Fajar/Fikri juara Denmark Open 2026 untuk gelar ketiga tahun ini, lalu kalah di babak pertama French Open. Cerita pasangan yang menebus Asian Games.

Muhammad Shohibul Fikri sengaja berteriak di lapangan Odense. Bukan hanya untuk menekan lawan: “Saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara,” katanya, seperti dikutip Okezone. Ia juga ingin memperbaiki kekalahan di Asian Games.
Teriakan itu berbuah gelar Denmark Open 2026 pada Minggu, 18 Oktober. Fajar Alfian/Fikri menang 21-8, 21-11 atas Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam 31 menit. Tiga hari kemudian, di French Open, giliran mereka tersingkir di babak pertama. Dalam satu pekan, pasangan ini memperlihatkan dua wajah: yang bisa mematikan lawan, dan yang masih rapuh di bawah tekanan.
Ringkasnya: Fajar/Fikri menjuarai Denmark Open 2026 (Super 750), gelar ketiga mereka tahun ini setelah Japan Open dan China Open. Kemenangan itu menebus final 2025 dan dua kekalahan dari Liang Wei Keng/Wang Chang di Asian Games 2026, tetapi di French Open mereka kalah di babak 32 besar.
Ada dua utang. Pertama, final Denmark Open 2025, yang dimenangi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dari Jepang. Kedua, Asian Games 2026 di Nagoya: Fajar/Fikri kalah dari Liang/Wang di final beregu (20-22, 21-19, 14-21) dan di semifinal nomor individu (17-21, 21-13, 9-21), menurut Kontan.
Di Odense, jalan menuju final melewati Liang/Wang, unggulan kedua. Fajar/Fikri menang tiga gim, 21-16, 16-21, 21-16. “Kalau ketemu pasangan China kami ingin membalas dua kekalahan di Asian Games kemarin,” kata Fajar setelah perempat final, seperti dikutip Kontan.

Lawan di final adalah Aaron/Soh, unggulan keempat yang di semifinal menyingkirkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, 21-14, 21-18, menurut Bernama. Fajar/Fikri langsung unggul 10-1 dan menutup interval gim pertama 11-3, menurut Jawa Pos. Aaron/Soh sempat unggul 4-0 di gim kedua, tetapi Fajar/Fikri menyamakan 4-4 dan menutup laga.
Fajar punya penjelasan teknis. Karena sudah sering melawan Aaron/Soh, bahkan sebelum ia berpasangan dengan Fikri, ia mengenal kekuatan dan kelemahan lawan. Laju shuttlecock di Odense juga kencang: “Kami tidak mau bermain bertahan, dari awal selalu menekan,” katanya. Gelar itu membuat rekor tatap muka mereka dengan Aaron/Soh menjadi 3-2.

Di Grand Paris Arena, Fajar/Fikri datang sebagai unggulan ketiga dan juara Denmark Open tiga hari sebelumnya. Lawannya, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin dari Taiwan, menang 26-24, 21-13. Gim pertama berjalan ketat: Fajar/Fikri sempat memimpin 3-2, tertinggal 11-12 di interval, lalu kalah dalam adu setting point, menurut Okezone. Di gim kedua mereka tertinggal 6-12 dan tak pernah mendekat.
Kekalahan itu masuk dalam daftar unggulan Indonesia yang gugur lebih awal; Jonatan Christie, unggulan keempat, juga kalah dari Moh. Zaki Ubaidillah, menurut Kontan. PBSI menyebut Fajar/Fikri akan beristirahat dulu sebelum kembali di turnamen berikutnya. Setelah final di Odense, Fikri menyebut prinsipnya sederhana: setiap pertandingan ia anggap “awal lagi, baru lagi, dari nol lagi”, seperti dikutip Gebrak.id.
Fajar melihat gelar Odense sebagai modal, bukan garis finis. “Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi, motivasi dan percaya diri lebih meningkat,” ujarnya dalam keterangan PBSI, dikutip Gebrak.id. Ia juga berharap tren positif bulu tangkis Indonesia dalam beberapa bulan terakhir berlanjut, “tidak hanya di senior tapi juga di junior”. Paris menunjukkan modal itu belum cukup untuk melewati setiap putaran, tetapi juga bahwa pasangan ini tahu persis apa yang harus diperbaiki.
Baca juga: Kok Cepat Odense Jadi Senjata Fajar/Fikri atas Aaron/Soh dan Ubed Singkirkan Jonatan di French Open 2026, Fajar/Fikri Kandas.
Denmark Open 2026 menjadi gelar ketiga Fajar/Fikri tahun ini setelah Japan Open dan China Open, menurut Kontan.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-8, 21-11 dalam 31 menit di Odense pada 18 Oktober 2026.
Sebagai unggulan ketiga, mereka kalah 24-26, 13-21 dari Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin (Taiwan) di babak 32 besar pada 21 Oktober 2026.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…