Hasil Semifinal Padel Asian Games 2026: Fadona/Fitriani ke Final, Novela/Beatrice Berebut Perunggu
Fadona/Fitriani menggilas Filipina 6-0, 6-0 dan memastikan medali perak, sedangkan Novela/Beatrice kalah 1-6, 3-6 dari Jepang dan berebut perunggu. Final dan perunggu padel putri digelar Sabtu (3/10/2026).
Hasil semifinal padel Asian Games 2026, Jumat (2/10/2026), memastikan Indonesia membawa pulang medali padel pertamanya di Asian Games. Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menggilas Danna Abad/Joshea Malazarte (Filipina) 6-0, 6-0 dalam 42 menit dan lolos ke final, sedangkan Novela Putria/Beatrice Gumulya kalah 1-6, 3-6 dari unggulan kedua Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto. Fadona/Fitriani kini mengincar emas melawan pasangan Jepang itu pada final Sabtu (3/10/2026), sementara Novela/Beatrice berebut perunggu melawan Abad/Malazarte.
Baca Cepat
- Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini (unggulan 7) menang 6-0, 6-0 atas Danna Abad/Joshea Malazarte (Filipina) dalam 42 menit tanpa kehilangan satu game pun, sehingga Indonesia pasti meraih minimal medali perak.
- Novela Putria/Beatrice Gumulya (unggulan 3) kalah 1-6, 3-6 dalam 1 jam 29 menit dari Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto (Jepang, unggulan 2) dan turun ke perebutan perunggu.
- Sabtu (3/10/2026): Novela/Beatrice melawan Abad/Malazarte untuk perunggu pukul 11.00 waktu setempat (09.00 WIB), lalu Fadona/Fitriani melawan Tsukamoto/Tokumoto di final, tidak lebih awal dari pukul 16.00 waktu setempat (14.00 WIB).
- Indonesia sudah pasti membawa pulang satu medali dan masih berpeluang mendapat dua; padel baru debut sebagai cabang bermedali di Asian Games, dan ganda putra Indonesia sudah gugur di babak awal.
Fadona/Fitriani Lumat Filipina 6-0, 6-0 dan Lolos ke Final
Semifinal pertama di Center Court Nagoya City Higashi Sports Center berlangsung sepihak. Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menang dua set langsung, 6-0 dan 6-0, atas Danna Abad/Joshea Malazarte dari Filipina. Menurut data resmi hasil Asian Games 2026, laga yang dimulai pukul 13.00 waktu setempat atau 11.00 WIB itu hanya berlangsung 42 menit, terdiri dari 17 menit untuk set pertama dan 25 menit untuk set kedua. Wakil Indonesia tidak kehilangan satu game pun.
Kemenangan ini membawa Fadona/Fitriani ke final perebutan medali emas dan memastikan Indonesia membawa pulang minimal medali perak. Padel baru debut sebagai cabang bermedali di Asian Games edisi Aichi-Nagoya, sehingga medali ini sekaligus menjadi medali padel pertama bagi Indonesia. Seusai laga, Fadona mengatakan permainan mereka lebih rapi dan bersih dibanding laga-laga sebelumnya sehingga lawan keteteran, seperti dikutip ANTARA.
Jalan unggulan ketujuh itu menuju final nyaris tanpa celah. Setelah mendapat bye di babak pertama, Fadona/Fitriani menang 6-1, 6-0 atas Mariam Alsarraj/Dalal Alqenaei (Kuwait) di babak 16 besar, lalu menyingkirkan unggulan pertama sekaligus tuan rumah Jepang, Chifumi Sato/Kotomi Ozawa, 6-0, 6-1 di perempat final. Dari enam set yang dimainkan di Nagoya, hanya dua game yang lolos ke lawan dan empat set berakhir 6-0.
Abad/Malazarte datang ke semifinal dengan modal berbeda. Pasangan dengan nomor unggulan terendah di bagan, 23, itu menang 6-1, 6-0 atas Samaher Kurdi/Lina Alabdullatif (Arab Saudi) di babak pertama, menyingkirkan unggulan keempat Hong Kong, Chan Wing/Lau Hiu, lewat tiga set (6-1, 6-7(6), 6-3) selama 1 jam 44 menit di babak 16 besar, lalu mengalahkan Saba Najafidehaghi/Neda Mohammadtaghipour (Iran) 6-2, 3-6, 6-2 di perempat final. Mereka kini turun ke perebutan medali perunggu.
