Kembali
INSIGHT 6 min read 11 June 2026

Cape Town Marathon Resmi Jadi World Marathon Major Pertama di Afrika, Apa Dampaknya bagi Pelari Indonesia?

Sebuah babak baru dalam sejarah marathon dunia resmi dimulai. Setelah lebih dari lima tahun proses seleksi ketat, Cape Town kini bergabung dengan barisan elit perlombaan lari paling bergengsi di planet ini.

Cape Town Marathon Resmi Jadi World Marathon Major Pertama di Afrika, Apa Dampaknya bagi Pelari Indonesia?
CAPE TOWN MARATHON. 24 MAY 2026.

Sebuah babak baru dalam sejarah marathon dunia resmi dimulai. Setelah lebih dari lima tahun proses seleksi ketat, Cape Town kini bergabung dengan barisan elit perlombaan lari paling bergengsi di planet ini.

Ringkasan

  • Cape Town Marathon resmi menjadi World Marathon Major pertama di Afrika pada 10 Juni 2026.
  • Race ini akan masuk kalender Abbott World Marathon Majors mulai Mei 2027.
  • Sydney menjadi Major ke-7 dan Cape Town menjadi Major ke-8.
  • Shanghai Marathon berpotensi menjadi Major ke-9.
  • Pelari Indonesia kini memiliki tujuan baru dalam perburuan AbbottWMM Stars.

Lima Tahun Perjalanan, Satu Pengumuman Bersejarah

Pada tanggal 10 Juni 2026, Abbott World Marathon Majors (AbbottWMM) secara resmi mengumumkan bahwa Sanlam Cape Town Marathon telah menjadi Major pertama yang diselenggarakan di Benua Afrika.


Perjalanan menuju titik ini tidaklah singkat. Cape Town pertama kali dinominasikan sebagai candidate race pada tahun 2021, memulai proses asesmen multi-tahun yang ketat. Dalam proses pendaftaran AbbottWMM, sebuah lomba harus melewati dua tahap evaluasi secara berturut-turut. Cape Town lolos Stage 1 setelah asesmen pada tahun 2024. Namun perjalanan itu sempat tersendat: edisi 2025 dibatalkan 90 menit sebelum start akibat angin kencang yang merusak race village dan membahayakan keselamatan peserta, sehingga asesmen Stage 2 tidak dapat diselesaikan.

Alih-alih mundur, panitia dan AbbottWMM justru menunjukkan komitmen tinggi. Sanlam selaku sponsor utama bahkan menawarkan pendanaan ulang entri bagi seluruh peserta 2025 untuk mengikuti edisi 2026 atau 2027, sementara AbbottWMM memutuskan untuk memberikan provisional star kepada seluruh finisher 2026. Ketangguhan inilah yang turut memperkuat kelayakan Cape Town di mata juri.

Setelah penyelenggaraan yang sukses pada 24 Mei 2026, Cape Town dinyatakan lulus Stage 2 dan final dari proses asesmen AbbottWMM. Kualitas yang dinilai mencakup kedalaman field elite, standar operasional penyelenggaraan, infrastruktur perlombaan, hingga dampak ekonomi dan wisata. Faktor penting lainnya: Afrika merupakan rumah bagi sebagian besar pelari marathon elite dunia, termasuk banyak atlet dari Kenya dan Ethiopia yang mendominasi podium marathon internasional selama dua dekade terakhir.

Dari Enam Bintang ke Delapan, dan Segera ke Sembilan

Bagi komunitas marathon global, ekspansi ini bukan sekadar penambahan angka. Selama bertahun-tahun, Six Star Finisher Medal bisa diraih dengan menyelesaikan Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York, menjadi “ibadah wajib” di dunia lari. Kini lanskap tersebut berubah total.

Sydney lebih dulu masuk sebagai Major ke-7 pada tahun 2025. Cape Town kini resmi menjadi yang kedelapan, bergabung bersama Tokyo, Boston, London, Sydney, Berlin, Chicago, dan New York. Race ini akan secara formal masuk ke dalam seri pada edisi 23 Mei 2027.

