Persija memimpin Super League dengan 18 poin dari tujuh laga setelah membalikkan Persik 2-1. Satu kekalahan dari Persita tak menggoyahkan Shin Tae-yong.

Persik Kediri mencetak gol cepat di awal laga, dan Persija Jakarta harus mengejar di Jakarta International Stadium, Senin malam (26/10/2026). Tuan rumah butuh satu babak kedua untuk membalikkan keadaan: sundulan Denis Kolinger dan aksi kapten Rizky Ridho mengubah skor menjadi 2-1, menurut rekap Radar Solo.
Tiga poin itu membawa Persija ke 18 poin dari tujuh laga, empat angka di atas Dewa United Banten FC. Tetapi angka itu menyembunyikan musim yang tidak semulus kelihatannya: ada kekalahan dari Persita, laga tandang yang diwarnai bentrok suporter, dan debut Shin Tae-yong yang dibuka dengan kekalahan. Yang menarik dari Persija bukan hanya posisi mereka di puncak, melainkan cara mereka sampai ke sana.
Ringkasnya: Persija memimpin Super League 2026-2027 dengan 18 poin dari tujuh laga setelah menang 2-1 atas Persik pada 26 Oktober 2026. Rekor mereka enam kemenangan dan satu kekalahan, yaitu 2-3 dari Persita di pekan kelima. Dewa United (14 poin) menjadi pesaing terdekat.
Pola itu sudah terlihat sejak pekan kedua. Pada 12 September, Persija menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno di depan 58.000 penonton. Alexander Jeremejeff membuka skor di babak pertama, Balsa Sekulic menyamakan pada menit ke-81, dan Ivan Mamut menentukan kemenangan 2-1 di masa tambahan waktu, menurut Bola.com.
Keputusan penentu datang dari bangku cadangan. Pada menit ke-78, Shin menarik Rizky Ridho dan memasukkan Jordi Amat, sekaligus menurunkan Mamut menggantikan Rayhan Hannan. Alasannya, kata Shin, kapten Persija melaporkan masalah otot kaki sekitar 10 menit setelah turun minum. Soal Mamut, ia menilai sejak awal bahwa penyerang itu punya insting penyelesaian akhir yang sangat baik.
Shin tidak berpura-pura timnya menguasai segalanya. “Dalam sepak bola, kita memang tidak mungkin bisa terus-menerus mendominasi secara menguntungkan sepanjang 90 menit penuh,” katanya, dikutip Bola.com. Menurut Okezone, kemenangan itu juga memutus tren lima pertemuan terakhir tanpa kemenangan atas Persib.

Awal musim Persija nyaris tanpa cela. Pada 10 Oktober mereka menang 4-0 di markas PSIM Yogyakarta, hasil yang menurut Shin lebih besar dari perkiraannya. “Saya memperkirakan pertandingan ini akan menjadi salah satu laga yang sulit bagi kami,” katanya, dikutip Okezone. Empat laga, empat kemenangan, 12 poin.
Lalu datang Banten International Stadium pada 17 Oktober. Sebelum laga, Shin menyebut pertandingan itu “bisa menjadi salah satu titik penentu dalam perjalanan musim ini”, seperti dikutip Okezone. Persita yang belum terkalahkan unggul dulu lewat sundulan di menit kelima, Persija menyamakan lewat Fabio Calonego, dan Persita akhirnya menang 3-2. Menurut Sindonews, laga diwarnai bentrokan suporter yang sempat menunda dimulainya babak kedua.
Kekalahan itu memutus rekor empat kemenangan beruntun. Tetapi Persija tidak terpeleset dua kali: detikSport mencatat mereka sudah mengantongi 15 poin dari enam laga sebelum menjamu Persik, dan comeback di JIS menjadi kemenangan kedua beruntun setelah kekalahan di Banten.

Dewa United, dengan 14 poin, tertinggal empat angka. Tim itu sempat dihantam Arema FC 4-0 pada pekan ketujuh, hasil terbesar musim ini, menurut detikSport. Madura United sempat naik ke posisi ketiga dengan 13 poin setelah menang 1-0 atas Persib lewat gol Dimitar Mitkov di menit ke-88 pada 22 Oktober, seperti dilaporkan Kompas.com, sebelum kalah 1-3 dari Persebaya di Derbi Suramadu.
Persib sendiri baru menang 2-1 atas Garudayaksa FC pada 25 Oktober. Tim-tim di bawah Persija masih rapat, dan jarak empat poin dalam kompetisi 34 pertandingan belum menjadi apa-apa. Untuk sejauh ini, Persija memberi satu jawaban: kalah sekali tidak membuat mereka goyah. Shin menyebut laga di Banten sebagai titik penentu musim. Persija kalah di sana, dan sembilan hari kemudian mereka masih di puncak.
Baca juga: Super League Pekan 7: Persija Jaga Puncak, Derbi Suramadu dan Pemain Asing Super League: Apa yang Dibeli, Apa Harganya.
Persija Jakarta mengumpulkan 18 poin dari tujuh laga hingga 26 Oktober 2026, unggul empat poin dari Dewa United Banten FC, menurut Radar Solo.
Persija kalah 2-3 dari Persita Tangerang di Banten International Stadium pada 17 Oktober 2026, pekan kelima. Itu satu-satunya kekalahan mereka dari tujuh laga liga.
Persija dilatih Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang memulai debutnya bersama klub itu di Piala Presiden 2026.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Pick an amount and pay in seconds.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…