Pilates di Makassar Kian Populer, dari Studio hingga Latihan Mandiri di Rumah
Pilates semakin menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Makassar. Minat terhadap olahraga yang berfokus pada kekuatan otot inti tubuh (core), fleksibilitas, keseimbangan, serta pengendalian pernapasan ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Warga kini tidak han…
Pilates semakin menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Makassar. Minat terhadap olahraga yang berfokus pada kekuatan otot inti tubuh (core), fleksibilitas, keseimbangan, serta pengendalian pernapasan ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Warga kini tidak hanya mengikuti kelas di studio pilates, tetapi juga berlatih di pusat kebugaran hingga melakukan mat pilates secara mandiri di rumah.
Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang rutin mengikuti kelas pilates, sekaligus bertambahnya studio khusus pilates, pusat fisioterapi berbasis wellness, hingga fitness centre yang menghadirkan kelas pilates di Kota Daeng. Perkembangan ini menunjukkan pilates bukan lagi sekadar tren, melainkan mulai menjadi bagian dari pola hidup sehat masyarakat Makassar.
Mengenal Pilates
Pilates merupakan metode latihan yang dikembangkan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20. Latihan ini berfokus pada penguatan otot inti tubuh, perbaikan postur, peningkatan fleksibilitas, keseimbangan, serta koordinasi gerakan dengan teknik pernapasan.
Secara umum, pilates terbagi menjadi dua jenis, yakni mat pilates yang dilakukan di atas matras menggunakan berat badan sebagai beban latihan, serta reformer pilates yang memanfaatkan alat khusus dengan sistem pegas untuk memberikan variasi resistensi. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas gerak tubuh, meski pendekatan latihannya berbeda.
Karena bersifat low impact, pilates banyak dipilih oleh mereka yang ingin menjaga kebugaran tanpa memberikan tekanan berlebih pada persendian.
Manfaat Pilates Dirasakan Langsung oleh Peserta Kelas
Salah satu pencinta pilates di Makassar, Andi Linda, mengaku mulai rutin mengikuti kelas sekitar enam bulan terakhir di Sola Studio yang berada di kawasan CPI Business Park.
Ketertarikannya muncul bukan karena mengikuti tren di media sosial ataupun rekomendasi teman, melainkan karena keinginan pribadi mencari olahraga yang efektif memperkuat tubuh tanpa memberikan tekanan berlebih pada persendian.
“Saya tertarik karena pilates fokus pada kekuatan otot inti tubuh atau core dengan gerakan yang lambat dan terkontrol. Olahraga ini low impact, aman untuk persendian, tetapi sangat efektif membentuk tubuh,” katanya.
Menurut Linda, dibandingkan gym, yoga maupun lari, pilates memiliki fokus yang berbeda karena lebih menitikberatkan pada penguatan otot inti, perbaikan postur tubuh, sekaligus peningkatan fleksibilitas.
Ia kini mengikuti kelas tiga kali dalam sepekan. Setelah enam bulan berlatih, Linda mengaku mulai merasakan berbagai perubahan positif, baik secara fisik maupun mental.
“Alhamdulillah badan terasa lebih bugar dan fokus lebih stabil. Saya juga merasakan nyeri haid berkurang, kram otot lebih ringan, dan pikiran menjadi lebih rileks karena latihan pernapasan dalam selama pilates,” ujarnya.
Meski perubahan bentuk tubuh belum terlalu signifikan, Linda menilai konsistensi merupakan kunci utama untuk memperoleh manfaat pilates.
“Latihan yang rutin membuat otot inti semakin kuat, fleksibilitas meningkat, keseimbangan tubuh lebih baik, sekaligus melatih hubungan antara pikiran dan tubuh melalui teknik pernapasan.”
Menurutnya, manfaat tersebut membuat pilates semakin diminati masyarakat Makassar.
“Menurut saya, pilates adalah olahraga yang hampir tidak mengecewakan kalau benar-benar didalami. Manfaatnya terasa untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.”
Linda juga menepis anggapan bahwa pilates hanya cocok untuk perempuan ataupun kalangan tertentu.
“Kesan eksklusif muncul karena biaya studio dan alat memang tidak murah, ditambah tren di media sosial. Padahal pilates bisa dilakukan siapa saja. Memang untuk pemula sebaiknya didampingi instruktur profesional agar gerakannya benar.”
Meski biaya kelas menjadi salah satu pertimbangan, ia menilai manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan.
“Sehat itu memang mahal. My body, my temple. Badan adalah rumah kita sendiri, jadi harus dijaga.”
Ia pun mengajak masyarakat untuk melihat pilates sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
“Investasi terbaik adalah tubuh yang sehat. Pilates bukan sekadar ikut tren atau mengejar keringat, tetapi cara efektif menguatkan otot inti, memperbaiki postur tubuh, dan mengurangi nyeri tanpa membebani persendian.”
Pilates Tak Harus Selalu Dilakukan di Studio
Jika Linda memilih mengikuti kelas secara rutin di studio, pengalaman berbeda datang dari Tami yang lebih nyaman melakukan mat pilates secara mandiri di rumah.
