Puripol Boonson Sprint Double, Dina Aulia Finis Kelima di Atletik Asian Games 2026
Puripol Boonson menuntaskan sprint double 100 meter dan 200 meter putra dengan dua rekor di Asian Games 2026, sementara Shanti Pereira mencetak sejarah mempertahankan gelar 200 meter putri. Dari Indonesia, Dina Aulia finis kelima 100 meter gawang dan Emilia Nova ketujuh di heptathlon, sebelum Pandu Sukarya tampil di final 3.000 meter halang rintang malam ini.
Cabang atletik Asian Games 2026 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium memasuki pekan penutup dengan rentetan hasil final yang mengubah peta persaingan lari sejak akhir pekan lalu. Sprinter Thailand Puripol Boonson menuntaskan sprint double dengan merebut emas 100 meter dan 200 meter putra lewat dua rekor berbeda, sementara Shanti Pereira dari Singapura mengukir sejarah sebagai peraih emas 200 meter putri dua edisi beruntun pertama di ajang ini. Dari kubu Indonesia, Dina Aulia finis kelima di final 100 meter gawang putri dan Emilia Nova menutup heptathlon di posisi ketujuh, sebelum giliran Pandu Sukarya tampil di final 3.000 meter halang rintang putra malam ini, Senin (28/9).
Baca Cepat
- Puripol Boonson (Thailand) menuntaskan sprint double dengan emas 100 meter (9,90 detik, rekor Asian Games, Jumat 25/9) dan 200 meter putra (19,88 detik, menyamai rekor Asia, Minggu 27/9).
- Shanti Pereira (Singapura) mempertahankan gelar 200 meter putri dengan catatan 22,78 detik, Minggu (27/9), menjadi peraih emas 200 meter dua edisi beruntun pertama dalam sejarah Asian Games.
- Indonesia mencatat dua finis delapan besar dari nomor lari murni pekan ini: Dina Aulia posisi kelima final 100 meter gawang putri (13,25 detik) dan Emilia Nova posisi ketujuh heptathlon (5.279 poin).
- Pandu Sukarya menjadi asa Indonesia berikutnya di final 3.000 meter halang rintang putra malam ini, Senin (28/9) pukul 17.43 WIB.
Puripol Boonson Torehkan Sprint Double dan Dua Rekor di Nagoya
Sprinter Thailand Puripol Boonson menjadi salah satu bintang paling bersinar dalam sepekan terakhir cabang atletik Asian Games 2026. Pada final 100 meter putra, Jumat (25/9), Boonson melintasi garis finis dengan catatan 9,90 detik, memperbaiki rekor Asian Games yang baru saja ia ciptakan sendiri di semifinal dengan 9,91 detik — menggusur rekor lama atas nama Su Bingtian dari China yang bertahan sejak Asian Games Jakarta 2018. Sprinter 20 tahun itu unggul 0,14 detik atas peraih perak Ali Al Balushi dari Oman, yang turut mencatatkan rekor pribadi 10,04 detik.
Dua hari berselang, Minggu (27/9), Boonson kembali naik podium tertinggi lewat final 200 meter putra dengan catatan 19,88 detik, menyamai rekor Asia yang telah bertahan lama. Hasil ini melengkapi sprint double langka Boonson di Nagoya — emas 100 meter dan 200 meter putra dalam satu edisi Asian Games yang sama — sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai sprinter tercepat Asia saat ini.
Shanti Pereira Ukir Sejarah, Chen Yujie Muncul sebagai Bintang Sprint Baru
Di nomor putri, gelar 100 meter jatuh ke tangan Chen Yujie, sprinter China berusia 17 tahun yang tampil mengejutkan pada final Jumat (25/9) dengan catatan 11,06 detik — rekor Asian Games sekaligus penanda kemunculan bintang sprint baru dari China.
Namun panggung 200 meter putri, Minggu (27/9) malam yang diguyur hujan, tetap menjadi milik Shanti Pereira. Sprinter Singapura berusia 30 tahun itu finis dengan catatan 22,78 detik, unggul 0,15 detik atas Chen Yujie yang sempat mengincar sprint double-nya sendiri. Kemenangan ini menjadikan Pereira sebagai atlet pertama dalam sejarah Asian Games yang mempertahankan gelar 200 meter dua edisi beruntun, melanjutkan capaiannya di Hangzhou 2022.
Winfred Yavi Pertahankan Kejayaan Bahrain di 10.000 Meter Putri
Selain sprint, nomor jarak jauh putri turut menyumbang drama tersendiri. Pada final 10.000 meter putri, Kamis (24/9) di Mizuho Park, pelari Bahrain Winfred Yavi mengambil alih posisi terdepan sejak tiga lap terakhir dan menuntaskan lomba dengan catatan 32:39,18 untuk meraih emas — melanjutkan tradisi juara asal Bahrain di nomor ini setelah Violah Jepchumba naik podium tertinggi di Hangzhou 2022. Nozomi Tanaka dari Jepang finis di posisi kedua, sementara perunggu menjadi milik Seema Kumari dari India dengan catatan 32:50,05, sekaligus medali atletik pertama India di Asian Games kali ini dan yang pertama bagi India di nomor ini dalam 16 tahun terakhir.
