Kembali
HEALTH 4 min read 10 June 2026

Olahraga Setelah Usia 60, Apa Aja yang Perlu Dilakukan?

Banyak orang mikir, setelah usia 60 tubuh udah gak bisa sekuat dulu lagi. Otot mulai mengecil, sendi mulai kaku, dan rasanya kalau olahraga berat malah bikin cedera. Tapi kenyataannya, banyak kok orang di usia 60-an yang justru makin kuat — asal tahu cara latihan yang tepat. Raha…

Olahraga Setelah Usia 60, Apa Aja yang Perlu Dilakukan?

Banyak orang mikir, setelah usia 60 tubuh udah gak bisa sekuat dulu lagi. Otot mulai mengecil, sendi mulai kaku, dan rasanya kalau olahraga berat malah bikin cedera. Tapi kenyataannya, banyak kok orang di usia 60-an yang justru makin kuat — asal tahu cara latihan yang tepat. Rahasianya bukan latihan yang rumit atau alat mahal, tapi rutin melakukan gerakan dasar yang melatih seluruh tubuh secara konsisten, dibantu dengan jalan kaki setiap hari.

Olahraga setelah usia 60 sebenarnya gak perlu repot. Cukup 30 menit latihan kekuatan tiga kali seminggu ditambah jalan kaki harian, kamu bisa menjaga massa otot, keseimbangan, dan mobilitas tubuh. Ini bukan sekadar teori — ini yang dilakukan Suzi Jalowsky, seorang pelatih kebugaran berusia 60 tahun yang membagikan rutinitas 11 gerakan simple yang ia lakukan untuk menjaga tubuh tetap kuat.

Intinya

  • Latihan kekuatan penuh tubuh 30 menit, 3 kali seminggu, sudah cukup untuk menjaga kekuatan otot di atas usia 60.
  • Kombinasikan dengan jalan kaki setiap hari untuk menjaga mobilitas dan kesehatan jantung.
  • Gunakan gerakan dasar seperti squat, press, row, dan twist — gak perlu alat rumit, cukup dumbbell atau bodyweight.
  • Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas. Rutin > keras.

Latihan kekuatan di atas 60: apa saja yang perlu dilakukan?

Apa latihan kekuatan yang aman untuk usia 60 tahun ke atas?

Latihan yang aman adalah yang melibatkan gerakan fungsional — gerakan yang kamu pakai dalam kehidupan sehari-hari. Fokus pada 4 pola utama: mendorong (push), menarik (pull), jongkok (squat), dan memutar (twist). Contohnya chest press, gorilla row, dumbbell squat, dan oblique twist. Semua gerakan ini bisa dimodifikasi: pakai dumbbell ringan dulu, atau lakukan tanpa beban sama sekali.

Berapa kali seminggu orang di atas 60 harus latihan?

Cukup 3 kali seminggu untuk latihan kekuatan. Setiap sesi idealnya 30 menit saja — gak perlu lebih. Tubuh butuh waktu recovery di antara hari latihan. Sisa hari lainnya, lakukan jalan kaki ringan 20-30 menit. Ini pola yang dijalani Suzi Jalowsky di usia 60-nya: latihan Senin, Rabu, Jumat, jalan kaki setiap hari.

11 gerakan strength training yang dilakukan setiap minggu

Ini dia 11 gerakan yang dilakukan Suzi dalam satu sesi. Lakukan 3 set masing-masing 10 repetisi. Butuh dumbbell aja — atau kalau belum punya, bodyweight pun cukup untuk memulai.

