Premier Padel Milan P1 2026: Coello/Tapia Unggulan Utama
Premier Padel Milan P1 2026 sedang berlangsung di Allianz Cloud, Milan, dengan babak utama 12 hingga 18 Oktober, dan pasangan nomor satu dunia asal Spanyol dan Argentina, Arturo Coello/Agustin Tapia, tampil sebagai unggulan utama. Coello/Tapia, yang datang dengan tiga gelar berun…
Premier Padel Milan P1 2026 sedang berlangsung di Allianz Cloud, Milan, dengan babak utama 12 hingga 18 Oktober, dan pasangan nomor satu dunia asal Spanyol dan Argentina, Arturo Coello/Agustin Tapia, tampil sebagai unggulan utama. Coello/Tapia, yang datang dengan tiga gelar beruntun di Paris Major, Rotterdam P2, dan Germany P2 Düsseldorf, menang 6-3, 6-3 atas Arnau Ayats/Emilio Sánchez Chamero di babak 32 besar, Rabu (14/10), dan dijadwalkan menghadapi Jose Jimenez/Alejandro Arroyo di babak 16 besar, Kamis (15/10).
Baca Cepat
- Milan P1 berlangsung 12 hingga 18 Oktober 2026 di Allianz Cloud dengan total hadiah 479.068 euro; final dijadwalkan Minggu (18/10).
- Coello/Tapia (unggulan 1) mengincar gelar keempat beruntun dan dijadwalkan bertemu unggulan 14 Jose Jimenez/Alejandro Arroyo di babak 16 besar, Kamis (15/10).
- Rabu (14/10): juara bertahan Galan/Chingotto menang 6-1, 6-2, Lebron/Augsburger 7-6, 6-1, dan Stupaczuk/Sanz 6-3, 6-2, sementara unggulan 9 Tello/Arce kalah tiga set.
- Setelah Milan, Premier Padel berlanjut ke Kuwait Major pada 26 hingga 31 Oktober.
Jadwal dan Format Premier Padel Milan P1 2026
Oysho Milano Premier Padel P1 memasuki edisi kelima. Babak utama berlangsung Senin 12 hingga Minggu 18 Oktober 2026 di Allianz Cloud, sedangkan kualifikasi dimulai sejak 10 Oktober. Bagan putra memuat 48 pasangan, dengan 16 unggulan langsung masuk ke babak kedua; bagan putri berisi 28 pasangan dengan empat unggulan yang juga mendapat bye. Total hadiah mencapai 479.068 euro, dimainkan di lapangan indoor dengan bola Wilson Premier Padel. Edisi 2025 menarik lebih dari 35.000 penonton sepanjang pekan di Allianz Cloud yang terjual habis, menurut FIP.
Menurut jadwal resmi FIP, babak 16 besar digelar Kamis (15/10), perempat final Jumat (16/10), semifinal Sabtu (17/10), dan final Minggu (18/10). Hingga laporan ini disusun pada Kamis pagi waktu Milan, hasil yang tercatat di situs resmi baru sampai babak 32 besar putra pada Rabu (14/10) dan babak pembuka putri. Seluruh laga berikutnya dalam artikel ini masih berstatus jadwal.
Coello/Tapia Datang dengan Tiga Gelar Beruntun
Rapor terbaru Coello/Tapia menjadi alasan utama mereka dijagokan. Pasangan nomor satu dunia itu menjuarai Paris Major dengan skor 6-3, 4-6, 7-6 atas Galan/Chingotto, menang 6-3, 6-2 atas Franco Stupaczuk/Jon Sanz di final Rotterdam P2, lalu mengalahkan pasangan yang sama 6-2, 7-6 di final Germany P2 Düsseldorf, Minggu (11/10). Itu gelar ke-11 mereka musim ini, empat lebih banyak daripada Galan/Chingotto yang mengoleksi tujuh. Di Milan, mereka mengincar gelar keempat beruntun.
Milan juga menyimpan kenangan pahit. Pada final 2025, Galan/Chingotto membalikkan keadaan setelah kalah 2-6 di set pertama, lalu menang 6-3 dan 6-0. Menurut FIP, set 6-0 itu yang pertama diderita Coello/Tapia sepanjang karier mereka di Premier Padel. Bagi yang baru mengenal padel, duel sekelas ini memperlihatkan daya tarik olahraganya: dimainkan berpasangan di lapangan yang lebih kecil dari lapangan tenis, dengan dinding kaca yang ikut dimainkan sehingga reli bisa sangat panjang. Untuk mencobanya, kebutuhan utamanya raket dan bola, selain sepatu olahraga yang nyaman. Berikut dua perlengkapan yang bisa dipertimbangkan pemula.


Babak 16 Besar: Jimenez/Arroyo Menanti Unggulan Utama
Dalam jadwal resmi Kamis (15/10), Coello/Tapia berada di laga keempat Centre Court tanpa jam pasti, setelah dua laga putri dan duel Stupaczuk/Sanz melawan Javier Garcia/Alejandro Ruiz Granados (13). Lawan mereka, Jose Jimenez Casas/Alejandro Arroyo (14), lolos dari babak 32 besar lewat tiga set 6-4, 3-6, 7-5 atas Mariano Agustin Gonzalez San Martin/Francisco Cabeza Teres. Coello/Tapia sendiri lebih dulu melewati pasangan kualifikasi Ayats/Sánchez Chamero, yang sebelumnya menyingkirkan pasangan wildcard Aris Patiniotis/Diego Garcia Garcia 7-5, 7-5.
