Kembali
STORY 4 min read 15 May 2026

CFD Taman Bungkul Surabaya Jadi Ruang Olahraga dan Surga Kuliner

Matahari baru saja mengintip di ufuk timur Kota Pahlawan saat ribuan pasang kaki mulai memadati aspal Jalan Raya Darmo, Surabaya, pada Minggu pagi yang cerah. Suasana yang biasanya dipenuhi suara kendaraan bermotor berubah menjadi ruang penuh keceriaan. Warga berjalan santai, ber…

Suasana CFD Taman Bungkul Surabaya pada Minggu pagi

Matahari baru saja mengintip di ufuk timur Kota Pahlawan saat ribuan pasang kaki mulai memadati aspal Jalan Raya Darmo, Surabaya, pada Minggu pagi yang cerah. Suasana yang biasanya dipenuhi suara kendaraan bermotor berubah menjadi ruang penuh keceriaan. Warga berjalan santai, bersepeda, dan menikmati aroma kuliner dari deretan lapak UMKM. 

Inilah potret rutinitas mingguan Car Free Day (CFD) yang berpusat di ikon kota, Taman Bungkul, sebuah area publik yang kini tidak hanya menjadi paru-paru kota tetapi juga denyut nadi ekonomi warga Surabaya. 

CFD Taman Bungkul Surabaya berlangsung setiap Minggu pukul 06.00-09.00 di sepanjang Jalan Raya Darmo, pengunjung dapat berolahraga, menikmati kuliner dari UMKM, hingga menyaksikan hiburan bagi warga.

Taman Bungkul dipilih sebagai pusat CFD Surabaya

Taman Bungkul dipilih menjadi titik sentral CFD bukan tanpa alasan. Sejak diresmikan sebagai kawasan terbuka hijau unggulan, kawasan ini memiliki nilai historis dan strategis yang kuat. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Surabaya, kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor ini secara resmi dimulai tepat pukul 06.00 WIB dan berakhir pada pukul 09.00 WIB. Selama tiga jam penuh, ruas jalan utama disterilkan dari polusi, memberikan kesempatan bagi warga untuk menghirup udara segar yang langka di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan.

Ruang hijau seluas 900 meter persegi tersebut menjadi area publik sekaligus paru-paru bagi Kota Surabaya, tidak ketinggalan menjadi identitas kota. Pada 2013, Taman Bungkul meraih penghargaan The Asian Townscape Award (ATA) dari UN-Habitat sebagai salah satu taman kota terbaik di Asia.

Selain Taman Bungkul, Surabaya juga memiliki sejumlah titik CFD lain seperti Kupang Indah, Kertajaya, dan MERR. Namun, kawasan Jalan Raya Darmo tetap menjadi pusat utama CFD yang rutin digelar setiap Minggu.

Latar belakang pelaksanaan CFD di Surabaya sendiri berakar pada upaya pemerintah kota untuk menekan emisi gas buang sekaligus menyediakan wadah interaksi sosial yang sehat. Namun, seiring berjalannya waktu, manfaatnya berkembang pesat melampaui isu lingkungan. CFD kini menjelma menjadi panggung bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk unjuk gigi. Dari ujung utara hingga selatan Taman Bungkul, tenda-tenda kecil berjajar menawarkan berbagai produk mulai dari pecel semanggi yang autentik hingga minuman kekinian yang menyegarkan.

Warga menikmati suasana CFD Taman Bungkul

Bagi warga Surabaya asli seperti Nur Ika Anisa, CFD adalah momen yang paling dinantikan setiap akhir pekan. Ika, yang kerap menghabiskan pagi dengan berjalan santai bersama kerabatnya, melihat fenomena ini sebagai bentuk kebangkitan ekonomi lokal. Ia mengaku sering kali datang ke CFD bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan untuk berburu sarapan khas yang hanya bisa ditemukan di momen seperti ini.

“Setiap minggu saya pasti ke sini. Selain karena udaranya segar dan bisa jalan santai tanpa takut ketabrak motor, jujur saya kesini juga buat jajan. Saya lebih milih beli di lapak kecil begini karena rasanya lebih ‘Suroboyo‘ dan harganya bersahabat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitasnya menikmati sepiring nasi jagung.

Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh Rizky Danar, seorang pemuda Surabaya yang rela melawan rasa kantuk demi hadir di garis start CFD tepat waktu. Baginya, bangun lebih pagi di hari Minggu adalah pengorbanan kecil untuk mendapatkan pengalaman luar biasa yang ditawarkan Taman Bungkul. 

Bagi Rizky, CFD adalah kesempatan menikmati sisi lain dari Surabaya. “Biasanya hari Minggu itu waktunya tidur lama, tapi kalau di Surabaya, rugi kalau nggak ke CFD. Saya rela bangun jam lima pagi supaya jam enam sudah sampai di sini untuk berolahraga. Atmosfernya beda banget, ada energi positif dari orang-orang yang olahraga,” tuturnya.

CFD jadi ruang interaksi warga Surabaya

Dampak ekonomi yang dihasilkan dari kerumunan massa ini memang tidak main-main. Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam setiap CFD sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi. Dengan adanya ribuan pengunjung yang hadir setiap minggunya, para pedagang mendapatkan akses secara langsung. 

Lebih dari sekadar memindahkan aktivitas perdagangan ke jalan raya, CFD di Taman Bungkul telah menjadi simbol kebersamaan warga. Di sini, batasan sosial seolah luntur di tengah keringat dan tawa. Manfaat kesehatan yang didapat dari berolahraga, kualitas udara yang membaik, hingga dukungan nyata bagi pengusaha kecil menjadikan kegiatan ini sebagai napas panjang bagi warga Surabaya di tengah padatnya rutinitas pekerjaan.

Hingga ketika kendaraan kembali melintas di Jalan Raya Darmo selepas jam 9.00, jejak bahagia warga Surabaya tetap terasa di Taman Bungkul. CFD Taman Bungkul menjelma sebagai bagian dari denyut kehidupan warga Surabaya setiap akhir pekan. (*)

Laporan dari Kontributor Surabaya, Sekar Arum

EXPLORE 20FIT

More ways to move.