Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-2 dari Tanjung Verde, Gagal ke Semifinal Copa das Nacoes 2026
Timnas futsal Indonesia kalah 0-2 dari Tanjung Verde dan gagal ke semifinal Copa das Nacoes de Futsal 2026. Hector Souto menyebut 10 menit pertama jadi penyebab.
Timnas futsal Indonesia kalah 0-2 dari Tanjung Verde pada laga terakhir Grup A Copa das Nações de Futsal 2026 di Max Rosenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, Brasil. Hasil itu memastikan Indonesia gagal melaju ke semifinal, seperti dilaporkan ANTARA News.
Pelatih Hector Souto tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia menyebut kekalahan ini sebagai salah satu yang paling mengecewakan selama dua tahun menangani Timnas Indonesia. Berikut jawaban atas pertanyaan yang paling banyak dicari soal laga ini.
Bagaimana Jalannya Pertandingan Indonesia vs Tanjung Verde?
Indonesia langsung tertinggal di awal laga. Menurut ANTARA, Wilson Cabral membuka skor untuk Tanjung Verde pada menit keenam, lalu Fred Alexandre menggandakan keunggulan sekitar semenit kemudian. Skor 0-2 itu bertahan hingga akhir pertandingan.

Catatan: laporan media berbeda soal tanggal (Jumat 16 Oktober waktu setempat atau Sabtu 17 Oktober WIB) dan nama pencetak gol. Artikel ini mengikuti ANTARA dan JawaPos yang sepakat menyebut Cabral di menit keenam dan Fred Alexandre sesudahnya.
Apa Kata Hector Souto soal Kekalahan Ini?
Souto mengungkapkan kekecewaannya lewat media sosial dan konferensi pers. Menurut VIVA, ia menulis, “Tanpa alasan. Salah satu kekalahan paling mengecewakan dalam dua tahun saya memimpin Timnas Indonesia.”
Ia juga mengatakan di konferensi pers, “Dalam 10 menit pertama, kami tidak tampil dalam permainan.” Liputan6 mencatat kutipan lain: “Kalah itu hal yang biasa dalam pertandingan, tetapi tidak dengan cara seperti ini.”
Apa Penyebab Indonesia Kalah dari Tanjung Verde?
Penyebab utamanya, menurut sang pelatih, adalah awal pertandingan. VIVA menulis Souto merasa para pemain belum menyadari bahwa mereka harus bertarung sejak peluit pertama. Dua gol cepat dalam rentang hampir bersamaan membuat Indonesia harus mengejar sepanjang laga.
Souto juga menyoroti penyelesaian akhir. VIVA melaporkan Indonesia gagal mengonversi peluang yang tercipta, meski permainan membaik setelah time-out. Souto sendiri berkata, “Dengan jujur, dalam 30 menit sisanya kami bermain cukup baik dan ada hal-hal positif yang bisa kita ambil.”
“Kami tidak boleh ‘menghadiahkan’ 10 menit pertama pertandingan begitu saja, apa pun kompetisinya.”
— Hector Souto, pelatih Timnas Futsal Indonesia, dikutip Liputan6
Bagaimana Klasemen Grup A Copa das Nações 2026?
Indonesia menutup fase grup tanpa poin. Setelah sebelumnya kalah 0-3 dari tuan rumah Brasil, kekalahan dari Tanjung Verde membuat Garuda menjadi juru kunci. Menurut ANTARA, Brasil menempati puncak dengan 6 poin dan Tanjung Verde menyusul dengan 3 poin untuk lolos ke semifinal.
| Posisi | Tim | Poin | Status |
|---|---|---|---|
| 1 | Brasil (tuan rumah) | 6 | Juara grup, ke semifinal |
| 2 | Tanjung Verde | 3 | Runner-up, ke semifinal |
| 3 | Indonesia | 0 | Tersingkir |
Kapan Laga Berikutnya Timnas Futsal Indonesia?
Meski gagal ke semifinal, Indonesia masih punya satu pertandingan. Liputan6 menyebut Garuda dijadwalkan menghadapi Peru dalam perebutan peringkat kelima pada Minggu (18/10/2026) pukul 00.00 WIB. Hasil pertandingan itu belum bisa kami konfirmasi dari sumber yang kami baca, jadi tidak kami tulis di sini. Pembaca bisa memantau kanal resmi federasi futsal dan media olahraga nasional untuk hasil akhirnya, karena laga perebutan peringkat kelima biasanya dimainkan tanpa tekanan gelar namun tetap penting untuk moral tim dan evaluasi pelatih menjelang agenda berikutnya.

Seberapa Besar Dampaknya bagi Timnas Futsal Indonesia?
Kekalahan ini terasa pahit karena tahun 2026 diwarnai capaian bersejarah futsal Indonesia. Pada final Piala Asia Futsal AFC 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Garuda bermain imbang 5-5 dengan Iran hingga perpanjangan waktu sebelum kalah 4-5 lewat adu penalti, menurut CNBC Indonesia. Itu adalah capaian terbaik futsal Indonesia di turnamen tersebut.
Copa das Nações, yang menghadirkan tuan rumah Brasil, adalah ujian level lain. Dalam konteks itu, Souto sendiri melihat sisi positif dari 30 menit terakhir dan mengatakan, “Dunia ini sangat luas, teman-teman. Masih panjang jalan yang harus kita tempuh.”
Pelajaran terpenting jelas soal konsentrasi di awal laga, hal yang bisa dibenahi sebelum turnamen berikutnya. Untuk kabar Timnas Indonesia di cabang lain, baca juga Timnas Indonesia Piala Asia 2027 dan Naturalisasi serta Timnas Putri Indonesia di FIFA Matchday Oktober 2026.
Bagaimana Perjalanan Indonesia di Copa das Nações 2026 Sejauh Ini?
Perjalanan Garuda di Grup A berlangsung singkat dan berat. Laga pembuka melawan tuan rumah Brasil berakhir 0-3, kemudian Indonesia harus menang atas Tanjung Verde untuk menjaga peluang. Hasil 0-2 mengunci posisi juru kunci tanpa satu poin pun, sehingga target semifinal pupus pada pertandingan penentu.
Meski begitu, Souto menilai ada hal positif. Menurut dia, sisa 30 menit setelah awal buruk itu dimainkan cukup baik, dan perubahan permainan setelah time-out memberi sinyal bahwa tim mampu bangkit ketika sudah menemukan ritme. Tantangannya adalah membawa ritme tersebut sejak menit pertama.
Bagi publik, hasil ini juga menjadi pengingat bahwa turnamen undangan seperti Copa das Nações berbeda dengan kejuaraan resmi: lawan-lawannya adalah tim kuat dengan tradisi futsal panjang, dan tuan rumah Brasil menjadi tolok ukur tertinggi. Pengalaman menghadapi tim seperti itu tetap bernilai untuk perkembangan pemain muda Indonesia.
Sumber
- Indonesia takluk 0-2 dari Tanjung Verde, gagal ke semifinal — ANTARA News Riau, 17 Oktober 2026
- Timnas Futsal Indonesia Kalah dari Tanjung Verde, Hector Souto Soroti Ungkapkan Kekecewaannya — Liputan6, 17 Oktober 2026
- Hector Souto Bongkar Penyebab Timnas Futsal Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tanjung Verde — VIVA, 17 Oktober 2026
- Kalah dari Tanjung Verde, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal VI Copa das Nacoes de Futsal — JawaPos, 18 Oktober 2026
- Kalah Dramatis, Potret Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia — CNBC Indonesia, 8 Februari 2026