Kembali
PADEL 6 min read 12 October 2026

Coello/Tapia Juara Germany Premier Padel P2 Dusseldorf 2026, Fernandez/Calvo Rebut Gelar Putri

Arturo Coello/Agustin Tapia merebut gelar ke-11 musim ini di Germany Premier Padel P2 Dusseldorf 2026, melengkapi hat-trick Paris, Rotterdam, dan Dusseldorf. Di sektor putri, Claudia Fernandez/Martina Calvo menjuarai lewat salah satu final tercepat era Premier Padel.

Suasana arena padel penuh penonton dengan lapangan kaca saat laga World Padel Tour (foto ilustrasi, bukan dari final Germany P2 Dusseldorf 2026)
Foto: Harpagornis / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0). Foto ilustrasi suasana turnamen World Padel Tour (Vigo Open 2019), bukan dari final Germany P2 Dusseldorf 2026.

Arturo Coello dan Agustin Tapia menutup CUPRA Germany Premier Padel P2 2026 dengan nyaris sempurna. Pada final yang digelar Minggu (11/10/2026) di CASTELLO Düsseldorf, Jerman, pasangan nomor satu dunia itu menaklukkan Franco Stupaczuk/Jon Sanz 6-2, 7-6 dalam 1 jam 23 menit untuk merebut gelar ke-11 mereka musim ini, sekaligus melengkapi hat-trick juara beruntun di Paris, Rotterdam, dan Düsseldorf. Di sektor putri, pasangan muda Claudia Fernandez/Martina Calvo membuat kejutan dengan menundukkan unggulan Ari Sanchez/Andrea Ustero 6-3, 6-0 hanya dalam 1 jam 8 menit, salah satu final putri tercepat sepanjang era Premier Padel.

Baca Cepat

  • Final putra: Coello/Tapia mengalahkan Stupaczuk/Sanz 6-2, 7-6 (1 jam 23 menit), meraih gelar ke-11 musim 2026 tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen.
  • Final putri: Claudia Fernandez/Martina Calvo menang 6-3, 6-0 atas Ari Sanchez/Andrea Ustero dalam 1 jam 8 menit, final putri tercepat ketiga sepanjang era Premier Padel menurut catatan Marca Padel.
  • Dua juara bertahan Düsseldorf tumbang di semifinal: Alejandro Galan/Federico Chingotto (putra) dan Delfi Brea/Gemma Triay (putri).
  • Tur langsung berlanjut ke Oysho Milano Premier Padel P1 di Milan, Italia, yang babak finalnya dijadwalkan Minggu, 18 Oktober 2026.

Final Putra: Coello/Tapia Lengkapi Hat-trick dan Gelar Ke-11

Coello/Tapia tampil terlalu tangguh di set pertama dan langsung memimpin 6-2. Stupaczuk/Sanz sempat memberi perlawanan jauh lebih ketat di set kedua, memaksa tie-break, tetapi duo nomor satu dunia tetap menuntaskan laga dengan kemenangan 7-6 dalam total 1 jam 23 menit. Kemenangan itu sekaligus menegaskan dominasi mereka pada musim gugur ini: inilah gelar ketiga beruntun setelah Paris Major dan Rotterdam P2, serta trofi ke-11 yang mereka kumpulkan sepanjang 2026.

Yang membuat capaian ini terasa makin menyeluruh, Coello/Tapia tidak kehilangan satu set pun selama sepekan penuh di Düsseldorf, mulai dari babak awal hingga partai puncak. Coello sendiri menyoroti bahwa ini menjadi gelar perdana mereka di tanah Jerman, menambah panjang daftar negara yang pernah mereka taklukkan. Capaian itu sekaligus menjadi pembuktian kedua atas Stupaczuk/Sanz dalam waktu berdekatan, karena pada final Rotterdam sepekan sebelumnya pasangan itu juga mereka kalahkan dengan skor 6-3, 6-2. Artinya, Stupaczuk/Sanz harus menelan status runner-up untuk kali kedua beruntun melawan lawan yang sama. Dengan hasil ini, status Coello/Tapia sebagai pasangan terbaik dunia pun kian sulit diganggu menjelang penghujung musim.

