Dari HYROX ke Liburan: Fenomena Race-cation Kian Populer
Fernando Surya tidak datang ke Korea Selatan untuk sekadar berlibur. Selama beberapa bulan sebelum keberangkatan, 20FIT Gym Head Coach itu mempersiapkan tubuhnya untuk AirAsia HYROX Incheon 2026, salah satu seri fitness race terbesar di Asia.
Fernando Surya tidak datang ke Korea Selatan untuk sekadar berlibur. Selama beberapa bulan sebelum keberangkatan, 20FIT Gym Head Coach itu mempersiapkan tubuhnya untuk AirAsia HYROX Incheon 2026, salah satu seri fitness race terbesar di Asia.
Begitu mendarat di Incheon, Fernando tidak langsung mencari tempat wisata atau pusat perbelanjaan. Fokusnya justru memulihkan kondisi tubuh agar siap bertanding. Dia tiba dari Jakarta tiga hari sebelum lomba dan dijadwalkan bertanding pada 16 Mei 2026.
“H-3 mendarat, saya isi dengan beristirahat untuk memulihkan body clock karena saya dapat penerbangan malam sehingga kurang beristirahat selama perjalanan,” kata Fernando.
HYROX merupakan kompetisi fitness race yang menggabungkan lari dengan berbagai tantangan functional workout seperti sled push, rowing, burpee broad jump, hingga wall ball. Dalam beberapa tahun terakhir, event ini berkembang pesat di Asia dan menarik peserta dari berbagai negara.

Pada hari pertandingan, Fernando mengikuti dua kategori sekaligus. Dia mencatatkan waktu 1:15:11 pada kategori Single Men Open dan 1:45:14 pada kategori Mixed Doubles.
Menurut Fernando, performa di arena lomba tidak hanya ditentukan latihan, tetapi juga strategi selama perjalanan, termasuk memilih tempat menginap.
Strategi Atlet HYROX Saat Bertanding di Luar Negeri
Bagi Fernando, memilih hotel yang dekat dengan venue menjadi bagian penting dari strategi bertanding. Lokasi penginapan yang terlalu jauh bisa menguras energi sebelum race dimulai.
Menurut dia, menghemat tenaga sekecil apa pun penting dalam HYROX karena kaki dan daya tahan tubuh akan dipakai secara maksimal selama perlombaan berlangsung.
“Kaki harus disayang-sayang sebelum bertanding,” ujarnya.
Pengalaman itu dipelajari Fernando dari keikutsertaannya dalam Cigna Healthcare HYROX Hong Kong 2025. Saat itu, dia memilih hotel di pusat kota Hong Kong, sementara lokasi pertandingan berada di AsiaWorld-Expo yang berjarak sekitar 35 kilometer.
Perjalanan menuju venue ternyata cukup melelahkan sebelum bertanding.
“Dari sana, saya belajar untuk mencari hotel yang dekat dengan lokasi pertandingan dulu. Sesudahnya kalau mau liburan baru memilih hotel di pusat kota,” kata Fernando.
Setelah HYROX, Saatnya Berlibur
Namun suasana berubah setelah race selesai. Ketegangan kompetisi perlahan berganti menjadi agenda wisata.
Selepas bertanding di Incheon, Fernando bersama rombongan atlet asal Indonesia melanjutkan perjalanan menuju Seoul. Di sana, mereka menikmati sisi lain perjalanan: berjalan-jalan di pusat kota, berolahraga santai, berburu kuliner, hingga membeli oleh-oleh sebelum kembali ke Indonesia.
Bagi Fernando dan banyak peserta lain, mengikuti HYROX di luar negeri bukan lagi sekadar soal kompetisi, tetapi juga pengalaman menikmati kota yang dikunjungi.

Pengalaman serupa juga dirasakan Maria Stephanie atau Pani. Dia mengikuti Cigna Healthcare HYROX Hong Kong 2026 bersama rekannya, Agung Dermawan, pada kategori Mixed Doubles dan mencatatkan waktu 1:30:33.
Namun perjalanan Pani ke Hong Kong tidak berhenti di arena lomba. Dia memilih tinggal selama hampir sepekan untuk menikmati suasana kota.
“Keliling kota dan wisata kuliner saja,” ujar pemilik akun Instagram @phanieyy.

