Pemain Asing Super League: Apa yang Dibeli, Apa Harganya
Home / Sepak Bola

Pemain Asing Super League: Apa yang Dibeli, Apa Harganya

Sejak 2025, klub Super League boleh mendaftarkan 11 pemain asing demi bersaing di Asia. Hasil AFC mulai membaik, tetapi menit pemain lokal menyusut dan aturan wajib U-23 kini dihapus.

On this page

    Pertandingan baru berjalan lima menit di Seoul World Cup Stadium ketika Marc Klok mengirim sepak pojok ke tiang dekat. Julio Cesar, bek asal Brasil, menyambar bola dari sudut sempit, dan Persib Bandung unggul 1-0 atas FC Seoul. Skor itu bertahan sampai peluit akhir pada Rabu, 16 September 2026, berkat beberapa penyelamatan kiper Teja Paku Alam, termasuk dari tembakan melengkung Jeong Hyun-woo, menurut Metrotvnews. Persib tercatat sebagai klub Indonesia pertama yang menang tandang atas klub Korea Selatan, tulis iNews. Sebulan kemudian, Mariano Peralta, pemain Argentina, mencetak gol penalti untuk kemenangan 1-0 atas The Cong-Viettel di Si Jalak Harupat.

    Dua gol, dua pencetak gol asing, satu kiper lokal yang menjaga gawang tetap bersih, dan satu umpan dari gelandang naturalisasi. Komposisi itu menggambarkan taruhan yang dibuat sepak bola Indonesia sejak Juli 2025, ketika operator liga mengizinkan setiap klub Super League mendaftarkan 11 pemain asing. Alasan resminya adalah daya saing di Asia. Kritiknya datang dari asosiasi pemain dan pelatih tim nasional: pemain lokal akan kehilangan menit, pekerjaan, dan jalan ke tim nasional. Satu musim penuh dan tujuh pekan kemudian, pertanyaannya bisa diajukan dengan data: apa yang sebenarnya dibeli Indonesia dengan 11 kursi asing, dan siapa yang membayarnya?

    Ringkasnya: Super League mengizinkan 11 pemain asing per klub sejak 2025/26, dengan sembilan di daftar susunan pemain dan tujuh di lapangan, dan aturan itu dipertahankan untuk 2026/27 sementara kewajiban memainkan pemain U-23 dihapus. Hasil Asia mulai membaik lewat Persib dan Borneo FC, tetapi daftar pencetak gol dan sebagian besar menit bermain dikuasai pemain asing. Thailand, yang menempuh jalan serupa, kini mencatat hanya 73 dari 176 starter pada pekan pembuka liganya adalah pemain Thailand.

    Dari 3+1 ke 11: bagaimana kuota asing membengkak dalam tiga musim

    Lonjakan itu tidak terjadi dalam semalam. Pada musim 2022/23, klub Liga 1 hanya boleh memakai formula 3+1: tiga pemain asing bebas dan satu dari Asia. Musim berikutnya angkanya naik menjadi 5+1, dengan satu slot khusus pemain ASEAN. Pada 2024/25, klub boleh mendaftarkan delapan pemain asing, semuanya masuk daftar susunan pemain, tetapi hanya enam yang boleh bermain bersamaan, menurut catatan ANTARA.

    Lompatan terbesar datang dari Rapat Umum Pemegang Saham PT Liga Indonesia Baru di Hotel Langham, Jakarta Selatan, pada 7 Juli 2025. Liga yang berganti nama menjadi Super League itu mengizinkan 11 pemain asing dari negara mana pun, tanpa pembedaan Asia atau non-Asia. Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus menjelaskan logikanya dengan satu kalimat: “Kita juga sangat perlu untuk bisa bersaing di Asia. Oleh karena itu boleh didaftarkan 11.”

    Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Ferry Paulus berbicara di meja konferensi pers saat mengumumkan kuota 11 pemain asing, Juli 2025
    Ferry Paulus (tengah) saat konferensi pers RUPS PT LIB di Jakarta, 7 Juli 2025, yang memutuskan kuota 11 pemain asing. Foto: ANTARA

    Versi awal mengizinkan delapan pemain asing bermain bersamaan. Setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersurat kepada operator liga, angkanya dipangkas. Formula akhirnya dikenal sebagai 11-9-7: sebelas didaftarkan, sembilan masuk daftar susunan pemain, tujuh boleh berada di lapangan. Formula itu kembali dipastikan untuk musim 2026/27 oleh Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra. “Pemain asing tetap sama; ada 11 yang didaftarkan, 9 di DSP, dan 7 yang ada di lapangan,” katanya, seperti dikutip JawaPos.

    Musim Pemain asing terdaftar Boleh bermain bersamaan Aturan pemain muda
    2022/23 3+1 (Asia) 4 —
    2023/24 5+1 (ASEAN) 6 —
    2024/25 8 6 Satu U-22 starter, minimal 45 menit
    2025/26 11 (9 di DSP) 7 Lima U-23 terdaftar, satu minimal 45 menit
    2026/27 11 (9 di DSP) 7 Kewajiban 45 menit dihapus, diganti insentif

    Sumber: ANTARA, JawaPos, Bola.com. Jumlah pemain bermain bersamaan untuk 2022/23 dan 2023/24 diturunkan dari formula kuota.

    Dalam tiga musim, jumlah kursi asing di lapangan hampir dua kali lipat. Di atas kertas, tujuh dari sebelas pemain di lapangan bisa saja bukan pemain Indonesia.

    Argumen Asia: Ratchaburi, koefisien, dan pintu kualifikasi

    Kalimat “bersaing di Asia” punya konteks yang konkret. AFC membagi jatah klub tiap negara berdasarkan peringkat kompetisi, dan Indonesia lama tertinggal. Dalam tabel alokasi ACL Two 2026/27, Indonesia berada di peringkat 25 AFC dengan 18,653 poin dan tidak mendapat satu pun tiket langsung ke fase grup; jatahnya hanya satu slot babak kualifikasi, menurut rekapitulasi kompetisi tersebut. Itulah sebabnya Persib, juara tiga musim beruntun, harus melewati Manila Digger dari Filipina lebih dulu. Gol tunggal Peralta baru lahir menjelang akhir laga.

    Musim sebelumnya memberi pelajaran yang lebih pahit. Persib menjuarai Grup G ACL Two 2025/26 dengan 13 poin, lalu bertemu Ratchaburi FC dari Thailand di 16 besar. Di leg pertama pada 11 Februari 2026, Persib kalah 0-3; Pedro Tana mencetak dua gol dan Gabriel Mutombo Kupa satu. Kemenangan 1-0 di Gelora Bandung Lautan Api sepekan kemudian, lewat gol Andrew Jung, tidak cukup, lapor JawaPos. Malam itu berakhir ricuh ketika sebagian pendukung masuk ke lapangan.

    Pemain Ratchaburi berbaju oranye menyundul bola di atas pemain Persib dalam leg kedua 16 besar ACL Two di Stadion GBLA, Februari 2026
    Duel udara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di GBLA, 18 Februari 2026. Persib menang 1-0 tetapi tersingkir dengan agregat 1-3. Foto: Bola.com

    Ketua Ratchaburi, Thanawach Nitikanchana, tidak menyembunyikan apa artinya bagi Thailand. Ratchaburi menjadi klub Thailand pertama yang mencapai perempat final ACL Two. “Itu menunjukkan Liga Thailand adalah liga terbaik di ASEAN,” katanya, dalam pernyataan yang dikutip Bola.com dari Thairath.

    Musim ini ceritanya lain. Persib memimpin Grup E dengan dua kemenangan tanpa kebobolan, dan Borneo FC menang 2-0 atas Yangon United di AFC Challenge League. Hasil-hasil itu mengerek Indonesia ke peringkat 16 AFC dengan 28,842 poin pada pembaruan 20 Oktober, seperti kami uraikan dalam laporan ranking AFC Indonesia. Untuk musim berjalan saja, Indonesia berada di urutan keenam Asia. Pendukung kuota besar punya bukti awal: klub yang diperkuat lebih banyak pemain asing berkualitas mulai mengumpulkan poin di benua ini.

