Asian Games 2026: Nomor Lari Resmi Bergulir di Nagoya, Emilia Nova Berjuang di Heptathlon
Hari kedua atletik Asian Games 2026 di Nagoya resmi memasuki nomor lari: penyisihan 100 meter putra, perjuangan Emilia Nova di heptathlon, dan lima final lari yang dituntaskan malam ini.
Nomor lari sesungguhnya di Asian Games 2026 resmi bergulir di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium hari ini, Kamis (24/9), sehari setelah cabang atletik dibuka lewat jalan cepat half marathon. Hari kedua ini menghadirkan penyisihan 100 meter putra yang diramaikan sprinter-sprinter top Asia, perjuangan Emilia Nova di nomor heptathlon sejak pagi, hingga lima final lari yang dijadwalkan tuntas malam ini: 100 meter, 200 meter, dan 400 meter putri, 400 meter putra, serta 10.000 meter putri.
Baca Cepat
- Hari kedua atletik Asian Games 2026, Kamis (24/9), resmi memasuki nomor lari di lintasan Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium setelah dibuka jalan cepat sehari sebelumnya.
- Lima final lari dijadwalkan tuntas malam ini: 100 meter, 200 meter, dan 400 meter putri, 400 meter putra, serta 10.000 meter putri.
- Emilia Nova memulai perjuangan tujuh nomor heptathlon sejak pukul 08.00 WIB, bermodal emas SEA Games 2025 dengan rekor nasional 5.497 poin.
- Penyisihan 100 meter putra hari ini diramaikan Animesh Kujur dan Gurindervir Singh (India) serta Puripol Boonson yang membidik emas usai perak di Hangzhou 2022; final baru digelar Jumat (25/9).
Program Lari Resmi Bergulir di Mizuho Park
Setelah jalan cepat half marathon menjadi pembuka sekaligus mencatatkan dua rekor nasional Indonesia pada Rabu (23/9), agenda atletik Asian Games 2026 resmi memasuki hari kedua dengan nomor lari sesungguhnya di lintasan Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Kamis (24/9). Berdasarkan jadwal resmi cabang atletik yang berlangsung tujuh hari hingga 29 September, hari ini diisi penyisihan dan semifinal 100 meter serta 200 meter putra, sementara tiga nomor putri — 100 meter, 200 meter, dan 400 meter — beserta 400 meter putra langsung menuntaskan penyisihan hingga final dalam satu hari yang sama.
Ditambah final 10.000 meter putri yang turut dijadwalkan malam ini, total lima gelar lari diperebutkan di Mizuho Park sebelum pergantian hari. Kepadatan jadwal ini menjadikan Kamis (24/9) salah satu hari tersibuk sekaligus paling dinanti sepanjang pekan kompetisi atletik Asian Games 2026.
Emilia Nova Mulai Perjuangan Tujuh Nomor di Heptathlon
Dari sisi Indonesia, sorotan pagi ini tertuju pada Emilia Nova yang memulai kompetisi heptathlon sejak pukul 08.00 WIB dengan nomor 100 meter gawang, dilanjutkan lompat tinggi pukul 08.40 WIB, tolak peluru pukul 17.05 WIB, dan ditutup 200 meter pada malam hari sebagai penutup hari pertama dari total tujuh nomor yang dilombakan dalam dua hari berturut-turut.
Emilia membawa modal kepercayaan diri besar ke Nagoya. Desember 2025 lalu, ia menjadi juara heptathlon SEA Games 2025 di Bangkok dengan catatan 5.497 poin, memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri yang bertahan delapan tahun sejak 2017 (5.386 poin), unggul atas Hoang Thanh Giang dari Vietnam (5.455 poin) dan Sarah Dequinan dari Filipina (5.201 poin). Emilia juga baru mengoleksi emas heptathlon di ICTSI Philippine Athletics Championships 2026 pada Juni lalu dengan 5.110 poin, mengukuhkan tren positifnya menjelang Asian Games.
Ketatnya Persaingan di Penyisihan 100 Meter Putra
Nomor 100 meter putra menjadi salah satu magnet utama hari ini, meski baru sebatas penyisihan dan semifinal — final baru berlangsung Jumat (25/9). India menurunkan dua andalannya, Animesh Kujur dan Gurindervir Singh, dengan Kujur membawa modal catatan pribadi terbaik 10,14 detik yang dibukukannya musim ini.
Namun perhatian terbesar tertuju pada Puripol Boonson asal Thailand, yang kembali ke Asian Games tiga tahun setelah meraih perak 100 meter di Hangzhou 2022. Boonson mencatatkan sejarah sebagai sprinter Asia Tenggara pertama yang menembus catatan di bawah 10 detik lewat 9,94 detik di kandang sendiri, Desember 2025, dan tampil dalam performa apik jelang Nagoya dengan catatan 9,99 detik di sebuah kejuaraan di Republik Ceko bulan lalu. Modal itu membuatnya salah satu kandidat kuat naik satu tingkat dari perak ke emas.