Peta ekspansi belum berhenti di sini. Shanghai Marathon telah lolos Stage 1 untuk pencalonan setelah asesmen pada November 2025, dan kini harus memenuhi kriteria untuk tahun kedua berturut-turut pada edisi 6 Desember 2026. Jika berhasil, Shanghai akan bergabung sebagai Major ke-9 pada tahun 2027. 

AbbottWMM telah mengonfirmasi bahwa sistem Stars akan berkembang seiring bertambahnya jumlah Major. Jika Shanghai berhasil lolos, pelari akan berpeluang mengejar Nine Star Medal sebagai pencapaian tertinggi baru.

Kehadiran pelari legendaris Eliud Kipchoge pada edisi 2026 Cape Town, memiliki nilai strategis. Pelari yang sudah memenangkan 11 gelar Major dan dua medali emas Olimpiade, memilih Cape Town sebagai marathon resmi pertamanya di benua Afrika. Kehadiran Eliud Kipchoge pada edisi 2026 menjadi simbol kuat meningkatnya prestise Cape Town Marathon di mata komunitas lari global.

Apa Dampaknya bagi Indonesia dan Komunitas Lari Kita?

Bagi pelari Indonesia, berita ini membawa implikasi langsung maupun jangka panjang.

  • Pertama, aspirasi bintang kini lebih nyata. Ribuan pelari Indonesia yang tengah mengejar Six Star kini harus mempertimbangkan target baru: delapan bintang, bahkan sembilan. Cape Town menawarkan rute yang melewati pemandangan Gunung Tabel dan pantai Atlantik. Bagi pelari Indonesia yang sudah terbiasa travelling sambil mengikuti marathon ke Tokyo atau Berlin, Cape Town kini menjadi titik tujuan berikutnya.
  • Kedua, standar penyelenggaraan global naik satu tingkat lagi. Cape Town membuktikan bahwa negara berkembang yang gigih membenahi standar elitenya bisa menembus barisan terbaik dunia. Ini adalah preseden yang relevan untuk Indonesia.
  • Ketiga, wisata lari semakin kompetitif. Dengan bertambahnya Major di luar Eropa dan Amerika, devisa sport tourism dari pelari Indonesia berpotensi semakin tersebar. Ini menjadi sinyal bagi penyelenggara lokal untuk naik kelas agar mampu menjadi tuan rumah, bukan sekadar pengirim peserta.

Bisakah Indonesia Suatu Hari Bermimpi Seperti Cape Town?

Pertanyaan ini bukan tidak masuk akal. Bali Marathon (Maybank Marathon) saat ini menjadi satu-satunya marathon di Indonesia yang meraih status Elite Label dari World Athletics sejak tahun 2020. Ini menjadi fondasi penting untuk mendapat pengakuan internasional. Jakarta Marathon, yang diselenggarakan sejak tahun 2013 kini menarik lebih dari 31.000 peserta dan diakui oleh AIMS serta IAAF. Borobudur Marathon dan beberapa race nasional lain bahkan sudah masuk sebagai qualifying race untuk AbbottWMM Age Group World Rankings.

Namun, gap antara “qualifying race” dan “World Marathon Major” sangatlah besar. Cape Town membutuhkan lima tahun untuk proses pencalonan, investasi sponsor kelas dunia seperti Sanlam, field elite yang rutin menampilkan nama-nama sub-2:05, serta kapasitas operasional dan infrastruktur kota yang mampu menampung puluhan ribu pelari internasional dengan standar premium.

Untuk Indonesia, langkah realistis jangka menengah adalah memperkuat fondasi yang ada: mendorong Bali Marathon atau Jakarta Marathon untuk konsisten meraih World Athletics Platinum Label, memperbesar field elite dengan nama-nama yang kompetitif di level global, dan membangun ekosistem hospitality terkait lari yang mampu menarik wisatawan bintang. Cape Town tidak dibangun dalam semalam, tetapi kisahnya menjadi bukti bahwa ambisi yang dibarengi oleh komitmen yang tepat bisa menjadi kenyataan.