Pemenang laga itu akan menghadapi pemenang duel Francisco Guerrero/Javier Leal (6) kontra Jose Antonio Diestro/Marc Sintes Villalonga di perempat final Jumat (16/10). Diestro/Sintes menyingkirkan unggulan 12 Inigo Jofre/Juanlu Esbri 6-3, 6-3, sedangkan Guerrero/Leal menang 6-3, 6-2 atas Alvaro Cepero/Andres Fernandez Lancha. Di setengah bagan yang sama menunggu Stupaczuk/Sanz (4), finalis di Rotterdam dan Düsseldorf yang menyingkirkan Galan/Chingotto di kedua turnamen itu dan menang 6-3, 6-2 atas Jose Solano Marmolejo/Ramiro Pereyra di Milan. Jika keduanya lolos, Coello/Tapia dan Stupaczuk/Sanz bertemu untuk ketiga kalinya beruntun, kali ini di semifinal.
Bagan Bawah: Galan/Chingotto dan Lebron/Augsburger
Juara bertahan Alejandro Galan/Federico Chingotto (2) membuka pembelaan gelar dengan menang 6-1, 6-2 atas Nuno/Miguel Deus. Berikutnya mereka menghadapi Francisco Gil/Ramiro Valenzuela, yang menyingkirkan unggulan 9 Juan Tello/Maximiliano Arce lewat tiga set 2-6, 6-3, 7-6. Hasil itu mempersulit Tello dan Arce, yang berada di peringkat 17 dan 19 Race to the Finals, untuk lolos ke Barcelona.
Di bagan yang sama, Juan Lebron/Leandro Augsburger (3) menang 7-6, 6-1 atas Federico Mourino/Marc Quilez dan akan bertemu Eduardo Alonso/Aimar Goñi (10). Lebron, yang menjuarai Milan 2022 dan 2023 bersama Galan, datang setelah dua kali berturut-turut kalah di semifinal Milan, dan FIP menyoroti potensi “super semifinal” melawan mantan pasangannya itu. Lebron/Augsburger baru kalah 6-2, 6-3 dari Coello/Tapia di semifinal Düsseldorf, kekalahan straight set kelima beruntun mereka dari duo nomor satu itu.
Sektor Putri: Unggulan Mulai Bertanding Kamis
Empat pasangan unggulan putri baru memulai kampanye pada Kamis (15/10). Gemma Triay/Delfina Brea (1) menghadapi Beatriz Caldera/Noa Canovas, Paula Josemaria/Beatriz Gonzalez (2) melawan Lorena Rufo/Victoria Iglesias, Ariana Sanchez/Andrea Ustero (3) melawan Lucia Martinez/Araceli Martinez, dan Claudia Fernandez/Martina Calvo (4) melawan Jessica Castelló/Laia Rodriguez. Fernandez/Calvo, pemain muda kelahiran 2006 dan 2008, datang sebagai juara Germany P2 setelah menang 6-3, 6-0 atas Sanchez/Ustero, gelar kedua mereka bersama setelah London P1.
Josemaria dan Sanchez, juara Milan 2025, kini berpasangan dengan Gonzalez dan Ustero. Sanchez/Ustero menjuarai Paris Major dan Rotterdam, sedangkan Triay/Brea gagal mencapai final dalam tiga turnamen terakhir. Pemain Italia Giulia Dal Pozzo, yang berpasangan dengan Nuria Rodriguez, menang 6-0, 6-3 di babak pembuka dan kini menghadapi unggulan 8 Alejandra Salazar/Aranzazu Osoro.
Jadwal WIB dan Agenda Setelah Milan
Untuk penonton di Indonesia, tambahkan lima jam pada waktu Milan untuk mendapat WIB: babak 16 besar mulai 09.30 (14.30 WIB), perempat final Jumat mulai 09.00 (14.00 WIB), semifinal Sabtu mulai 14.00 (19.00 WIB), dan final Minggu mulai 15.00 (20.00 WIB). Jam tersebut adalah awal sesi hari itu, bukan jam laga tertentu. Jadwal bisa berubah, jadi pantau halaman turnamen di situs FIP untuk hasil terbaru.
Usai Milan, Premier Padel melanjutkan musim ke Kuwait Major pada 26 hingga 31 Oktober. Kalender resmi FIP berikutnya memuat Dubai P1 (8 hingga 15 November), Mexico Major di Acapulco (23 hingga 29 November), dan Premier Padel Finals di Barcelona (10 hingga 13 Desember), yang menjadi muara Race to the Finals.
Artikel ini dirangkum dari:
- Halaman resmi Milano P1 2026 di situs FIP (jadwal, bagan, dan hasil) tautan
- Laporan hari ketiga Oysho Milano Premier Padel P1, FIP, 14 Oktober 2026 tautan
- Laporan final Germany P2 Düsseldorf, FIP, 12 Oktober 2026 tautan
- Jadwal pertandingan Kamis 15 Oktober 2026 (PDF resmi FIP) tautan
- Laporan final Milano Premier Padel P1 2025, FIP, 12 Oktober 2025 tautan
- Kalender Qatar Airways Premier Padel Tour 2026, FIP tautan