indonesia Lolos ke Final tautan
  • CNN Indonesia: Indonesia vs China: Kesempatan Jonatan Bangkit dan Jadi Pembuka Jalan tautan
  • TvOne News: Ranking BWF, Selasa 25 Agustus: Resmi! Jonatan Christie Jadi Tunggal Putra Nomor 1 Dunia tautan
  • RCTI Plus: Fajar/Fikri Tetap Nomor 2 Dunia! Gagal di Kejuaraan Dunia 2026 Tak Goyahkan Posisi Ganda Putra Indonesia tautan
  • Detik Sport: Gregoria Mariska Mundur dari Pelatnas tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.