Cape Town kini bukan hanya kota di ujung selatan Afrika. Ia kini menjadi finish line impian baru bagi jutaan pelari dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. (*)


FAQ:

Q: Apa itu Abbott World Marathon Majors (AbbottWMM)?

A: Abbott World Marathon Majors adalah seri lomba marathon paling bergengsi di dunia, terdiri dari delapan race terpilih yang memenuhi standar ketat dari sisi field elite, operasional penyelenggaraan, dan dampak internasional. Kedelapan race tersebut adalah Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, New York, Sydney, dan Cape Town.

Q: Kapan Cape Town Marathon resmi menjadi World Marathon Major?

A: Cape Town Marathon secara resmi dikonfirmasi sebagai World Marathon Major pada 10 Juni 2026, setelah berhasil melewati Stage 2 asesmen AbbottWMM pasca penyelenggaraan edisi 24 Mei  2026. Race ini akan resmi berkompetisi sebagai Major untuk pertama kalinya pada 23 Mei 2027.

Q: Berapa lama proses Cape Town untuk masuk ke World Marathon Majors?

A: Proses pencalonan Cape Town berlangsung selama lima tahun, dimulai sejak dinominasikan sebagai candidate race pada 2021. Prosesnya sempat tertunda satu tahun karena edisi 2025 dibatalkan akibat angin kencang yang membahayakan keselamatan peserta.

Q: Apa bedanya Six Star, Seven Star, Eight Star, dan Nine Star Finisher Medal?

A: Six Star Finisher Medal  adalah penghargaan bagi pelari yang menyelesaikan keenam Major original: Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York. Dengan masuknya Sydney (2025) dan Cape Town (2027) sistem bintang kini berkembang. Jika Shanghai Marathon berhasil lolos asesmen pada Desember 2026, seri akan terdiri dari sembilan race dan Nine Star Medal akan resmi diperkenalkan.

Q: Apakah ada marathon Indonesia yang sudah terdaftar dalam ekosistem AbbottWMM?

A: Ya. Bali Marathon (Maybank Marathon), Jakarta Marathon, dan Borobudur Marathon sudah terdaftar sebagai qualifying race untuk AbbottWMM MTT Age Group World Rankings. Ini artinya, hasil pelari usia 40 tahun ke atas di lomba-lomba ini diakui dalam sistem peringkat global AbbottWMM. Namun, status ini berbeda jauh dari status World Marathon Major yang membutuhkan proses pencalonan formal dan asesmen multi tahun.

Q: Apakah Indonesia berpeluang memiliki World Marathon Major di masa depan?

A: Secara teknis sangat dimungkinkan, namun jaraknya masih jauh. Prasyarat utama meliputi: setidaknya satu race yang meraih World Athletics Platinum Label secara konsisten, field elite yang rutin menampilkan pelari sub-2:05 (putra) dan sub-2:20 (putri), dukungan sponsor kelas dunia, serta infrastruktur kota yang mampu melayani puluhan ribu pelari internasional. Bali Marathon sudah berstatus World Athletics Elite Label adalah titik awal yang paling realistis untuk dikembangkan lebih lanjut.

Q: Apa keuntungan bagi pelari Indonesia yang berlomba di Cape Town Marathon 2027?A: Finisher Cape Town Marathon 2027 akan mendapatkan bintang AbbottWMM resmi yang diakui dalam program Stars, yang sama nilainya dengan bintang dari Tokyo, Boston, atau New York. Bagi pelari Indonesia yang sedang mengejar koleksi bintang Major, Cape Town kini menjadi destinasi baru yang wajib masuk daftar tujuan.

EXPLORE 20FIT

More ways to move.