Tinjauan sistematis menemukan siku sebagai area cedera padel paling umum, dengan 3 cedera per 1.000 jam latihan. Berikut temuan riset dan langkah pencegahan untuk pemain amatir.

Padel dijual sebagai olahraga yang ramah pemula: lapangan kecil, bola pelan, dinding yang memaafkan salah pukul. Tetapi data cedera berkata lain. Dalam tinjauan sistematis yang terbit di BMJ Open Sport & Exercise Medicine pada Juni 2023, peneliti Belanda dan Spanyol menghitung 3 cedera per 1.000 jam latihan dan 8 cedera per 1.000 pertandingan.
Di Jakarta, tempat ratusan lapangan padel dibuka dalam beberapa tahun terakhir (kami telah mengulas bisnis padel Jakarta), pertanyaan itu makin relevan. Berikut yang dikatakan riset tentang titik rawan, faktor risiko, dan hal-hal yang bisa dilakukan pemain amatir. Catatan: sebagian besar studi berbasis survei dan jumlahnya terbatas.
Ringkasnya: Siku adalah lokasi cedera padel yang paling sering dilaporkan, diikuti lutut, bahu, dan punggung bawah, dan sebagian besar berupa cedera otot atau tendon. Riset mengaitkan risiko dengan karakter raket, frekuensi main, dan teknik, tetapi buktinya masih terbatas dan belum menghasilkan resep pasti.
Tinjauan Dahmen dan rekan merangkum delapan studi dengan 2.022 partisipan. Prevalensi cedera berkisar 40% hingga 95%, siku menjadi lokasi terbanyak, lalu lutut, bahu, dan punggung bawah. Penulisnya sendiri menyebut hasilnya didasarkan pada literatur yang masih terbatas.

Survei terhadap 950 pemain amatir oleh Muñoz dan kolega di International Journal of Environmental Research and Public Health (Desember 2022) memperkuat gambaran itu: cedera tendon paling umum, dengan bahu dan siku sebagai area terdampak. Pola berbeda menurut jenis kelamin. Pria lebih sering mengalami cedera otot dan ligamen bahu serta tendon siku, sementara perempuan lebih berisiko pada otot bahu dan lengan, ligamen siku, serta tulang pergelangan dan siku.
Studi yang sama mencatat bahwa pria cenderung memakai raket lebih berat, berbahan fiberglass atau karbon, berbentuk diamond, berinti keras, dengan dua overgrip atau lebih. Perempuan lebih sering memilih raket lebih ringan, berbentuk bulat, berinti lunak. Penulisnya menyimpulkan karakter raket, volume latihan mingguan, pengalaman, dan jenis kelamin adalah aspek penting dalam pencegahan, tetapi studi tidak membuktikan raket tertentu menyebabkan cedera.
Frekuensi main juga muncul sebagai faktor dalam cedera mata. Survei terhadap 583 pemain Italia yang terbit di jurnal Eye (April 2026) menemukan 60 pemain (10,3%) pernah mengalami cedera mata, dan 55 di antaranya (92%) karena benturan bola. Peluang cedera memuncak pada pemain dengan 4–6 laga per pekan (OR 26,85) dibanding mereka yang main kurang dari sekali. Hanya 56 responden (9,6%) yang sangat mendukung kacamata pelindung. Sampelnya sukarela, jadi angkanya tidak boleh dibaca sebagai risiko populasi.
Traumatolog olahraga dan fisioterapis Ferran Abat, fisioterapis bagi pemain profesional seperti Agustín Tapia dan Sanyo Gutiérrez, mengatakan kepada Padel Alto bahwa banyak amatir datang ke lapangan dan langsung memukul smes. “Di situlah cedera terjadi,” katanya. Ia menyarankan pemanasan dengan latihan karet, penguatan otot bahu, siku, dan lengan bawah, serta pelajaran teknik, karena teknik yang buruk membebani sendi.
Tinjauan sistematis Lauxtermann dan Stubbs di Frontiers in Psychology (Juli 2025) menyimpulkan kelelahan mental meningkat seiring gim demi gim dalam padel dan terkait penurunan akurasi (p = 0,05). Itu catatan kecil, tetapi masuk akal: pemain yang lelah memukul lebih sembarangan. Untuk olahraga raket lain, baca juga cedera bulu tangkis amatir.
Peta riset padel sedang disusun. Sebuah protokol tinjauan lingkup di PLOS ONE (Juli 2026) menyebut belum ada gambaran komprehensif soal cedera padel dan strategi pencegahannya. Artinya, saran terbaik hari ini masih sederhana: panaskan, kuatkan, perbaiki teknik, dan dengarkan siku yang mulai nyeri. Nyeri yang menetap perlu diperiksa tenaga medis.
Siku, menurut tinjauan sistematis Dahmen dkk. (2023), disusul lutut, bahu, dan punggung bawah.
Sekitar 3 cedera per 1.000 jam latihan dan 8 cedera per 1.000 pertandingan, dengan prevalensi 40–95% berdasarkan literatur yang terbatas.
Survei Italia di jurnal Eye menemukan 92% cedera mata akibat benturan bola, tetapi hanya 9,6% responden sangat mendukung kacamata pelindung; keputusan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…