    Namun, kehati-hatian diperlukan. Peringkat AFC dihitung dari beberapa musim, dan dua kemenangan 1-0 di fase grup belum menjadi tren. Kenaikan tiga tingkat juga belum otomatis menambah tiket: alokasi 2027/28 masih memberi Indonesia dua slot tanpa jatah ACL Elite. Yang bisa dikatakan dengan jujur adalah bahwa argumen Asia kini punya data pendukung pertama, bukan bahwa argumen itu sudah terbukti.

    Siapa yang sebenarnya mengisi lapangan

    Jika argumen Asia baru mulai terlihat hasilnya, dampaknya di dalam negeri sudah jelas sejak awal musim lalu. Menurut data Transfermarkt yang dikutip JawaPos pada Agustus 2025, sekitar 158 dari 573 pemain Super League 2025/26 adalah pemain asing, atau 27,6 persen. Sekitar 61 di antaranya berasal dari Brasil. Arema FC mendaftarkan 11 pemain asing, sembilan di antaranya orang Brasil; Persija Jakarta mendaftarkan sepuluh, juga dengan sembilan pemain Brasil, menurut JawaPos.

    Angka 27,6 persen terdengar moderat sampai kita melihat siapa yang bermain. Kuota terdaftar bukan ukuran yang tepat; menit bermain adalah ukuran yang sebenarnya. Di Arema, misalnya, lima dari tujuh pemain dengan menit bermain terbanyak adalah legiun asing, menurut catatan situs pendukung WeAremania. Pola serupa terlihat di daftar pencetak gol. Setelah pekan ke-11 musim lalu, sembilan nama teratas daftar top skor diisi delapan pemain asing; satu-satunya pemain Indonesia adalah Yakob Sayuri dari Malut United dengan empat gol, menurut detikSulsel.

    Sampai akhir musim, pola itu tidak berubah. David da Silva dari Malut United menjadi pencetak gol terbanyak dengan 23 gol. Peralta, saat itu masih di Borneo FC, dinobatkan sebagai pemain terbaik. Dari sebelas nama dalam tim terbaik musim itu, enam adalah pemain asing: Federico Barba, Joao Ferrari, Juan Villa, Francisco Rivera, da Silva, dan Peralta, menurut daftar penghargaan resmi yang dirangkum Gebrak. Lima lainnya adalah kiper Nadeo Argawinata, Catur Pamungkas, Dony Tri Pamungkas, Thom Haye, dan Beckham Putra.

    Pengamat sepak bola Erwin Fitriansyah menunjuk satu posisi yang paling terdampak: penyerang. Kepada Kompas, ia menilai formasi seperti 4-2-3-1 atau 4-3-3 menyisakan sedikit ruang bagi striker lokal untuk bermain berdampingan dengan penyerang asing, sehingga banyak di antaranya hanya mendapat 15 sampai 20 menit di babak kedua, menurut laporan Kompas pada Mei 2026. Ini masuk akal secara taktik: tim dengan satu penyerang tengah hanya punya satu kursi di posisi itu, dan klub yang membayar mahal penyerang Brasil cenderung memainkannya.

    Harga bagi pemain lokal: 198 pekerjaan dan menit yang menyusut

    Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) memprotes sejak hari pertama. Dalam pernyataan resminya pada Juli 2025, APPI menghitung bahwa jika semua klub memaksimalkan kuota, 198 pemain lokal Super League bisa kehilangan pekerjaan atau turun ke Championship, dan efek berantai itu bisa menekan pemain di kasta kedua turun ke amatir, lapor Goal Indonesia. “Kami sangat berharap regulasi ini dapat ditinjau kembali sesuai dengan situasi sepakbola nasional saat ini,” tulis APPI.

