Kembali
SEPAK BOLA 6 min read 12 October 2026

Man City Gilas Liverpool 3-0 di Anfield, Petaka Kartu Merah Gravenberch

Laga big match pekan ke-6 Liga Inggris berubah total usai kartu merah Gravenberch. Manchester City menang 3-0 di Anfield lewat gol Haaland, Doku, dan Cherki, lalu kokoh di puncak klasemen.

Stadion Anfield, markas Liverpool FC, tempat Manchester City menang 3-0 atas Liverpool pada 11 Oktober 2026 (foto ilustrasi).
Stadion Anfield, markas Liverpool FC (foto ilustrasi, bukan dari laga 11 Oktober 2026). Foto: Humphrey Bolton via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0).

Manchester City menang telak 3-0 saat bertandang ke markas Liverpool, Stadion Anfield, pada lanjutan pekan ke-6 Liga Inggris 2026/2027, Minggu malam (11/10/2026) waktu setempat atau dini hari WIB. Kemenangan The Citizens lahir setelah laga berubah drastis begitu gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, diganjar kartu merah pada menit ke-62, sebelum Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki bergantian merobek gawang tuan rumah sepanjang babak kedua.

Baca Cepat

  • Manchester City menggilas Liverpool 3-0 di Stadion Anfield pada pekan ke-6 Liga Inggris 2026/2027.
  • Kartu merah Ryan Gravenberch pada menit ke-62 menjadi titik balik laga; Liverpool bermain dengan 10 pemain sampai akhir.
  • Gol-gol City dicetak Erling Haaland (65′), Jeremy Doku (68′), dan Rayan Cherki (78′) di babak kedua.
  • City menyapu bersih enam laga awal dengan 18 poin dan memimpin klasemen, sementara Liverpool terperosok ke posisi kesembilan.

Kartu Merah Gravenberch Mengubah Jalannya Laga

Selama kurang lebih satu jam pertama, duel dua raksasa Liga Inggris itu berjalan ketat dan nyaris tanpa pemenang. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga turun minum, saling menekan namun minim peluang bersih. Liverpool, yang biasanya menjadikan Anfield sebagai benteng menakutkan, tampil cukup berani di hadapan pendukungnya dan sempat memaksa kiper Manchester City bekerja lewat percobaan Lewis Koumas pada awal babak kedua. Secara umum, laga masih terbaca seimbang dan sangat mungkin ditentukan oleh satu momen kecil. Bagi Liverpool, menjamu pemuncak klasemen yang belum terkalahkan merupakan ujian besar sekaligus peluang untuk membalikkan tren awal musim yang kurang memuaskan, dan Anfield diharapkan kembali menjadi faktor pembeda seperti pada laga-laga besar sebelumnya.

Momen itu datang pada menit ke-62. Ryan Gravenberch, salah satu motor lini tengah Liverpool, menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Jeremy Doku, sehingga wasit langsung mengeluarkannya dari lapangan. Dengan hanya 10 pemain tersisa, tuan rumah kehilangan keseimbangan di sektor tengah dan terpaksa menurunkan tempo serta mundur lebih dalam. Keunggulan jumlah pemain itulah yang segera dieksploitasi Manchester City. Dari pertarungan seimbang, laga berubah menjadi tekanan satu arah tim tamu, dan hanya butuh hitungan menit bagi City untuk mengonversi dominasi tersebut menjadi gol.

Haaland, Doku, dan Cherki Pastikan Kemenangan

Hanya tiga menit setelah kartu merah, Manchester City membuka keunggulan. Erling Haaland, yang sepanjang musim ini terus tajam di depan gawang, menyambar bola muntahan dan mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-65. Striker asal Norwegia itu kembali membuktikan nalurinya sebagai predator kotak penalti yang amat sulit dijaga, terlebih saat pertahanan lawan sudah berkurang satu pemain. Gol cepat tersebut sekaligus mematahkan harapan Liverpool untuk bertahan sampai akhir babak kedua.

Pesta gol berlanjut pada menit ke-68. Jeremy Doku melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dijangkau kiper Liverpool, Alisson Becker, dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Rayan Cherki kemudian menutup kemenangan telak pada menit ke-78 setelah menuntaskan kombinasi apik di kotak penalti tuan rumah. Skor 3-0 untuk Manchester City bertahan hingga peluit panjang. Tiga gol dalam rentang kurang dari 20 menit memperlihatkan betapa efisiennya tim tamu memanfaatkan ruang yang terbuka, sekaligus menegaskan kedalaman lini serang mereka yang mampu melukai lawan dari banyak sisi. Kombinasi ketajaman Haaland di kotak penalti, kecepatan Doku di sisi sayap, dan kreativitas Cherki membuat serangan City sulit diantisipasi, apalagi ketika tuan rumah harus bertahan dengan jumlah pemain yang berkurang.

