Kembali
PADEL 6 min read 1 October 2026

Hasil Padel Asian Games 2026: Fadona/Fitriani Singkirkan Unggulan Jepang, Dua Wakil Indonesia ke Semifinal

Fadona/Fitriani menyingkirkan unggulan pertama Jepang 6-0, 6-1 dan Novela/Beatrice menang 6-1, 6-2 atas Hong Kong. Dua wakil Indonesia kini bersiap tampil di semifinal padel Asian Games 2026, Jumat (2/10/2026).

Ilustrasi: dua pemain padel putri beraksi saat bermain ganda, salah satunya melompat melakukan smash di lapangan berkaca
Foto: Harpagornis / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0). Foto ilustrasi aksi ganda putri pada World Padel Tour Vigo Open 2019, Spanyol; bukan foto pertandingan Asian Games 2026.

Hasil padel Asian Games 2026 pada perempat final, Kamis (1/10/2026), menghadirkan kejutan besar bagi Indonesia. Ganda putri Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menyingkirkan unggulan pertama sekaligus tuan rumah Jepang, Chifumi Sato/Kotomi Ozawa, dengan skor 6-0 dan 6-1 di Nagoya City Higashi Sports Center. Kemenangan itu disusul Novela Putria/Beatrice Gumulya yang menundukkan wakil Hong Kong, Chan Hiu/Law Yik, 6-1 dan 6-2, sehingga dua pasangan Indonesia sekaligus melaju ke semifinal Jumat (2/10/2026) dengan peluang medali yang terbuka lebar.

Baca Cepat

  • Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini (unggulan 7) menang 6-0, 6-1 atas Chifumi Sato/Kotomi Ozawa (Jepang, unggulan 1) di perempat final; dari empat set yang mereka mainkan di Nagoya, hanya dua game yang lolos ke lawan.
  • Novela Putria/Beatrice Gumulya (unggulan 3) mengalahkan Chan Hiu/Law Yik (Hong Kong, unggulan 5) 6-1, 6-2 dan menyusul ke semifinal.
  • Semifinal Jumat (2/10/2026): Fadona/Fitriani melawan Danna Abad/Joshea Malazarte (Filipina) pukul 11.00 WIB; Novela/Beatrice melawan unggulan 2 Jepang, Kae Tokumoto/Saki Tsukamoto, tidak lebih awal dari pukul 14.00 WIB.
  • Karena berada di dua semifinal berbeda, secara hitungan bagan Indonesia pasti membawa pulang minimal satu medali ganda putri (analisis redaksi); perebutan perunggu dan final digelar Sabtu (3/10/2026). Di nomor putra tidak ada lagi wakil Indonesia.

Fadona/Fitriani Singkirkan Unggulan Pertama Jepang 6-0, 6-1

Laga pembuka di Lapangan 1 pada Kamis pagi menjadi panggung terbaik Fadona/Fitriani. Dalam pertandingan yang dimulai pukul 10.00 waktu setempat atau 08.00 WIB, pasangan yang masuk bagan sebagai unggulan ketujuh itu menang dua set langsung, 6-0 dan 6-1, atas Sato/Ozawa, unggulan pertama yang menjadi tumpuan harapan tuan rumah. Bagan resmi Federasi Padel Internasional (FIP) mencatat Fadona/Fitriani menutup set pertama tanpa kehilangan satu game pun.

Jalan mereka menuju semifinal terbilang mulus. Setelah mendapat bye di babak pertama, Fadona/Fitriani menundukkan Mariam Alsarraj/Dalal Alqenaei dari Kuwait 6-1, 6-0 pada babak 16 besar, lalu mengulang dominasi itu di perempat final. Jika dijumlahkan, dari empat set yang dimainkan di Nagoya, mereka hanya kehilangan dua game.

Bagi Jepang, kekalahan ini terasa pahit. Sato/Ozawa sebelumnya menang 6-1, 6-4 atas Alya Murad/Maha Faramarzi dari Qatar di babak 16 besar. Ozawa, 28 tahun, dikenal sebagai pelopor padel Jepang dan, menurut Taipei Times, pernah bekerja sebagai bidan di Keio University Hospital, Tokyo, sebelum menekuni padel secara penuh. Tuan rumah masih punya satu wakil putri di semifinal, yakni Tsukamoto/Tokumoto.

Hasil ini sekaligus membawa Indonesia ke semifinal padel Asian Games untuk pertama kalinya, karena cabang ini baru debut sebagai cabang bermedali pada edisi Aichi-Nagoya.

Novela/Beatrice Menang Telak atas Hong Kong dan Menyusul ke Semifinal

Kemenangan itu disusul Novela/Beatrice di Lapangan 2. Unggulan ketiga tersebut menekuk Chan Hiu/Law Yik, unggulan kelima dari Hong Kong, 6-1 dan 6-2. Menurut laporan NIS Media, Novela/Beatrice tampil tenang dan presisi sejak set pertama, sedangkan Chan/Law sempat berusaha menaikkan tempo di set kedua tetapi gagal mengubah arah pertandingan.

Perjalanan Novela/Beatrice pun mulus. Setelah bye di babak pertama, mereka menyingkirkan Sahabeh Fard/Zahra Kahrizi dari Iran 6-3, 6-1 pada babak 16 besar, Rabu (30/9/2026). Dalam dua laga di Nagoya, mereka kehilangan tujuh game dari empat set.

Capaian ini terasa istimewa karena padel masih baru bagi keduanya, yang sebelumnya dikenal sebagai petenis. Seperti dikutip ANTARA, Beatrice mengaku belum merasa menguasai padel dan tetap harus terus belajar, sebagaimana di tenis. Keduanya dipasangkan sejak Januari dan menjalani pemusatan latihan sekitar lima minggu di Spanyol, termasuk mengikuti dua turnamen di sana untuk mengukur level permainan sebelum Asian Games.