    Presiden APPI Andritany Ardhiyasa, kiper senior Persija, menekankan bahwa organisasinya tidak menolak pemain asing. “APPI tidak mempermasalahkan berapapun kuota pemain asing yang ada,” katanya. “Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana dengan jam terbang talenta lokal di Indonesia.” Inti keberatannya adalah struktur: Indonesia hanya memiliki satu kompetisi profesional yang berjalan, sehingga tidak ada liga lain tempat pemain lokal yang tersisih bisa menampung menit bermain.

    Suara paling keras datang dari bangku pelatih tim nasional. Gerald Vanenburg, saat itu pelatih timnas U-23, menyebut aturan tersebut “lelucon” menjelang Piala AFF U-23 2025. “Saya pikir itu lelucon. Sungguh, saya pikir itu lelucon,” katanya di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada 10 Juli 2025, seperti dikutip Suara Surabaya dari ANTARA. Vanenburg mengingat debutnya di tim utama Ajax pada usia 17 tahun. “Jadi, saya pikir kita harus memberi mereka kesempatan untuk berkembang.”

    Patrick Kluivert, pelatih timnas senior saat itu, menyampaikan logika yang sama dengan lebih datar: “Jika para pemain tidak punya menit bermain di klub, Anda tidak bisa dapat kesempatan.”

    Data menit pemain muda musim lalu menunjukkan betapa sempit pintunya. Menurut JawaPos pada Maret 2026, pemain berusia 18 dan 19 tahun dengan menit terbanyak saat itu adalah Kafiatur Rizky dari Dewa United dengan 329 menit, disusul Zulfan Djiaulhaq dari Persita (259), Maouri Simon dari Bali United (242), dan Arkhan Kaka dari Persis Solo (220), tulis JawaPos. Sebagai pembanding, 329 menit setara kurang dari empat pertandingan penuh, setelah lebih dari separuh musim berjalan.

    Ada pengecualian yang membuktikan kemungkinannya. Dony Tri Pamungkas dari Persija, 21 tahun, tampil 26 kali dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik musim 2025/26. Namun pengecualian itu juga menunjukkan polanya: talenta muda bisa menembus tim inti bila pelatih memutuskan memberinya tempat, bukan karena struktur liga memaksanya.

    Pejabat I.League memberikan keterangan kepada wartawan di lapangan seusai final Elite Pro Academy Super League U-20 di Bekasi
    I.League mengumumkan penghapusan kewajiban memainkan pemain U-23 seusai final EPA Super League U-20 di Stadion Garudayaksa, Bekasi, 17 Mei 2026. Foto: ANTARA

    Di sinilah keputusan untuk musim 2026/27 menjadi penting. Satu-satunya pengaman bagi pemain muda di musim pertama kuota 11, yakni kewajiban memainkan satu pemain U-23 minimal 45 menit, dihapus. “Ada perubahan di regulasi U23-nya, yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line up di 45 menit,” kata Asep Saputra, menurut ANTARA. Gantinya adalah mekanisme insentif finansial bagi klub yang memainkan pemain muda, dengan contoh ambang sekitar 3.000 menit, sementara klub tetap wajib mendaftarkan lima pemain U-23. Dengan kata lain, liga beralih dari kewajiban ke bujukan, pada musim yang sama ketika kursi asing tetap tujuh.

    Cermin di utara: Thailand dan angka 73 dari 176

    Indonesia tidak sendirian. Thailand, liga yang paling sering dijadikan patokan di Asia Tenggara, menempuh jalan serupa pada saat yang hampir bersamaan. Hingga 2025/26, klub Thai League 1 boleh mendaftarkan tujuh pemain asing ditambah pemain ASEAN tanpa batas, dengan maksimum lima pemain asing dan dua pemain ASEAN di lapangan. Dalam rapat Asosiasi Sepak Bola Thailand pada 22 Januari 2026, 12 dari 16 klub menyetujui format baru: hingga sepuluh pemain asing terdaftar tanpa pembedaan ASEAN, dan tujuh boleh bermain bersamaan, menurut Siamsport.

