Kembali
LARI 5 min read 24 August 2026

Duplantis Menang Lagi, Dos Santos Curi Panggung: Ini Hasil Diamond League Lausanne & Silesia yang Wajib Kamu Tahu

Rangkuman hasil Diamond League akhir pekan ini: Duplantis menang di Lausanne dan Silesia, Dos Santos catat waktu tercepat dunia, plus jalan ke final Brussels.

Duplantis Menang Lagi, Dos Santos Curi Panggung: Ini Hasil Diamond League Lausanne & Silesia yang Wajib Kamu Tahu
Foto: RFI.

Akhir pekan ini dua seri Diamond League tuntas — Athletissima Lausanne (20–21 Agustus) dan Kamila Skolimowska Memorial di Silesia (23 Agustus). Lima rekor lomba pecah di Swiss, Mondo Duplantis dua kali naik podium tertinggi, dan Alison dos Santos bikin catatan tercepat dunia musim ini sambil mengalahkan Karsten Warholm. Sekarang semua mata tertuju ke final Brussels, 4–5 September.

Hasil Utama: Siapa Juara di Lausanne dan Silesia

Kalau kamu cuma punya waktu sepuluh detik, ini intinya: akhir pekan ini atletik dunia menyuguhkan dua panggung besar, dan keduanya penuh nama besar.

Di Lausanne (Athletissima, 20–21 Agustus), tuan rumah Swiss meledak lewat Audrey Werro yang menang 800m putri dengan 1:55.33, sekaligus salah satu dari lima rekor lomba yang pecah malam itu. Di Silesia (Kamila Skolimowska Memorial, 23 Agustus), Alison dos Santos mencuri sorotan: ia menaklukkan 400m gawang dalam 46.43 detik — catatan tercepat dunia musim ini — sambil menahan laju rival abadinya, Karsten Warholm.

Dan di antara dua kota itu berdiri satu nama yang konsisten: Armand “Mondo” Duplantis, yang menang lompat galah di kedua seri.

Rangkuman Singkat

Lausanne: Duplantis juara galah 6.21m (Karalis 6.17m); Werro 800m 1:55.33; Masai Russell 100m gawang 12.27; Winfred Yavi steeplechase 9:00.04; Rai Benjamin 400m gawang 46.67 — semuanya rekor lomba. Letsile Tebogo menang 200m 19.87.

Silesia: Dos Santos 400m gawang 46.43 (tercepat dunia 2026), Oblique Seville 100m putra 9.83, Melissa Jefferson-Wooden menang 100m putri (Julien Alfred kedua, 10.83), Duplantis galah 6.20m.

Jalan ke final: Dua seri ini menutup babak reguler jelang final Diamond League di Brussels, 4–5 September.

Catatan jujur: Beberapa nomor (mis. juara 1500m Silesia, waktu persis Jefferson-Wooden) belum terkonfirmasi di sumber yang kami baca — kami tandai di bawah.

Lausanne: Lima Rekor Lomba dalam Semalam

Stadion Pontaise yang penuh sesak jadi saksi malam penuh rekor. Tuan rumah Audrey Werro memimpin dengan 1:55.33 di 800m putri — melanjutkan momentum gelar Eropa-nya. Tapi ia tak sendiri memecahkan rekor lomba: Masai Russell (12.27 di 100m gawang), Winfred Yavi (9:00.04 di 3000m steeplechase, tercepat sepanjang sejarah Athletissima), dan Rai Benjamin (46.67 di 400m gawang) ikut menorehkan nama.

Di lintasan sprint, juara Olimpiade Letsile Tebogo menang 200m dengan 19.87 (angin -0.3 m/s), sementara Emmanuel Wanyonyi menuntaskan 800m putra dalam 1:42.19.