Final Putri: Fernandez/Calvo Juara Lewat Final Kilat 6-3, 6-0

Berbeda dengan ketatnya partai putra, final putri berlangsung bak badai. Claudia Fernandez dan Martina Calvo, unggulan keempat, tampil nyaris tanpa cela untuk menekuk Ari Sanchez/Andrea Ustero 6-3, 6-0 hanya dalam 1 jam 8 menit. Menurut catatan Marca Padel yang dikutip Padel Addict, laga ini menjadi final putri tercepat ketiga sepanjang era Premier Padel, hanya 31 detik lebih lama dari final Dubai P1 2024 di posisi kedua, dan berada di bawah rekor final Italy Major 2024 yang rampung dalam 54 menit.

Gelar ini menjadi yang kedua bagi Fernandez/Calvo sepanjang musim setelah London P1, sekaligus trofi P2 perdana mereka. Keduanya juga dikenal sebagai salah satu pasangan termuda di papan atas, sehingga keberhasilan menembus level juara P2 menjadi lompatan penting dalam perjalanan karier mereka. Kemenangan itu sekaligus menghentikan rentetan dua gelar beruntun Sanchez/Ustero di Paris dan Rotterdam yang sebelumnya membuat mereka berburu trofi ketiga secara beruntun. Ada nuansa pembalasan di baliknya: beberapa pekan sebelumnya, pada final Paris Major, justru Sanchez/Ustero yang membekuk Fernandez/Calvo dengan skor mirip, 6-2, 6-0. Kali ini, duo muda itu yang berbalik mendikte permainan dari awal hingga akhir.

Perlengkapan Padel Pilihan
Wilson ENDURE PRO V1 Raket Padel Performance
Raket padel kelas performa untuk pemain yang ingin menambah kontrol dan tenaga di lapangan kaca.
Lihat →
adidas Court Quick Padel Men’s Shoes
Sepatu padel pria dengan cengkeraman untuk sprint pendek dan ubah arah cepat seperti para finalis.
Lihat →
Wilson Padel X3 Performance Balls Bola Padel
Bola padel bertekanan untuk sesi latihan maupun laga, meniru pantulan bola di turnamen resmi.
Lihat →

Jalan ke Final: Dua Juara Bertahan Tumbang di Semifinal

Partai puncak di Düsseldorf justru dihiasi absennya para juara bertahan. Pada babak semifinal yang dimainkan Sabtu (10/10/2026), Stupaczuk/Sanz mengejutkan juara bertahan sekaligus kampiun edisi 2025, Galan/Chingotto, dengan kemenangan 7-6, 6-4. Di semifinal putra lainnya, Coello/Tapia tampil efisien saat menyingkirkan Juan Lebron/Leo Augsburger 6-2, 6-3 hanya dalam 1 jam 5 menit, memastikan tiket mereka ke final tanpa banyak kesulitan.

Sektor putri justru menyajikan dua semifinal maraton. Fernandez/Calvo harus bertarung 3 jam 7 menit untuk menundukkan Bea Gonzalez/Paula Josemaria 6-4, 5-7, 7-6, sementara Sanchez/Ustero mengakhiri perlawanan juara bertahan Brea/Triay lewat kemenangan 7-5, 3-6, 7-5 dalam 2 jam 56 menit. Dengan kedua pemegang gelar 2025, baik di putra maupun putri, tersingkir sebelum final, Düsseldorf memastikan lahirnya setidaknya satu wajah juara baru, dan itu terjawab lewat Fernandez/Calvo.

