Kembali
LARI 4 min read 22 September 2026

Jelang Berlin Marathon 2026: Sawe Mundur karena Cedera, Assefa Incar Rekor Dunia

BMW Berlin Marathon 2026 digelar 27 September dengan sekitar 80.000 pelari. Juara bertahan Sabastian Sawe mundur karena cedera; Tigst Assefa incar rekor dunia.

Jelang Berlin Marathon 2026: Sawe Mundur karena Cedera, Assefa Incar Rekor Dunia

Tinggal lima hari menuju salah satu lomba lari paling bergengsi di dunia. BMW Berlin Marathon 2026 akan digelar Minggu, 27 September 2026, dan panitia memperkirakan sekitar 80.000 pelari dari 160 negara turun ke jalanan ibu kota Jerman. Namun jelang hari-H, lomba ini diguncang kabar besar: juara bertahan Sabastian Sawe batal tampil karena cedera, membuka peta persaingan yang tadinya sudah dianggap selesai.

Baca Cepat

  • BMW Berlin Marathon 2026 digelar Minggu, 27 September 2026, diikuti sekitar 80.000 pelari dari 160 negara.
  • Juara bertahan Sabastian Sawe (pemenang edisi 2025) batal tampil karena cedera.
  • Lomba putra kini dipimpin Gabriel Geay (rekor pribadi 2:03:00) dan Getaneh Molla (2:03:34).
  • Di sektor putri, Tigst Assefa — pemegang rekor lintasan Berlin — berambisi merebut kembali rekor dunianya.
  • Berlin dikenal sebagai “pabrik rekor dunia”: rekor dunia maraton telah pecah di lintasan ini sebanyak 13 kali.

Panggung Rekor Dunia yang Paling Cepat

Berlin adalah salah satu seri Abbott World Marathon Majors, kelompok lomba maraton paling prestisius yang kini beranggotakan tujuh kota: Tokyo, Boston, London, Sydney, Berlin, Chicago, dan New York. Di antara semuanya, Berlin punya reputasi khusus sebagai lintasan tercepat di dunia. Trek yang nyaris rata tanpa tanjakan berarti, dari kawasan Tiergarten hingga garis finis ikonik di Gerbang Brandenburg, membuatnya menjadi tempat favorit para elite untuk memburu catatan waktu terbaik.

Bukti reputasi itu tidak main-main. Rekor dunia maraton tercatat pernah pecah di Berlin sebanyak 13 kali. Rekor lintasan putra masih dipegang Eliud Kipchoge dengan 2:01:09 (2022), sementara rekor lintasan putri milik Tigist Assefa dengan 2:11:53 (2023). Kedua catatan itu memang kemudian dilewati di Chicago — rekor dunia putra kini menjadi milik mendiang Kelvin Kiptum (2:00:35, Chicago 2023) — tetapi status Berlin sebagai lintasan pemburu rekor tetap tak tergoyahkan. Pada edisi 2023 saja, sembilan pelari putra finis di bawah 2:05 dan delapan pelari putri menembus 2:20, dua-duanya rekor jumlah untuk satu lomba.

DetailInformasi
TanggalMinggu, 27 September 2026
LokasiBerlin, Jerman (finis di Gerbang Brandenburg)
Perkiraan peserta~80.000 pelari dari 160 negara
SeriAbbott World Marathon Majors
Rekor lintasan putraEliud Kipchoge — 2:01:09 (2022)
Rekor lintasan putriTigist Assefa — 2:11:53 (2023)
Gear Pendukung Lari Maratonmu
Garmin Forerunner 265 Music
Jam GPS lari layar AMOLED plus musik; pantau pace, jarak, dan detak jantung saat latihan.
Lihat →
Asics Novablast 6
Sepatu lari jalan raya dengan bantalan responsif, nyaman untuk latihan jarak jauh.
Lihat →
Decathlon KIPRUN Headband Cooling
Bandana lari penyerap keringat dengan efek sejuk saat berlari di cuaca panas.
Lihat →

Kejutan Jelang Lomba: Sawe Mundur karena Cedera

Skenario awal lomba putra sempat terlihat jelas. Sabastian Sawe, juara Berlin 2025 dengan catatan 2:02:16 dan salah satu pelari maraton paling dominan dua musim terakhir, dijadwalkan menjadi bintang utama. Namun cedera memaksanya menarik diri, dan seketika persaingan gelar kembali terbuka lebar.

Kini sorotan beralih ke Gabriel Geay, pelari Tanzania dengan rekor pribadi 2:03:00 yang pernah finis kedua di Boston Marathon 2023, serta Getaneh Molla asal Ethiopia (2:03:34). Total ada 67 pelari elite yang terdaftar, dengan 25 di antaranya memiliki catatan terbaik di bawah 2:08. Tuan rumah Jerman menyumbang jumlah pelari elite terbanyak, yakni 20 orang, dipimpin Sebastian Hendel yang tercepat dengan 2:07:33.

Assefa Pimpin Lomba Putri, Incar Rekor

Di sektor putri, nama Tigst Assefa dari Ethiopia menjadi magnet utama. Pemegang rekor lintasan Berlin ini datang dengan misi jelas: merebut kembali rekor dunia yang pernah ia pegang. Ia memimpin delapan pelari putri yang memiliki catatan terbaik di bawah 2:20 — indikasi bahwa lomba putri berpotensi berlangsung sangat cepat. Sebagai perbandingan, juara putri tahun lalu, Rosemary Wanjiru, menyentuh garis finis dengan 2:21:05.

Kenapa Menarik buat Pelari Indonesia

Bagi komunitas lari Tanah Air, Berlin bukan sekadar tontonan. Sebagai bagian dari Abbott World Marathon Majors, lomba ini menjadi salah satu target para pemburu Six Star Finisher — penghargaan bagi pelari yang menuntaskan seluruh seri major. Lintasannya yang rata juga menjadikan Berlin pilihan populer bagi pelari rekreasi yang ingin mencetak rekor pribadi (personal best). Menonton bagaimana para elite mengatur ritme di trek secepat ini bisa menjadi pelajaran berharga soal strategi pacing, sesuatu yang relevan untuk siapa pun yang sedang mempersiapkan maraton pertamanya. Dan kalau menonton saja terasa kurang, kabar baiknya: kamu tak perlu terbang ke Berlin untuk merasakan sendiri atmosfer garis start.

Giliran Kamu yang Berlari

Kabar baiknya, kesempatan itu ada di depan mata. Musim ini PLN Mobile Electric 5K Series hadir dengan konsep sport tourism — lari 5K sambil menikmati destinasi kota, lengkap dengan tantangan “Land Sprint” adu cepat di tengah lintasan dan semangat energi hijau. Formatnya ramah untuk pemula maupun pelari yang ingin menguji pace, dengan batas waktu 40 menit di setiap lomba.

Untuk musim 2026, slot yang masih tersisa ada di dua kota. Seri Yogyakarta digelar Minggu, 11 Oktober 2026 dengan latar Candi Prambanan, sementara seri Bali menyusul pada Minggu, 1 November 2026 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Pendaftaran dibuka melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah menyaksikan para elite beraksi di Berlin, mungkin inilah momen yang tepat untuk mulai mencatat waktu terbaikmu sendiri.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.