    Pemain Persib bernomor 97 berlari mengejar bola di samping pemain Ratchaburi FC berseragam oranye
    Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di leg kedua 16 besar ACL Two 2025/26. Klub Thailand itu kemudian mencapai perempat final. Foto: JawaPos

    Seorang pengamat Thailand yang dikutip Thairath berpendapat perubahan itu tidak terlalu berbeda dari sistem lama, karena batas di lapangan tetap tujuh. Hasil pekan pembuka musim 2026/27 memberi gambaran lain. Siamsport menghitung bahwa dari 176 pemain yang menjadi starter di 16 klub, hanya 73 yang berkewarganegaraan Thailand, atau sekitar 41 persen. Delapan klub, termasuk Buriram United, memakai tujuh pemain asing sekaligus dan hanya empat pemain lokal. Ratchaburi, klub yang menyingkirkan Persib, memakai enam. Judul artikel itu, yang diterbitkan Siamsport pada 9 Agustus 2026, mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang diajukan APPI: apakah ini akan memengaruhi tim nasional?

    Perbandingan dengan Thailand memotong dua arah. Di satu sisi, Thailand menunjukkan bahwa liga dengan banyak pemain asing bisa menghasilkan klub yang kompetitif di Asia: Buriram, BG Pathum United, dan Ratchaburi rutin melaju di kompetisi AFC, dan Thailand berada di peringkat tujuh AFC. Di sisi lain, Thailand juga menunjukkan bahwa kuota yang dibuka lebar akan dipakai sampai batasnya. Klub yang dinilai dari hasil pekan ini tidak punya insentif untuk menyimpan kursi bagi pemain muda lokal.

    Musim kedua: Borneo dengan 16 nama, Persija dengan sembilan

    Jika kuota asing adalah jalan pintas menuju kemenangan, musim 2026/27 sejauh ini menunjukkan bahwa jalan pintas itu tidak bekerja otomatis. Menurut hitungan Bola.com pada September, Borneo FC tercatat sebagai klub dengan amunisi asing paling melimpah: 16 nama untuk mengarungi Super League, ASEAN Club Championship, AFC Challenge League, dan Piala Liga, dengan sepuluh di antaranya bermain pada tiga laga pertama. Setelah tiga pekan, Borneo berada di urutan ke-10. Persijap Jepara mendaftarkan setidaknya 12 pemain asing dan memulai musim dengan dua kekalahan, tulis Bola.com.

    Persija Jakarta, sebaliknya, mendaftarkan sembilan pemain asing, jumlah paling sedikit di antara klub yang diulas Bola.com, dan hanya Fabio Colonego yang bertahan dari musim lalu. Persija kini memimpin klasemen. Setelah pekan keenam, Macan Kemayoran mengumpulkan 15 poin, termasuk kemenangan 5-1 atas Arema FC di Bekasi, sebagaimana dicatat dalam rekap Super League pekan 6.

    Korelasi ini tidak boleh dibaca terlalu jauh. Enam pekan adalah sampel kecil, dan kualitas pemain asing lebih menentukan daripada jumlahnya. Namun, data awal itu menantang anggapan bahwa memenuhi seluruh kuota adalah strategi yang aman. Bagi klub dengan anggaran terbatas, sebelas kontrak asing berarti beban gaji, biaya agen, dan izin kerja yang besar, sementara hanya tujuh yang bisa bermain dalam satu laga.

    • 158 dari 573 pemain Super League 2025/26 adalah pemain asing (27,6 persen), menurut Transfermarkt via JawaPos.
    • 61 pemain asing berasal dari Brasil.
    • 198 pemain lokal berpotensi kehilangan tempat bila semua klub memaksimalkan kuota, menurut APPI.
    • 329 menit: catatan tertinggi pemain berusia 18 dan 19 tahun pada Maret 2026.
    • 73 dari 176 starter pekan pembuka Thai League 1 2026/27 adalah pemain Thailand.
    • Peringkat 16 AFC untuk Indonesia per 20 Oktober 2026, naik tiga tingkat.

