Kembali
LIFESTYLE 3 min read 21 July 2026

Tren Padel Surabaya Kian Meningkat, Jumlah Lapangan Terus Bertambah

Tren olahraga padel di Surabaya terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, lapangan padel bermunculan di berbagai kawasan, mulai dari pusat kebugaran, kawasan komersial, hingga kompleks olahraga. Bertambahnya fasilitas tersebut menjadi indikator…

Tren Padel Surabaya Kian Meningkat, Jumlah Lapangan Terus Bertambah

Tren olahraga padel di Surabaya terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, lapangan padel bermunculan di berbagai kawasan, mulai dari pusat kebugaran, kawasan komersial, hingga kompleks olahraga. Bertambahnya fasilitas tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash ini.

Berdasarkan data Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Surabaya, hingga saat ini sedikitnya terdapat 86 lapangan padel yang beroperasi di berbagai venue di Kota Pahlawan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan padel di Surabaya tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi mulai membentuk ekosistem olahraga yang terus berkembang.

Pertumbuhan Lapangan Sejalan dengan Antusiasme Masyarakat

Ketua PBPI Kota Surabaya, Rian Septrianto Maulana, mengatakan pesatnya pembangunan lapangan merupakan respons terhadap tingginya antusiasme masyarakat yang terus meningkat. Menurutnya, semakin banyaknya fasilitas membuat masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk mengenal dan memainkan padel, sekaligus membuka peluang pembinaan atlet sejak dini.

“Potensi Surabaya sangat luar biasa. Dengan jumlah lapangan yang terus bertambah, Surabaya memiliki modal besar untuk menjadi salah satu barometer perkembangan olahraga padel, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga di tingkat nasional,” ujar Rian.

Ia menilai pertumbuhan lapangan hingga saat ini masih sejalan dengan meningkatnya jumlah pemain, lahirnya komunitas-komunitas baru, serta semakin seringnya penyelenggaraan turnamen dan kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Karena itu, menurutnya, kondisi saat ini belum menunjukkan adanya kelebihan pasokan fasilitas.

Tantangan Berikutnya adalah Menghidupkan Ekosistem Padel

Menurut Rian, tantangan utama ke depan bukan lagi sekadar membangun lapangan baru, melainkan memastikan setiap venue mampu menjadi pusat aktivitas olahraga yang aktif dan berkelanjutan.

Pengelola lapangan didorong menghadirkan berbagai program seperti latihan rutin, coaching clinic, kompetisi komunitas, hingga pembinaan atlet usia dini agar tingkat pemanfaatan lapangan tetap optimal sekaligus memperkuat regenerasi atlet.

Rian menambahkan, banyaknya lapangan merupakan modal penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap olahraga padel sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet di tingkat daerah.

“Kami ingin banyaknya lapangan ini tidak hanya menjadi angka, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk pembinaan, kompetisi, dan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Infrastruktur yang kuat harus diikuti dengan ekosistem yang sehat,” katanya.

Perkembangan Padel Turut Menggerakkan Industri Olahraga

Selain mendorong lahirnya atlet baru, perkembangan padel di Surabaya juga dinilai membawa dampak positif bagi industri olahraga. Kehadiran berbagai venue baru membuka peluang penyelenggaraan kejuaraan berskala regional maupun nasional, menggerakkan komunitas olahraga, serta menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan pelatih, penyedia perlengkapan olahraga, hingga sektor kuliner dan pariwisata.

Menurut Rian, apabila pertumbuhan infrastruktur terus diimbangi dengan pembinaan atlet, kompetisi yang berkelanjutan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Surabaya memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam perkembangan olahraga padel di Indonesia.

“Kami percaya kondisi ini mampu menjadikan Surabaya sebagai pusat pembinaan sekaligus lumbung prestasi olahraga padel. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Surabaya dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan padel nasional,” tuturnya. (*)

Laporan kontributor Surabaya, Sekar Arum

EXPLORE 20FIT

More ways to move.