Menurut Pani, perjalanan untuk mengikuti HYROX memberi pengalaman berbeda karena olahraga dan liburan bisa dilakukan dalam satu perjalanan sekaligus.
Apa Itu HYROX Race-cation?
Fenomena ini dikenal dengan istilah race-cation, gabungan dari kata race dan vacation.
Tren tersebut muncul seiring berkembangnya event HYROX di berbagai kota dunia yang menarik peserta lintas negara. Atlet dan penggemar fitness kini tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga memanfaatkan perjalanan itu sebagai kesempatan berlibur.
Dalam banyak kasus, peserta datang beberapa hari lebih awal untuk beradaptasi dengan kondisi tubuh dan cuaca, lalu memperpanjang masa tinggal setelah lomba selesai.
Fenomena serupa sebenarnya lebih dulu terlihat di dunia lari marathon, ketika peserta bepergian ke luar kota atau luar negeri untuk mengikuti lomba sekaligus menikmati destinasi wisata setempat.
Tren race-cation juga memperkuat fenomena sport tourism atau wisata olahraga yang kini berkembang di berbagai negara.
Pada 2025, HYROX mencatat:
• 80 event di berbagai kota dunia,
• 550.000 peserta,
• 350.000 penonton.
Besarnya jumlah peserta membuat event HYROX tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mendorong sektor perjalanan, hotel, dan gaya hidup aktif. Tren race-cation tidak hanya dilakukan atlet yang datang sendiri. Sebagian peserta bahkan menjadikan perjalanan HYROX sebagai agenda liburan keluarga.
Inilah yang dilakukan oleh Tedy Muslich sewaktu mengajak keluarganya untuk ikut berangkat ke Korea Selatan dan mengikuti AirAsia HYROX Incheon 2026. Selain bertanding, mereka sengaja bepergian bersama-sama untuk merayakan ulang tahun anaknya.

Selama tujuh hari di Korea Selatan, Tedy dan keluarganya memilih menginap di Seoul agar dekat dengan berbagai tujuan wisata. Selain itu, mereka juga tidak ingin repot berpindah-pindah hotel sambil membawa perlengkapan anaknya yang masih berusia dua tahun. “Tahu sendiri, kan, kalau perlengkapan untuk toddler cukup heboh,” ujar pemilik akun @tmuslich.
Bertanding di nomor Pro Doubles Men, Tedy berpasangan dengan Dwi Graha Pangestu dan selesai dengan catatan waktu 1:26:40. Sama juga, pasangan bermainnya ternyata juga datang ke Korea bersama istrinya dan dilanjutkan dengan liburan.
Kehadiran keluarga dan pendamping dalam perjalanan HYROX menunjukkan bahwa event olahraga kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan pengalaman wisata.
Tren Sport Tourism dan Peluang Industri Hospitality
Fenomena HYROX race-cation mulai dilirik industri hospitality. Fernando mengungkapkan mulai bermunculan hotel yang menawarkan fasilitas recovery untuk peserta HYROX, seperti cold plunge, sauna, hingga area gym.
Fasilitas tersebut menjadi nilai tambah karena banyak peserta ingin menjaga kondisi tubuh sebelum maupun setelah bertanding.
Tren ini menunjukkan bagaimana event olahraga kini ikut mendorong sport tourism dan perjalanan berbasis gaya hidup aktif.
Indonesia juga mulai menjadi bagian dari arus race-cation tersebut.
AirAsia HYROX Jakarta akan digelar pada 27-28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2. Event tersebut diperkirakan diikuti sekitar 12.000 peserta.
Jumlah itu belum termasuk pendamping, komunitas, maupun penonton yang ikut datang selama event berlangsung.
Besarnya arus pergerakan peserta membuka peluang bagi sektor hotel, kuliner, hingga destinasi wisata di sekitar Jakarta untuk menarik pengunjung yang datang membawa agenda olahraga sekaligus liburan.
Bagi sebagian peserta HYROX, perjalanan kini bukan lagi sekadar tentang mengejar catatan waktu terbaik.
Di tengah maraknya tren race-cation, kompetisi dan liburan mulai berjalan berdampingan: datang untuk bertanding, lalu pulang dengan pengalaman baru dari kota yang mereka kunjungi. AirAsia HYROX Jakarta menjadi salah satu kesempatan untuk mengelola event fitness race bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari sport tourism dan race-cation.