Novela/Beatrice Tumbang dari Unggulan Kedua Jepang 1-6, 3-6
Semifinal kedua mempertemukan Novela Putria/Beatrice Gumulya dengan unggulan kedua sekaligus tuan rumah, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, di Center Court. Pasangan Jepang menang 6-1, 6-3 dalam 1 jam 29 menit menurut data resmi hasil Asian Games 2026. Set pertama selesai dalam 32 menit, sedangkan set kedua berlangsung jauh lebih alot selama 57 menit, tetapi Novela/Beatrice tetap tidak mampu memaksa set penentuan.
Kekalahan ini memutus langkah Novela/Beatrice, unggulan ketiga turnamen, yang sebelumnya melaju lewat bye di babak pertama, kemenangan 6-3, 6-1 atas Sahabeh Fard/Zahra Kahrizi (Iran) di babak 16 besar, dan 6-1, 6-2 atas unggulan kelima Hong Kong, Chan Hiu/Law Yik, di perempat final. Tsukamoto/Tokumoto, yang menurut data peserta resmi sama-sama kelahiran 1991, menjadi wakil putri Jepang terakhir setelah Sato/Ozawa gugur dan belum kehilangan satu set pun di Nagoya. Sebelumnya mereka menang 6-0, 6-1 atas Fatma Janahi/Aishah Alawadhi (Uni Emirat Arab) di babak 16 besar dan 6-0, 6-0 atas unggulan kedelapan Areej Fareh/Alanoud Yamani (Arab Saudi) di perempat final.
Hitung-hitungan Medali: Perak Pasti, Medali Kedua Masih Diperebutkan
Hasil semifinal membuat peta medali Indonesia jelas. Fadona/Fitriani sudah berada di final, sehingga paling buruk membawa pulang perak, dan jika menang atas Jepang medalinya berwarna emas. Novela/Beatrice masih memegang peluang medali kedua lewat laga perebutan perunggu. Padel Asian Games memakai format pertandingan perunggu antara dua pasangan yang kalah di semifinal, bukan dua perunggu otomatis, sehingga laga pagi itu menentukan apakah Indonesia pulang dengan satu atau dua medali.
- Fadona/Fitriani menang dan Novela/Beatrice menang: emas dan perunggu.
- Fadona/Fitriani menang dan Novela/Beatrice kalah: emas.
- Fadona/Fitriani kalah dan Novela/Beatrice menang: perak dan perunggu.
- Fadona/Fitriani kalah dan Novela/Beatrice kalah: perak.
Padel hanya memperebutkan dua nomor di Aichi-Nagoya, ganda putra dan ganda putri, dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu untuk masing-masing nomor.
Jadwal Final dan Perebutan Perunggu Padel, Sabtu (3/10/2026)
Dua laga medali putri digelar di Center Court Nagoya City Higashi Sports Center. Menurut jadwal resmi FIP dan panitia Asian Games 2026, urutannya sebagai berikut.
- Perebutan perunggu putri: Novela Putria/Beatrice Gumulya vs Danna Abad/Joshea Malazarte, pukul 11.00 waktu setempat atau 09.00 WIB.
- Final putri: Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini vs Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, tidak lebih awal dari pukul 16.00 waktu setempat atau 14.00 WIB.
Laga medali putra menyusul di lapangan yang sama, yakni perunggu tidak lebih awal dari pukul 13.00 waktu setempat (11.00 WIB) dan final tidak lebih awal dari pukul 17.30 waktu setempat (15.30 WIB). Angka 16.00 pada jadwal FIP adalah waktu Jepang, bukan WIB, sehingga final putri baru bisa dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. FIP mengingatkan bahwa setiap laga dapat dipindahkan sewaktu-waktu, jadi pantau pembaruan resmi dari panitia. Pertandingan padel Asian Games 2026 dapat disaksikan lewat Vidio.