Perlengkapan Padel Rekomendasi Redaksi
Wilson CARBON FORCE Padel Rackets
Raket padel Wilson untuk melatih smash dan volley, dua pukulan yang kerap menentukan reli panjang di semifinal.
Lihat →
Wilson Courtglide Women Padel Shoes
Sepatu padel wanita untuk gerak cepat ke samping dan perubahan arah mendadak, kebutuhan utama pemain ganda putri di lapangan berkaca.
Lihat →
Wilson Team Tas Raket Padel Padel Racket Bags Black/Off White
Tas raket padel untuk membawa raket, sepatu, dan perlengkapan ke lapangan dengan rapi, dari latihan rutin hingga turnamen.
Lihat →

Peta Semifinal Padel Asian Games 2026: Filipina dan Jepang Menanti

Seluruh semifinal digelar di Lapangan 1 pada Jumat (2/10/2026). Berdasarkan jadwal resmi FIP, Fadona/Fitriani tampil lebih dulu melawan Danna Abad/Joshea Malazarte dari Filipina pada pukul 13.00 waktu setempat atau 11.00 WIB. Novela/Beatrice menyusul menghadapi unggulan kedua Jepang, Kae Tokumoto/Saki Tsukamoto, tidak lebih awal dari pukul 16.00 waktu setempat atau 14.00 WIB.

Abad/Malazarte tidak boleh dipandang remeh. Pasangan dengan peringkat bagan terendah, nomor 23 dari 23 pasangan, itu menyingkirkan unggulan keempat Hong Kong, Chan Wing/Lau Hiu, lewat tiga set (6-1, 6-7, 6-3) di babak 16 besar, lalu mengalahkan Saba Najafidehaghi/Neda Mohammadtaghipour dari Iran 6-2, 3-6, 6-2 di perempat final. Mereka sudah memainkan tiga laga, dua di antaranya berlangsung tiga set.

Ujian paling berat justru menunggu Novela/Beatrice. Tsukamoto/Tokumoto menang 6-0, 6-1 atas Fatma Janahi/Aishah Alawadhi dari Uni Emirat Arab di babak 16 besar dan 6-0, 6-0 atas unggulan kedelapan asal Arab Saudi, Areej Fareh/Alanoud Yamani, di perempat final. Dari dua laga itu, mereka hanya kehilangan satu game.

Hitung-hitungan Medali: Minimal Satu Pasti Dibawa Pulang

Bagan memberi Indonesia posisi yang sangat menguntungkan. Fadona/Fitriani dan Novela/Beatrice berada di dua semifinal yang berbeda, sehingga skenario terburuk sekalipun tetap menghasilkan medali. Jika keduanya menang, final menjadi duel sesama wakil Indonesia dan emas serta perak otomatis jatuh ke Merah Putih. Jika hanya satu yang menang, pemenangnya memastikan perak, sedangkan yang kalah masih bisa berebut perunggu. Jika keduanya kalah, mereka justru bertemu di laga perebutan perunggu, sehingga salah satunya tetap membawa pulang medali.

Perlu dicatat, hitungan ini merupakan analisis redaksi berdasarkan bagan resmi FIP dan jadwal pertandingan, bukan pernyataan resmi PBPI atau panitia. Laga pertama pada Sabtu (3/10/2026), yakni perebutan perunggu putri, dijadwalkan pukul 08.00 WIB, sedangkan final putri berlangsung sore harinya, pukul 16.00 WIB menurut jadwal yang dikutip kumparan dari laman resmi Asian Games.

Capaian ini sejalan dengan target Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI). Wakil Ketua PBPI Akash Natani sebelumnya menyebut federasi bersikap realistis dengan membidik minimal satu medali, mengingat padel di Asian Games hanya memperebutkan dua emas, dan memandang ganda putri sebagai peluang terbesar berkat modal perunggu di FIP Asia Padel Cup 2025 Doha.

Ganda Putra Gugur Dini, Ganda Putri Jadi Tumpuan Padel Indonesia

Di nomor putra, perjalanan Indonesia sudah berakhir. Giorgio Soemarno/Christian Edison kalah 1-6, 4-6 dari Jason Lapidus/Argil Canizares (Filipina) pada laga pembuka, 28 September, sedangkan Valentinus Ngurah/Armando Soemarno takluk 3-6, 4-6 dari Teruaki Ando/Shinnosuke Nakamura (Jepang) di babak kedua, Rabu (30/9/2026). Dengan begitu, beban medali sepenuhnya berada di pundak dua pasangan putri.

Sementara itu, semifinal putra pertama mempertemukan Christian Chin/Aidan Yunus (Malaysia) dengan Farsad Shahi/Amir Mohamad Jamshidi (Iran). Pasangan yang melengkapi semifinal putra lainnya ditentukan lewat dua perempat final sore hari waktu Nagoya.

Jumat Menjadi Hari Penentu bagi Padel Indonesia di Nagoya

Semifinal Jumat akan menjadi hari penentu bagi padel Indonesia di Nagoya. Fadona/Fitriani, yang baru saja menumbangkan unggulan pertama, tampil lebih dulu pukul 11.00 WIB, disusul Novela/Beatrice pada pukul 14.00 WIB atau setelahnya. Pemenang semifinal memastikan perak dan tampil di final Sabtu (3/10/2026), sedangkan yang kalah masih punya satu kesempatan lewat laga perebutan perunggu pada hari yang sama.

Pertandingan padel Asian Games 2026 dapat disaksikan lewat Vidio. Karena jadwal bisa berubah sewaktu-waktu, pantau terus pembaruan resmi dari panitia dan FIP menjelang laga penentu tersebut.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.