Berikut hasil kunci Lausanne:

NomorJuaraNegaraCatatan
Galah putraArmand DuplantisSwedia6.21m
200m putraLetsile TebogoBotswana19.87
800m putraEmmanuel WanyonyiKenya1:42.19
5000m putraBirhanu BalewBahrain12:57.55
Lompat jauh putraMiltiadis TentoglouYunani8.24m
Lempar lembing putraRumesh TharangaSri Lanka88.14m (Neeraj Chopra ke-2, 88.05m)
800m putriAudrey WerroSwiss1:55.33 (RL)
100m gawang putriMasai RussellAS12.27 (RL)
3000m steeplechase putriWinfred YaviBahrain9:00.04 (RL)
200m putriKayla WhiteAS22.18
400m gawang putriEmma ZapletalováSlovakia52.41
Galah putriHana MollAS4.84m

(RL = rekor lomba.) Catatan kecil buat penggemar sprint: Shericka Jackson sempat memimpin di 200m putri sebelum menepi di tengah lomba, membuka jalan bagi kemenangan Diamond League perdana Kayla White.

Silesia: Dos Santos, Seville, dan Jefferson-Wooden Bersinar

Dua hari kemudian di Silesia, panggung berpindah ke Polandia. Bintangnya jelas Alison dos Santos: catatan 46.43 bukan cuma kemenangan ke-5-nya di seri Diamond League 2026, tapi juga waktu tercepat dunia tahun ini di 400m gawang. Warholm, sang juara dunia, harus mengakui keunggulannya.

Di 100m, dua juara berbagi sorot lampu. Oblique Seville melesat 9.83 di nomor putra, sedangkan Melissa Jefferson-Wooden meraih kemenangan pertamanya musim ini di 100m putri, menundukkan Julien Alfred yang finis kedua dengan 10.83.

NomorJuaraNegaraCatatan
400m gawang putraAlison dos SantosBrasil46.43 (tercepat dunia 2026)
100m putraOblique SevilleJamaika9.83
Galah putraArmand DuplantisSwedia6.20m
100m putriMelissa Jefferson-WoodenASjuara (waktu belum terkonfirmasi)

Kami belum menemukan catatan waktu persis Jefferson-Wooden di sumber yang kami baca, dan juara 1500m Silesia belum terkonfirmasi — yang pasti, Jakob Ingebrigtsen finis ke-4 pada penampilan Diamond League 1500m pertamanya dalam dua tahun, setelah pulih dari cedera Achilles. Kami tandai jujur ketimbang menebak.

Duplantis: Dua Kota, Dua Kemenangan

Kalau ada benang merah akhir pekan ini, namanya Mondo. Di Lausanne ia menang dengan 6.21m — mengungguli rival Yunani-nya Emmanouil Karalis (6.17m) — lalu tiga hari kemudian di Silesia ia kembali jadi yang tertinggi dengan 6.20m, lagi-lagi di depan Karalis. Konsistensi seperti inilah yang bikin ia nyaris tak terkalahkan menuju final.

“Menang di dua kota dalam satu pekan itu soal ritme, bukan cuma ketinggian mistar — dan ritme lahir dari latihan yang konsisten.”

— Refleksi Tim Riset 20FIT Media atas performa Duplantis

Dampak ke Road to the Final Brussels

Lausanne dan Silesia praktis menutup babak reguler. Panggung berikutnya adalah final Diamond League di Brussels, 4–5 September — tempat para pengumpul poin terbaik memperebutkan gelar Diamond Trophy.

Beberapa sinyal jelas: Dos Santos datang ke Brussels dengan lima kemenangan seri di 400m gawang dan momentum tercepat dunia — status favorit sulit dibantah. Duplantis, dengan dua kemenangan beruntun, tampak solid di galah. Di sprint, duel Seville, Tebogo, Alfred, dan Jefferson-Wooden menjanjikan final yang panas. Posisi klasemen poin akhir bisa berubah, jadi kami menahan diri menyebut angka pasti karena belum semua terkonfirmasi di sumber yang kami baca.

Catatan Seville 9.83 dan Tebogo 19.87 adalah patokan level dunia — pengingat betapa jauh jarak yang harus dikejar sprinter kita seperti Lalu Muhammad Zohri untuk tembus panggung Diamond League. Buat kamu yang lari demi kebugaran, pelajaran terbesarnya bukan angka, tapi konsistensi: Duplantis menang dua kali dalam sepekan karena ritme latihan yang terjaga, bukan usaha sesekali. Prinsip yang sama berlaku di studio 20FIT — hasil datang dari sesi yang rutin, bukan yang heroik sekali lalu hilang. Tandai kalender kamu buat final Brussels, 4–5 September, dan jadikan momentum itu bahan bakar latihanmu pekan depan.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.