Perburuan Ranking Akhir Musim Makin Panas

Tambahan gelar di Düsseldorf membuat posisi Coello/Tapia di puncak klasemen musim 2026 kian kokoh. Rentetan tiga trofi beruntun di Paris, Rotterdam, dan Düsseldorf memperlihatkan konsistensi yang sulit ditandingi pada rangkaian musim gugur ini. Rival terdekat mereka, Ale Galan, bahkan sempat mengakui bahwa mengejar duo nomor satu dunia itu terasa sangat berat. Dengan agenda musim yang mulai menipis, keunggulan poin Coello/Tapia menjadi modal besar untuk mengunci status pasangan terbaik tahun ini, meski tekanan dari Galan/Chingotto dan Stupaczuk/Sanz belum sepenuhnya hilang dan tiap turnamen tersisa masih menyediakan poin besar.

Di sektor putri, kekalahan di final menunda upaya Ari Sanchez menyamai rekor 58 gelar milik Gemma Triay dan Alejandra Salazar, torehan terbanyak dalam sejarah padel putri. Sebaliknya, kemunculan Fernandez/Calvo sebagai juara P2 pertama mereka menegaskan regenerasi di papan atas. Persaingan perempuan pun terlihat makin terbuka menjelang rangkaian turnamen pamungkas, saat empat hingga lima pasangan sama-sama punya peluang mengangkat trofi.

Setelah Düsseldorf: Oysho Milano Premier Padel P1

Tanpa jeda panjang, karavan Premier Padel langsung berpindah ke Oysho Milano Premier Padel P1 di Milan, Italia. Mengacu kalender resmi Premier Padel 2026, turnamen ini masuk dalam rentang 10-18 Oktober 2026, dengan rangkaian babak utama bergulir sepanjang pekan ini dan laga final dijadwalkan Minggu, 18 Oktober 2026. Statusnya sebagai turnamen kategori P1, satu tingkat di atas P2 seperti Düsseldorf, membuat poin yang diperebutkan lebih besar dan terasa krusial pada fase akhir musim.

Pertanyaan besarnya, mampukah Coello/Tapia meneruskan tren kemenangan dan menambah gelar ke-12, atau justru Galan/Chingotto dan pasangan penantang lain yang bangkit di Allianz Cloud. Di sektor putri, momentum Fernandez/Calvo serta hasrat balas dendam Sanchez/Ustero menjadikan Milano panggung menarik untuk diikuti. Hasil di Italia akan ikut menentukan peta kekuatan menjelang turnamen-turnamen penutup Premier Padel 2026.

Apa Artinya Buat Penggemar Padel Indonesia

Bagi penggemar padel di Indonesia, dominasi Coello/Tapia dan kejutan Fernandez/Calvo adalah tontonan kelas dunia yang bisa jadi referensi gaya main. Momentumnya pas: padel sedang tumbuh pesat di Tanah Air dan baru saja mencatat debut resmi di Asian Games 2026, saat tim Indonesia pulang membawa medali perak dan perunggu. Menonton pola serang, transisi net, hingga pemanfaatan dinding kaca para bintang Premier Padel bisa mempercepat pemahaman taktik pemain pemula maupun amatir di lapangan.

Dengan SEA Games 2027 yang mulai membayang dan jumlah lapangan padel yang terus bertambah di kota-kota besar, antusiasme terhadap cabang ini diprediksi makin membesar. Jadwal padat Premier Padel yang berlanjut ke Milano pekan ini juga menjadi alasan untuk terus memantau perkembangan tur dunia. Buat yang ingin ikut mencoba, perlengkapan dasar seperti raket, sepatu khusus, dan bola padel kini jauh lebih mudah didapat untuk memulai langkah pertama di lapangan kaca.

Artikel ini dirangkum dari:

  • tautan Laporan final resmi Premier Padel/FIP (hasil putra dan putri)
  • tautan Hasil semifinal Germany P2 2026 (FIP)
  • tautan Laporan final Germany P2 2026 (Padel Addict)
  • tautan Statistik final putri tercepat era Premier Padel (Padel Addict)
  • tautan Kalender resmi Premier Padel 2026 (jadwal Milano P1)
EXPLORE 20FIT

More ways to move.