  1. Single-arm bicep curl — berlutut satu sisi, angkat dumbbell ke arah dada dengan kontrol.
  2. Chest press — telentang, tekan dumbbell ke atas dari dada, siku turun membentuk sudut 45°.
  3. Knee push-up — push-up versi lutut, lebih ringan tapi tetap melatih dada dan lengan.
  4. Single-arm gorilla row — posisi membungkuk, satu tangan dumbbell ditarik ke arah rusuk.
  5. Dumbbell squat — jongkok sambil pegang dumbbell di samping tubuh, jaga punggung lurus.
  6. Split squat — posisi kuda-kuda, turunkan lutut belakang hingga hampir menyentuh lantai.
  7. Standing cross-body toe touches — sentuh kaki kiri dengan tangan kanan, bergantian sambil sedikit menekuk lutut.
  8. Cossack squat — jongkok ke samping, satu kaki lurus, bagus buat mobilitas pinggul.
  9. Knee thrust — lunge pendek, dorong lutut belakang ke arah dada sambil sedikit melompat.
  10. Oblique twist — berdiri, putar tubuh sambil pegang dumbbell, latih otot samping perut.
  11. Oblique crunch — angkat lutut ke arah siku berlawanan, melatih keseimbangan dan otot inti.

Kenapa jalan kaki juga penting?

Jalan kaki bukan sekadar aktivitas ringan. Untuk usia di atas 60, jalan kaki membantu menjaga kepadatan tulang, melancarkan sirkulasi, dan melatih keseimbangan — yang penting banget buat mencegah jatuh. Daniel Booth, high-performance coach, bilang kombinasi strength training dan jalan kaki adalah pendekatan cerdas yang bisa diikuti siapa pun di atas 60 karena membangun kekuatan nyata tanpa risiko cedera tinggi.

Gimana cara memulainya kalau sudah lama tidak olahraga?

Mulai dari yang paling ringan. Lakukan semua gerakan tanpa dumbbell dulu. Fokus pada teknik, bukan beban. Setelah 2-3 minggu tubuh terasa adaptasi, baru tambah dumbbell ringan (1-2 kg). Jangan malu pakai knee push-up atau squat setengah — yang penting adalah gerak, bukan sempurna. Target pertama: konsisten 3 kali seminggu selama sebulan.

“Simple, effective, and it works. Add in a daily walk and you’ve got a routine that keeps you strong, mobile and feeling good in your body. Nothing extreme. Nothing fancy. Just consistency.” — Suzi Jalowsky

Langkah praktis minggu ini

Mulai Senin ini, lakukan 3 gerakan dulu: dumbbell squat (3×10), knee push-up (3×10), dan oblique twist (3×10 per sisi). Cuma butuh 10 menit. Selasa jalan kaki 20 menit. Rabu ulangi 3 gerakan yang sama. Kamis jalan kaki lagi. Jumat lakukan 3 gerakan itu sekali lagi. Sudah, itu cukup untuk minggu pertama. Yang penting mulai dulu.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah usia 60 masih bisa membentuk otot?

Bisa. Pertambahan massa otot (hipertrofi) tetap terjadi di usia berapa pun selama ada stimulus latihan yang cukup dan asupan protein yang memadai. Tubuh tetap responsif terhadap latihan kekuatan.

Berapa lama waktu olahraga yang ideal untuk usia 60?

30 menit per sesi, 3 kali seminggu udah ideal. Lebih dari itu belum tentu lebih baik — recovery jadi lebih penting di usia ini.

Apakah olahraga bisa mencegah nyeri sendi di usia tua?

Bisa membantu. Latihan kekuatan memperkuat otot di sekitar sendi, sehingga sendi lebih stabil dan tekanan berkurang. Tapi kalau sudah ada kondisi medis tertentu, konsultasi dulu dengan dokter.

Haruskah pakai alat gym atau bisa di rumah saja?

Bisa di rumah saja. Cukup dengan dumbbell ringan atau bahkan bodyweight. Yang penting konsisten, bukan tempat latihannya.

Jalan kaki berapa lama yang disarankan setiap hari?

20-30 menit jalan kaki santai sudah cukup. Gak perlu cepat-cepat, yang penting tubuh bergerak setiap hari.

Kalau kamu merasa waktu terbatas dan malas repot siap-siap alat, latihan di 20FIT bisa jadi solusi. Cukup 20 menit sekali seminggu pakai teknologi EMS (Electro Muscle Stimulation) dengan trainer bersertifikat — seluruh otot terlatih tanpa perlu berganti-ganti alat. Cocok buat kamu yang sibuk tapi tetap ingin tubuh kuat di usia berapa pun.

EXPLORE 20FIT

More ways to move.