Perlengkapan Sepak Bola Pilihan
Puma MCFC Home Jersey Replica Men’s Jersey
Jersey kandang Manchester City buat kamu yang ikut merayakan start sempurna The Citizens musim ini.
Lihat →
NIKE MERCURIAL SUPERFLY 11 ACADEMY FG/MG IO1485100
Sepatu bola tipe cepat yang pas untuk pemain sayap eksplosif ala Doku dan Cherki.
Lihat →
Decathlon Kipsta Bola Sepak Club Hybrid FIFA
Bola sepak berstandar FIFA untuk latihan dan tanding akhir pekan bareng tim.
Lihat →

City Sempurna, Liverpool Terperosok ke Posisi Sembilan

Kemenangan di Anfield membuat Manchester City menyapu bersih enam laga pertamanya di Liga Inggris 2026/2027. The Citizens kini mengoleksi 18 poin dari enam pertandingan yang seluruhnya berakhir dengan kemenangan, dan kokoh di puncak klasemen. Mereka unggul tiga poin atas Arsenal yang menempati posisi kedua dengan 15 poin. Start tanpa cela ini menjadikan City sebagai tim paling stabil sejauh musim berjalan dan langsung memasang standar tinggi dalam perburuan gelar. Enam kemenangan beruntun sejak awal musim memberi The Citizens bantalan psikologis yang berharga, terlebih karena poin penuh terakhir mereka raih di lapangan lawan yang secara tradisi sulit ditaklukkan. Modal ini sekaligus memberi ruang bagi tim untuk mengatur rotasi pemain menghadapi jadwal yang bakal semakin padat.

Nasib sebaliknya dialami Liverpool. Kekalahan ini membuat The Reds terperosok ke posisi kesembilan dengan hanya sembilan poin. Hasil buruk tersebut memperpanjang persoalan tuan rumah yang belum juga meraih kemenangan liga di kandang sendiri pada musim ini. Jarak dengan zona empat besar pun kian melebar, sementara tekanan terhadap tim terasa semakin berat sejak awal kompetisi. Bagi klub sebesar Liverpool, berada di luar sepuluh besar seusai enam laga jelas bukan posisi yang diharapkan, dan koreksi harus datang cepat sebelum jarak dengan papan atas menjadi tak terkejar.

Iraola: Kami Memainkan Dua Pertandingan yang Berbeda

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menilai timnya sebenarnya tampil kompetitif sebelum kartu merah mengubah segalanya. “Kami memainkan dua pertandingan yang berbeda,” ujarnya menggambarkan kontras sebelum dan sesudah Gravenberch diusir. Menurut Iraola, Liverpool adalah tim yang lebih baik selama 62 menit pertama, sebelum keunggulan jumlah pemain membuat Manchester City leluasa menguasai laga dan akhirnya mencetak tiga gol.

Meski kalah telak, Iraola tetap memberi apresiasi kepada anak asuhnya. “Saya rasa para pemain pantas mendapat pujian hari ini,” kata pelatih asal Spanyol tersebut. Suasana Anfield sempat memanas; sebagian pendukung tuan rumah menyoroti kasus dugaan pelanggaran aturan finansial yang membelit City, tetapi tim tamu tetap tenang dan fokus menuntaskan pertandingan. Bagi Iraola, pekerjaan rumah utama kini adalah menjaga kedisiplinan agar timnya tidak lagi kehilangan pemain pada momen krusial, sekaligus mengembalikan ketajaman yang sempat hilang di awal musim.

Sorotan Lain dari Pekan Ke-6 Liga Inggris

Di luar drama Anfield, pekan ke-6 juga menyuguhkan sejumlah hasil menarik. Manchester United gagal menang di Old Trafford setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur yang bahkan menuntaskan laga dengan 10 pemain. Hasil tersebut menambah catatan kurang meyakinkan bagi Setan Merah di awal musim dan memperlihatkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar mereka.

Arsenal menjaga tren positif dengan membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Leeds United di Emirates Stadium, hasil yang membuat mereka tetap menempel Manchester City di puncak. Sementara itu, Chelsea tampil garang dengan membantai Bournemouth 5-1, dengan Jordan Henderson menyumbang dua gol. Rangkaian hasil ini membuat persaingan papan atas semakin panas, karena jarak antartim pesaing gelar masih tipis dan satu hasil buruk bisa langsung mengubah peta klasemen menjelang laga-laga berikutnya.

Apa Arti Hasil Ini bagi Dua Raksasa

Bagi Manchester City, kemenangan di kandang rival sekaligus start sempurna enam laga adalah pernyataan serius dalam perburuan gelar. Konsistensi, ketenangan, dan kedalaman skuad menjadi modal besar untuk menjaga posisi puncak dan menekan para pesaing. Bagi Liverpool, pekerjaan rumah justru menumpuk: memperbaiki hasil kandang yang masih seret, menjaga kedisiplinan agar tidak kembali bermain dengan sepuluh pemain, serta menemukan lagi ketajaman di depan gawang. Satu kekalahan memang belum menentukan nasib semusim, tetapi tren awal yang berat menuntut respons cepat.

Buat penggemar sepak bola di Indonesia yang rutin begadang menonton Liga Inggris, laga ini menjadi pengingat bahwa satu momen, seperti kartu merah di menit ke-62, bisa menentukan arah pertandingan besar. Pekan-pekan berikutnya akan memperlihatkan apakah Manchester City mampu mempertahankan dominasinya dan apakah Liverpool bisa segera bangkit dari awal musim yang berat. Satu hal yang pasti, persaingan Liga Inggris 2026/2027 sudah panas sejak dini dan janji menyajikan banyak drama hingga musim berakhir.

Artikel ini dirangkum dari:

  • Bola.com, hasil Manchester City gilas 10 pemain Liverpool di Anfield: tautan
  • CNN Indonesia, petaka kartu merah saat Liverpool dibantai Man City: tautan
  • CNN Indonesia, klasemen Liga Inggris usai Man City kalahkan Liverpool 3-0: tautan
  • Bola.com, klasemen Liga Inggris: City tinggalkan Arsenal, Liverpool terpuruk: tautan
  • CNN Indonesia, reaksi Andoni Iraola soal kartu merah: tautan
  • Bola.com, Manchester United gagal taklukkan 10 pemain Tottenham: tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.