Menurutnya, biaya kelas reformer pilates di Makassar masih tergolong cukup tinggi sehingga ia belum mengikuti kelas secara rutin.
“Kalau kelas pilates reformer memang tergolong mahal. Per sesinya bisa sekitar Rp300 ribuan.”
Berbekal pengalaman mengikuti kelas pilates saat masih aktif berolahraga di pusat kebugaran, Tami kini memanfaatkan berbagai video latihan di YouTube sebagai panduan.
“Saya biasanya ikut video di YouTube. Yang saya lakukan mat pilates tanpa alat, kadang pakai dumbbell ringan karena dulu sudah punya dasar waktu sering ikut kelas di gym.”
Menurut Tami, perkembangan platform digital membuat masyarakat semakin mudah mempelajari pilates tanpa harus selalu datang ke studio, terutama bagi mereka yang telah memahami teknik dasar.
Meski memilih berlatih sendiri, ia tetap menikmati berbagai jenis olahraga.
“Kalau dibandingkan yoga atau olahraga lainnya, menurut saya beda semua. Saya suka semuanya karena masing-masing punya manfaat yang berbeda untuk tubuh.”
Pilihan berlatih di rumah menunjukkan bahwa pilates kini semakin mudah diakses masyarakat. Namun, bagi pemula, pendampingan instruktur tetap disarankan agar teknik dasar, postur, dan pola pernapasan dilakukan dengan benar sehingga manfaat latihan dapat diperoleh secara optimal.
Studio Pilates dan Fitness Centre di Makassar Terus Bertambah
Meningkatnya minat masyarakat terhadap pilates juga dibaca sebagai peluang oleh pelaku industri kebugaran di Makassar.
Salah satu yang lebih awal menangkap tren tersebut adalah HIGAR yang membuka HIGAR Pilates di Jalan Andi Mappanyukki pada Desember 2024. Owner Representative HIGAR, Haera Ilham, saat itu menjelaskan studio tersebut dihadirkan karena tingginya permintaan masyarakat terhadap kelas pilates.
Berbeda dengan HIGAR Studio yang sebelumnya juga menyediakan kelas pilates, HIGAR Pilates menghadirkan lebih banyak peralatan serta layanan yang sepenuhnya difokuskan pada olahraga pilates.
Menurut Haera, pilates memiliki berbagai manfaat, mulai dari membantu memperbaiki postur tubuh, mendukung proses pemulihan penyintas cedera, hingga menjadi salah satu olahraga yang aman bagi ibu hamil dengan pendampingan instruktur profesional.
Perkembangan industri wellness di Makassar berlanjut pada Februari 2025 melalui kehadiran Cardea Physiotherapy & Pilates di Mall Phinisi Point (PIPO).
Founder Cardea Physiotherapy & Pilates, Andree Sipahutar, mengatakan Makassar dipilih sebagai lokasi ekspansi karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga dan gaya hidup sehat.
Cardea menghadirkan layanan pilates yang didukung instruktur berlisensi internasional sekaligus fasilitas fisioterapi untuk menunjang kesehatan dan pemulihan cedera.
Owner Cardea Physiotherapy & Pilates Makassar, Andre Prasetyo Tanta, juga menyebut minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap pilates terus meningkat sejak pandemi Covid-19. Karena itu, Cardea mengembangkan konsep yang mengintegrasikan layanan pilates dan fisioterapi dalam satu ekosistem kesehatan.
Memasuki 2026, HIGAR kembali memperluas layanan wellness melalui pembukaan HIGAR CPI di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Cabang tersebut mengusung konsep wellness ecosystem yang menggabungkan gym, pilates, spa, hingga berbagai layanan penunjang gaya hidup sehat dalam satu lokasi.
Selain studio khusus pilates, sejumlah pusat kebugaran juga mulai menyediakan kelas pilates. Salah satunya adalah Ola Fitness Makassar.
“Di sini ada pilates. Kami menggunakan tipe mat pilates untuk member. Peminatnya banyak. Kelas selalu penuh,” ujar Roy, salah seorang trainer Ola Fitness.
Mengapa Pilates Semakin Populer di Makassar?
Bertambahnya studio pilates, pusat fisioterapi, hingga fitness centre yang menyediakan kelas pilates menunjukkan bahwa olahraga ini semakin diterima oleh masyarakat Makassar.
Selain menawarkan manfaat untuk memperkuat otot inti, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, serta menjaga keseimbangan, pilates juga dinilai cocok untuk berbagai usia karena bersifat low impact. Di sisi lain, semakin banyaknya pilihan tempat latihan maupun akses terhadap kelas digital membuat masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk mulai berlatih sesuai kebutuhan dan anggaran.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa pilates bukan lagi sekadar olahraga yang identik dengan studio eksklusif. Di Makassar, pilates perlahan berkembang menjadi bagian dari ekosistem wellness yang lebih luas, mulai dari studio khusus, pusat kebugaran, layanan fisioterapi, hingga latihan mandiri di rumah. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jangka panjang, pilates diperkirakan akan terus menjadi salah satu olahraga yang semakin diminati di Kota Daeng. (*)
Laporan kontributor Makassar, Ina Maharani