    Timnas di ujung rantai

    Perdebatan ini pada akhirnya selalu bermuara di tim nasional, dan di sana gambarannya rumit. Tim nasional Indonesia kini bergantung besar pada pemain diaspora dan naturalisasi, proyek yang pernah kami bedah dalam ulasan naturalisasi timnas. Banyak di antara mereka kini bermain di Super League. Untuk FIFA Matchday September 2025, Kluivert memanggil 11 pemain dari klub Super League ke dalam skuad 27 orang, menurut InvestorTrust.

    Kehadiran pemain diaspora di liga domestik memperumit hitungan “lokal versus asing”. Thom Haye dan Marc Klok, yang ada dalam tim terbaik dan memberi assist di Seoul, adalah pemain Indonesia secara hukum dan tidak memakan kuota asing. Pelatih John Herdman, yang menggantikan Kluivert, menilai kepulangan pemain diaspora ke liga Indonesia bukan masalah dan justru membantu adaptasi mereka, tulis Suara Surabaya. Akibatnya, pemain binaan lokal kini bersaing dengan dua kelompok sekaligus: tujuh kursi asing dan pemain naturalisasi yang tidak dibatasi kuota.

    Bagi timnas senior dalam jangka pendek, situasi ini tidak terlalu merugikan, karena inti skuad sudah terbentuk. Risikonya ada pada generasi berikutnya: pemain berusia 18 sampai 21 tahun yang semestinya mengumpulkan ribuan menit di level tertinggi sebelum siap bermain di Piala Asia atau kualifikasi Piala Dunia. Itulah yang dimaksud Vanenburg ketika ia mengingat debutnya di Ajax pada usia 17.

    Yang belum dijawab: kompetisi kedua dan ujian di GBLA

    Ada satu gagasan yang bisa mengurangi ketegangan ini. Erick Thohir menyatakan PSSI tengah mematangkan rencana kejuaraan yang berjalan bersamaan dengan liga, dan I.League mengakui rencana itu ada tetapi belum merilis detailnya. Asep Saputra menyebutnya “sesuatu yang memang betul-betul terukur” dan menegaskan, “Bukan kita kebingungan ya. Justru kita ingin memastikan sinkronisasi semua, Super League-nya, Championship-nya,” menurut ANTARA. Jika kompetisi kedua itu benar-benar memberi menit kompetitif bagi pemain lokal yang tersisih dari starter, argumen APPI tentang “hanya satu kompetisi” akan kehilangan sebagian bobotnya.

    Sampai itu terjadi, Super League berjalan dengan dua ukuran keberhasilan yang tidak selalu sejalan. Ukuran pertama adalah poin AFC, dan di sana ada kemajuan nyata. Ukuran kedua adalah berapa banyak pemain Indonesia berusia 19 tahun yang bermain 2.000 menit dalam semusim, dan angka itu belum ada yang menghitung secara resmi. Insentif 3.000 menit untuk pemain muda yang dijanjikan I.League setidaknya membuka kemungkinan bahwa angka itu akan mulai dicatat.

    Pada Rabu, 28 Oktober, Persib menjamu Melbourne Victory di GBLA dalam laga yang bisa menentukan nasib mereka di Grup E, sebagaimana kami bahas dalam pratinjau Persib vs Melbourne Victory. Jika Persib menang, para pendukung kuota 11 punya satu bukti lagi. Pertanyaan Andritany Ardhiyasa tetap berlaku untuk musim-musim berikutnya: berapa jam terbang yang didapat pemain Indonesia selama klub mereka mengejar poin di Asia?

    Pertanyaan Umum

    Berapa kuota pemain asing di Super League 2026/27?

    Setiap klub boleh mendaftarkan 11 pemain asing, sembilan di antaranya masuk daftar susunan pemain dan tujuh boleh bermain bersamaan di lapangan. Aturan ini sama dengan musim 2025/26.

    Apakah aturan wajib pemain U-23 masih berlaku?

    Tidak. Mulai 2026/27, klub tidak lagi wajib memainkan pemain U-23 minimal 45 menit. I.League menggantinya dengan insentif finansial bagi klub yang memberi menit bermain cukup kepada pemain muda, dengan contoh ambang sekitar 3.000 menit. Klub tetap wajib mendaftarkan lima pemain U-23.

