Janice Tjen Kandas dari Andreeva di US Open, Kekalahan Kedua dalam 14 Hari
Janice Tjen terhenti di babak pertama US Open 2026 setelah kalah dari Mirra Andreeva — kekalahan kedua dalam 14 hari setelah QF Monterrey Open, tapi konteks perjalanannya tetap positif.
Perjalanan Janice Tjen di Flushing Meadows tidak berlangsung lama. Petenis Indonesia yang tahun ini sudah mampu menembus main draw US Open tanpa harus melewati kualifikasi, harus terhenti di babak pertama setelah bersua Mirra Andreeva — petenis muda Rusia yang sedang dalam performa terbaiknya musim ini. Ini adalah kekalahan kedua Janice dalam rentang 14 hari, setelah sebelumnya tersisih di perempat final Monterrey Open 2026.
Andreeva — Lawan yang Tepat di Waktu yang Salah
Mirra Andreeva bukan sembarang lawan untuk menutup perjalanan US Open. Petenis kelahiran 2007 asal Rusia ini sudah lama dinobatkan sebagai salah satu talenta muda paling berbahaya di sirkuit WTA. Di US Open edisi ini, Andreeva datang dengan kepercayaan diri penuh — termasuk setelah memenangkan gelar mixed doubles bersama Andrey Rublev beberapa hari sebelumnya, momen yang menjadi viral karena pengakuan jujurnya soal rekan setimnya.
Di sisi lain, Janice datang dari kekalahan masih segar di Monterrey Open — perempat final yang berakhir dengan skor 4-6, 3-6 dari Yuliia Starodubtseva. Memasuki US Open dengan momentum yang terputus, dan langsung berhadapan dengan Andreeva yang sedang on-fire, adalah kombinasi yang berat untuk dihadapi siapa pun.
Konteks yang Perlu Diingat
Meski berakhir dengan kekalahan, fakta bahwa Janice bisa tampil di main draw US Open tanpa harus melewati kualifikasi adalah pencapaian yang tidak boleh dilupakan. Di edisi 2025, ia harus berjuang melewati tiga pertandingan kualifikasi untuk bisa masuk — tahun ini ia sudah ada di sana sejak awal, bermodal ranking 37 dunia.

Andreeva: Siapa Sebenarnya Lawan Janice?
Mirra Andreeva lahir 10 April 2007 — artinya ia baru berusia 19 tahun saat bertemu Janice. Tapi jangan tertipu usianya. Di US Open 2025, ia sudah pernah menembus perempat final. Gaya bermainnya baseline-heavy dengan movement yang luar biasa, kemampuan membangun poin panjang, dan tendesi untuk naik level di momen-momen krusial.
Andreeva juga baru saja meraih gelar mixed doubles bersama Rublev di US Open minggu ini — energi dan kepercayaan diri yang ia bawa ke lapangan saat menghadapi Janice sudah sangat tinggi. Melawan pemain seperti itu, di hari pertama Grand Slam, adalah tantangan yang extraordinary.
Yang Lebih Penting: Pola yang Sedang Terbentuk
Dua kekalahan dalam 14 hari — Monterrey QF dan US Open R1 — menunjukkan sesuatu yang perlu dicermati: Janice sudah mampu masuk ke turnamen-turnamen besar, tapi menembus batas selanjutnya (semifinal WTA 500, babak kedua Grand Slam) adalah tantangan yang berbeda secara level.
Itu bukan komentar negatif. Itu adalah realita pertumbuhan karier tenis profesional. Konsisten berada di level ini sudah luar biasa — dan langkah berikutnya adalah soal bagaimana mempertahankan performa lebih lama di setiap turnamen, bukan hanya lolos masuk.
Untuk penggemar tenis Indonesia, mengikuti perjalanan Janice di sirkuit WTA adalah cara terbaik untuk memahami betapa tingginya standar yang harus dicapai untuk bersaing di level top dunia. Dan standar itu, perlahan tapi pasti, sedang ia dekati.
Perjalanan Ranking Janice Menuju 2026
Lompatan Janice dari harus melewati tiga laga kualifikasi di US Open 2025 menjadi otomatis masuk main draw di 2026 adalah indikator kemajuan yang sering luput dari perhatian di tengah kekecewaan hasil babak pertama. Ranking 37 dunia bukan angka kecil — itu level yang menempatkannya secara konsisten di radar turnamen-turnamen WTA tier menengah ke atas, jauh dari posisi para pejuang kualifikasi yang harus berjuang ekstra keras hanya untuk mendapat tempat di turnamen besar.
Bagi petenis Indonesia, jalur menuju level top dunia biasanya panjang dan jarang linear — ada musim dengan lompatan besar, ada musim dengan hasil yang terasa stagnan. Yang membedakan pemain yang akhirnya menembus level elite dengan yang tertahan di level menengah seringkali bukan soal talenta semata, melainkan konsistensi menghadapi lawan-lawan berkualitas seperti Andreeva berulang kali, sampai pola kekalahan berubah jadi pola kemenangan.
Yang Sering Ditanya
Bagaimana hasil pertandingan Janice Tjen melawan Andreeva di US Open 2026?
Janice kalah di babak pertama dari Mirra Andreeva — kekalahan keduanya dalam rentang 14 hari setelah tersisih di perempat final Monterrey Open.
Siapa Mirra Andreeva?
Petenis muda Rusia kelahiran 2007, salah satu talenta paling berbahaya di sirkuit WTA, yang juga baru meraih gelar mixed doubles bersama Andrey Rublev di US Open 2026.
Apa pencapaian positif Janice meski kalah di babak pertama?
Ia berhasil masuk main draw US Open 2026 tanpa melalui kualifikasi — berbeda dari 2025 saat harus melewati tiga laga kualifikasi — berkat ranking dunia yang naik ke posisi 37.
Apa tantangan utama Janice ke depan?
Menembus batas selanjutnya di turnamen besar — semifinal WTA 500 atau babak kedua Grand Slam — bukan sekadar lolos masuk ke main draw.
Artikel ini dirangkum dari:
- WTA Tennis: US Open 2026 Draw & Results https://www.wtatennis.com/tournaments/709/us-open/2026
- ESPN: US Open 2026 Women’s Singles Results https://www.espn.com/tennis/tournament/_/id/580
- CNN Indonesia: Janice Tjen Resmi Masuk Daftar Kontestan US Open 2026 https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260820183720-170-1394625/janice-tjen-resmi-masuk-daftar-kontestan-us-open-2026