Kembali
NEWS 4 min read 2 September 2026

H-17 Asian Games 2026: 9 Atlet Panjat Tebing Indonesia Incar 2 Emas di Jepang

Tinggal 17 hari menuju Asian Games Aichi-Nagoya, 9 atlet panjat tebing Indonesia siap beraksi di Nagoya. Desak Made Rita world no. 1 speed dan Veddriq Leonardo jadi andalan raih 2 emas.

H-17 Asian Games 2026: 9 Atlet Panjat Tebing Indonesia Incar 2 Emas di Jepang
Foto: Cipcippy / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).

Tinggal 17 hari. Sembilan atlet terbaik Indonesia di disiplin panjat tebing akan berangkat ke Nagoya, Jepang, untuk merebut medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (19 September–4 Oktober). Di kepala rombongan: Desak Made Rita — world no. 1 speed, tiga emas di 2026 — dan Veddriq Leonardo yang baru saja merebut emas di Chamonix. Target FPTI jelas: dua emas, keduanya dari nomor speed.

Venue dan Format Asian Games 2026

Kompetisi panjat tebing Asian Games 2026 digelar di Nagoya International Exhibition Hall, Hall 1. Enam nomor medali tersedia: speed putra, speed putri, boulder putra, boulder putri, lead putra, dan lead putri. Indonesia secara realistis paling kompetitif di nomor speed — tempat dua atlet terbaiknya sudah teruji di level dunia.

9 Atlet yang Siap Berangkat

Nama Atlet Nomor Prestasi 2026
Desak Made Rita Kusuma Dewi Speed Putri World No. 1, 3 emas 2026
Veddriq Leonardo Speed Putra Emas Chamonix 2026
Antasyafi Robby Al Hilmi Speed Putra Peraih emas dunia sebelumnya
Rajiah Sallsabillah Speed Putri Peraih medali internasional
Rahmad Adi Mulyono Speed Putra Spesialis speed
Kadek Adi Asih Speed Putri Spesialis speed
Putra Tri Ramdani Speed Putra Spesialis speed
+2 atlet boulder/lead Boulder / Lead TBA
SVRG Climbing Board 2,4 Meter
Cocok Buat Kamu
SVRG Climbing Board 2,4 Meter
Terinspirasi dari aksi Desak Made Rita dan Veddriq di Asian Games? SVRG Climbing Board 2,4 Meter memberikan grip dan precision di setiap foot placement — untuk climber yang serius naik level.

Lihat Produk →

Desak Made Rita: Bali untuk Dunia

Desak Made Rita Kusuma Dewi adalah cerita tersendiri dalam olahraga Indonesia. Perempuan dari Bali ini bukan hanya atlet nasional — ia adalah pemecah rekor dunia yang sudah berulang kali membuat seluruh aula pertandingan terdiam. Status world no. 1 di nomor speed bukan sekadar peringkat; itu representasi dari ribuan jam latihan dan konsistensi yang nyaris tidak pernah goyah.

Tahun 2026 adalah musim terbaiknya hingga kini — tiga emas dari kompetisi internasional sebelum Asian Games. Jika ia berhasil mengulang performa itu di Nagoya, Indonesia pulang dengan satu emas yang sudah dinantikan sejak lama.

Budget Pelatnas Rp222 Miliar: Investasi yang Harus Berbuah

FPTI mengalokasikan anggaran pelatnas sebesar Rp222 miliar untuk siklus menuju Asian Games 2026. Angka itu mencerminkan keseriusan pemerintah dan federasi dalam mendukung cabang olahraga yang sudah terbukti menghasilkan medali. Tim manager Aries Susanti Rahayu — mantan atlet speed legendaris Indonesia sendiri — memimpin delegasi ke Nagoya.

Dengan anggaran sebesar itu dan deretan atlet sekaliber dunia, tidak ada alasan untuk tidak optimis. Tapi Asian Games tetap beda: tekanan panggung multinasional, format eliminasi ketat, dan lawan-lawan dari China, Korea, Jepang yang sama-sama tidak datang untuk jadi penonton.

Kenapa Speed Climbing Jadi Andalan Indonesia

Berbeda dari boulder dan lead yang sangat dipengaruhi rute unik tiap kompetisi, nomor speed climbing memakai dinding dan rute yang distandarisasi secara global — tinggi 15 meter dengan susunan pegangan yang identik di setiap kompetisi resmi. Standardisasi inilah yang membuat nomor ini jadi arena paling terukur untuk diprediksi dan dilatih secara sistematis, dan menjelaskan kenapa atlet-atlet Indonesia bisa konsisten bersaing di level dunia meski infrastruktur panjat tebing domestik belum semerata negara-negara climbing tradisional seperti Prancis atau Jepang.

Nomor speed juga murni soal reaksi dan efisiensi gerakan — pemenang ditentukan oleh siapa tercepat menyentuh tombol di puncak dinding, dengan selisih waktu antaratlet top dunia kerap hanya beberapa persepuluh detik. Faktor inilah yang membuat program latihan intensif dan berulang sangat menentukan, dan menjelaskan kenapa federasi rela mengalokasikan anggaran besar untuk memastikan atlet-atlet andalannya tetap berada di puncak performa menjelang kompetisi besar seperti Asian Games.

Menonton Panjat Tebing: Apa yang Harus Diperhatikan

Buat penonton yang belum terbiasa dengan format kompetisi speed climbing, sekilas pandang bisa terasa terlalu cepat untuk dinikmati — satu run biasanya selesai dalam waktu kurang dari tujuh detik untuk atlet top dunia. Justru di situlah daya tariknya: setiap kompetisi speed climbing internasional biasanya menampilkan replay slow-motion di layar besar venue, memperlihatkan detail teknik kaki dan tangan atlet yang mustahil ditangkap mata telanjang dalam kecepatan normal.

Format pertandingannya sendiri mengikuti sistem head-to-head knockout setelah babak kualifikasi — dua atlet memanjat bersamaan di dua jalur identik, dan siapa yang lebih dulu menyentuh tombol di puncak yang menang. Sistem inilah yang membuat setiap laga speed climbing terasa seperti sprint 100 meter versi vertikal — singkat, intens, dan nyaris tanpa ruang untuk kesalahan sekecil apa pun.

Yang Sering Ditanya

Kapan dan di mana Asian Games 2026 digelar?
19 September–4 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan kompetisi panjat tebing berlangsung di Nagoya International Exhibition Hall.

Berapa target medali panjat tebing Indonesia?
Dua emas, keduanya ditargetkan dari nomor speed climbing — nomor di mana Indonesia paling kompetitif di level dunia.

Siapa andalan utama tim panjat tebing Indonesia?
Desak Made Rita Kusuma Dewi (world no. 1 speed putri, tiga emas 2026) dan Veddriq Leonardo (juara Chamonix 2026).

Kenapa Indonesia lebih kompetitif di nomor speed dibanding boulder/lead?
Karena nomor speed memakai dinding dan rute yang distandarisasi global, sehingga bisa dilatih secara sistematis dan terukur — berbeda dari boulder/lead yang sangat bergantung rute unik tiap kompetisi.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.