    Kenapa PT LIB menaikkan kuota asing menjadi 11?

    Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus menyebut alasan utamanya adalah agar klub Indonesia bisa bersaing di kompetisi Asia. Indonesia pada 2026/27 tidak mendapat slot langsung ke fase grup ACL Two dan harus melalui babak kualifikasi.

    Bagaimana kuota asing Indonesia dibandingkan Thailand?

    Mulai 2026/27, Thai League 1 mengizinkan sepuluh pemain asing terdaftar dan tujuh di lapangan, sangat mirip dengan Indonesia. Pada pekan pembuka, hanya 73 dari 176 starter di Thailand adalah pemain Thailand, menurut Siamsport.

    Sumber

    1. Liga Indonesia musim depan boleh daftarkan 11 pemain asing — ANTARA, 7 Juli 2025
    2. Asosiasi Pemain Minta PT Liga Indonesia Baru Tinjau Ulang Aturan 11 Legiun Asing — Goal Indonesia, 9 Juli 2025
    3. Super League Bolehkan Klub Daftarkan 11 Pemain Asing, Vanenburg: Itu Lelucon — Suara Surabaya, 10 Juli 2025
    4. Peta Persebaran Pemain Asing Super League 2025/2026: Brasil Mendominasi, Persija Jakarta dan Arema FC Paling Kental Aroma Samba — JawaPos, 7 Agustus 2025
    5. Bomber Brasil Kuasai Podium Top Skor Super League 2025/2026 — detikSulsel, 31 Oktober 2025
    6. Singkirkan Persib, Bos Ratchaburi Sebut Kualitas Sepak Bola Thailand Terbaik di Asia Tenggara — Bola.com, 20 Februari 2026
    7. Resmi Gugur! Persib Bandung Tersisih dari ACL Two 2025/2026 meski Menang 1-0 atas Ratchaburi FC di GBLA — JawaPos, 18 Februari 2026
    8. Regenerasi di Tengah Dominasi Asing! Persebaya Surabaya Berada di Jalan yang Benar Bersama Bernardo Tavares — JawaPos, 2 Maret 2026
    9. Regulasi pemain U23 di Super League dihapuskan musim depan — ANTARA, 17 Mei 2026
    10. Daftar Lengkap Penghargaan Super League 2025/2026 Resmi Dirilis, Borneo FC Dominasi Award Individu — Gebrak.id, 23 Mei 2026
    11. Striker Lokal Minim Bersinar di Super League, Pengamat Soroti Satu Hal — Kompas.com, 26 Mei 2026
    12. Kuota Pemain Asing Tetap, I.League Ubah 2 Regulasi untuk Kompetisi Musim Depan — JawaPos, 21 Juni 2026
    13. มติเห็นชอบ! ไทยลีกปรับโควตาต่างชาติขึ้นทะเบียน 10 คนเริ่มฤดูกาล 2026/27 — Siamsport (Thailand), Januari 2026
    14. นักเตะไทยลดวูบ! ไทยลีก เปิดซีซั่น 2026/27 แข้งไทยลงตัวจริงแค่ 73 จาก 176 คน — Siamsport (Thailand), 9 Agustus 2026
    15. Membedah Peta Kekuatan Amunisi Asing Milik Kontestan BRI Super League: Borneo FC Melimpah, Persijap Paling Bapuk — Bola.com, 18 September 2026
    16. Klasemen Sementara ACL 2 Grup E: Persib Posisi Puncak — Metrotvnews, 16 September 2026
    17. Persib Tumbangkan FC Seoul, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan di Korea — iNews/RCTI+, 17 September 2026
    18. 2026–27 AFC Champions League Two — Wikipedia, diakses 25 Oktober 2026
    Was this story useful?

    Keep reading

    Explore the Ecosystem

    Satu akun untuk klinik, kelas, membership, dokter, coach, dan tiket event.

    All ›

    Book Your Session by Location

    Pilih kebutuhanmu, kami tunjukkan lokasinya.

    All ›
    Share on XWhatsApp