Baru Satu-Dua Tahun Main Padel, Fadona/Fitriani Tepis Anggapan Olahraga FOMO
Hasil ini terasa besar karena Fadona dan Fitriani baru sekitar satu sampai dua tahun bermain padel. Seperti dikutip ANTARA, keduanya sebelumnya atlet tenis. Fadona mengatakan mereka beralih karena melihat peluang yang lebih besar di padel, sementara pertandingan tenis tingkat nasional minim. Pukulan dasar seperti voli, forehand, dan backhand cepat beradaptasi berkat fondasi tenis, tetapi belajar membaca dinding kaca dan penempatan posisi memakan waktu lebih lama. Ia juga menyinggung anggapan bahwa padel hanya olahraga FOMO di Indonesia, lalu menegaskan mereka bisa pulang membawa medali.
Federasi padel nasional sejak awal memetakan ganda putri sebagai peluang medali terbesar. Wakil Ketua PBPI Akash Natani, seperti dikutip Bola.com pada 17 Agustus, menilai tim putri berpotensi meraih medali setelah merebut perunggu FIP Asia Cup 2025 di Doha, sedangkan tim putra lebih berfokus mengumpulkan pengalaman. Wakil Ketua PBPI Mochtar Sarman, seperti dikutip ANTARA pada 22 Agustus, mengakui atlet Indonesia baru dua sampai tiga tahun bermain padel, sementara banyak lawan di Asia sudah tujuh sampai delapan tahun. Peta itu terlihat di lapangan. Giorgio Soemarno/Christian Edison kalah 1-6, 4-6 dari Jason Lapidus/Argil Canizares (Filipina) pada 28 September, dan Valentinus Ngurah/Armando Soemarno takluk 3-6, 4-6 dari Teruaki Ando/Shinnosuke Nakamura (Jepang) pada 30 September.
Sabtu Menentukan Warna Medali Padel Indonesia
Fadona/Fitriani datang ke final dengan catatan terbaik di bagan: hanya dua game yang lolos ke lawan dalam enam set dan unggulan pertama Jepang, Sato/Ozawa, sudah mereka singkirkan. Lawannya, Tsukamoto/Tokumoto, juga belum kehilangan set. Sekitar lima jam sebelum final, Novela/Beatrice lebih dulu harus bangkit untuk meladeni Abad/Malazarte, pasangan yang baru kalah 0-6, 0-6 dari Fadona/Fitriani. Apa pun hasilnya, padel sudah memberi Indonesia medali pertama di debutnya di Asian Games.
Artikel ini dirangkum dari:
- Asian Games 2026 – Hasil resmi padel (results.asiangames2026.org, diakses 2 Oktober 2026)
- FIP – Women’s Pairs Draw, Asian Games Aichi-Nagoya (per 1 Oktober 2026)
- FIP – Order of Play Jumat, 2 Oktober 2026 (semifinal)
- FIP – Order of Play Sabtu, 3 Oktober 2026 (perunggu dan final)
- FIP – Asian Games Day 4: Iran and Indonesia secure a medal
- ANTARA – Ganda putri Fitriana/Fadona melaju ke final padel Asian Games
- ANTARA – Fitriani/Fadona buktikan padel bukan olahraga FOMO dengan medali
- BeritaSatu – Padel Asian Games: Fitriani/Fadona ke Final, Putria/Beatrice Gagal
- tvOne – Takluk dari Wakil Tuan Rumah, Novela/Beatrice Gagal Wujudkan All Indonesian Final di Cabor Padel Asian Games 2026
- CNN Indonesia – Gilas Filipina 2-0, Ganda Putri Padel Indonesia ke Final Asian Games
- IDN Times – Menang Mutlak, Fadona/Fitriani ke Final Asian Games 2026
- ESPN – Asian Games: Team Philippines results, schedule and medal tracker
- ANTARA English – Indonesian padel targets best result at 2026 Asian Games: PB PI
- Bola.com – Padel Indonesia Bidik 1 Medali di Asian Games 2026
- Bola.net – Jadwal Asian Games 2026 Padel Women’s Pairs di Vidio
- Aichi-Nagoya 2026 – Padel (jadwal resmi)
- Padel FIP – Padel Makes Its Debut in Nagoya