Lima Gelar Lari Dipertaruhkan Malam Ini
Di nomor putri, gelar 100 meter sebelumnya dipegang Ge Manqi dari China dengan catatan 11,23 detik di Hangzhou 2022, tipis di depan Shanti Pereira dari Singapura yang meraih perak dengan 11,27 detik. Pereira sendiri berstatus juara bertahan di 200 meter setelah menang dengan catatan 23,03 detik tiga tahun lalu — gelar yang turut ia pertahankan malam ini di Nagoya.
Di lintasan lain, gelar 400 meter putri sebelumnya menjadi milik Kemi Adekoya dari Bahrain (50,66 detik), diikuti rekan senegaranya Salwa Eid Naser (50,92 detik), sementara 400 meter putra dipegang Yousef Masrahi dari Arab Saudi dengan catatan 45,55 detik, hanya berselisih tipis dari Kentaro Sato asal Jepang (45,57 detik) dan Abbas Yusuf Ali dari Bahrain (45,65 detik). Nomor 10.000 meter putri turut menuntaskan gelarnya malam ini, dengan Violah Jepchumba dari Bahrain sebagai pemegang gelar sebelumnya lewat catatan 31:43,73, unggul telak atas Ririka Hironaka dari Jepang (31:50,74) di Hangzhou.
Asa Lanjutan Indonesia di Lintasan
Di luar Emilia Nova, Indonesia masih menyimpan sejumlah asa di nomor lari murni yang belum turun tanding. Wahyudi Putra, spesialis 800 meter dan 1.500 meter yang mengantongi perak SEA Games 2025 dengan catatan pribadi 3:49,03, serta Pandu Sukarya di 3.000 meter halang rintang bermodal perak SEA Games 2025 (8:57,13), baru akan tampil menjelang akhir pekan, dengan final masing-masing nomor dijadwalkan 28 September. Dina Aulia di 100 meter gawang putri melengkapi wakil Indonesia di nomor lari pada Asian Games kali ini.
Dengan rentang jadwal yang masih panjang hingga 29 September, hasil hari ini di Mizuho Park akan banyak menentukan arah persaingan gelar lari sepanjang sisa pekan kompetisi atletik Asian Games 2026.
Nagoya Memanas, Drama Sesungguhnya Baru Dimulai
Setelah jalan cepat menuntaskan pembagian medali pertamanya kemarin, giliran lintasan lari Mizuho Park Athletic Stadium yang menjadi pusat perhatian mulai hari ini. Lima gelar diperebutkan malam ini, drama penyisihan 100 meter putra dengan sederet nama besar, hingga perjuangan panjang Emilia Nova di heptathlon menjadikan Kamis (24/9) salah satu titik balik penting cabang atletik Asian Games 2026.
Bagi Indonesia, hasil Emilia Nova hari ini akan menjadi penentu apakah heptathlon bisa menyumbang medali pertama dari nomor lari murni, sebelum giliran Wahyudi Putra dan Pandu Sukarya menyusul di lintasan jelang akhir pekan. Publik atletik Asia kini menanti drama lintasan Nagoya berlanjut hingga penutupan cabang ini pada 29 September.
Semangat juang para pelari di Mizuho Park hari ini bisa jadi pemantik untuk melangkah lebih jauh dari sekadar menonton dari layar. Tidak perlu menunggu panggilan Asian Games untuk ikut merasakan sensasi berlari di ajang resmi berkonsep sport tourism — kesempatan itu kini terbuka lewat PLN Mobile Electric 5K Series di dua kota pilihan.
Artikel ini dirangkum dari:
- Wikipedia – Athletics at the 2026 Asian Games
- Olympics.com – 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026: When Puripol Boonson, Shanti Pereira and Other Stars Are Competing
- New Straits Times – Thai Sprinter Puripol Eyes Asian Games Gold
- CNN Indonesia – Jadwal Indonesia di Asian Games Kamis 24 September: Kans Raih Emas
- Antara News Lampung – Emilia Nova Sabet Emas Heptathlon SEA Games 2025
- Must Share News – Shanti Pereira Wins Gold at Asian Games 200m Event
- Wikipedia – Athletics at the 2022 Asian Games: Women’s 100 Metres
- Wikipedia – Athletics at the 2022 Asian Games: Men’s 400 Metres
- Wikipedia – Athletics at the 2022 Asian Games: Women’s 400 Metres
- Wikipedia – Athletics at the 2022 Asian Games: Women’s 10,000 Metres