Kiprah Indonesia di Lintasan: Dina Aulia Finis Kelima, Emilia Nova Ketujuh
Indonesia belum menambah medali dari nomor lari murni, namun dua wakilnya tampil solid di level delapan besar Asia. Pada final 100 meter gawang putri, Minggu (27/9), Dina Aulia finis di posisi kelima dengan catatan 13,25 detik, setelah sebelumnya lolos dari babak penyisihan sebagai runner-up ketiga heat dengan catatan 13,39 detik. Podium nomor ini seluruhnya diisi tuan rumah dan raksasa Asia Timur: emas untuk Mako Fukube (Jepang, 12,74 detik), perak Hitomi Nakajima (Jepang, 12,78 detik, hanya berselisih 0,04 detik dari emas), dan perunggu Wu Yanni (China, 13,12 detik), diikuti Zhang Bo-ya dari Taiwan di posisi keempat (13,17 detik).
Di heptathlon, Emilia Nova menuntaskan tujuh nomor dengan total 5.279 poin dan finis ketujuh, Jumat (25/9). Podium didominasi tuan rumah Jepang lewat emas Yuri Tanaka (5.920 poin) dan perak Nanaka Kaiji (5.673 poin), sementara perunggu direbut Alina Chistyakova dari Kazakhstan (5.568 poin). Selain keduanya, Wahyudi Putra turut ambil bagian di babak penyisihan 1.500 meter putra, Sabtu (26/9) pukul 19.01 WIB, melengkapi wakil Indonesia di nomor lari murni pekan ini.
Pandu Sukarya Jadi Asa Terakhir Indonesia di Halang Rintang Malam Ini
Harapan Indonesia di nomor lari murni belum sepenuhnya usai. Pandu Sukarya dijadwalkan tampil di final 3.000 meter halang rintang putra malam ini, Senin (28/9), pukul 17.43 WIB. Ia membawa modal catatan waktu pribadi terbaik 8:54,34 yang dibukukannya di Asian Games Hangzhou 2022, ditambah pengalaman meraih perak SEA Games 2025 di Thailand dengan catatan 8:57,13.
Selain Pandu, dua atlet lempar Indonesia, Abdul Hafiz dan Silfanus Ndiken, turut berlaga di final lempar lembing putra pukul 18.15 WIB pada hari yang sama, melengkapi agenda atletik Indonesia yang padat menjelang penutupan cabang ini.
Nagoya Bersiap Menutup Cabang Atletik Asian Games 2026
Dengan sprint double Puripol Boonson, sejarah baru Shanti Pereira, serta penampilan solid Dina Aulia dan Emilia Nova, sepekan terakhir di Mizuho Park Athletic Stadium menegaskan ketatnya persaingan lintasan Asia tahun ini. Selasa (29/9) akan menjadi hari terakhir cabang atletik Asian Games 2026, sebelum pesta olahraga ini berlanjut ke cabang-cabang lain hingga penutupan pada 4 Oktober.
Bagi Indonesia, hasil final 3.000 meter halang rintang Pandu Sukarya malam ini akan menjadi penentu apakah kontingen Merah Putih bisa menutup program lari dengan capaian lebih baik dari sekadar posisi delapan besar. Publik atletik Tanah Air kini menanti kabar dari Nagoya hingga lampu Mizuho Park benar-benar padam menandai akhir cabang atletik Asian Games 2026.
Artikel ini dirangkum dari:
- Wikipedia – Athletics at the 2026 Asian Games
- Olympics.com – Puripol Boonson Promised Thailand Men’s 100m Gold. Then He Delivered in Games-Record Time
- New Straits Times – Puripol Smashes Asian Games 100m Record with Stunning 9.91s
- Olympics.com – Puripol Boonson Matches Asian Record in Men’s 200m
- Olympics.com – Chen Yujie, 17, Announces Herself with Women’s 100m Gold in Record Time
- ActiveSG Circle – Asian Games 2026: Shanti Pereira Wins 200m Gold Again, Makes History
- Athletics News 365 – Winfred Yavi Claims 10,000m Gold at the 20th Asian Games
- The Tribune – Asian Games 2026: Seema Kumari Clinches Bronze in Women’s 10,000m Event
- Antara News – Dina Finis Urutan Ke-5 Final Lari Gawang 100 Meter
- Nippon.com – Japan’s Fukube Wins Asian Games Gold in 100-Meter Hurdles
- Antara News – Emilia Nova Tuntaskan Saptalomba Asian Games dengan Finis Ketujuh
- CNN Indonesia – Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 Senin 28 September
- World Athletics – Pandu Sukarya Profile